• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Review Penelitian Terdahulu

Adapun penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Pengaruh DAU, DAK, PAD, DBH, BKP terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan

Pemerintah Kabupaten/Kota se Sumatera Utara) adalah : Setyowati dan Suparwati (2012) yang melakukan studi mengenai Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan Pengalokasian Anggaran Belanja Modal sebagai variabel intervening (Studi Empiris Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan Pengalokasian Anggaran Belanja Modal sebagai variabel intervening pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan dua tahap, yaitu tahap pertama menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (variabel intervening) dengan alat analisis regresi linear berganda dan tahap kedua menganalisis pengaruh Pengalokasian Anggaran Belanja Modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan alat analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Pertumbuhan Ekonomi (PE) terbukti tidak berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM), Dana Alokasi Umum (DAU) terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM), Dana Alokasi Khusus (DAK) terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM), Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM), dan Pengalokasian

Anggaran Belanja Modal (PABM) yang diproksikan dengan Belanja Modal (BM) terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Penelitian berikutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Sari. Sari (2011) melakukan studi dengan judul Analisis Pengaruh Tingkat Kemandirian Fiskal, Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia melalui Belanja Modal di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Tingkat Kemandirian Fiskal dan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh terhadap IPM melalui belanja modal sebagai variabel intervening di kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda, dari variabel TKF dan PAD dan regresi jalur terhadap variabel intervening Belanja Modal, dengan populasi penelitian adalah pemerintah daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara, periode pengamatan tahun 2005-2009. Dari 25 kabupaten/kota di Sumatera Utara, dilakukan penelitian terhadap 22 (dua puluh dua) kabupaten/kota yang diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan Tingkat Kemandirian Fiskal, Pendapatan Asli Daerah berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Tingkat Kemandirian Fiskal melalui belanja modal sebagai variabel intervening berpengaruh secara tidak langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Tingkat Kemandirian Daerah diukur dari persentase penerimaan PAD dibagi dengan Total Penerimaan Daerah. Hal ini menandakan bahwa dalam manajemen perencanaan pemerintah daerah, semakin aktif suatu pemeritah daerah untuk meningkatkan Tingkat Kemandirian Fiskal dan PAD, maka berpengaruh terhadap kenaikan IPM. Secara parsial menunjukkan

bahwa TKF tidak berpengaruh terhadap IPM kabupaten/kota di Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial pola manajemen perencanaan pemerintah daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara, dalam jangka pendek tidak berpengaruh secara signifikan terhadap IPM, dimana penerimaan daerah yang menunjang TKF sangat kecil. Berbeda dengan TKF, hasil penelitian menunjukkan PAD secara parsial berpengaruh signifikan terhadap IPM. Hal ini menunjukkan bahwa dalam jangka waktu yang pendek maupun jangka panjang PAD berpengaruh terhadap peningkatan IPM karena sebagian PAD digunakan untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

Lugastoro dan Ananda (2013) melakukan studi mengenai Analisis Pengaruh PAD dan Dana Perimbangan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh realisasi pendapatan asli daerah (PAD), realisasi dana perimbangan (dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil) dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) kabupaten/kota di Jawa Timur. PAD dan dana perimbangan sebagai variabel utama dirasiokan dengan belanja modal. Hal ini berarti menunjukkan seberapa besar kemampuan PAD dan dana perimbangan dalam membiayai belanja modal daerah, sedangkan pertumbuhan ekonomi merupakan variabel kontrol berdasar kajian teori dari Human Development Report UNDP tahun 1996. Analisis penelitian menggunakan analisis data panel dengan pendekatan random effect model (REM). Hasil penelitian menemukan bahwa rasio PAD dan DAK terhadap belanja modal dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap IPM sedangkan variabel DAU

berpengaruh negatif signifikan. Sementara itu rasio DBH terhadap belanja modal menjadi satu-satunya variabel yang tidak signifikan mempengaruhi IPM. Pertumbuhan ekonomi menjadi variabel dengan pengaruh paling dominan terhadap IPM.

