Mulai tahun 2014/2015 di seluruh sekolah per tingkatan menerapkan pembelajaran kurikulum 2013. Dengan diterapkannya kurikulum baru, maka sistem perangkat pembelajaran juga tersentral terutama silabus. Untuk RPP juga berbeda dengan model KTSP karena pembelajaran pada kurikulum menggunakan pendekatan saintifik. Untuk tingkat SMA/ SMK /MA /MAK dilaksanakan pada kelas X dan XI. Bagi guru seluruh jenjang secara bertahap juga dilakukan pembimbing implementasi kurikulum 2013.52
Bila dipahami secara keseluruhan kurikulum 2013 lebih bagus karena siswa berperan aktif dalam pembelajaran setiap mata pelajaran yang diberikan. Penilaian juga menitikberatkan pada sikap, keterampilan dan pengetahuan. Pada kurikulum 2013 juga adanya ketuntasan bagi peserta didik tetapi sangat berbeda dengan penerapan kurikulum KTSP. Seperti yang diketahui bersama, pada kurikulum sebelumnya dikenal dengan istilah KKM (Kriteria Ketuntasan
51
Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum... hlm: 49
52
Amirono dan Daryanto, Evaluasi dan Penilaian Pembelejaran Kurikulum 2013 (Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2016), hlm: 249
Minimal). Dalam hal ini KKM menjadi tolak ukur apakah seorang peserta didik dikatakan tuntas atau tidak dalam menempuh kompetensi tertentu. KKM sendiri ditentukan dengan memperhatikan tiga aspek, yaitu: intake, kompleksitas, dan daya dukung. Sehingga, terdapat perbedaan KKM hampir di setiap mata pelajaran dan bahkan antar mata pelajaranpun dalam satu satuan pendidikan mungkin juga berbeda KKM nya.
Konversi nilai skala 1-100 ke skala 1-4 Penilaian Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap. Untuk mempermudah pemahaman, dapat disimak pada tabel berikut:53
Tabel Konversi Nilai Akhir No Nilai Akhir
Ktsp
Konversi Nilai Akhir K 13 Nilai Pengetahuan Dan Keterampilan Nilai Sikap Skala 1-100 Interval Skala
1-4 1 91,75 - 100,0 3,67- 4,00 4.00 A SB 2 83,50 – 91,50 3,34 - 3,66 3.66 A- 3 75,25 – 83,25 3,01 - 3,33 3.33 B+ B 4 66,75 – 75,00 2,67 - 3,00 3.00 B 5 58,75 – 66,50 2,34-2,66 2.66 B- 6 50,25 – 58,25 2,01-2,33 2.33 C+ C 7 41,75 – 50,00 1,67-2,00 2.00 C 8 33,50 – 41,50 1,34-1,66 1.66 C- 9 22,25 – 33,25 1,01-1,33 1.33 D+ K 10 00,00 – 25,00 0,00-1,00 1 D 53
Dalam kurikulum 2013 nilai yang diperoleh siswa tidak lagi berupa angka 0-100 melainkan 1-4 dengan kelipatan 0,33. Dalam kurikulum 2013 siswa dinilai dengan 3 kompetensi yaitu: sikap (KI-1 dan KI-2), pengetahuan (KI-3) dan keterampilanb (KI-4).
Sesuai dengan Permendikbud 81A Tahun 2013, untuk KI-3 dan KI-4 peserta didik dapat dikatakan tuntas apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif. Sedangkan untuk KI-1 dan KI-2 peserta didik dinyatakan tuntas jika profil sikap peserta didik secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan. Namun apabila peserta didik belum dinyatakan tuntas untuk kompetensi sikap (KI-1 dan KI-2) maka pembinaan terhadap peserta didik yang secara umum profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling tidak oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan orang tua).54
Permendikbud Nomer 81 A Tahun 2013 menentukan ketuntasan belajar pada predikat dan nilai berikut:
Tabel Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) NILAI KOMPETENSI
PREDIKAT PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP
B- 2.66 2.66 BAIK
54
Adapun keterangannya sebagai berikut:55 a) Nilai Pengetahuan
Capaian kompetensi pengetahuan
(1) Penilaian pengetahuan dilakukan oleh guru mata pelajaran (pendidik), terdiri atas: nilai proses (nilai harian)=NH; nilai Ulangan Tengah Semester =NTS; dan Nilai Ulangan Akhir Semester= NAS.
