• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Review Penelitian Terdahulu

Penelitan yang berkaitan tentang kualitas audit merupakan penelitian yang menarik untuk diperbincangkan hal ini dikarenakan berbagai skandal yang terjadi dalam dunia audit dapat memberi efek negatif terhadap profesi akuntan. Review penelitian-penelitian terdahulu bertujuan untuk mencari benang merah atas permasalahan tentang kualitas audit dimana dengan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat berguna sebagai bahan evaluasi terhadap permasalahan yang dibahas.

Review penelitian yang berkaitan dengan kualitas audit dan sejalan dengan

rencana penelitian yang akan dijalankan dimulai dari (Al-Khaddash, Nawas, &

Ramadan, 2013) dalam karyanya yang berjudul Factors Affecting The Quality of Auditing: The Case of Jordanian Commercial Banks variabel-variabel dalam

penelitian tersebut : variabel Independen, Internal kontrol (X1), Ukuran KAP (X2), Fee Audit (X3), Independensi Auditor (X4), Reputasi Auditor (X5), Spesialisasi Industri (X6), Keahlian (X7) dan Kualifikasi Auditor (X8). Variabel Dependen : Kualitas Audit (Y). Penelitian ini mengangkat kasus pada Bank Komersial Jordania mengungkapkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas audit dan efisiensi audit, reputasi kantor audit, Fee audit, ukuran KAP, dan khususnya pada kemampuan auditor.

(Putri, 2012) meneliti tentang kualitas audit dengan judul penelitian Penentuan Kualitas Audit Berdasarkan Ukuran Kantor Akuntan Publik Dan Biaya Audit. Variabel yang termasuk dalam penelitian tersebut adalah Ukuran KAP (X1) dan Biaya Audit (X2) serta Kualitas audit (Y) sebagai variabel Dependen. Hasil dari penelitannya menyatakan bahwa adanya hubungan positif antara ukuran KAP

terhadap kualitas audit. Selain ukuran KAP, biaya audit juga telah mempengaruhi kualitas audit.

Kemudian penelitian yang berkaitan dengan kualitas audit juga diteliti oleh (Hosseinniakani, Inácio, & Mota, 2014) dengan judul penelitian A Review on Audit Quality Factors. variabel yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah

Independen : Ukuran KAP (X1), Keahlian Industri (X2), Tenur Audit (X3), Fee Audit (X4), Jasa Non-Audit (X5), Reputasi auditor (X6) dan spesifikasi auditor (independensi dan tanggung jawab) (X7), Kualitas Audit sebagai variabel dependen (Y). Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Ukuran KAP, Keahlian Industri, Tenur Audit, Fee Audit, Jasa Non-Audit, Reputasi auditor memiliki efek yang signifikan terhadap kualitas audit. Spesifikasi auditor (kompetensi profesional, kemampuan teknis, kemandirian dan tanggung jawab auditor) juga memiliki efek signifikan terhadap kualitas audit.

(Hai, 2016) dalam penelitiannya yang berjudul The Research of Factors Affecting the Quality of Audit Activities: Empirical Evidence in Vietnam. Variabel

independen yang terdapat dalam penelitian tersebut adalah : Ukuran KAP (X1), Jasa Non-Audit (X2), Isu Terkait Auditor (X3), Fee Audit (X4), Kontrol Kualitas (X5), Strategi Pengembangan Karir (X5), Dasar Hukum (X6), Model Operasional organisasi (X7) dan Kepemilikan Kantor Audit (X8). Variabel dependen : Kualitas Audit (Y). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa : faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kualitas audit adalah: organisasi dan operasi perusahaan audit, Fee Audit, kapasitas staf perusahaan audit, ruang lingkup penyediaan layanan bisnis untuk mengaudit klien kualitas eksternal kontrol, kontrol mutu internal; kepemilikan pribadi dari perusahaan audit

Di Indonesia juga ikut meneliti tentang kualitas audit dimana dalam penelitian (Permana, 2012) yang berjudul Pengaruh masa perikatan audit dan ukuran KAP terhadap kualitas Audit (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Public Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010 Kecuali Perusahaan Jasa Dan Keuangan) dimana dalam penelitiannya variabel yang digunakan yaitu : Tenur Audit (X1) dan Ukuran KAP (X2) variabel dependen : Kualitas Audit (Y) dalam penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perikatan audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga dapat dikatakan tidak ada hubungan antara masa perikatan audit dan kualitas audit Kemudian ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, artinya KAP yang berukuran lebih besar tidak selalu diikuti dengan kualitas audit yang tinggi.

