1. PDRB ADHK
Perkapita 3.642.260,67 3.766.837,00 3.876.028,00
2. PDRB ADHB
Perkapita 14.809.070,98 14.967.987,81 15.234.765,98
*) Angka Sementara **) Angka PerkiraanSumber : BPS Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2014, data diolah.
Pendapatan regional perkapita penduduk Kabupaten Aceh Jaya pada tahun 2013 diperkirakan akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan (tahun 2000). Adapun proyeksi PDRB ADHK
Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015 - Hal 48
Perkapita tahun 2014 sebesar 3.766.837,00 Juta Rupiah dan direncanakan pada tahun 2015 sebesar 3.876.028,00 Juta Rupiah. Proyeksi PDRB ADHB Perkapita tahun 2014 yakni sebesar 14.967.987,81 Juta Rupiah dan untuk tahun 2015 direncanakan sebesar 15.234.765,98 Juta Rupiah. Perkiraan pendapatan regional perkapita pada tahun 2015 tersebut didapat berdasarkan analisis terhadap data historis pendapatan regional perkapita penduduk Kabupaten Aceh Jaya tahun-tahun sebelumnya. Analisis tersebut menggunakan pendekatan trend statistik dengan
metode eksponensial
, serta dihubungkan dengan target pendapatan regional perkapita pada tahun 2017 sebesar Rp. 17.923.175,45 sebagaimana tertuang dalam paradigma pembangunan ekonomiGerbang
Raja
Tahun 2012 – 2017.3.1.2 Tantangan dan Prospek Perekonomian Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015
Melihat perkembangan perekonomian makro Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2011 dan tahun-tahun sebelumnya serta proyeksi perekonomian tahun 2015 maka tantangan dan prospek perekonomian yang dihadapi pada Tahun 2015 adalah sebagai berikut : a. Tantangan Perekonomian Daerah Tahun 2015
Pada tahun - tahun mendatang, diperkirakan perekonomian Kabupaten Aceh Jaya masih akan menghadapi sejumlah tantangan akibat dari pengaruh lingkungan perekonomian global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan yang diperkirakan masih akan dihadapi adalah :
1) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Daerah dengan mengembangkan pertumbuhan sektor-sektor riil, yang bertumpu pada peran sektor pertanian, perkebunan dan kelautan. Pertumbuhan ekonomi dengan percepatan yang lebih tinggi, terjaganya stabilitas ekonomi makro. Dengan pembenahan yang sungguh-sungguh pada sektor riil, diharapkan akan dapat mendorong peningkatan nilai PDRB dan Pendapatan Regional Perkapita, dengan fokus utama untuk menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Dalam hal ini diperlukan strategi dan kebijakan yang tepat dengan menempatkan prioritas pengembangan pada sektor-sektor yang mempunyai efek pengganda tinggi dalam menciptakan kesempatan kerja.
2) Menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif merupakan tantangan yang cukup berat karena ini menyangkut beberapa peraturan baik tingkat pusat maupun Daerah.
Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015 - Hal 49
Perbaikan iklim investasi perlu dilakukan Pemerintah Daerah dengan mensikapi atas perbaikan di bidang peraturan perundang-undangan di Daerah, perbaikan pelayanan, dan penyederhanaan birokrasi.
3) Menyediakan infrastruktur yang cukup dan berkualitas. Hal ini merupakan prasyarat agar dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai akan menjadi kendala bagi masuknya investasi.
4) Meningkatkan partisipasi swasta melalui kemitraan antara Pemerintah, masyarakat dan swasta (
public-private partnership
). Tantangan ini menjadi cukup penting karena terbatasnya sumber daya Pemerintah dalam pembiayaan pembangunan, terutama terkait dengan efisiensi pembiayaan investasi dan penyediaan infrastruktur yang bervariasi dan berkualitas.5) Meningkatkan pelayanan dan penyediaan fasilitas ekonomi seperti pasar secara memadai bagi pelaku ekonomi dan masyarakat luas untuk mendukung kegiatan bisnis di Kabupaten Aceh Jaya, di samping menciptakan lapangan kerja.
