ORGANISASI INTERNASIONAL DAN KELOMPOK LORD’S RESISTANCE ARMY
C. Kelompok Lord’s Resistance Army 1 Sejarah Lord’s Resistance Army
C.2 Resolusi Keamanan Terhadap Lord’s Resistance Army
Resolusi keamanan yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB memiliki sifat dan kekuatan yang berbeda dengan resolusi yang biasa diterapkan oleh PBB. Berbeda dengan resolusi yang dikeluarkan oleh Sidang Umum PBB, sifat dari Resolusi Dewan Keamanan PBB bersifat mengikat, dan akan diterapkan meskipun mendapatkan perlawanan dari aktor-aktor negara lainnya yang tidak masuk menjadi anggota Dewan Keamanan. Penulis fokus terhadap resolusi keamanan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB, sebab hanya Dewan Keamanan yang merupakan organisasi dengan kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah ancaman keamanan yang ada di dunia, termasuk masalah LRA yang memberikan ancaman langsung terhadap beberapa negara anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tidak jauh berbeda dengan resolusi pada umumnya, Resolusi Dewan Keamanan PBB memiliki tujuan sebagai dasar dari beberapa langkah yang akan dijalankan sebagai respon ancaman keamanan tersebut, sehingga jelas parameter yang ingin dicapai dalam sebuah misi.
Parameter dan batasan tersebut sangat penting, guna menghindari segala kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan oleh salah satu, atau beberapa anggota keamanan PBB.
Dalam memahami isi sebuah Resolusi Dewan Keamanan PBB, maka perlu diketahui bahwa sebuah Resolusi Dewan Keamanan PBB terdiri atas 2 hal. Pertama
103 adalah Preambulatory Clauses, yang merupakan pembuka dari resolusi keamanan tersebut. Pembuka ini bisa terdiri atas banyak hal, misalnya latar belakang masalah, resolusi-resolusi sebelumnya yang telah disetujui oleh Dewan Keamanan PBB, serta beberapa prinsip dasar yang disetujui dalam proses pembuatan resolusi tersebut.
Kedua adalah Operative Clauses, yang merupakan beberapa poin-poin penyelesaian masalah yang disetujui dalam prosesi pembuatan resolusi oleh Dewan Keamanan PBB. Operative Clauses akan diterapkan dalam mengatasi masalah keamanan yang sedang dibahas oleh Dewan Keamanan PBB.
Berbicara masalah Resolusi Dewan Keamanan PBB dan LRA, terdapat beberapa resolusi keamanan yang telah disetujui oleh Dewan Keamanan. Semua resolusi yang diterapkan memiliki tujuan untuk mengurangi dan pada akhirnya memberantas secara keseluruhan pengaruh LRA yang dulu hingga kini semakin meluas. Beberapa resolusi yang telah diterapkan dari tahun 2008 hingga 2012 adalah Resolusi 1812 (tahun 2008), Resolusi 1991 (tahun 2011) dan Resolusi 1996 (tahun 2011).
Resolusi pertama yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB dalam menanggappi masalah LRA adalah Resolusi Dewan Keamanan PBB 1812. Resolusi Dewan Keamanan PBB 1812 diadopsi oleh Dewan keamanan PBB pada tanggal 30 April 2008. Dewan Keamanan PBB menambahkan LRA dalam resolusi tersebut, setelah kegagalan dari Juba Talks tahun 2008 (sebuah perjanjian perdamaian) dan Christmas Massacre yang terjadi Desember 2008 yang menewaskan lebih dari 400
104 warga sipil.123 Perpanjangan mandat dari UNMIS (United Nations Mission in Sudan) merupakan bagian utama dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 1812, yang merupakan sebuah misi perdamaian PBB dengan tujuan melindungi warga yang menjadi korban akibat perang Sudan antara pemerintahan Sudan (Khartoum) yang mayoritas Islam, dan para pemberontak dari Sudan Selatan yang mayoritas Agama Kristen.
Dewan Keamanan PBB dalam Resolusi 1812 menanggapi masalah dengan LRA pada Preambulatory Clause. Pasal tersebut menjelaskan124;
“Recalling the need to make full use of its current mandate and capabilities with regard to the activities of militias and armed groups such as the Lord’s Resistance Army (LRA) in Sudan, as stated in resolution 1663.”
Pasca beberapa kejadian yang menewaskan ratusan rakyat akibat LRA, Dewan keamanan PBB kemudian menghasilkan resolusi yang tegas dalam menanggapi masalah tersebut. Resolusi 1812 memberikan fokus terhadap perluasan mandat UNMIS di tahun 2008, untuk mengikutsertakan ancaman yang dihadapi terhadap kelompok LRA.
