• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata dasar “pembelajaran” adalah belajar. Dalam arti sempit pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan kegiatan belajar, sedangkan belajar adalah suatu proses

29

perubahan tingkah laku karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman.30

Ruang lingkup evaluasi berkaitan dengan cakupan objek evaluasi itu sendiri. Jika objek evaluasi itu tentang pembelajaran, maka semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran menjadi ruang lingkup evaluasi pembelajaran. Dalam tulisan in, ruang lingkup evaluasi pembelajaran akan ditinjau dari berbagai perspektif, yaitu domain hasil belajar, sistem pembelajaran, proses dan hasil belajar, dan kompetensi. Hal ini dimaksudkan agar guru betul-betul dapat membedakan antara evaluasi pembelajaran dengan penilaian hasil belajar sehingga tidak terjadi kekeliruan atau tumpang tindih dalam penggunaannya.31 Adapun ruang lingkup evaluasi pembelajaran ditinjau dari beberapa perspektif, dibagi kebeberapa bagian sebagai berikut:

a. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Domain Hasil Belajar

Menurut Benyamin Bloom, hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam tiga domain: yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Setiap domain disusun menjadi beberapa jenjang kemampuan, mulai dari hal yang sederhana sampai dengan hal yang kompleks, mulai dari hal yang mudah sampai pada hal yang sukar, dan mulai dari hal yang konkrit sampai dengan hal yang abstrak. Adapun beberapa rincian domainnya sebagai berikut:32

(1) Domain kognitif. Domain ini memiliki enam jenjang kemampuan, yaitu:

30

Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014) hlm: 10

31

Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran... hlm: 20-21

32

(a) Pengetahuan (knowledge) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengenali atau mengetahui adanya konsep, prinsip, fakta atau istilah tanpa harus mengerti atau dapat menggunakannya. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, diantaranya mendefinisikan, memberikan, mengidentifikasi, memberi nama, menyusun daftar, mencocokkan, menyebutkan, membuat garis besar, menyatakan kembali, memilih dan kemudian menyatakan.

(b) Pemahaman (comprehension), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk memahami atau mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan guru dan dapat memanfaatkannya tanpa harus menghubungkannya dengan hal-hal lain. Kemampuan ini dijabarkan lagi menjadi tiga, yakni menerjemahkan, menafsirkan, dan mengekstrapolasi. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diataranya, mengubah, mempertahankan, membedakan, memprakirakan, menjelaskan, menyatakan secara luas, menyimpulkan, memberi contoh, melukiskan kata-kata sendiri, meramalkanm menuliskan kembali, meningkatkan. (c) Penerapan (application), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta

didik untuk menggunakan ide-ide umum, tata cara atau metode, prinsip, dan teori- teori dalam situasi baru dan konkret. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya mengubah, menghitung, mendemonstrasikan, mengungkapkan, mengerjakan dengan teliti, menjalankan, memanipulasikan, menghubungkan, menunjukkan, memecahkan, menggunakan.

(d) Analisis, yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsur-unsur atau komponen pembentuknya. Kemampuan analisis dikelompokkan menjadi tiga, yaitu analisis unsur, analisis hubungan, dan analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi dengan baik. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, diantaranya mengurai, membuat diagram, memisah-misahkan, menggambarkan kesimpulan, membuat garis besar, menghubungkan, memerinci.

(e) Sintesis (synthesis) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan cara menggabungkan beberapa faktor. Hasil yang diperoleh dapat berupa tulisan, rencana atau mekanisme. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya menggolongkan, menggabungkan, memodifikasi, menghimpun, menciptakan, merencanakan, merekonstruksikan, menyusun, membangkitkan, mengorganisasi, merivisi, menyimpulkan, menceritakan. (f) Evaluasi, yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk

dapat mengevaluasi suatu situasi, keadaan, pernyataan, atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. Hal penting dalam evaluasi ini adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa, sehingga peserta didik mampu mengembangkan kriteria atau patokan untuk mengevaluasi sesuatu. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya menilai, membandingkan, mempertentangkan, mengkritik, membeda-bedakan,

mempertimbangkan, mengkritik, mempertimbangkan kebenaran, menyokong, menafsirkan dan menduga.

(2) Domain afektif (affective domain), yaitu internalisasi sikap yang menunjuk ke arah pertumbuhan bathiniah dan terjadi bila peserta didik menjadi sadar tentang nilai yang diterima, kemudian mengambil sikap sehingga menjadi bagian dari dirinya dalam membentuk nilai dan menentukan tingkah laku. Domain afektif terdiri atas beberapa jenjang kemampuan, yaitu:

(a) Kemauan menerima, yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk peka terhadap eksistensi fenomena atau ragssangan tertentu. Kepekaan ini diawali dengan penyadaran kemampuan untuk menerima dan memperhatikan. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya menanyakan, memilih, mengikuti, meemberikan, berpegang teguh, menjawab, menggunakan.

