• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saat Tampil Bercerita

Dalam dokumen Komunikasi Pariwisata Budaya dan Pengemb (Halaman 71-75)

DALAM INDUSTRI KREATIF

METODE PENELITIAN

D. Saat Tampil Bercerita

1. Perhatikan Hal penting ini :

2. Jangan terburu-buru. Lakukan dengan tenang 3. Improvisasi ketika lupa alur cerita

4. Penokohan di sesuai dengan kemampuan 5. Berikan “suasana” & “nada” tertentu

6. Jangan “bungkus” cerita dalam bentuk sindiran 7. Jangan “bungkus” cerita dalam bentuk ceramah! 8. Berikan insentif pada anak

9. Harus tetap harus fun!

10. Menangani berbagai permasalah dgn bijaksana

Selain itu, Pekan Ceria juga masuk dalam menumbuhkan kreatif dalam bidang lain yaitu subsektor kerajinan atau kriya merupakan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi produk kreatif yang dibuat dihasilkan oleh tenaga perajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Pada umumnya produk kerajinan atau kriya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).

Kerajinan kriya yang dimaksud adalah dalam pekan ceria selalu merangsang anak-anak membuat karya . Meski lat-alat karya itu sudah disediakan dan di skala yang lebih besar Kampung Dongeng Pusat dan Aceh sudah melakukan kreatiitas dengan terbitnya buku dan vidio dan CD. Dalam hal ini, kegiatan tersebut masuk dalam industri kreatif. Jika kerajinan yang selalu dipraktekan kepada anak-anak berlangsung di seluruh Indonesia dapat dipastikan akan tumbuh generasi-generasi yang kreatif. Dengan terus dirangsang untuk berkarya dan memproduksi membuat tayangan yang berkaiatan hal yang kreatif dan digital. Dengan generasi yang kreatif dapat membuka lapangan kerja sendiri tanpa menggantungkan kepada pemerintah.

Dongeng dan Upaya Mengurangi Intensitas Penggunaan Gawai

Fungsi yang lengkap ini menjadi satu hal yang idealnya dapat menghadapi gempuran Smartphone atau ponsel cerdas (bahasa Inggris:

smartphone) . Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan arti ponsel cerdas.

Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, ponsel cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan itur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baik sebagaimana jadi maupun dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, ponsel cerdas merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon. Pertumbuhan permintaan akan alat canggih yang mudah dibawa ke mana-mana membuat kemajuan besar dalam pemroses, memori, layar dan sistem operasi yang di luar dari jalur telepon genggam sejak beberapa tahun ini.10

Bukan rahasia umum lagi, di kota –kota besar dan bahkan di desa-desa, kebiasaan masyarakat mengunakan telepon seluler canggih atau gawai saat ini semakin besar, apalagi harga gawai yang relatif terjangkau. Sebagaian masyarakat mengkhawtirkan gejala yang sangat umum bahwa anak-anak dan kaum muda mulai sangat tergantung pada alat atau gadget cangih bernama smartphone itu. 11

Bersamaan dengan itu, berbagai upaya dan cara juga diusahakan agar ketergantungan pada gawai itu mulai berkurang dan anak-anak serta pelajar dan kaum muda dianjurkan untuk memanfaatkan waktu mereka untuk bersosialisasi dengan lingkungannya dengan cara bermain di ruang terbuka, berolahraga bersama, dan kegiatan lainnya yang bisa mengurangi ketergantungan menggunakan gawai.

Kegiatan mendongeng yang ditampilkan dalam pertunjukkan yang menghibur perlahan dapat mempengaruhi anak dan remaja untuk mengurangi aktivitas penggunaan gawai, karena fokus perhatian mereka mulai beralih ke pertunjukkan dongeng. Bahkan jika acara dongeng

10 wikipedia

dipadukan atau kolaborasi dengan acara musik, yang biasa digemari anak anak dan remaja, bisa lebih menarik perhatian mereka.12

Gawai yang dibawa atau digunakan anak-anak dna remaja, malah akan dimanfaatkan untuk mengabadikan acara pertunjukan dongeng yang dirancang menarik. Gawai mereka pasti akan digunakan untuk mengabadikan acara tersebut, dan bukan tidak mungkin juga mereka merekamnya dalam bentuk video.

Apabila menurut anak-anak dan remaja dongeng itu sangat menarik dan interaktif dengan mereka, apalagi tadi, dipadu dengan musik, maka konten gawai mereka akan diisi juga oleh dokumentasi pertunjukan dongeng. Pada sata itulah kita berharap, pengguna gawai mengirim atau membagkan dokumentasi dalam bentuk foto dan video pertunjukan dongeng kepada teman atau grup mereka.

Dalam konteks pemikiran di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa dongeng pun bisa bersahabat atau bersinergi dengan gawai cangih intinya dalam bentuk telepon pintar itu untuk merekam dan mengabadikan pertunjukan dongeng. Sebab dalam konsisi kehidupan saat ini, kita tidak mungkin mengesampaingkan gawai, begitu juga bagi kalangan anak dan remaja, ketergantungan yang sangat tinggi hanya dapat dikurangi dan pada saat bersamaan, dongeng harus mampu mematahkan kebiasaan pengguna gawai yang melulu hanya untuk komunikasi yang tak begitu penting atau hanya untuk sekadar bermain game.13

12 11 June,2017, http://dokteranak.org/manfaat-mendongeng-bagi-pertumbuhan-anak 13 (21-09-2017 8:37 pm https://mepnews.id/2017/09/21/mendongeng-vs-gadget/)

DAFTAR PUSTAKA

Asfandiyar, Andi Yudha, 2007. Cara Pintar Mendongeng, Jakarta: Mizan. Fakhrudin, Muhammad, 2009. “Cara Mendongeng”, Pelatihan Teknik

Mendongeng bagi Guru Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Purworejo tanggal 16 Desember 2003. Universitas Muhammadiyah Purworejo Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu

Sosial.Jakarta: Salemba Humanika

MacDonald, Margaret Read,1995. he Parents Guide Storytelling: How to Make-up New Stories and Retend Old Favourites,USA: Herper Collins Publisher.

Musrifoh, Tadkiroatun, 2008. Memilih, Menyalin, dan Menyajikan Cerita untuk Anak Usia Dini, 29.Mei.2009.www.pestabuku.com

Nurgiyantoro, Burhan 2005. Sastra Anak. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Tempo.co, 26 Januari 2015 “ Akhirnya , Badan Ekonomi Kreatif Diresmikan”. https://nasional.tempo.co/read/637704/akhirnya-badan-ekonomi- kreatif-diresmikan

Tempo.co, 28 April 2017 “Gerakan Literasi Sekolah Wujudkan Nawa Cita./ https://nasional.tempo.co/read/870509/gerakan-literasi-sekolah- wujudkan-nawa-cita wikipedia https://www.google.com/ketergantungan+pada+gadget+makin+tinggi, 11 June,2017, http://dokteranak.org/manfaat-mendongeng-bagi- pertumbuhan-anak

DAN PEMAKNAAN TOLERANSI DALAM HUBUNGAN

Dalam dokumen Komunikasi Pariwisata Budaya dan Pengemb (Halaman 71-75)