Di samping masalah yang membuat kita sulit berdoa, kita tidak boleh mengabaikan rintangan-rintangan yang digunakan setan untuk melemahkan kita untuk berdoa. Pemahaman yang jelas mengenai rintangan-rintangan tersebut akan menolong siswa tetap waspada terhadap setiap penghalang.
Rintangan pertama: Motivasi yang salah.
Yakobus memaparkan,” Atau kamu berdoa, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” hal ini merupakan rintangan yang cukup serius ketika kita berdoa membawa permohonan kepada Allah untuk sesuatu hal yang tidak kita butuhkan, yang hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan diri sendiri.Ini merupakan doa dengan motivasi yang salah. Alkitab membuat ini semua jelas bahwa tujuan hidup kita adalah hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Paulus mengatakan, “Aku menjawab: jika engkau makan atau juga engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.” (1 Korintus 10:31)
Sebuah contoh menyedihkan dari “motivasi yang salah” dalam berdoa, yaitu sebuah doa aneh yang disampaikan beberapa abad yang lalu oleh John Ward, dia seorang anggota Parlemen Inggris. Dia berdoa: Ooh, Tuhaan, Engkau tahu bahwa aku memiliki Sembilan rumah di kota London, dan akhir-akhir ini saya membeli perkebunan di Essex. Aku memohon kepada-Mu untuk memelihara dan menjaga kedua negara dari Middlesex dan Essex dari ancaman kebakaran dan gempa bumi. Dan aku juga memiliki sebuah kantor pegadaian di Hertfordshire, aku memohon kepada-Mu juga untuk menaruh belas kasihan bagi negara itu, dan memberinya kedamaian. Engkau berurusan dengan mereka sebagaimana Engkau inginkan. Ooh Tuhan, mampukanlah bank untuk membayar semua tagihan mereka dan buatlah para debitur orang-orang yang jujur. Berikanlah pelayaran yang sejahtera dan berikan keamanan kembali menuju Mermaid Sloop, karena saya tidak mengasuransikannya.Engkau telah berkata,” hari-hari begitu jahat namun singkat.” Saya percaya kepada-Mu sebab Engkau tidak akan melalaikan janji-Mu, sebab aku memiliki perkebunan yang akan saya warisi atas kematian seorang muda yang miskin dan tidak bermoral, Sir J. L melindungi saya dari para pencuri dan perampok, dan buatlah seluruh pekerja-pekerjaku jujur dan setia agar mereka selalu melakukan apa yang saya sukai, dan agar mereka jangan pernah mencuri semua milik hamba siang dan malam.” (14/25)
John Ward dengan jelas-jelas melupakan satu hal dalam memahami doa yang tidak egois. Doa yang benar harus bebas dari keinginan pribadi. Ravenhill menuliskan, Jika John Knox berdoa “berikan aku keberhasilan” maka kita tidak akan pernah mendengar hal tersebut terjadi, tetapi dia berdoa bukan untuk dirinya sendiri – “Berikan saya Skotlandia atau saya mati!“ – dan doanya mengubah sejarah. Jika David Livingstone telah berdoa bahwa dia menginginkan Afrika terbuka bagi Allah, oleh karena bukti kegigihannya dan semangatnya serta keahliannya yang luar biasa, meski doanya akan mati diterpa oleh angin dari hutan, tetapi dia tetap berdoa,”Tuhan, kapankah dosa dunia ini disembuhkan?” Livingstone telah hidup dalam doa, dan bahkan sampai matinya dia terus berlutut berdoa. (15/158)
141
Rintangan kedua: Dosa didalam Hati Kita.
Rintangan yang kedua dalam berdoa dibahas oleh Yesaya: ”Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengarannya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” ( Yesaya 59:1-2 )
Disini kita melihat bahwa dosa membangkitkan penghalang yang tidak dapat ditembus untuk doa kita dijawab. Dalam kasusnya, generasi Yesaya oleh karena dosa-dosa mereka yang membuat doa sangat mustahil untuk Allah jawab. Meskipun dosa kecil, jika dilakukan dengan sengaja maka akan menghalangi doa kita. Para ilmuan memberitahu kita bahwa sepotong kecil dari serat atau kelembaban dari sidik jari dapat menyebabkan misil meleset sejauh ratusan mil. Dalam doa, dosa itu sama dengan menghancurkan. Pemazmur mengatakan,”Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” ( Mazmur 66:18 ) bersyukurlah, sebab pemazmur menyimpulkan kembali: “ … sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan.” ( ayat 19 ) dari semuanya itu, perlu bagi kita menggarisbawahi lagi bahwa pemazmur menggunakan kata “ menghargai “ yang berhubungan dengan dosa dalam kehidupan seseorang, hal ini bukan berarti orang tersebut berkomitmen untuk melakukan dosa tertentu dimana Tuhan akan menolak untuk mendengarkan doanya, melainkan jika seseorang tersebut menghargai dosa yang ada didalam hidupnya yang merupakan bahaya serius bagi doanya tidak didengar. Perlu diingat bahwa “menghargai” berarti “ menyimpan atau mengolah dengan hati-hati dan penuh kasih sayang.” Tuhan tidak akan menolak seorang pendosa yang jujur dan tulus, meskipun melakukan kesalahan terus-menerus, siapapun yang datang kepada-Nya dalam roh yang benar dalam pengakuan dosa dan pertobatan.
