• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uni Afrika dalam Pemeliharaan Perdamaian di Afrika

ORGANISASI INTERNASIONAL DAN KELOMPOK LORD’S RESISTANCE ARMY

B. Uni Afrika

B.1 Uni Afrika dalam Pemeliharaan Perdamaian di Afrika

Merealisasikan kepentingan nasional sebuah negara kadang merupakan tugas yang sulit dilaksanakan. Terbatasnya kapasitas negara dalam mencapai kepentingan tersebut menjadi faktor utama mengapa negara akan melakukan berbagai kerjasama bilateral maupun multilateral sebagai usaha mencapai kepentingan tersebut.

Organisasi internasional dalam hal ini memiliki tujuan dalam pencapaian kepentingan nasional tersebut. Namun, kehadiran organisasi internasional seperti PBB yang bersifat universal, kadang tidak mampu untuk merealisasi dan memberi asistensi

96 Jean E. Krasno, The United Nations; Confronting the Challenges of a Global Society, Lynne Rienner Publishers Inc., USA, 2004, hal. 237.

78 terhadap kepentingan nasional setiap negara anggotanya karena banyaknya negara keanggotaan organisasi tersebut.

Pembentukan organisasi internasional yang bersifat regional memiliki tujuan yang lebih spesifik dibandingkan organisasi universal. Organisasi regional dianggap mampu memberikan asistensi langsung kepada aktor negara dalam usaha pencapaian kepentingan nasionalnya. Terdapat banyak organisasi regional yang dibentuk berdasarkan wilayah, misalnya European Union, ASEAN (Association of SouthEast Asian Nations), dan African Union. Organisasi regional tersebut beranggotakan negara-negara yang dibatasi, khusus berdasarkan wilayah, sehingga tidak semua negara bisa mendapatkan status keanggotaan dalam organisasi regional tersebut.

Uni Afrika (African Union) merupakan salah satu organisasi regional yang ada hingga kini. Sama dengan organisasi regional lainnya, Uni Afrika memiliki tujuan sebagai asistensi kepentingan nasional negara-negara yang khusus kepada negara-negara yang ada di Benua Afrika. Uni Afrika awalnya dibentuk tahun 1963 dengan nama OAU (Organization of African Unity), dan memiliki dasar yang sama dengan ASEAN yaitu Non-Interference atau tidak boleh melakukan intervensi terhadap kedaulatan negara-negara Afrika. OAU kemudian banyak mendapatkan kritikan atas dasar tersebut, karena pada akhirnya tidak berkontribusi banyak terhadap berbagai pelanggaran HAM yang ada di Afrika. Kasus Rwanda di tahun 1993

79 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana OAU memiliki respon yang sangat pasif.97

OAU kemudian dirubah menjadi AU (African Union), yang dibentuk tanggal 9 Juli 2002. Jumlah keanggotaan Uni Afrika di tahun 2002 sebanyak 52 negara.

Secara umum, Uni Afrika memiliki beberapa tujuan dasar yang digunakan sebagai dasar menjalankan organisasi Uni Afrika ini. Tujuan dasar tersebut diantaranya, akselerasi integrasi politik dan sosio-ekonomi di benua Afrika, menciptakan stabilitas dan perdamaian di Afrika, promosikan institusi demokratis, pemerintahan demokratis, dan perlindungan hak asasi manusia dan mengurangi tingkat kemiskinan, mengembangkan perekonomian, serta menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di Afrika. Perbedaan mendasar dari OAU dan Uni Afrika ini adalah, Uni Afrika mengenali adanya hak intervensi atas dasar kemanusiaan. Dalam perkembangannya, kini terdapat 49 negara dalam Uni Afrika akibat adanya beberapa negara yang melakukan pelanggaran terhadap Piagam Uni Afrika. Negara Guinea dikeluarkan tahun 2008 karena terjadi kudeta militer, Madagascar dikeluarkan tahun 2009 akibat krisis politik, dan Niger dikeluarkan tahun 2010 akibat kudeta militer.98

Dalam menjalankan tugas sebagai sebuah organisasi regional, Uni Afrika membentuk beberapa badan yang memiliki spesialisasi tertentu. Terdapat 8 badan yang berbeda dibawah Uni Afrika, yakni Sidang Umum, Badan Eksekutif, Parlemen Afrika, Pengadilan Afrika, Komite Spesialisasi Teknis, Badan Ekonomi, Sosial, dan

97 Paul D. Williams, Enhancing Civilian Protection in Peace Operations: Insights from Africa, The Africa Center for Strategic Studies September, 2010, hal. 8.