Penelitian selanjutnya yang menyangkut tentang kualitas audit diteliti oleh (Giri, 2010) dengan judul penelitian Pengaruh Tenur Kantor Akuntan Publik (Kap) dan Reputasi Kap Terhadap Kualitas Audit : Kasus Rotasi Wajib Auditor Di Indonesia. Variabel dalam penelitiannya adalah Tenur KAP (X1) dan Reputasi KAP (X2) sebagai variabel independen kemudian variabel dependennya adalah Kualitas Audit (Y) pada penelitian tersebut menyimpulkan bahwa variabel Tenur berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kualitas Audit. Variabel reputasi berpengaruh signifikan. Variabel reputasi dapat berpengaruh signifikan dan bertanda negatif ketika berinteraksi dengan variabel Tenur.

(Hamid, 2013) juga meneliti tentang kualitas audit, dimana dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Tenur KAP dan Ukuran KAP Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI). Pada penelitian tersebut menggunakan Tenur KAP (X1) dan Ukuran KAP

(X2) sebagai variabel Independen serta Kualitas Audit (Y) sebagai variabel Dependen. Pada penelitian tersebut menyimpulkan bahwa KAP dengan masa perikatan 3 tahun tidak lebih berkualitas dari pada KAP dengan masa perikatan kurang dari 3 tahun, kemudian KAP Big Four atau Internasional lebih berkualitas dari pada KAP non Big Four atau non Internasional.

Penelitian (Kovinna & Betri, 2014) yang berjudul Pengaruh Independensi, Pengalaman Kerja, Kompetensi, Dan Etika Auditor Terhadap kualitas audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di kota Palembang). Penelitian ini diselenggarakan mengambil pupulasi seluruh KAP yang terdapat dikota palembang. Susunan variabel yang terdapat pada penelitian ini adalah Independensi (X1), Pengalaman Kerja (X2), Kompetensi (X3) dan Etika Auditor (X5) sebagai variabel independen. Variabel dependen pada penelitan ini adalah tentang kualitas audit (Y). Kemudian hasil dalam penelitan ini menyimpulkan bahwa Secara parsial hanya variabel etika auditor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan variabel independensi, pengalaman kerja, dan kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Secara simultan independensi, Pengalaman kerja, Kompetensi, dan etika auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

Penelitian yang masih berhubungan dengan kualitas audit dituliskan oleh (Yenny, 2012) yang berjudul Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Objektivitas, Integritas dan Kompetensi Auditor terhadap Kualitas Audit yang Dihasilkan Auditor Kantor Akuntan Publik (KAP) "The Big Four". Dimana dalam penelitian ini berfokus pada Kantor Akuntan Publik “The Big Four”. Susunan variabel yang terdapat pada penelitian ini adalah Pengalaman Kerja (X1),

Independensi (X2), Objektivitas (X3) Integritas (X5) dan Kompetensi Auditor (X6) sebagai variabel independen. Variabel dependen pada penelitan ini adalah tentang kualitas audit (Y). Kemudian hasil dalam penelitan ini menyimpulkan bahwa faktor independensi, integritas dan kompetensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan faktor objektivitas dan pengalaman kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit.

Penelitian tentang kualitas audit juga dituliskan oleh (Parinduri, 2016) dengan judul penelitian Pengaruh Peer Review, Audit Tenure, Ukuran KAP dan Kompetensi Auditor terhadap Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Medan. Dalam penelitian ini variabel independennya adalah Peer Review (X1), Audit Tenure (X2), Ukuran KAP (X3) dan Kompetensi Auditor (X4) sedangkan variabel dependennya pada penelitian ini adalah tentang Kualitas Audit (Y).