Rintangan ketiga: Berhala Hidup Kita.
Perkataan nabi Yehezkiel menerangkan dengan jelas mengenai rintangan ketiga ini: “Sesudah itu datanglah kepadaku beberapa orang dari tua-tua Israel dan duduk di hadapanku. Maka datanglah firman Tuhan kepadaku: Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah ku mau mereka meminta petunjuk dari pada-Ku?”( Yehezkiel 14:1-3 )
Tua-tua Israel datang kepada Yehezkiel untuk berdoa. Tidak diragukan tindakan seperti ini menyenangkan nabi karena menyangka mereka meresponi lebih dulu terhadap perihal rohani. Tetapi Allah dengan cepat membuat segala sesuatunya jelas bahwa selama ini mereka memiliki berhala, Dia tidak akan mendengar doa mereka. Allah membahas kembali tentang doa, dan Allah berbicara kepada nabi, ”… Karena setiap orang, baik dari kaum Israel maupun dari orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel, yang menyimpang dari pada-Ku dan menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi untuk meminta petunjuk dari pada-ku baginya—Aku, Tuhan sendiri akan menjawab doa. Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambing dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui Akulah Tuhan.” Yehezkiel 14:7-8 )
Apa sesungguhnya berhala itu ? apapun juga yang kita sembah selain Allah, itulah berhala. Ini berhubungan erat dengan yang disebutkan tentang “menghargai” di dalam pokok pembahasan sebelumnya. Ini juga penting untuk diingat bahwa berhala bisa datang dalam semua bentuk dan ukuran, dan tidak hanya dalam wujud yang terlihat secara fisik.Penyembahan berhala, semua yang
142
termasuk dalam perpuatan daging, yang berarti “hal penyembahan”. (tertera dalam Galatia 5:20 ) Tidak boleh ada tempat di dalam hidup kita bagi berhala dapat tinggal atau “sesuatu hal” yang dapat menggantikan sebagai penghormatan akan Tuhan.
Rintangan keempat: Roh yang Tidak Mengampuni.
Diawal kita telah berbicara tentang “roh yang benar” di dalam berdoa. Di pembahasan kali ini, kami berharap dapat menunjukkan hal-hal yang termasuk “roh yang salah” yang cukup serius dapat menghalangi doa. Yesus menjelaskannya ini dengan jelas bahwa pengampunan dan doa itu tidak dapat dipisahkan. Dia berkata,”Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” ( Markus 11:25 ).
Tanpa keraguan roh yang tidak mengampuni dapat menjadikan doa hanya sedikit pengaruhnya. R.A Torrey mengatakan, ”Semua jawaban Tuhan atas doa-doa kita atas dasar perjanjian Tuhan dengan manusia sebagai orang berdosa yang diampuni dan Tuhan tidak bisa berurusan dengan kita sebagai orang yang diampuni sementara kita tidak mau mengampuni orang lain yang telah bersalah kepada kita.” (6/161)
Bahkan dendam terkecil yang tersembunyi dapat menyebabkan bahaya besar bagi kehidupan doa kita, sebagaimana hubungannya dengan Virginia Whitman, ia bercerita tentang sebuah insiden yang terjadi tahun lalu ketika di bandara Fair Fax di kota Kansas, pada saat itu seorang pekerja sedang membangun sebuah ruangan elektrik yang sempurna. Di dalam ruangan ini, para mekanik bekerja untuk melindungi dari terjadinya kerusakan listrik. Untuk membuat ini jadi mungkin, tehnik kontruksi yang khusus pun dikerjakan dalam pembangunan ruangan. Ketika pekerjaan itu telah selesai, bagaimanapun, elektronik khususpun “membaca” dan mengungkapkan bahwa adanya sejumlah kecil konduksi listrik. Setelah beberapa waktu mencari, menguji dan melakukan pengukuran dengan berbagai alat pengukur khusus, akhirnya permasalahanpun teratasi. Pelakunya membuat tanda pensil di kayu yang ditempatkan oleh tukang kayu. Meski grafitnya tampaknya tidak terlalu signifikan dengan tanda tersebut, diberikanlah ruangan yang kurang berguna untuk itu agar mampu berjalan sesuai tujuannya. Nyonya Whitman menyimpulkan, “pikiran curiga, pikiran yang mengkritik, keputusasaan, atau bahkan pemberontakan, dapat merupakan tanda pensil yang mengganggu hubungan kita dengan Allah.” (7/106)
Rintangan kelima: Kurangnya Kemurahan Hati.
