• Tidak ada hasil yang ditemukan

s. Urusan Wajib Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri

Dalam dokumen BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU (Halaman 63-73)

Kota Mataram memiliki karakteristik heterogenitas dari sisi agama, ras, suku dan golongan. Kondisi kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Mataram

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 72 berpeluang untuk terjadinya konflik, sehingga upaya preventif dalam mengantisipasi konflik dan sejenisnya dilakukan melalui komunikasi, koordinasi dan sosialisasi yang intensif dengan unsur kepolisian, TNI, lembaga adat dan kemasyarakatan. Pelaksanaan Urusan Wajib Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pelaksanaan Urusan Wajib Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan untuk mencapai sasaran strategis Meningkatnya kondusivitas wilayah Kota Mataram yang ditetapkan dalam RKPD Tahun 2014.

Tabel 2.33

Capaian Indikator Pembagunan Urusan Wajib Kesatuan Bangsa dan

Politik Dalam Negeri Kota Mataram Tahun 2014

FOKUS LAYANAN URUSAN WAJIB KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI

No Indikator Pembangunan Satuan Realisasi 2014 1 Cakupan Penanganan Konflik kasus 2 2 Kegiatan Pembinaan terhadap

LSM, Ormas, dan OKP

kegiatan 1

3 Kegiatan Pembinaan Politik Daerah

kegiatan 1

4 Jumlah Tower Peringatan Dini

Tsunami Unit 1

5 Inventaris Peralatan

Penanggulangan Bencana Unit 42

6 Kegiatan pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP

Kali

1 7 Kegiatan pembinaan politik

daerah

Kali

1

Komposisi penduduk Kota Mataram yang majemuk dengan berbagai ras, suku dan agama dapat menyimpan potensi konflik, jika tidak ditangani dengan benar. Dalam mengoptimalkan penanganan konflik, beberapa hal yang dilakukan: pertama, meningkatkan intervensi kebijakan Pemerintah Kota Mataram yang aktif mendorong harmonisasi dan mengantisipasi sedini mungkin potensi konflik. Kedua, Pemerintah Daerah secara terus menerus dan aktif memfasilitasi dialog terbuka, menggelar rapat koordinasi, serta melakukan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 73 mediasi penanganan konflik. Tidak ketinggalan keberadaan Komunitas Intelejen Daerah (KOMINDA) dan jejaringnya juga dioptimalkan. Upaya lain adalah memfasilitasi dan mendukung program kerja sejumlah ormas yang merupakan wadah masyarakat untuk membangun pemahaman atas pluralisme dan keberagaman, seperti Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB). Disamping itu, dilaksanakan pula sosialisasi yang efektif untuk Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) pada 6 kecamatan dan penurunan penanganan konflik dari 4 kasus pada tahun 2013 menjadi hanya 2 kasus pada tahun 2014. Upaya penanganan konflik tersebut dengan melakukan musyawarah perdamaian dengan penandatanganan ikrar perdamaian antara pihak yang bertikai dengan melibatkan Tokoh Masyarakat (Toma) dan Tokoh Agama (Toga).

Kota Mataram merupakan salah satu Kota/Kabupaten di Prop. NTB termasuk dalam zona rawan bencana. Dari 14 jenis bencana yang ada di Indonesia, beberapa jenis berpotensi terjadi di Kota Mataram antara lain: Longsor, genangan, banjir, gelombang pasang dan tsunami, abrasi pantai, gempa bumi, angin puting beliung, kebakaran, serta konflik sosial. Potensi bencana ini tentu dipengaruhi oleh kondisi geografis, tofografi, geologis, klimatologi, demografi dan faktor tektonik wilayah NTB dan Indonesia umumnya.

Dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Mataram dari ancaman bencana, khususnya gelombang pasang/tsunami, pada tahun 2013 Kota Mataram mendapat bantuan Tower Peringatan Dini Tsunami dari BMKG Pusat kerjasama dengan GIZ yang dipasang di halaman kantor Kelurahan Ampenan Selatan.