(b) Kemauan menanggapi atau menjawab, yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk tidak hanya peka pada suatu fenomena, tetapi juga bereaksi terhadap salah satu cara. Penekanannya pada kemauan peserta didik untuk menjawab secara ssukarela, membaca tanpa ditugaskan. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya menjawab, membantu, memperbincangkan, memberi nama, menunjukkan, mempraktikkan, mengemukakan, membaca, melaporkan, menuliskan, memberi tahu, mendiskusikan.

(c) Menilai (valuing) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menilai suatu objek, fenomena atau tingkah laku tertentu secara konsisten. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya melengkapi, menerangkan, membentuk, mengusulkan, mengambil bagian, memilih, dan mengikuti.

(d) Organisasi, yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menyatukan nilai-nilai yang berbeda, memecahkan masalah, membentuk suatu sistem nilai. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya mengubah, mengatur, menggabungkan, membandingkan, mempertahankan, menggeneralisasikan, memodifikasi.

(3) Domain psikomotorik yaitu kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan gerakan tubuh atau bagian-bagiannya, mulai dari gerakan yang sederhana sampai dengan gerakan yang kompleks. Perubahan pola gerakan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit. Kata kerja operasional yang dapat digunakan diantaranya sesuai dengan kelompok keterampilannya masing-masing, yaitu:

(a) Muscular or motor skill, meliputi mempertontonkan gerak, menunjukkan hasil, melompat, menggerkkan, menampilkan.

(b) Manipulation or materials or object, meliputi mereparasi, menyusun, membersihkan, menggeser, memindahkan, membentuk.

(c) Neuromuscular, coordination, meliputi: mengamati, menerapkan, menghubungkan, menggandeng, memadukan, memasang, memotong, menarik, dan menggunakan.

Berdasarkan takstonomi Bloom di atas, maka kemampuan peserta didik dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu tingkat tinggi dan tingkat rendah. Kemampuan tingkat rendah terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sedangkan kemampuan tingkat tinggi meliputi analisis, sintesis, evaluasi dan kreativitas.

Dengan demikian kegiatan peserta didik dalam menghafal termasuk kemampuan tingkat rendah. Dilihat dari cara berfikir, maka kemampuan berfikir tingkat tinggi dibagi menjadi dua, yaitu berfikir kritis dan berfikir kreatif. Berfikir kreatif adalah kemampuan melakukan generalisasi dengan menggabungkan, mengubah atau mengulang kembali keberadaan ide-ide tersebut. Kemampuan berfikir kritis merupakan kemampuan memberikan rasionalisasi terhadap sesuatu dan mampu memberikan penilaian terhadap sesuatu tersebut.

b. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Sistem Pembelajaran

Ruang lingkup evaluasi pembelajaran hendaknya bertitik tolak dari tujuan evaluasi pembelajaran itu sendiri. Jika tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui keefektifan sistem pembelajaran. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut:33

(a) Program pembelajaran, yang meliputi:

(1) Tujuan pembelajaran umum dan kompetensi dasar (2) Isi atau materi pembelajaran

33

(3) Metode pembelajaran (4) Media pembelajaran (5) Sumber belajar (6) Lingkungan

(7) Penilaian proses dan hasil belajar. (b) Proses pelaksanaaan pembelajaran meliputi:

(1) Kegiatan (2) Guru

(3) Peserta didik

(c) Hasil pembelajaran, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang yang sesuai dengan tujuan dan pencapaian indikator.

c. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Terdapat beberapa komponen yang termasuk evaluasi pembelajaran dalam penilaian proses dan hasil belajar:34

a) Sikap dan kebiasaan, motivasi, minat dan bakat yang meliputi: bagaimana sikap peserta didik terhadap guru, mata pelajaran, orang tua, suasana sekolah, lingkungan, metode, media dan penilaian. Bagaimana sikap, kebiasaan dan tanggung jawab peserta didik terhadap tugas-tugas yang diberikan guru di sekolah dan di rumah, bagaimana sikap peserta didik untuk menaati tata tertib di sekolah.

34

b) Pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap bahan pelajaran, yang meliputi: apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami tugas-tugasnya sebagai warna negara, warga masyarakat, dan warga sekolah dan sebagainya.

c) Kecerdasan peserta didik, yang meliputi: apakah peserta didik sampai taraf tertentu sudah dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajaran? Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kecerdasan peserta didik.

d) Perkembangan jasmani dan rohani, meliputi: apakah perkembangan jasmani rohani siswa berjalan secara harmonis? Apakah peserta didik sudah mampu menggunakan anggota badannya dengan cekatan dan tangkas? Apakah peserta didik mempunyai kemampuan olahraga yang baik? Apakah peserta didik sudah membiasakan hidup sehat selama ini.

e) Keterampilan, meliputi: apakah peserta didik sudah terampil membaca, menulis, dan berhitung? Apakah peserta didik sudah terampil dalam menggunakan tangganya untuk berkreasi mewarnai dan melukis?

Dari beberapa penjelasan ruang lingkup evaluasi pembelajaran, hendaklah seorang pendidik mampu memhahami dengan baik evaluasi pembelajaran melalui tiga perspektif yang telah disebutkan di atas. Hal tersebut agar hasil evaluasi pembelajaran dapat berhasil sesuai dengan tujuan pembelajaran itu sendiri.