Kemudian hasil dalam penelitan ini menyimpulkan bahwa Peer Review, Audit Tenure, Ukuran KAP, Pengalaman dan Pengetahuan Auditor berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit namun hasil uji parsial menunjukkan bahwa Audit Tenure, Pengalaman dan Pengetahuan Auditor berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Audit sedangkan Peer Review dan Ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

Penelitian (Tambunan, 2010) juga meneliti tentang kualitas audit. Pada penelitiannya yang berjudul Pengaruh Keahlian Audit dan Independensi Pemeriksa Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan di Inspektorat Kabupaten Tapanuli Utara. Variabel independen dalam penelitannya adalah Keahlian Audit (X1) Independensi Pemeriksa (X2) sementara itu variabel dependennya adalah Kualitas Hasil Pemeriksaan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel

keahlian audit dan independensi berpengaruh secara serempak dan sangat nyata terhadap kualitas hasil pemeriksaan. keahlian audit dan independensi pemeriksa berpengaruh terhadap kualitas hasil pemeriksaan. Variabel faktor pribadi dan faktor eksternal berpengaruh terhadap independensi pemeriksa serta faktor pribadi dan faktor eksternal berpengaruh terhadap independensi pemeriksa.

Penelitian yang terakhir yang masih berhubungan dengan kualitas audit ditulis oleh (Lydiawati, 2013) dengan judul penelitian Pengaruh Pengalaman Kerja, Kompetensi dan Independensi auditor terhadap Kualitas Audit. Variabel Independen yang termasuk dalam penelitiannya adalah : Pengaruh Pengalaman Kerja (X1), Kompetensi (X2) dan Independensi auditor (X3). Untuk variabel dependen dalam penelitiannnya adalah Kualitas Audit (Y). Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa pengalaman kerja, kompetensi dan telaah dari rekan auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Varibel Independensi berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, sementara tekanan dari klien dan jasa non audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Untuk lebih mempermudah melihat review penelitian terdahulu maka akan dijabarkan dalam bentuk tabel yang akan

ditampilkan dibawah ini :

Tabel 2.1 Review Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian

Factors Affecting The Quality of Auditing:

Hasil dari penelitian tersebut membenarkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas audit dan efisiensi audit, reputasi kantor audit, Fee audit, ukuran KAP, dan

khususnya pada

kemampuan auditor.

2. Putri. adanya hubungan positif antara ukuran KAP terhadap kualitas audit.

Selain ukuran KAP,

Hasil penelitian ini Menyimpulkan bahwa, Ukuran KAP, Keahlian Industri, Tenur Audit, Fee Audit, Jasa Non-Audit, Reputasi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

Spesifikasi auditor (kompetensi profesional, kemampuan teknis, kemandirian dan tanggung jawab auditor) juga berpengaruh Factors Affecting the Quality of Audit audit adalah: organisasi dan operasi perusahaan audit, Fee Audit, kapasitas staf perusahaan audit, ruang lingkup penyediaan layanan bisnis untuk mengaudit klien kualitas eksternal kontrol, kontrol mutu internal; kepemilikan pribadi dari perusahaan audit. kualitas Audit (Studi

Empiris Pada

Perusahaan Go Public Yang Terdaftar Di BEI perikatan audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, artinya KAP yang berukuran lebih besar tidak selalu diikuti dengan kualitas audit yang tinggi.

6. Giri (2010)

Pengaruh Tenur Kantor Akuntan Publik (Kap)

berpengaruh negatif dan

Wajib Auditor Di Indonesia.

Variabel Dependen : Kualitas Audit

variabel kualitas Audit.

Variabel reputasi berpengaruh signifikan.

Variabel reputasi dapat berpengaruh signifikan dan bertanda negatif ketika berinteraksi lebih berkualitas dari pada KAP dengan masa perikatan kurang dari 3 tahun, kemudian KAP

Big Four atau

International lebih berkualitas dari pada KAP non Big Four atau Kompetensi, Dan Etika Auditor Terhadap kualitas audit

(Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di kota Palembang) Secara parsial hanya variabel etika auditor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan variabel independensi, pengalaman kerja, dan kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

Secara simultan independensi,

Pengalaman kerja, Kompetensi, dan etika auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

9. Yenny (2012) Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Kantor Akuntan Publik (KAP) "The Big Four" terhadap kualitas audit.

Sedangkan faktor objektivitas dan pengalaman kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

Pengaruh Peer Review, Audit Tenure, Ukuran

Kantor Akuntan Publik terhadap Kualitas Audit namun hasil uji parsial

sedangkan Peer Review dan Ukuran KAP tidak variabel keahlian audit dan independensi berpengaruh secara serempak dan sangat nyata terhadap kualitas hasil pemeriksaan. pemeriksa serta faktor pribadi dan faktor Kerja, Kompetensi dan Independensi auditor kompetensi dan telaah dari rekan auditor sementara tekanan dari klien dan jasa non audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.