Dalam memberikan pelayanan penanggulangan bencana baik pencegahan, pengurangan risiko bencana, mitigasi bencana, peringatan dini, kesiapsiagaan pada pra bencana, maupun pencarian, pertolongan dan evakuasi, pemulihan darurat saat terjadi bencana, serta rehabilitasi dan rekontruksi pada pasca bencana telah disediakan sarana dan fasilitas penunjang yang memadai agar tujuan penanggulan bencana untuk penyelamatan dan mengurangi penderitaan korban dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, pada tahun 2013 telah disediakan 22 unit peralatan penanggulangan bencana berupa perahu karet, mesin chainsaw, tenda dan lain-lain. Serta tahun 2014 ditambahkan sekitar 20 unit peralatan yang sebagian besar dananya bersumber dari APBN.

t. Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum,

Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian

Dan Persandian

Penyelenggaraan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 74 dilaksanakan oleh: Dinas Pendapatan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah; Sekretariat Daerah Kota Mataram; Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Inspektorat; Badan Kepegawaian Daerah; Badan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah; Kecamatan Cakranegara; Kecamatan Mataram; Kecamatan Ampenan; Kecamatan Selaparang; Kecamatan Sandubaya; Kecamatan Sekarbela; Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI.

Implementasi keseluruhan program dan kegiatan Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian dilaksanakan untuk mencapai sasaran strategis yang tertuang dalam RKPD Kota Mataram Tahun 2014, yaitu “Meningkatnya Kemandirian Pembiayaan Daerah”; “Meningkatnya Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintahan berdasarkan Good Governance” dan “Meningkatnya Efektivitas Penerapan SPM dan SOP”.

Tabel 2.34

Capaian Indikator Pembagunan Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan

Persandian Kota Mataram Tahun 2014”

FOKUS LAYANAN URUSAN WAJIB OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN

No Indikator Pembangunan Satuan Realisasi 2014 1 Realisasi PAD Rp. (juta) 202.589,01 2 Persentase Capaian PAD

terhadap target % 126,23

3 Persentase PAD terhadap

Pendapatan Daerah % 18,70

4 Persentase pejabat struktural yang telah mengikuti diklatpim sesuai eselon

%

65.36

5 Jumlah pelanggaran disiplin

PNS kasus

10 6 Presentase bezeting pegawai % 90.54 7 Monev perijinan pada bagian

ekonomi (SITU, HO) izin 975

8 Penyaluran Raskin Yang Tepat

Sasaran RTS 28.533

9 Penetapan Perda APBD Tepat

Waktu % 100

10 Jumlah pengadaan barang/jasa melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) / E-Procurement.

Paket 58

11 Jumlah pegawai yang memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 75 12 SKPD yang mempunyai SPM &

SOP SKPD 15

13 Rasio jumlah Polisi Pamong

Praja per 10.000 penduduk - 0.55 14 Rasio Jumlah Linmas per

Jumlah 10.000 Penduduk - 0.0186 15 Rasio Pos Siskamling per

jumlah kelurahan - 0.20

16 Pertumbuhan ekonomi % 8.38

18 Sistem informasi Pelayanan Perijinan dan adiministrasi pemerintah

-

Website BPMP2T

19 Jumlah Penegakan PERDA buah 222 20 Cakupan patroli petugas Satpol

PP % 90

22 Jumlah Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten

orang 186

23 Cakupan pelayanan bencana

kebakaran kota % 100

24 Tingkat waktu tanggap (response time rate) daerah layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK)

menit 14

25 Cakupan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa yang baik

% 64

Potensi PAD menjadi semakin meningkat sejak berlakunya Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah karena diberikannya kewenangan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memungut Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sebelumnya menjadi kewenangan pusat. Kedua komponen ini memberikan peningkatan yang signifikan bagi peningkatan PAD secara keseluruhan.

Pada tahun 2013, realisasi PAD sebesar Rp. 139.877.149.931,54 meningkat sebesar Rp. 62.713.659.311,71 atau 44,83% dari tahun 2014 yaitu sebesar Rp. 202.589.009.699,25. Realisasi pada tahun 2014 tersebut melampaui target yang ditetapkan yaitu sebesar 126,23%.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 76 Peningkatan kemandirian daerah juga terlihat dari peningkatan persentase PAD terhadap Pendapatan APBD yaitu dari 16,24% di tahun 2013 meningkat sebesar 2,46% menjadi 18,70% tahun 2014. Peningkatan ini terjadi karena upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram melalui intensifikasi dalam proses pemungutan potensi pendapatan daerah khususnya penerimaan dari pajak daerah dan retribusi daerah; serta ekstensifikasi potensi pendapatan daerah dengan memperluas basis penerimaan yang dapat dipungut oleh daerah dengan mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dijadikan sumber penerimaan, mengidentifikasi pembayar pajak baru/potensial, memperbaiki basis data objek, menjaring wajib pajak daerah/wajib retribusi daerah baru melalui pendataan rutin setiap triwulan.