98 Ibid

80 Budaya, Badan Keamanan dan perdamaian, serta Badan Institusi Finansial. Terdapat 2 badan yang berkaitan dengan masalah keamanan dan perdamaian di dalam organisasi Uni Afrika ini. Pertama, dan merupakan badan tertinggi dari Uni Afrika adalah The Assembly (Sidang Umum). Sidang Umum Uni Afrika terdiri atas semua anggota Uni Afrika dan mengambil keputusan resolusi berdasarkan mayoritas 2/3 dari keseluruhan suara anggota. Tujuan utama dalam Sidang Umum Uni Afrika adalah menentukan dasar kebijakan bagi organisasi Uni Afrika, membentuk badan baru jika diperlukan, dan memutuskan sebuah intervensi negara anggota, apabila negara anggota tersebut menginginkan intervensi dari Uni Afrika.99

Badan kedua yang menangani masalah keamanan di Uni Afrika adalah Badan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika (Peace and Security Council African Union).

Badan ini mirip fungsinya dengan Dewan Keamanan PBB, yaitu melakukan respon terhadap segala kasus ancaman keamanan internasional. Tujuan dasar dari Badan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika ini adalah melakukan pengiriman Pasukan Perdamaian PBB, dan intervensi kemanusiaan guna mencegah terjadinya genosida, kejahatan perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan. Meskipun demikian, keputusan untuk melakukan intervensi tetap berada dibawah keputusan Sidang Umum Uni Afrika, bukan pada Badan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika.

Kenyataan tersebut menjadi pembeda utama diantara Badan Keamanan Uni Afrika dan Dewan keamanan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

99 Paul D. Williams, The African Union’s Conflict Management Capabilities, Council on Foreign Relations October, 2011, hal. 11-13.

81 Badan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika secara resmi dibentuk tahun 2004, sebagai sebuah keamanan kolektif dan sistem respon konflik yang efektif.

Beberapa tujuan utama dari Uni Afrika adalah mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas. Kedua melakukan antisipasi dan pencegahan konflik, ketiga mempromosikan dan implementasi program-program pembangunan perdamaian.

Terakhir adalah menciptakan dan mengembangkan kebijakan luar negeri perihal keamanan yang searah diantara sesama anggota Uni Afrika. Secara umum dan berdasarkan historis, Uni Afrka dianggap sebagai salah satu organisasi internasional yang memiliki peran dan inisiatif yang tinggi apabila berbicara masalah pengiriman pasukan-pasukan perdamaian ataupun untuk intervensi pencegahan konflik, apabila dibandingkan dengan kebanyakan organisasi internasional lainnya. Kenyataan ini tentunya merupakan nilai tambah bagi Uni Afrika.

Keaktifan dari Uni Afrika dalam hal pemeliharaan perdamaian dapat dilihat dari keaktifan pengiriman pasukan ke berbagai wilayah konflik yang ada di Afrika.

Berikut beberepa operasi militer Uni Afrika sejak tahun 2003 hingga 2011100;

1. AU Mission in Burundi (AMIB), berlokasi di Burundi, durasi misi 2003-2004, jumlah pasukan 3,250, kontributor pasukan terbanyak adalah Afrika Selatan, mandat utama sebagai Pasukan Perdamaian,

2. AU Military Observer Mission in the Comoros (MIOC), berlokasi di Comoros, durasi misi 2004, jumlah pasukan 41, kontributor pasukan terbanyak Afrika Selatan, mandat utama Observasi,

100 Ibid

82 3. AU Mission in Sudan (AMIS), berlokasi di Darfur, durasi misi 2004-2007, jumlah pasukan 7,700, kontributor pasukan terbanyak Nigeria, Rwanda, Afrika Selatan, Senegal dan Ghana, mandat utama Pasukan Perdamaian dan perlindungan warga sipil,

4. Special Task Force Burundi, berlokasi di Burundi, durasi misi 2006-2009, jumlah pasukan 750, kontributor pasukan terbanyak 750, mandat utama perlindungan petinggi-petinggi negara,

5. AU Mission for Support to the Elections in the Comoros (AMISEC), berlokasi di Comoros, durasi misi 2006, jumlah pasukan 1,260, kontributor pasukan terbanyak Afrika Selatan, mandat utama monitor pemilihan umum,

6. AU Misssion in Somalia (AMISOM), berlokasi di Mogadishu (Somalia), durasi misi 2007 hingga sekarang, jumlah pasukan 9,000, kontributor pasukan terbanyak Uganda dan Burundi, mandat utama dukungan terhadap rezim,