4.1. Kerangka Konsep

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual

Berdasarkan kerangka konseptual yang digambarkan diatas dapat dijelaskan pengaruh dari setiap variabel yang akan diteliti dimana :

Kualitas audit merupakan kondisi dimana seorang auditor dapat meyakinkan pengguna laporan bahwa laporan audit tersebut terhindar dari kesalahan materil dan juga laporan audit mampu memberikan rekomendasi apabila dalam pelaksanaan audit ditemukan indikasi-indikasi kecurangan dan ketidaksesuaian terhadap standart operasional yang telah ditetapkan perusahaan.

Tenur Audit (X1)

Ukuran KAP (X2)

Keahlian Auditor (X3)

Kualitas Audit (Y)

Jasa Non Audit (X4)

Reputasi Auditor (X5)

Audit Tenur yang singkat akan menyebabkan pengetahuan dalam memahami lingkungan perusahaan menjadi berkurang. Dampaknya, pada rendahnya hasil dari kualitas audit yang diharapkan (Hosseinniakani, Inácio, &

Mota, 2014). Masa perikatan yang lama cenderung mendorong pemahaman yang mendalam pada lini bisnis klien baik secara sistem serta kondisi keuangan sehingga pemahaman mendalam tersebut tentu saja dapat menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam hal ini kualitas audit yang dihasilkan menjadi lebih baik akan tetapi dalam (Hamid, 2013) Tenur yang lama Juga dapat berdampak pada hubungan kinerja auditor pada perusahaan klien seperti hubungan emosional auditor-klien, independensi, fee, kompetensi, dsb maka untuk itu diperlukan sikap professionalisme terhadap pekerjaan agar tenur yang lama tidak berdampak pada kualitas audit yang dihasilkan.

KAP yang berafiliasi dengan Internasional tentunya mempunyai pengalaman yang lebih karena mempunyai jumlah dan ragam klien yang lebih banyak, serta cakupan geografis yang lebih luas dibandingkan dengan KAP kecil sehingga bisa menghasilkan kualitas audit yang lebih baik (Firth & Liau-Tan, 1998).

Keahlian atau kompetensi sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan prosedural yang luas yang ditunjukkan dalam pengalaman audit (Lastanti, 2005). Kualitas audit tergantung pada kemampuan auditor untuk melakukan pemeriksaan akun menyeluruh dan mendeteksi kemungkinan kesalahan atau anomali (kompetensi teknis) (Arruñada, 2000).

Reputasi auditor secara langsung dirasakan berhubungan dengan tingkat aktual dari laporan auditor (Choi & Jeter, 1992). Kualitas audit sering dikaitkan

dengan skala auditor (Firth & Liau-Tan, 1998) yang dipandang memiliki keunggulan dalam empat cara, yaitu: (1) jumlah dan berbagai jenis klien yang ditangani oleh sebuah perusahaan audit (2) berbagai layanan yang ditawarkan; (3) cakupan geografis, termasuk afiliasi internasional; (4) sejumlah besar staf audit di sebuah perusahaan audit.

Jasa non-audit serta jasa audit dapat mempengaruhi kualitas audit (Jeong, Jung, & Lee, 2005). Pada paparan konsep penelitian diatas penulis ingin mengetahui apakah kualitas audit dipengaruhi Tenur Audit, Ukuran KAP, Keahlian Auditor, Jasa Non Audit, Reputasi Auditor.

4.2. Hipotesis

Dalam pendapatnya (Sugiyono, 2011) Mendefinisikan hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah

dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Pernyataan hipotesis berguna sebagai jawaban sementara terhadap penelitian. Akan tetapi, belum tentu menjadi jawaban akhir terhadap hasil penelitian. Dalam membangun hipotesis penelitian ini terdapat berbagai pendapat peneliti-peneliti sebelumnya yang telah meneliti tentang kualitas audit dimana dalam hipotesis yang telah diuji kebenarannya dapat menjadi dasar penarikan hipotesis dalam penelitian ini.