Terkait dengan persentase pejabat struktural yang telah mengikuti diklat sesuai eselon, sampai tahun 2013, pejabat struktural yang telah mengikuti diklatpim sebanyak 54 orang, terdiri dari diklatpim tingkat II sebanyak 5 orang, diklatpim tingkat III sebanyak 19 orang, dan diklatpim tingkat IV sebanyak 30 orang. Sedangkan pada tahun 2014, pejabat struktural yang mengikuti diklatpim sebanyak 41 orang, yang terdiri dari diklatpim tingkat III sebanyak 10 orang dan diklatpim tingkat IV sebanyak 31 orang.

Terkait dengan jumlah pelanggaran disiplin PNS, pada tahun 2013 kasus yang ditangani sebanyak 36 kasus terdiri dari ijin cerai sebanyak 28 kasus dan 8 kasus pelanggaran disiplin PNS tingkat sedang dan berat. Sedangkan pada tahun 2014 kasus yang ditangani sebanyak 34 kasus yang terdiri dari ijin cerai sebanyak 24 kasus dan 10 kasus pelanggaran disiplin PNS tingkat sedang dan berat. Capaian indikator kinerja rasio pelanggaran disiplin PNS tercapai 100% dari target kasus 14 dapat ditekan hanya 10 kasus pelanggaran disiplin PNS tingkat sedang dan berat pada tahun 2014. Penurunan kasus pelanggaran disiplin PNS tersebut merupakan dampak positif adanya kejelasan pemberian sanksi bagi PNS yang melakukan tindak pelanggaran disiplin PNS sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Terkait dengan bezeting pegawai, mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian PAN dan RB serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah ditindaklanjuti dengan penyampaian Usulan Formasi CPNS Daerah oleh Pemerintah Kota Mataram pada tahun 2014 dan Susunan Kekuatan Pegawai. Realiasasi capaian target bezetting pegawai sebesar 90,54% dari target sebesar 94%. Tidak dapat terpenuhinya target yang diharapkan pada capaian kinerja tahun 2014 disebabkan beberapa hal, antara lain karena adanya ketentuan Pemerintah Pusat melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang memberlakukan kebijakan moratorium penerimaan CPNS mulai tahun 2011 sampai 2013, dimana dalam kebijakan tersebut telah ditetapkan bahwa daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak diperkenankan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 77 melaksanakan rekruitmen CPNS apabila Belanja Tidak Langsung (BTL) yang tertuang dalam APBD melebihi 50%, serta jumlah tenaga honorer kategori II yang ada di Kabupaten/Kota lebih dari 500 orang. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Mataram telah menyusun formasi CPNS dengan mempertimbangkan azas zero growth yaitu pengangkatan CPNS yang didasarkan pada perhitungan jumlah PNS yang memasuki batas usia pensiun (purna tugas). Dalam rangka memfasilitasi pemenuhan kebutuhan kelembagaan DPRD, keberadaan Sekretariat DPRD sebagai salah satu lembaga daerah sangat diperlukan. Peran lembaga ini diarahkan untuk peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sehingga dapat mewujudkan hubungan yang harmonis antara Eksekutif (Pemerintah Kota Mataram) dengan Legislatif (DPRD Kota Mataram). Upaya meningkatnya kapasitas pimpinan dan anggota DPRD dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang lembaga legislatif, dilaksanakan dengan beberapa kegiatan antara lain Penyusunan dan Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah sebanyak 6 Rancangan Perda, hearing/dialog dan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama, rapat-rapat alat kelengkapan dewan, rapat paripurna, kunjungan kerja, kegiatan panitia khusus dan fraksi-fraksi DPRD, kegiatan reses dan pelayanan bantuan hukum Pemda. Dalam menunjang kegiatan DPRD Kota Mataram dialokasikan anggaran sebesar Rp.21.448.924.000 dengan realisasi sebesar Rp.17.995.330.196 atau 84,00%.

Pelaksanaan kinerja program Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat , dan Program Peningkatan Penanaman Modal Daerah dalam monitoring dan evaluasi tindak lanjut pengajuan perijinan SITU dan HO terjadi peningkatan kinerja dari yang ditargetkan, yaitu dari 555 izin di tahun 2013 menjadi 975 izin di tahun 2014.

Pelaksanaan penyaluran Beras Miskin (Raskin) dimana data penerima Raskin merupakan kewenangan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang ditetapkan untuk Kota Mataram sebanyak 28.533. Tersalurkannya Raskin kepada 28.533 RTS di tahun 2013 dan 2014 menjadi salah satu kinerja bagi tercapainya sasaran Meningkatnya Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintahan berdasarkan Good Governance.