7. AU Electoral and Security Assistance Mission to the Comoros (MAES), berlokasi di Comoros, durasi misi 2007-2008, jumlah pasukan 350, kontributor pasukan terbanyak Afrika Selatan, mandat utama mendukung pemilihan umum,

8. Democracy in Comoros, berlokasi di Comoros, durasi mandat 2008, jumlah pasukan 1,350, kontributor pasukan terbanyak Tanzania dan Sudan, mandat utama penerapan demokrasi, dan;

83 9. AU-UN Hybrid Operation in Darfur (UNAMID), berlokasi di Darfur, durasi mandat 2008 hingga sekarang, jumlah pasukan 23,000, kontributor pasukan terbanyak Nigeria, Rwanda, Egypt dan Ethiopia, mandat utama pasukan perdamaian dan perlindungan warga sipil.

Untuk sebuah organisasi regional yang tergolong masih sangat baru, Uni Afrika memiliki peran penting dalam pemeliharaan perdamaian Afrika. Dapat disimpulkan 4 poin utama dalam hal peran Uni Afrika dan pemeliharaan perdamaian melalui pasukan perdamaian Uni Afrika101;

1. Operasi militer Uni Afrika bergantung terhadap partisipasi dari beberapa negara kontributor. Salah satu kontributor utama terhadap operasi militer yang ada di Uni Afrika adalah Afrika Selatan. Terlihat pola yang sangat jelas, bagaimana negara-negara anggota Uni Afrika belum sepenuhnya memiliki keinginan besar dalam kontribusi pasukan dalam upaya pemeliharaan perdamaian di Afrika,

2. Uni Afrika memiliki ketergantungan terhadap bantuan eksternal. Sejak tahun 2008 hingga 2012 misalnya, AMISOM $800 Juta akibat adanya kekurangan sumber daya yang dimiliki oleh Uni Afrika spesifik jika berbicara masalah kasus AMISOM. Uni Afrika kini juga masih sangat bergantung terhadap asistensi logistik dan pelatihan militer yang diberikan oleh Uni Eropa dan NATO. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa banyak

101 Paul D. Williams, The African Union’s Conflict Management Capabilities, Council on Foreign Relations October, 2011, hal. 17.

84 negara anggota Uni Afrika tidak memiliki kepentingan nasional yang besar terhadap investasi pemeliharaan perdamaian melalui Uni Afrika, 3. Uni Afrika memiliki kesulitan dalam menyetujui mandat operasi militer.

Hal ini menjadi penghambat terhadap ketegasan mandat yang pada akhirnya disetujui dalam forum Uni Afrika, dan;

4. Uni Afrika menciptakan berbagai operasi militer dengan harapan asistensi/

operasi gabungan pada akhirnya dengan PBB. Tentu hal ini bisa diterima, mengingat Piagam PBB Bab VIII tentang Regional Arrangements. Namun masalah yang ditemui, Uni Afrika terlihat terlalu ambisius dalam mengirimkan pasukan perdamaian di terlalu banyak wilayah di Afrika, sebelum menciptakan sebuah konsep operasi militer yang jelas.

Secara keseluruhan, Uni Afrika tergolong salah satu organisasi internasional yang proaktif mengatasi masalah keamanan wilayahnya. Kenyataan bahwa prinsip dasar organisasi memperbolehkan adanya intervensi atas dasar kemanusiaan, menjadi faktor utama kesuksesan Uni Afrika dalam melakukan operasi militer di berbagai wilayah. Uni Afrika meskipun dihadapkan dengan banyak masalah seperti perang sipil yang berkelanjutan, kudeta militer, hingga begitu banyak masalah domestik di dalam keanggotaan Uni Afrika, namun telah aktif dalam usaha ancaman keamanan negara-negara anggota. Kenyataan tersebut yang membedakan antara Uni Afrika dengan ASEAN misalnya yang tidak memiliki otoritas dan kewenangan untuk melakukan intervensi masalah domestik, meski atas dasar kemanusiaan.

85 B.2 Respon Uni Afrika Terhadap Lord’s Resistance Army

Uni Afrika sebagai sebuah organisasi regional sejak pembentukannya di tahun 2002, telah berkomitmen untuk mengatasi konflik yang terjadi di Afrika. Berbagai pengiriman operasi militer yang dilakukan telah merefleksikan konsistensi dan kesriusan Uni Afrika dalam membantu aktor negara mengatasi berbagai ancaman keamanan yang ada. Kasus yang terjadi di Uganda sejak tahun 1987 juga telah masuk dalam radar perhatian Uni Afrika, dimana sebuah kelompok pemberontakan yang disebut Lord’s Resistance Army (LRA) telah melakukan banyak pelanggaran HAM dalam usaha memperjuangkan kaum Acholi.