Tuhan berkata dengan jelas bahwa “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.”( Amsal 21:13 ) hal ini sangatlah penting bagi para prajurit doa mengenal betapa pentingnya menempatkan kemurahan hati untuk keefektifan rohani kita. Penolakan untuk menolong mereka yang membutuhkan (terutama bagi yang membutuhkan kebutuhan rohani baik di sini maupun luar negeri), padahal itu ketika kita mampu dan memiliki kekuatan untuk melakukannya, inilah yang menjadi penghalang untuk doa yang dijawab. Sedikit mengherankan banyak dari doa kita tampaknya tidak kemana-mana.
Pada pembahasan ini, Dr. R. A. Torrey menghubungkan dengan catatan yang menyedihkan: “Seorang advokat misionaris yang begitu antusias pada pertemuan misionaris dunia terkenal di Rochester beberapa tahun lalu, mengulurkan tangannya kepada pendengar yang memohon dengan menyedihkan dan berkata,” saudaraku, kita harus memiliki dana untuk menolong misi keluar negeri.” Dan oleh karena perkataannya, dia menyerahkan cincin berlian berharganya yang bernilai lebih dari ribuan dolar; dan betapa kami terheran mengapa Tuhan belum menjawab doa kami.” (6/169) Mungkin Tuhan tidak pernah menolong kita untuk menjadi lebih murah hati dengan diri kita
143
sendiri daripada kita dengan dunia yang hilang. Roh yang murah hati, tentu saja, sangat penting untuk doa yang penuh kuasa. Hati yang kikir yang kita miliki justru akan menghentikan Allah melakukan bagian-Nya.
Rintangan keenam: Penganiayaan dalam Anggota Keluarga.
Rintangan - rintangan ini di kupas dan disajikan pada bab ruang pengajaran sekolah doa kami yang tidak ditafsirkan secara penafsiran legalistis dari pemikiran siswa yang sempit terhadap alkitab. Hal inipun sangatlah penting untuk doa dijawab. Tidak terkecuali rintangan ini.Alkitab mengatakan, “Demikian juga hai kamu suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah!Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya kamu jangan terhalang.”(1 Petrus 3:7 ) Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa pengobatan yang tidak tepat terhadap seorang istri oleh suami, menyebabkan doa pribadi tidak efektif. Tidak diragukan lagi, perhatian terhadap hal ini bisa berlaku bagi semua anggota keluarga tanpa memerdulikan bagaimana hubungan mereka. Kita harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain sebagai anggota keluarga. Mungkin Tuhan memasukkan pemikiran ini dalam alkitab karena Ia tahu bahwa sebagian besar waktu kita banyak dihabiskan bersama keluarga. Tuhan mengetahui dengan pasti bahwa hubungan keluarga akan mempengaruhi dan mempersiapkan kita untuk hubungan dengan dunia yang lebih luas. Ini semua mudah untuk menempatkan dan menunjukkan kerohanian terpisah dari rumah, dan kemudian jarang memperlihatkan kasih dan belas kasihan di dalam rumah. Tuhan memandang hal ini tidak dapat diterima hanya seperti kemunafikan belaka yang hasilnya doa tidak efektif.
Rintangan ketujuh: Ketidakpercayaan.
Iman, telah kita amati sebelumnya, itu adalah factor penting agar doa kita dijawab oleh Tuhan. Yakobus mengacu kepada “ doa dengan iman” sebagai salah satu jenis doa yang menghasilkan buah ( Yakobus 5:15 ). Doa tanpa iman adalah doa yang tidak ada kuasanya. Kata-kata hikmat, “ doa tidak mengubah segala sesuatu, doa yang penuh kepercayaan mengubah segala sesuatu.” Yesus mengulang kata iman sebagai penekanan penting untuk mengalahkan rintangan ketidakpercayaan.
Alkitab membuktikannya tentang iman: “ …., jadilah kepadamu menurut imanmu”( Matius 9:29b) “…, Sesungguhnya jika kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja maka kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan tak ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20). “… ,Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”(Lukas 7:50b ). “… , jika kamu percaya dan tidak bimbang, …, hal itu akan terjadi.” (Matius 21:21 ) kepada Petrus, Yesus berkata: “tetapi aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” (Lukas 22:32 )
Ketidakpercayaan harus diketahui sebagai musuh utama dari doa yang dijawab.Sedangkan Iman adalah musuh utama dari ketidakpercayaan.Kita akan memperngaruhi satu sama lainnya. Lebih lagi, iman seseorang akan bertumbuh hanya lewat doa dan oleh pembelajaran akan Firman Tuhan yang rutin. Sebagai seorang prajurit dalam doa misi untuk seluruh dunia, kita harus bekerja keras membangun aspek-aspek hubungan pribadi kita dengan Allah untuk pertumbuhan iman kita.
144
Respon Siswa
Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari Ruang Kuliah Empat
__________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________
145 Catatan-catatan Tambahan __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________
146