Resolusi kedua yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB dalam menanggapi masalah LRA adalah Resolusi 1991 tahun 2011. Resolusi Dewan Keamanan PBB 1996 diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada tanggal 28 Juni 2011. Resolusi ini memberikan fokus terhadap situasi keamanan yang terjadi di Republik Demokratis Congo. Inti dari resolusi 1991 yang pertama adalah
123 United Nations Security Council, Resolution 1812 (2008), Adopted by the Security Council at its 5882nd meeting on 30 April 2008, United Nations: New York, 2008, hal. 1
124 Ibid
105 perpanjangan terhadap mandat MONUSCO yang diperpanjang hingga 30 Juni 2012, dengan mandat utama memberikan asistensi kepada pemerintahan Republik Demokratis Congo, dan memberikan perlindungan kepada warga sipil.125
Resolusi 1991 juga menjelaskan tentang ancaman LRA yang diberikan kepada warga sipil. Pertama adalah pasal 13, dimana Dewan Keamanan PBB menegaskan kepada kelompok LRA untuk menghentikan segala ancaman yang diberikan kepada warga sipil di Congo, terutama terhadap wanita dan anak-anak. Kedua adalah pasal 14, yang memberikan otoritas kepada MONUSCO untuk melindungi warga sipil yang mendapatkan dampak langsung dari kehadiran LRA. MONUSCO juga diharapkan berperan aktif dalam usaha pemberantasan LRA secara kolektif yang akan dilakukan oleh beberapa negara di Afrika Tengah.
Resolusi ketiga yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB dalam menanggappi masalah LRA adalah Resoulsi 1996 tahun 2011. Resolusi Dewan Keamanan PBB 1996 diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada tanggal 9 July 2011.126 Secara umum, Resolusi Dewan Keamanan PBB 1996 ini menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan oleh Dewan Keamanan, Sudan, dan Sudan Selatan dalam menjalani transisi pemerintahan yang dihasilkan dalam referendum beberapa bulan yang lalu waktu itu. Dewan Keamanan memiliki kewajiban dalam menjaga perdamaian di tempat-tempat dengan kemungkinan konflik yang tinggi, seperti yang terjadi di Sudan Selatan. Meskipun demikian, Resolusi Dewan
125 United Nations Security Council, Resolution 1991 (2011) Adopted by the Security Council at its 6568th Meeting on 28 June 2011, United Nations: New York, 2011, hal. 2.
126 United Nations Security Council, Resoultion 1996 (2011), Adopted by the Security Council at its 6576th Meeting on 8 July 2011, United Nations: New York, 2011, hal. 1.
106 Keamanan PBB 1996 memberikan beberapa penjelasan tentang cara mengatasi kelompok LRA yang juga telah tersebar ke wilayah Sudan selatan di tahun tersebut.
Operative Clause Resolusi Dewan Keamanan PBB 1996 pertama menjelaskan tentang pembentukan UNMISS (United Nations Mission in the Republic of South Sudan). UNMISS akan dibentuk daru tanggal 9 July 2011 dan berlangsung selama setahun. Jumlah personil yang akan menjalankan peran tersebut adalah 7,000 pasukan perdamaian PBB. Beberapa mandat yang diberikan kepada UNMISS adalah sebagai berikut127;
1. Mendukung konsolidasi perdamaian untuk kepentingan perkembangan ekonomi di jangka panjang,
2. Memberikan dukungan terhadap pemerintahan, terutama masa pemerintahan transisi,
3. Memberi masukan dan asistensi kepada pihak militer dan kepolisian Republik Sudan Selatan dalam memenuhi kewajiban untuk melindungi rakyat dari segala ancaman,
4. Mencegah tejadinya kekerasan dan konflik, dengan melakukan patroli di tempat-tempat yang memperlihatkan ancaman konflik yang besar, dan melakukan perlindungan secara fisik terhadap rakyat Sudan Selatan yang menghadapi ancaman tersebut secara langsung.
127 Ibid, hal. 4.
107 Resolusi Dewan Keamanan PBB 1996 yang menjelaskan tentang LRA adalah pasal 15.128 Pasal 15 memberikan perintah kepada UNMISS untuk berkoordinasi dengan pemerintah Republik Sudan Selatan untuk berpartisipasi dalam koordinasi regional dan mekanisme informasi untuk meningkatkan kapasitas perlindungan dari penyerangan yang dilakukan LRA. Kapasitas tersebut dimaksudkan sebagai kemampuan melindungi rakyat, dan mendukung segala mekanisme yang akan menghasilkan gencatan senjata, demobilisasi, serta reintegrasi dari mantan kelompok LRA itu sendiri. Selain itu UNMISS juga diberikan mandat dalam kerjasama dengan MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of Congo) dan Uni Afrika dalam menyatukan informasi dalam rangka perlawanan terhadap kelompok LRA tersebut.
128 Ibid, hal. 6.
108 BAB IV
PERANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM