• Tidak ada hasil yang ditemukan

REPRESENTASI SOSIAL TENTANG TPI CITUIS

6.1 Tipologi Representasi Sosial tentang TPI Cituis

6.1.2 Representasi Sosial pada Tipologi II: Pasar dan Lelang

Kata selanjutnya yang paling banyak disebutkan oleh responden untuk mewakili TPI Cituis adalah kata pasar. Kata Pasar menjadi kata kedua yang banyak disebutkan oleh responden, yaitu mencapai 9 responden. Munculnya kata pasar disebabkan oleh banyaknya kegiatan jual beli di sekitar TPI Cituis. Beberapa pembeli ikan yang dilelang langsung menjual kembali ikan hasil pembeliannya di tempat, sehingga terbentuk suatu area seperti pasar ikan di dekat tempat pelelangan.

Peraturan yang berlaku di TPI Cituis yang membatasi jumlah pembeli pada kegiatan lelang membuat kegiatan lelang tidak bisa diikuti oleh calon pembeli yang berasal dari kalangan umum. Pembeli hanya bisa berasal dari anggota aktif

KUD Mina Samudera. Banyak pembeli yang kemudian langsung menjual kembali ikan yang telah dibelinya di sekitar lokasi lelang atau dalam istilah lokal disebut “ngeteng”. Banyaknya kegiatan ngeteng yang dilakukan di sekitar TPI Cituis

menciptakan suasana jual beli layaknya di pasar. a. Elemen Representasi Sosial: Sikap

Responden yang menyebutkan kata „pasar‟ dan‟ lelang‟ sebagai kata yang mewakili TPI Cituis didominasi oleh responden yang memang telah memanfaatkan keberadaan TPI Cituis. Responden pada tipologi ini memiliki sikap yang cukup positif kepada TPI Cituis, sedangkan sikap responden terhadap tengkulak cenderung lebih negatif. Namun ada juga responden yang memiliki sikap positif kepada tengkulak, sikap ini muncul karena responden yang bersangkutan selain menyalurkan hasil tangkapannya kepada TPI, ternyata menyalurkan sebagian hasil tangkapannya yang berupa cumi dan corak kepada tengkulak.

Gambar 7. Perbandingan Sikap Responden Terhadap TPI dengan Sikap Responden Terhadap Tengkulak (Tipologi II: Pasar dan Lelang) Persentase responden yang memiliki sikap positif terhadap TPI adalah sebanyak 66,7 persen, sedangkan sisanya memiliki sikap yang netral. Pada tipologi II ini tidak ada responden yang memiliki sikap negatif terhadap TPI. Persentase responden yang memiliki sikap negatif terhadap tengkulak adalah sebanyak 44,4 persen, sedangkan sisanya yaitu 33,3 persen memiliki sikap netral dan 22,2 persen bersikap positif. Sebaran jumlah responden pada sikap terhadap tengkulak dapat dikatakan cukup beragam, meskipun sikap yang paling banyak

0 (0%) 3 (33,3%) 6 (66,7%) 4 (44,4%) 3 (33,3%) 2 (22,2%) 0 3 6 9

negatif netral positif

Sikap pada Tipologi II: Pasar dan Lelang

TPI Tengkulak

dimiliki adalah sikap negatif. Responden yang memiliki sikap negatif terhadap tengkulak adalah nelayan yang memang dalam kesehariannya tidak pernah memanfaatkan keberadaan tengkulak atau selalu menyalurkan hasil tangkapannya untuk dilelang di TPI Cituis.

b. Elemen Representasi Sosial: Keyakinan

Pada elemen keyakinan ini, pola sebaran respondennya tidak jauh beda dengan pola sebaran responden pada elemen sikap. Hal tersebut menunjukkan keyakinan responden pada tipologi ini berkaitan erat dengan sikapnya. Grafik pada gambar 7 mepmperlihatkan bahwa keyakinan responden terhadap TPI cenderung positif sedangkan keyakinan mereka terhadap tengkulak tersebar merata pada kategori positif, netral, dan negatif.