Penelitian yang berhubungan dengan kualitas audit dikemukakan oleh peneliti (Permana, 2012) dimana dalam kesimpulan penelitiannya ialah : Masa perikatan audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga dapat dikatakan tidak ada hubungan antara masa perikatan audit dan kualitas audit. Serta

ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, sehingga dapat dikatakan bahwa KAP yang berukuran lebih besar tidak selalu diikuti dengan kualitas audit yang tinggi. Lain halnya dengan (Hamid, 2013) dimana dengan variabel penelitian yang sama akan tetapi hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa : KAP dengan masa perikatan 3 tahun tidak lebih berkualitas dari pada KAP dengan masa perikatan kurang dari 3 tahun, kemudian KAP Big Four atau International lebih berkualitas dari pada KAP non Big Four atau non International. (Haryani, 2011) dalam karyanya menyatakan bahwa Keahlian profesional auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Pendapat yang dikemukakan (Jeong, Jung, & Lee, 2005) Jasa non-audit serta jasa audit dapat mempengaruhi kualitas audit. Dalam pendapat lainnya (Francis, 2004) menyatakan bahwa tingginya tingkat layanan non-audit dapat mengurangi independensi auditor dan juga dapat mempengaruhi kualitas audit. Reputasi auditor secara langsung dirasakan berhubungan dengan tingkat aktual dari laporan auditor (Choi & Jeter, 1992). Untuk itu dari keseluruhan jawaban atas penelitian dari peneliti-peneliti terdahulu serta ada beberapa hasil penelitian terdapat perbedaan hasil dengan pokok pembahasan yang sama maka, peneliti ingin meneliti ulang dengan variabel yang sama dari objek penelitian sebelumnya.

Maka, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H 1 : Tenur Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

H 2 : Ukuran KAP berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

H 3 : Keahlian Auditor berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

H 4 : Jasa Non Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

H 5 : Reputasi Auditor berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

4.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini berjenis Asosiatif Kausal yang berarti penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi, disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi) (Sugiyono, 2011). Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis (hypotheses testing) untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara variabel indenpenden

terhadap variabel dependen. Dalam hal ini, penelitian ini untuk melihat pangaruh Tenur Audit, Ukuran KAP, Keahlian Auditor, Jasa Non Audit, Reputasi Auditor Terhadap terhadap kualitas audit pada KAP yang ada di kota Medan.

4.2. Lokasi Penelitian

Tempat yang dipilih pada penelitian ini ialah : Kantor Akuntan Publik Se-kota medan dengan jumlah sebanyak 21 Kantor Akuntan Publik yang aktif. Waktu penelitian dimulai pada bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan Februari 2017.

4.3. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2011). Berdasarkan pengertian singkat tentang populasi maka dalam penelitian ini populasi yang dimaksud adalah seluruh auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik dikota

Medan dimana total keseluruhannya berjumlah 21 Kantor Akuntan Publik, yang diantaranya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2 Daftar Kantor Akuntan Publik dikota Medan.

No. Nama

5. KAP. Edward L. Tobing, Madilah Bohori Jl. Perkutut Komp. Millenium Garden Blok A-8

6. KAP. Erwin, Zikri & Togar Kawasan Niaga Citra Garden Blok A 5 No.31

Jl. Djamin Ginting

7. KAP. Fachrudin & Mahyuddin Jl. Brigjen. Katamso No. 29 G 8. KAP. Drs. Hadiawan Jl. Surakarta No.2 H / 14

Komplek Setiabudi Bisnis Point Blok CC-06 Jalan 15. KAP. Kanaka Puradiredja, Suhartono

(Cabang)

Jl. Sei Silau Blok B / Heian No.23 Medan Baru

16. KAP. Drs. Selamat Sinuraya & Rekan Jl. Stasiun Kereta Api No. 3 A 17. KAP. Sabar Setia Jl. Prof. H.M. Yamin, SH No.

41 Y

18. KAP. Drs. Syahrun Batubara Jl. Sisingamangaraja No. 253 A

Sementara itu dalam sebuah penelitian lazim digunakan sampel untuk merepresentasikan sebuah populasi yang akan diteliti. Sementara itu (Sugiyono, 2011) menyatakan “Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Untuk mendapatkan sampel yang handal yang mampu mewakilkan populasi diperlukan tehnik pengambilan sampel dimana dalam menarik sampel tersebut menggunakan cara serta tehnik tertentu yang didasarkan oleh pertimbangan-pertimbangan dan kaidah ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peraturan jumlah staf yang harus dipenuhi dalam suatu kantor akuntan publik didasari atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.