Uni Afrika menganggap kasus LRA sebagai kasus yang sangat penting. LRA merupakan kasus pertama dimana sebuah konflik menyangkut lebih dari 2 aktor negara. Pengaruh LRA dan mobilisasi yang cepat oleh LRA telah membawa penyebaran LRA di 4 negara, yakni Republik Demokratis Congo, Sudan Selatan, Uganda, hingga negara Republik Afrika Tengah. Respon kuat dari Uni Afrika baru muncul di tahun 2012. Sebenarnya besar kemungkinan muncul lebih dini dibandingkan 2012, namun adanya permainan kepentingan nasional dalam keputusan Sidang Umum dan Badan keamanan dan Perdamaian Uni Afrika, menyebabkan respon muncul di waktu eksistensi LRA setelah lebih 15 tahun.102

Awal mulanya, Uni Afrika tidak memiliki perhatian yang besar terhadap kelompok LRA. Peran dari PBB yang telah menegosiasikan pentingnya

102 African Union Hunts Uganda Rebel Groups.

http://www.aljazeera.com/news/africa/2012/09/2012919145754887151.html. Diakses tanggal 2 Maret 2013.

86 pemberantasan kelompok LRA yang menjadi latar belakang ketegasan Uni Afrika dalam menghadapi kelompok pemberontakan ini. Dewan Keamanan PBB memberikan mandat kepada badan UNOCA (United Nations Regional Office on Central Africa) untuk menegosiasikan sebuah resolusi keamanan agar Uni Afrika melaksanakan sebuah inisiatif kolektif dalam pemberantasan kelompok LRA.103

UNOCA berhasil menegosiasikan kepada Uni Afrika akan sebuah tindakan kolektif menghadapi ancaman LRA. Pada bulan Maret 2012, Uni Afrika mengumumkan sebuah tindakan keamanan kolektif yang disebut sebagai African Union Regional Cooperation Initiative (Inisiatif Kooperasi Regional Uni Afrika).

Kooperasi ini merupakan sebuah upaya pemberantasan LRA yang pada umumnya terdiri atas 5,000 pasukan dibawah sebuah komando Uni Afrika. Pasukan tersebut akan terdiri atas pasukan dari Sudan Selatan, Republik Demokratis Congo, Republik Afrika tengah dan Uganda. Dunia Internasional merespon postif upaya dan deklarasi dari Uni Afrika ini, dimana keputusan tersebut jelas telah memberikan kesan positif sekali lagi kepada Uni Afrika sebagai organisasi regional yang memberikan yang terbaik terhadap upaya pemeliharaan perdamaian di Benua Afrika.104

Penting bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menegosiasikan sebuah upaya pemberantasan kelompok LRA melalui Uni Afrika. Alasan pertama adalah agar terdapat sebuah upaya pemberantasan dari organisasi regional. Representasi

103 African Union Force Steps Up Hunt for Joseph Kony. http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-17498382. Diakses tanggal 2 Maret 2013.

104 African Union Hunts Uganda Rebel Groups.

http://www.aljazeera.com/news/africa/2012/09/2012919145754887151.html. Diakses tanggal 2 Maret 2013.

87 seperti hal tersebut penting tidak hanya agar Uni Afrika lebih independen dalam mempromosikan perdamaian di Afrika, namun juga bernmanfaat untuk meningkatkan kesadaran negara-negara Afrika dalam menjalin keamanan di wilayah mereka sendiri.

Alasan kedua adalah karena kebijakan yang mendorong Uni Afrika membentuk sebuah resolusi keamanan itu searah dengan Piagam PBB. Dalam Piagam PBB Bab VIII tentang Regional Arrangements dikatakan bahwa PBB sebaiknya mendorong organisasi regional untuk proaktif dalam menghadapi sebuah ancaman, dana apabila bertindak pasif, PBB baru bisa melakukan tindakan-tindakan yang lebih tegas dalam mengatasi hal tersebut. Pada akhirnya, keputusan Uni Afrika untuk mengirim pasukan sangatlah penting, sebab kesuksesan dari PBB dalam upaya pemberantasan kelompok LRA tidak terlepas dari konsistensi dan upaya Uni Afrika beserta keempat negara pengaruh LRA dalam pemberantasan kelompok tersebut.

C. Kelompok Lord’s Resistance Army