Setiap gembala memegang peranan khusus penting di dalam transformasi dan penginjilan dunia, karena beliau memiliki potensi untuk menggerakan para pahlawan doa dari atas mimbar. Sebelumnya kami menekankan pentingnya semua orang Kristen menggerakkan teman-temannya untuk berdoa. Disini kami menantang para gembala untuk terlibat. E.M Bounds menyatakan, “Seorang Pembaharu adalah dia yang dengan suara nyaring membawa kembali pelayanan diatas lutut.” (5/82)
Kegiatan mobilisasi doa ini harus diberikan prioritas tertinggi oleh para gembala dimanapun. Ravenhill pernah berkhotbah “Orang yang dapat membuat orang-orang percaya berdoa dibawah kuasa Allah akan membawa kebangunan rohani yang paling besar yang pernah dikenal oleh dunia.” (9/29) Andrew Murray seorang penginjil dan negarawan terkemuka menambahkan, “Orang yang menggerakkan gereja Kristen untuk berdoa akan memberikan sumbangan terbesar di dalam sejarah kepada penginjilan dunia.”
Karena hanya seorang gembala yang secara pribadi berdoa ia akan menggerakakan orang lain berdoa maka adalah penting para gembala memahami pentingnya doa pribadi. Perhatikan alasan-alasan penting berikut ini mengapa kehidupan doa pribadi yang sistematis penting bagi setiap gembala.
1. Kehidupan doa gembala adalah penting dalam mengubahkan kehidupan.
Orang-orang berkata bahwa Kaisar Agustus yang mendirikan kota Roma dari kayu dan meninggalkan kota tersebut terbuat dari marmer sesuai dengan pernyataan tersebut E.M. Bounds menyatakan, “Gembala yang berhasil mengubah jemaatnya dari yang tidak suka berdoa menjadi gereja yang suka berdoa, telah melakukan pekerjaan yang lebih besar dari pada kaisar agustus yang mengubahkan sebuah kota dari kayu menjadi marmer.” (21)
Jelaslah bahwa kehidupan doa gembala sangatlah penting karena akan menjadi contoh bagi orang-orang Kristen yang ada di bawahnya. Ketika gembala berdoa maka umatnya akan berdoa juga.
2. Kehidupan doa gembala adalah penting bagi kebangunan rohani gereja.
Jarang sekali ada suatu kebangunan rohani dalam sejarah dimana kepemimpinan gembala nya tidak berdoa. Bahkan kebangunan rohani di gereja mula-mula dimulai para pemimpin yang berdoa. Doa merupakan kunci bagi laporan-laporan yang penuh keberhasilan yang kita temukan di dalam kitab Kisah Para Rasul. “Dan Tuhan menambahkan tiap-tiap hari kepada mereka yang diselamatkan (Kis 2:47). “Banyak diantara mereka Firman itu percaya dan jumlah mereka sekitar 5.000.” (Kis 4:4) dan , “Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan baik laki-laki maupun perempuan” (Kis 5:14). Saya percaya bahwa keberhasilan gereja mula-mula dalam menjangkau orang yang terhilang dapat ditelusuri di dalam ayat ini: “Dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman” (Kis 6:4)
165
3. Kehidupan doa gembala adalah penting bagi persiapan khotbah.
Will Houghton berbagi mengenai evaluasi yang menyedihkan tentang khotbah modern : “Tragedinya adalah bahwa khotbah tersebut secara teknik betul namun secara rohani tidak berkuasa.” (30/4)
Charles Spurgeon yang khotbah-khotbahnya sangat berbeda dari apa yang digambarkan oleh Will Houghton telah mempelajari kunci bagi khotbah yang efektif. Dia menjelaskan, “Anda dapat membuat jalan kemanapun dengan alat pengungkit doa. Pikiran dan argumentasi mungkin seperti potongan baja yang membuka jalan kepada kebenaran: tetapi doa adalah alat pengungkit yang membukakan kotak besi yang berisi misteri kudus sehingga kita dapat meraih harta yang ada tersembunyi di dalamnya yaitu bagi mereka yang dapat melalui jalan itu untuk mencapainya.” (34/14)
Selama doalah Allah akan membuka pikiran kita kepada tema-tema khotbah yang ingin disampaikanNya. Ketika kita menerima pesan didalam doa kita biasanya mengkhotbahkannya dengan keyakinan yang jauh lebih besar. Kita memiliki perasaan di dalam batin kita bahwa Allah telah memberikannya kepada kita secara pribadi dan hal ini menambahkan keyakinan kepada khotbah kita.