Pembinaan umat beragama di Kota Mataram dilaksanakan secara intensif dalam kegiatan sehari-hari. Dengan digalakkan imtaq di sekolah-sekolah dan kantor-kantor pada hari Jum’at diharapkan kualitas Sumber Daya Manusia di Kota Mataram dapat lebih ditingkatkan, utamanya dari segi religiusitasnya. Jumlah pemeluk agama di Kota Mataram tercatat sebanyak 388.898 jiwa pemeluk agama islam, 68.242 jiwa pemeluk agama Hindu, 18.017 jiwa pemeluk Nasrani, dan 7.653 jiwa pemeluk agama Budha dan lainnya. Untuk mendukung

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 78 pelaksanaan kehidupan beragama di Kota Mataram, telah dibangun sarana peribadatan, yaitu 232 Masjid, 163 Pura, 15 Gereja Kristen, 2 Gereja Katholik, dan 11 Vihara. Sementara itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan agama sejak dini, yaitu sebanyak 36 Raudhatul Athfal (RA), 24 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 22 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 12 Madrasah Aliyah (MA), 7 sekolah katholik, dan 6 sekolah kristen.

Dalam rangka mewujudkan salah satu Visi Kota Mataram yaitu Religius, dapat tergambar dalam dukungan berbagai kegiatan keagamaan yang secara rutin dilakukan setiap tahun oleh berbagai pemeluk agama di Kota Mataram. Beberapa kegiatan keagamaan tersebut antara lain: (1) Festival Maulid, (2) Festival Lebaran Topat, (3) MTQ/MFQ, (4) Pawai Ogoh-ogoh. Pertemuan antar umat beragama dilakukan selama 5 kali dalam satu tahun dengan melibatkan seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan. Banyaknya lembaga kelembagaan mengalami peningkatan sebesar 0,44 persen dari tahun 2013 sebanyak 46 kegiatan menjadi 52 kegiatan di tahun 2014. Namun, terjadi penurunan realisasi akibat bertambahnya target capaian yang diinginkan di tahun 2014, yang menyebabkan capaian tercapai 89,81 persen.

Implementasi pelayanan publik sangat berkaitan dengan penyelenggaran pemerintahan yang bersih, jujur dan transparan. Pemantapan komitmen dalam mendukung Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi dan implementasi Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) Kota Mataram merupakan bagian penting bagi terselenggaranya Good Governance.

Jika merujuk hasil Survey KPK terkait Integritas Daerah (ID), Kota Mataram menunjukkan progress ID yang positif pada 7,36 yang berada 1,36 diatas nilai standar minimal KPK sebesar 6,00. Hasil survey KPK menunjukkan kinerja pelayanan publik terutama pada unit pelayanan perijinan, pelayanan kesehatan dasar Puskesmas dan Pengadaan Barang Jasa memiliki kriteria sangat baik. Dalam mendukung pencapaian Integritas Daerah pada bidang lainnya dilakukan upaya peningkatan dalam sistem pengawasan internal, koordinasi pengawasan serta pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH dan pengelolaan keuangan daerah.

Dalam peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan dilakukan pelatihan diklat fungsional pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan untuk memenuhi ketersediaan tenaga fungsional auditor yang memadai . Jumlah auditor tahun 2014 sebanyak 21 orang meningkat sebanyak 2 orang dibandingkan tahun 2013 sebanyak 19 orang. Ketersediaan tenaga auditor dapat mendukung pelaksanaan sistem pengawasan dan pengendalian pengelolaan keuangan daerah.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 79 Kinerja pengelolaan keuangan daerah dimulai dari penyusunan APBD setelah proses perencanaan. Ketepatan waktu dalam penetapan APBD menjadi hal penting guna kelancaran pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.

Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahanan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang mengamanatkan penetapan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember tahun anggaran sebelumnya. Sesuai dengan amanat Permendagri tersebut, Pemerintah Kota Mataram telah menetapkan APBD tepat waktu setiap tahunnya. Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, dengan semangat reformasi pengelolaan keuangan daerah yang ditandai dengan ditetapkannya Undang-Undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara, dimana disebutkan bahwa bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang saat ini dalam penyusunanya wajib mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Berdasarkan ketiga regulasi tersebut pada pada tahun 2010 Pemerintah menerbitkan Peraturan pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) untuk meningkatkan kualitas pertanggungjawaban kinerja pemerintah yang merupakan revisi dari Peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang standar Akuntansi Pemerintah dimana Peraturan pemerintah dimaksud mewajibkan penerapan akuntansi berbasis akrual oleh Pemerintah termasuk Pemerintah Daerah dari yang sebelumnya “ berbasis kas menuju akrual” dan ditegaskan pula dengan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah yang penerapan akuntansi berbasis akrual secara penuh paling lambat Tahun Anggaran 2015.