423/KMK.06/2002, tentang Jasa Akuntan Publik, pada Pasal 9 ayat 1 butir b, yaitu daftar nama sekurang-kurangnya 3 orang tenaga pemeriksa tetap dengan tingkat pendidikan formal bidang akuntansi yang serendah-rendahnya berijazah setara Diploma III.

Responden yang termasuk dalam objek penelitian ini adalah auditor yang bekerja KAP dengan kualifikasi pendidikan formal akuntansi dan minimal telah bekerja selama 2 tahun. Hal ini bertujuan kualitas audit dapat diukur jika seorang auditor sudah memiliki pengalaman minimal 1 tahun dalam bidang audit.

Dalam penarikan sampel pada penelitian ini peneliti menggunakan tehnik sampling jenuh dimana dalam populasi yang akan diteliti tidak terlalu besar sehingga tehnik sampling jenuh dapat dijalankan. Pada penelitian ini jumlah kuesioner yang dibagikan peneliti kepada 21 kantor akuntan berjumlah 120 kuesioner.

4.4. Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam Penelitian ini peniliti memilih menggunakan data primer sebagai sumber data, dimana data tersebut diperoleh dari menyebarkan kuesioner yang akan dibagi keseluruh kantor akuntan publik yang terdapat dikota Medan. Untuk setiap daftar pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut berdasarkan pada peneliti terdahulu yang meneliti objek penelitian yang sama. Pada penelitian ini pertanyaan pada peneliti terdahulu telah dimodifikasi sedemikian rupa agar mudah dipahami serta tidak menghilangkan esensi atas pertanyaan tersebut seperti pada penelitian (Yenny, 2012) tentang kualitas audit, (Singarimbun, 2013) tentang Audit Tenur, (Parinduri, 2016) tentang ukuran KAP, (Tambunan, 2010) tentang keahlian auditor, (Lydiawati, 2013) tentang jasa non audit serta penelitian (Hosseinniakani, Inácio, & Mota, 2014) tentang reputasi auditor.

Untuk mempersingkat waktu pengumpulan data. Maka, responden diberikan tenggang waktu pengisian selama satu minggu, jika terdapat responden yang belum mengembalikan kuesioner maka akan diberikan tambahan waktu selama 2 hari. Apabila waktu 2 hari tambahan tersebut belum terpenuhi syarat pengelolaan data, maka kuesioner dikategorikan tidak kembali dan responden dianggap tidak masuk dalam sampel.

Skala ukur yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala ukur interval. Pengukuran dengan menggunakan skala interval mencerminkan skala sikap Likert. Skala Likert merupakan salah satu bagian dari skala sikap yang didasarkan pada penjumlahan sikap responden dalam merespon pernyataan berkaitan indikator suatu konsep atau variabel yang sedang diukur. Untuk

mengukur pendapat responden digunakan skala lima angka, dengan nilai 5 menyatakan pendapat Sangat Setuju (SS), nilai 4 menyatakan pendapat Setuju (S), nilai 3 menyatakan Netral (N), nilai 2 menyatakan Tidak Setuju (TS), dan nilai 1 menyatakan Sangat Tidak Setuju (STS).

4.5. Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel

Untuk memberikan gambaran dan tujuan yang jelas dan menghindari pelebaran objek yang akan diteliti maka perlu diberikan definisi variabel operasional yang akan diteliti sehingga menjadi sebuah panduan dalam menyusun sebuah kuesioner yang bermutu. Definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Kualitas Audit (Y)

Kualitas Audit merupakan pelaksanaan audit yang dilakukan sesuai dengan standar sehingga mampu mengungkapkan dan melaporkan apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan klien. Indikator dalam pengukuran variabel kualitas audit ini adalah : kemampuan mendeteksi salah saji, Kesesuaian dengan SPAP, Kepatuhan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur, Resiko terhadap audit, Prinsip kehati-hatian dan review pekerjaan oleh atasan. Skala pengukuran dalam variabel ini adalah skala interval dengan skala sikap likert yang disimbolkan skor 1 sebagai Sangat Tidak Setuju (STS), sedangkan skor 5 untuk pernyataan Sangat Setuju (SS).

2. Tenur Audit (X1)

Tenur Audit merupakan rentang waktu penugasan audit yang diberikan

tenur audit ini adalah : Dibawah 3 tahun (pendek) dan diatas 3 tahun

tenur audit ini adalah : Dibawah 3 tahun (pendek) dan diatas 3 tahun

Dokumen terkait