Doa sesungguhnya jauh lebih penting bagi khotbah daripada kemampuan alami. Hal ini akan menjadi jelas ketika kita melihat para pengkhotbah di masa lalu yang tidak memiliki kemampuan yang tidak besar tetapi dapat mengasilkan khotbah yang menghidupkan karena pesan-pesan yang mereka sampaikan datang melalui doa. Jonathan Edwards seperti yang ditulis sebelumnya memakai kaca mata tebal dan berkhotbah secara monoton namun orang-orang dewasa berteriak menangis sambil memeluk pilar di gereja New England karena mereka takut bahwa mereka akan masuk ke dalam neraka pada saat itu juga. Dengan gerakan tubuh yang aneh, Edwards biasanya memegang catatan khotbahnya hanya beberapa inci dari wajahnya dan membaca setiap kata. Tetapi dia menghabiskan sepanjang hari dan bahkan berminggu-minggu di dalam doa. Bukanlah hal yang aneh bagi Edwards untuk berdoa 18 jam sebelum berkhotbah. Tidaklah mengherankan Allah mengijinkan Jonathan Edwards untuk memegang kunci utama untuk membuka pintu-pintu surga yang melepaskan kebangunan rohani Amerika terbesar.
4. Kehidupan doa gembala penting bagi pertumbuhan rohani pribadinya.
Orang-orang membuat pernyataan yang baik bahwa ketika seorang gembala bergerak ke depan dia menciptakan di belakang dia sebuah daya tarikan. Orang-orang yang berdiri dan sadar akan segera mengikuti. Semakin jauh sang gembala melangkah semakin jauh jemaatnya akan mengikuti. Jika dia bergerak kearah kerohanian yang lebih tinggi maka yang lainnya akan segera mengikuti.
Para pemimpin yang ada diatas mimbar tentu saja memiliki kerugian dibandingkan dengan mereka yang duduk diatas kursi. Mereka datang untuk diberi makan tetapi para gembala harus mendisiplin diri untuk memberi makan diri mereka sendiri.
E.M Goulburn berbagi pendapatnya, “Adalah hal yang alami bagi api untuk membakar minyak sehingga ia tetap menyala. Para gembala jika anda menghabiskan satu hari yang sibuk dalam pelayanan Allah dan pekerjaan kasih – jika anda berdiri dan dengan berani memprotes dunia dengan
166
praktek-prakteknya – jika anda memperjuangkan belas kasihan bagi orang miskin, bagi orang sakit, bagi yang nyaris mati, - jika tangan anda sibuk mengerjakan pekerjaan sehingga kebenaran Allah dipertahankan dan kemuliaan serta kepentingan gereja dibela; semuanya ini baik dan patut mendapatkan ucapan terimakasih ; namun itu semua merupakan pekerjaan luar dan tetap ada di luar dan pekerjaan-pekerjaan tersebut akan menghabiskan kuasa kehidupan batin. Semuanya itu mengeluarkan minyak dan jika tidak ada minyak yang masuk maka apinya tidak akan lama menyala.” (1/124) Doa dan perenungan pribadi sang gembala merupakan cara terbaik untuk menggantikan minyak ini. Hanya dengan menghabiskan banyak waktu sendiri bersama Allah, di dalam doa dan di dalam Firman Allah maka kita akan bertumbuh sehingga kita bisa memimpin orang lain.
Tantangan bagi Kuasa
Sebelum kita meninggalkan kursi mengenai gembala maka kami memasukkan beberapa tantangan bagi setiap gembala, secara pribadi, mengenai bidang doa yang penting ini. Dalam terang pemikiran-pemikiran berikut ini, buatlah evaluasi mengenai posisi rohani anda saat ini dalam hubungan dimana anda merasa seperti yang diinginkan oleh Allah.
1. Sediakan banyak waktu untuk berdoa.
Kita ingat bagaimana Martin Luther bahwa dia memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan sehingga dia harus menghabisakan 3 jam setiap hari di dalam doa jika dia berharap dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Luther mengetahui bahwa banyak waktu yang dia habiskan di dalam doa akan menjernihkan pikirannya dan menolong dia untuk menggunakan waktunya dengan lebih baik. W.E. Sangster menambahkan, “Berhentilah bekerja jika dibutuhkan; pengaruh anda akhirnya tergantung kepada pengetahuan anda tentang dunia yang tidak kelihatan.” (26/137)
Adalah hal yang benar bahwa rahasia pemimpin rohani yang mengerjakan banyak hal bagi Allah di masa lalu adalah kehidupan doa mereka. Doa mereka tidaklah sekali-kali tetapi diorganisasi dengan baik dan teratur. Seringkali mereka menghabiskan berjam-jam dihadapan Allah. Berbicara mengenai individu-individu ini Bounds menulis, “Hati mereka mengejar Allah, kerinduan mereka adalah Dia, doa-doa mereka ditujukan bagi Dia. Mereka bersekutu dengan Dia, tidak mencari dunia, mencari hal-hal besar dari Allah, bergumul dengan Dia, menaklukkan semua kuasa yang menentang, dan membuka saluran iman yang dalam dan lebar diantara mereka dan sorga. Dan semua ini dilakukan dengan menggunakan doa.” (5/430) sang penulis yang bijaksana menambahkan, “Tidak ada seorangpun yang dapat melakukan pekerjaan yang besar dan bertahan lama yang bukan merupakan seorang pendoa, dan tidak ada seorang dapat menjadi pendoa jika dia tidak menyediakan banyak waktu untuk berdoa.” (1/53)