Rosiana (2010) melakukan studi dengan judul Analisis Pengaruh Determinan Indeks Pembangunan Manusia Dikaitkan dengan Pembangunan Wilayah pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupeten/Kota se-Sumatera Utara yang terdiri dari 23 Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa Laporan Realisasi APBD Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara tahun 2003-2007. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengujian metode Generalized Linier Regression

dengan analisis regresi berganda random effect. Hasil penelitian menemukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Secara parsial Pertumbuhan Ekonomi yang diproksikan dengan PDRB harga berlaku berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kota di Sumatera Utara, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya Indeks Pembangunan Manusia.

Ubar (2010) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Terhadap Indeks Pembangunan Manusia pada Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisa apakah terdapat pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupeten/Kota se-Sumatera Utara yang terdiri dari 25 Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa Laporan Realisasi APBD Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara tahun 2005-2007. Metode penelitian menggunakan metode regresi berganda dengan lag setahun. Hasil penelitian menemukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Secara parsial Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) tidak berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

Resume atas hasil reviu dan penelaahan atas kesimpulan penelitian dari peneliti terdahulu yang mendasari penelitian pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Bantuan Keuangan Provindi (BKP) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Belanja Pelayanan Dasar (BPD) sebagai variabel moderating (Studi Empiris pada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara) tersebut dapat disajikan pada tabel 2.2. sebagai berikut :

Tabel 2.2. Review Penelitian Terdahulu

Nama/Tahun Peneliti

Judul Penelitian Variabel yang Digunakan

Hasil yang Diperoleh Setyowati dan Suparwati (2012) Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan Pengalokasian Anggaran Belanja Modal sebagai variabel intervening (Studi Empiris Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah) Pertumbuhan Ekonomi (X1), DAU (X2), DAK (X3), PAD (X4) IPM (Y) Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (X5) sebagai variabel intervening

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi (PE) terbukti tidak berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM) sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM), dan Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (PABM) yang diproksikan dengan Belanja Modal (BM) terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Ayu Kurnia Sari (2011) Analisis Pengaruh Tingkat Kemandirian Fiskal, Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan Melalui Belanja Modal di Kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Utara Kemandirian Fiskal (X1),PAD (X2), IPM (Y). Belanja Modal (Z) sebagai variabel intervening

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara simultan Tingkat Kemandirian Fiskal (TKF) dan PAD terbukti berpengaruh positif terhadap Indeks

Pembangunan Manusia (IPM).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh langsung terhadap IPM tanpa melalui Belanja Modal. Tingkat Kemandirian Fiskal (TKF) berpengaruh tidak secara langsung terhadap IPM melalui Belanja Modal. Secara parsial Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Secara parsial Tingkat Kemandirian Fiskal (TKF) tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia.

Lugastoro dan Ananda (2013)

Analisis Pengaruh PAD dan Dana Perimbangan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Jawa Timur. PAD (X1), Dana Perimbangan (X2) dan IPM (Y)

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rasio PAD dan DAK terhadap belanja modal dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap IPM sedangkan variabel DAU berpengaruh negatif signifikan. Rasio DBH terhadap belanja modal menjadi satu-satunya variabel yang tidak signifikan mempengaruhi IPM. Pertumbuhan ekonomi menjadi variabel dengan pengaruh paling dominan terhadap IPM. Dina Rosiana Sihombing (2010) Analisis Pengaruh Determinan Indeks Pembangunan Manusia Dikaitkan dengan Pembangunan DAU (X1), DAK (X2), Pertumbuhan Ekonomi (X3) dan IPM (Y)

Hasil penelitian menemukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Kabupaten/Kota di Sumatera

Nama/Tahun Peneliti

Judul Penelitian Variabel yang Digunakan

Hasil yang Diperoleh Wilayah pada

Kabupaten/Kota di Sumatera Utara

Utara. Secara parsial Pertumbuhan Ekonomi yang diproksikan dengan PDRB harga berlaku yang berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kota di Sumatera Utara, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya Indeks Pembangunan Manusia. Riva Ubar Harahap (2010) Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) Terhadap Indeks Pembangunan Manusia pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara DAU (X1), DAK (X2), DBH (X3) dan IPM (Y)

Hasil penelitian menemukan bahwa pengujian secara simultan DAU, DAK dan DBH berpengaruh terhadap IPM. Secara parsial DAU, DAK dan DBH tidak berpengaruh terhadap IPM.

BAB III

Dokumen terkait