6) Mengembangkan program-program bagi perusahaan yang berskala mikro dengan menyediakan modal umpan
(seed capital)
melalui pendekatan pemberian pinjaman kelompok(a group lending approach)
dalam rangka membangun modal sosial kolektif serta meningkatkan kepemilikan dan pembentukan modal lokal di Kabupaten Aceh Jaya.7) Memfasilitasi pengembangan koperasi di berbagai bidang dan lokasi usaha di Kabupaten Aceh Jaya sebagai bentuk bisnis yang dimiliki dan dikelola bersama-sama oleh pekerja untuk meningkatkan kemampuan menciptakan kesempatan kerja dan pendapatan melalui sumber daya bersama.
8) Membangun promosi bersama
(joint marketing)
dalam memasarkan potensi Daerah dengan melalui kerjasama Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, dan Pemerintah dengan swasta serta masyarakat.b. Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2015
Kondisi ekonomi global selain berpengaruh terhadap ekonomi Nasional dan regional juga akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian Kabupaten Aceh Jaya. Mendasarkan pada kondisi perekonomian Tahun 2013 dan perkiraan 2014 serta tantangan yang dihadapi pada tahun mendatang maka prospek perekonomian pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015 - Hal 50
a) Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015 menurut harga konstan diperkirakan masih akan mengalami peningkatan dan diharapkan dapat tumbuh sebesar 4,25 persen;
b) PDRB Harga Berlaku pada tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp. 1.415.261,91 juta. c) PDRB Harga Konstan pada tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp. 310.438,10 juta. d) Pendapatan Regional Perkapita atas dasar harga konstan pada Tahun 2015
diperkirakan sebesar Rp. 3.388.395,85.
e) PDRB perkapita atas dasar harga berlaku pada Tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp. 13.967.685,11.
3.2 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN KABUPATEN ACEH JAYA
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013, maka dalam pengelolaan keuangan Daerah harus sesuai dengan prosedur, dilaksanakan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisiensi, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat. Pengelolaan Keuangan Daerah dilaksanakan dalam suatu sistem yang terintegrasi yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK).
Arah kebijakan keuangan Kabupaten Aceh Jaya merupakan langkah-langkah kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam rangka meningkatkan penerimaan/pendapatan Daerah untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pembangunan serta meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan, dalam upaya pencapaian arah dan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.
3.2.1 Proyeksi Keuangan Kabupaten Aceh Jaya dan Kerangka Pendanaan Proyeksi keuangan dan kerangka pendanaan Kabupaten Aceh Jaya tahun 2015 secara umum diestimasikan mengalami sedikit peningkatan dari tahun 2013, terutama
Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015 - Hal 51
dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sedangkan pendapatan Daerah yang bersumber dari dana perimbangan masih sama dengan tahun berjalan, dan lain-lain pendapatan Daerah yang sah pada tahun 2015 yang diproyeksikan menurun sedikit. Hal ini untuk menjaga kestabilan keadaan keuangan Kabupaten Aceh Jaya. Meskipun untuk tahun 2010 – 2012, secara realisasi pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Jaya cenderung mengalami peningkatan. Tetapi peningkatan tersebut hanya terjadi pada pos pendapatan Daerah yang bersumber dari dana perimbangan, sementara dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan ukuran kemandirian suatu Daerah, justru mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan. Sehingga untuk tahun 2015, untuk menghindari terjadinya defisit terbuka maka keuangan Kabupaten Aceh Jaya tidak diproyeksikan melebihi angka perencanaan pada tahun 2014. Karena sebagian besar keuangan Kabupaten Aceh Jaya hingga saat ini masih bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat. Sementara besaran dana transfer/dana perimbangan tersebut untuk tahun 2015 belum bisa diproyeksikan melebihi angka tahun 2014. Berikut dapat dilihat kondisi pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Jaya serta proyeksi pendapatan tahun 2015 :
Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2015 - Hal 52