2. Ijinkan setiap waktu doa merupakan waktu untuk membersihkan motivasi.
Terlalu banyak doa saat ini yang ditutupi oleh awan kerinduan manusia. Ego tidak memiliki tempat didalam karma doa. Ravenhill memperingatkan, “Oh! saudara-saudara sepelayananku banyak dari doa kita hanya memberikan nasehat kepada Allah! Doa kita dipengaruhi oleh ambisi baik bagi diri kita sendiri baik denominasi kita. Enyahlah pikiran seperti itu! Tujuan kita seharusnya adalah Allah sendiri kemuliaanNyalah yang harus kita cari. AnakNya yang terberkati diabaikan, hukumnya
167
dilanggar, namaNya dicemarkan, kitabNya dilupakan, rumahNya menjadi pertunjukkan usaha sosial.” (15/28)
Para pemimpin yang terkasih marilah kita menjadikan doa itu bukan sebuah tempat permintaan tetapi tempat pembersihan, biarkan doa kita menjadi suatu waktu dimana motivasi-motivasi diperiksa dan dievaluasi didalam perang salib. Pertanyakan pertanyaan ini berulang-ulang: akankah doa saya jika dijawab, membawa kemuliaan bagi Yesus?.
3. Sediakan waktu untuk reat-reat doa tahunan atau triwulan.
Bukanlah hal yang aneh bagi Yesus untuk menyediakan waktu sendiri bersama Allah. Bahkan Paulus pergi ke padang gurun selama beberapa tahun pada awal pelayanannya. Dan walaupun kita mungkin tidak dapat mengikuti contoh Paulus, kita tentunya harus mengikuti contoh Yesus. Mungkin kita bisa menyediakan beberapa hari setiap tahunnya untuk tidak melakukan apa-apa kecuali berdoa. Ravenhill menyatakan, “Biarkan kita mengurung diri kita selama seminggu dengan hanya berbekalkan roti dan air saja, tanpa buku-buku kecuali Alkitab, tanpa pengunjung kecuali Roh Kudus, dan saya menjamin saudara-saudara bahwa kita akan menjadi terpecah-pecah, atau mengalami terobosan atau muncul keluar. Dan Setelah itu seperti Paulus kita akan dikenal dineraka!” (15/106)
4. Berikan perhatian khusus kepada saat teduh dan perenungan pribadi.
Perhatian kepada masalah saat teduh dan perenungan pribadi telah diberikan sebelumnya di dalam studi kita namun bagi kita yang ada di dalam posisi kepemimpinan rohani harus diingatkan kembali khusunya mengenai kepentingan dan kuasa didalamnya. Oliver G. Wilson, “Kesucian dihasilkan oleh jam-jam yang panjang bersaat teduh bersama dengan Allah. Dibutuhkan waktu untuk menyendiri bersama Sang Kekal untuk mempelajari rahasia-rahasiaNya. Nantikan Allah; terus memandang kepada wajahNya jika anda ingin seperti Dia.” (1/64) Alkitab mengatakan, “Diamlah dan ketahuilah” (Maz 46:10). Seperti yang diberitahukan oleh seorang teman yang bijaksana dalam beberapa kesempatan kepada saya, “Anda tidak akan pernah benar tahu hingga anda benar-benar diam.”
5. Seringlah berkhotbah mengenai doa.
Walaupun doa diajarkan dengan baik melalui contoh dan dipahami oleh pengalaman, orang-orang Kristen membutuhkan pelatihan dan inspirasi mengenai masalah ini. Kita harus menekankan keperluan doa sebanyak tema-tema lain mengenai kedewasaan rohani. Charles Finner menjelaskan, “Doa adalah penghubung penting di dalam rantai penyebab yang membawa kepada satu kebangunan rohani; ini merupakan sebuah kebenaran. Beberapa orang menggunakan kebenaran secara bersemanagt untuk mempertobatkan orang, dan hanya sedikit menekankan tentang doa. Mereka telah berkhotbah dan berbicara, dan membagikan traktat dengan semangat yang besar dan lalu bertanya-tanya mengapa mereka meraih sedikit keberhasilan. Dan alasannya adalah bahwa mereka lupa menggunakan cabang alat yang lain yaitu doa. Mereka mengabaikan fakta bahwa kebenaran sendiri tidak akan menghasilkan pengaruh apapun tanpa Roh Allah.” (1/120)
Untuk menekankan masalah doa ini, maka para pemimpin harus lebih sering menyorotinya. Jika doa merupakan sebuah hal penting bagi pertumbuhan Kristen seperti yang kami yakini maka adalah penting bahwa kalender khotbah harus memasukkan lebih sering tentang tema yang penting ini.
168
Respon Siswa
Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari Ruang Kuliah Delapan
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
169