(2) Nilai Harian (NH) dapat dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, atau penugasan setiap kompetensi dasar (KD) sesuai dengan karakteristik KD tersebut.
(3) Rerata nilai harian (RNH) diperoleh dari rerata hasil tes tulis, tes lisan, dan penugasan setiap Kompetensi Dasar (KD)
(4) Capaian Kompetensi Pengetahuan merupakan rerata atau menggunakan bobot dari data RNH, NTS, dan NAS. Penentuan besarnya bobort pada masing-masing RNH, NTS, dan NAS merupakan kebijakan satuan pendidikan yang dirumuskan bersama dewan guru. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi satuan pendidikan dalam menentukan besarnya bobot adalah: (a) tingkat cakupan kompetensi yang diukur; (b) konsistensi dan kontinuitas pengukuran pencapaian kompetensi; (c) keakuratan pengukuran pelaksanaan masing-masing ulangan; (d) pemenuhan kompetensi secara bertahap dan menyeluruh.
(5) Jika peserta didik belum dinyatakan tuntas untuk KI-3 dan KI-4 maka diberikan remidial individual sesuai dengan kebutuhan kepada peserta didik
55
yang memperoleh nilai kurang dari 2.66 dan diadakan remidial klasikal sesuai dengan kebutuhan apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nillai kurang dari 2.66.
b) Nilai Keterampilan
Nilai keterampilan adalah menilai komptensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, proyek dan penilaian fortofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubik. Rubik adalah daftar kriteria yang menunjukkan kinerja, aspek-aspek atau konsep-konsep yang dinilai dan gradasi mutu, mulai dari tingkat yang paling sempurna sampai nilai yang paling buruk. Nilai KKM pengetahuan keterampilan adalah 2,66. Bila kurang dari nilai ini maka dilakukan remedial sebelum nilai ini dimuat dalam rapor semester tersebut. Nilai keterampilan yang tercakup dalam kurikulum 2013, adalah sebagai berikut:56
(1) Tes Praktek
Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi
(2) Tes Proyek
56
Proyek adalah tugas-tugas belajar (learning task) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelapoiran secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Penilaian proyel merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Pada penilaian suatu proyek setidaknya terdapau tiga penilaian yaitu sebagai berikut:57
(a) Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data secara penulisan laporan
(b) Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam pembelajaran. (c) Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya sendiri, dengan memmpertimbangakan konstibusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek tersebut.
57
(d) Penilain Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik dan ligam atau alat-alat teknologi yang tepat guna yang sederhana.
(e) Penilaian Portofolio
Penilaian ini merupakan penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan-kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya. c) Penilaian Sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri (self assessment), penilaian “teman sejawat” (peer assessment) dan jurnal. Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu. Sikap juga sebagai bentuk ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Penilaian sikap yang dapat dilakukan oleh para guru dengan menilai perilaku sehingga penilaian sikap dilakukan dengan cara observasi perilaku. Kompetensi sikap pada pembelajaran Fisika harus dicapai peserta
didik suda terinci pada KD dari KI 1 dan KI 2. Guru Fisika dapat merancang lembar pengamatan penilaian sikap untuk masing-masing KD. Penilaian sikap tersebut meliputi:58
(1) Penilaian kompetensi sikap melalui observasi (2) Penilaian sikap melalui penilaian diri
(3) Penilaian sikap melalui penilaian antar peserta didik (4) Penilaian sikap melalui jurnal
Jika peserta didik belum dinyatakan tuntas pada kompetensi sikap (KI-1 dan KI-2), maka pembinaan terhadap peserta didik secara umum profil sikapnya belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling tidak oleh guru mata pelajaran, guru BK dan orang tua).