Dalam mendukung penyesuaian-penyesuaian penerapan peraturan perundang-undangan tersebut Pemerintah Kota Mataram pada tahun 2014 melalui BPKAD membangun SimDaPers dalam rangka pencatatan persediaan yang mendukung Sistem Informasi yang telah dibangun sebelumnya, yaitu SimDa dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga Pemerintah dalam penyediaan Tehnologi Informasi (BPKP, Depdagri, Depkeu) dalam penyediaan Sistem informasi Pengelolaan keuangan. Sistem informasi yang telah dibangunpun tetap dibenahi guna mengakomodir solusi permasalahan yang terjadi pada tahun sebelumnya. Sampai dengan akhir tahun 2014, Simda telah

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 80 dikembangkan menjadi versi 2.7. dimana aplikasi ini mendukung penerapan akuntansi berbasis akrual dan terintegrasi dengan pencatatan barang milik daerah dalam rangka memenuhi Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pengelolan Barang Milik Daerah (BMD).

Dalam upaya penanganan masalah Hukum dan HAM dilakukan 4 kali Konsultasi Publik dan 6 kali publikasi produk hukum daerah selama tahun 2013. Guna peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kepatuhan aparatur dan masyarakat dalam menegakkan nilai-nilai HAM telah tersusun Rencana Aksi Hak Asasi Manusia (RAN-HAM) yang menjadi dasar pelaksanaan harmonisasi nilai-nilai HAM ke dalam program dan kegiatan Pemerintah Kota Mataram.

Disamping itu, Penegakan Peraturan Daerah sebagai bagian penting pelaksanaan kebijakan daerah terus digalakkan, mulai dari tahapan sosialisasi yang intensif, uji coba, dan penerapan produk hukum daerah tersebut. Tim penegakan PERDA berupa tim operasional 20 orang.

Tabel 2.35

Jumlah Produk Hukum Daerah yang Ditetapkan Pemerintah Kota Mataram Tahun 2013-2014

Produk Hukum Tahun 2013 Tahun 2014

Peraturan Daerah Kota

Mataram 11 Perda 10 Perda

Peraturan Walikota Mataram 41 Perwal 51 Perwal Keputusan Walikota Mataram 984 Keputusan 1212 Keputusan Sumber : LAKIP Setda Kota Mataram Tahun 2014

Pada Tahun Anggaran 2013 jumlah paket lelang yang sudah ditenderkan sejumlah 57 paket, dan Tahun Anggaran 2014 jumlah paket yang melalui proses lelang sejumlah 58 Paket.

Jumlah PNS yang memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang dan jasa pada tahun 2013 sebanyak 120 orang, sedangkan pada tahun 2014 berjumlah 87 orang, berkurang sebanyak 33 orang. Hal tersebut disebabkan sebagian PNS yang bersertifikat menduduki Jabatan Struktural di SKPD masing-masing dan tidak mau memperpanjang sertifikat yang dimiliki. Selain itu beberapa PNS yang bersertifikat telah memasuki masa pensiun.

Dari tabel 2.31 menunjukkan bahwa IKU yang berkaitan dengan penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih belum optimal. Beberapa SKPD teknis telah menetapkan SPM (13 SPM) yang ditetapkan oleh Kementerian terkait di Pemerintah Pusat. Dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, saat ini standar yang digunakan masih mengacu pada penetapan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang telah ditetapkan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2008. Tupoksi yang sudah ada menjadi acuan pelaksanaan tugas

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Mataram Tahun 2016 81 kedinasan, serta tugas lain yang diberikan oleh atasan/pimpinan. Upaya yang dilakukan saat ini, yang difasilitasi oleh SKPD terkait, adalah: Melaksanakan asistensi penyusunan SPM dan SOP yang dikoordinasikan oleh Bappeda Kota Mataram, Memantau pelaksanaan penerapan SPM dan SOP melalui mekanisme monitoring dan evaluasi yang tepat sasaran, yang dilaksanakan oleh Bagian APP Setda Kota Mataram dan Bagian Organisasi Setda Kota Mataram, dan Menyusun draft Perwal tentang Penyusunan SOP dan SPM, termasuk pula urgensi dan kebutuhannya bagi kelancaran pelaksanaan tugas pelayanan serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance).

Dalam dokumen BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU (Halaman 63-73)

Dokumen terkait