Gambar 8. Perbandingan Keyakinan Responden Terhadap TPI dengan Keyakinan Responden Terhadap Tengkulak (Tipologi II: Pasar dan Lelang)

Persentase responden yang memiliki keyakinan positif kepada TPI adalah sebanyak 66,7 persen, sedangkan sisanya yaitu 33,3 persen merupakan responden yang bersikap netral. Keyakinan responden pada tipologi ini cukup besar kepada manfaat yang ditawarkan TPI. Sebagian besar dari mereka adalah anggota aktif pada KUD Mina Samudera.dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mereka memang sering memanfaatkan keberadaan TPI. Responden yang memiliki sikap positif terhadap tengkulak adalah responden yang selain memanfaatkan TPI untuk menyalurkan hasil tangkapnnya, juga memanfaatkan tengkulak.

0 (0%) 3 (33,3%) 6 (66,7%) 3 (33,3%) 3 (33,3%) 3 (33,3%) 0 3 6 9

negatif netral positif

Keyakinan pada Tipologi II: Pasar dan Lelang

TPI Tengkulak

c. Elemen Representasi Sosial: Opini

Opini terhadap TPI Cituis yang datang dari responden pada tipologi II ini sebagian besar merupakan opini yang positif. Delapan orang responden pada tipe ini memiliki status sebagai juragan. Selain itu, mereka juga rutin memanfaatkan TPI, karena mayoritas dari mereka (88,9 persen) merupakan anggota aktif KUD Mina Samudera. Ketika responden diminta untuk membandingkan antara manfaat dari keberadaan TPI dan tengkulak, delapan orang di antaranya menyatakan bahwa keberadaan TPI lebih bermanfaat dibandingkan dengan adanya tengkulak. Harga lelang yang cukup stabil menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi opini positif mereka. Selain itu, program bantuan pada masa paceklik yang diberikan pengelola TPI kepada nelayan dianggap sebagai nilai tambahan bagi TPI Cituis. berikut pernyataan dari salah satu responden yang pernah mendapatkan bantuan meskipun bukan anggota aktif dari KUD Mina Samudera:

“Walaupun bukan anggota (KUD Mina Samudra) tapi saya tetap bisa dapat dana paceklik sama dana musibah.” (Bapak DJ, 37 Tahun, nelayan gardan).

Sebagian besar responden pada tipe ini tidak keberatan atas adanya retribusi yang ditarik oleh TPI. Hal ini dapat dikarenakan mereka mengetahui alokasi dari dana retribusi yang ditarik oleh TPI. Hanya terdapat satu orang responden yang keberatan terhadap penarikan retribusi yang diberlakukan TPI. d. Elemen Representasi Sosial: Informasi

Tingkat pengetahuan ditentukan dengan memberikan skor kepada hasil jawaban responden atas pertanyaan seputar TPI Cituis, seperti tentang fasilitas, peraturan, dan pengelola TPI. Sebanyak tujuh orang responden (77,8 persen) memiliki tingkat pengetahuan tentang TPI yang cukup baik, sedangkan sisanya memiliki pengetahuan yang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang sering berinteraksi dengan kegiatan TPI cenderung dapat mengakses informasi yang lebih lengkap karena mereka dapat mencari tahu lebih dalam tentang TPI Cituis kepada pihak yang bersangkutan. Akses informasi yang lebih lengkap membuat tingkat pengetahuan mereka lebih baik, jika dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki akses informasi lengkap.

Gambar 9. Tingkat Pengetahuan Responden (Tipologi II: Pasar dan Lelang) Munculnya kata „pasar‟ dan „lelang‟ pada tipologi ini diduga karena responden lebih paham akan kegiatan yang terjadi di sekitar TPI Cituis. mereka mengetahui bahwa selain kegiatan lelang, juga banyak terdapat bakul (pembeli ikan yang dilelang) yang menjual ikan hasil lelangan di sekitar TPI Cituis.