Dalam kesempatan kali ini penulis akan memberikan saran untuk kelanjutan karya dari Tompi dan Glenn Fredly, yaitu:
1. Perbanyak lagu-lagu kebaikan yang bertemakan dakwah untuk segala golongan, agama, ras, suku, dan budaya.
Karena musik adalah bahasa universal yang bisa diterima segala kalangan.
2. Sering hadir di acara-acara keagamaan untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang damai dan memiliki ragam budaya.
76 DAFTAR PUSTAKA
Alawiyah, Tuti. Paradigma Baru Dakwah Islam:
Pembedayaan Sosialisasi Mad‟u. Dakwah:
Jurnal Kajian dan Masyarakat.
al-Jibrin, Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz. Cara Mudah Memahami Aqidah Sesuai Al-Qur‟an, As-Sunnah dan Pemahaman Salafus Shahih. Jakarta: Pustaka At-Tazkia, 2006.
Al-Qardawi, Yusuf. Fiqh Musik dan Lagu: Perspektif Al Qur‟an dan Assunah. Bandung: Mujahid Pers, 2002.
Amin, Samsul Munir. Ilmu Dakwah. Jakarta: AMZAH, 2009.
Arifin, M. Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi.
77 Jakarta: Bumi Aksara, 1993.
Arbi, Armawati. Psikologi Komunikasi dan Tabligh. Jakarta: Amzah, 2012.
Asmuni, Syukir. Dasar-dasar Strategi Dakwah. Surabaya : Al-ikhlas 1983.
Bachtiar, Wardi. Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah.Jakarta; Logos, 1997.
Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif
Aktualisasi Metodologi Kearah Ragam Kontemporer. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003.
Depdikbud RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Perum Balai Pustaka,1998.
Echols, John M. dan Hassan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia, 2007.
Efendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2003.
Fajar, Marhaeni. Ilmu Komunikasi: Teori &Praktek.
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.
Gilarnic, David G. Webster‟s Wold Dictionary of America Language. New York: The World Publishing Company, 1959.
Hafidhuddin, Didin. Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani
78 Press, 1998
Hasanuddin. Hukum Dakwah Tinjauan Aspek Hukum Dalam Berdkwah di Indonesia. Jakarta: PT.
Pedoman Ilmu Jaya.
Heryana, Aidil. Majalah Ummi edisi Juli 2011. Jakarta:
PT. Insan Media Pratama.
Hielmy, Irvan. Dakwah Bil Hikmah. Yogyakarta: Mirta Pustaka,2002.
Ilyas, Yunahar. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: LPPI, 2013.
Jumroni dan Suhaimi. Metode-metode Penelitian Komunikasi. Jakarta: UIN Press. 2006.
Kriyantono, Rahmat. Teknis Praktis Riset Komunikasi ( Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations,
Advertasing, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran.
Jakarta:Kencana Prenada Media, 2007.
Mahmud, Ahmad. Dakwah Islam. Bogor:Pustaka Tahriqul,
2002.
Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif EDISI IV. Yogyakarta: Rake Sarasin 2000.
Muhyidin, Asep dan Agus Ahmad Safei. Metode
79 Pengembangan Dakwah. Bandung: CV Pustaka Setia, 2002.
Munawir, Ahmad Warson. Kamus Arab Indonesia al munawir. Yogyakarta: Balai pustaka Progresif.
Musabikh, Ahmad. Analisis Isi Grup Nasyid Izzatul Islam Dalam Dakwah dan Jihad. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2006.
Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2005.
Prasetyo, Bambang. Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2013.
Roudonah. Ilmu Komunikasi. Depok: Rajawali Press, 2019.
Safei, Agus Ahmad. Metode Pengembangan Dakwah.
Bandung: CV Pustaka Setia, 2002.
Salmah, Ismah. Strategi Dakwah di Era Millenium.
Dakwah Jurnal & Komunikasi.
Sanwar, Aminudin. Pengantar Studi Ilmu Dakwah.
Semarang:1985.
Setiawan, Bambang dan Ahmad Muntaha. Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka, 2004.
Shihab, Quraish. Membumikan Al-Qur‟an; Fungsi dan
80 Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat.
Bandung: Mizan, 1996.
Shomad, M. Idris A. Diktat Ilmu Dakwah; Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Jakarta:UIN Syarif Hidayatullah, 2004.
Sobur,Alex. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
2004.
Suhendi, Hendi. Fiqih Muamalah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.
Suherma, Cecep. Musik Sebagai Media Dakwah (Studi Kasus Kelompok Debu). Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2004.
Sujarweni, V. Wiratna. Metodologi Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2014.
Suryanto. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung:
CV Pustaka Setia, 2015.
Syukir, Asmuni. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam.
Surabaya : Al-ikhlas, 1983.
Tasmara, Toto. Komunikasi Dakwah. Jakarta: Gaya Media
Pratama, 1997.
Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan
81 Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Bina Aksara,1986.
Tim Penyusun. Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoere.
Wahid, Umaimah dan Ayu Erifah Rossy. Analisis Isi Kekerasan Seksual dalam Pemberitaan Media Online Detik.com. Jakarta:Universitas Budi Luhur, 2015.
Yunus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta:
Hidakarya Agung, 1990.
http://www.docstoc.com/docs/28535421/PERKEMBANG
AN-MUSIK-DI-INDONESIA-SEPERTI-MUSIK-TRADISIONAL
http://qultummedia.com/20080111222/info/Senandung-Cahaya-Islam-Melalui-Pop- Religi.html
https://www.viva.co.id/siapa/read/594-glenn-fredly (di akses pada Minggu, 28 Juli 2019. Pukul 21.32.
Hasil observasi dan wawancara
Wawancara dengan Ustad Muhammad Sartono pada Rabu, 22 Januari 2020.
Wawancara dengan Daniel Kirnadi pada Kamis, 27 Februari 2020.
Wawancara dengan Pendeta Joses pada Minggu, 19 Juli 2020.
82
83 HASIL WAWANCARA
Narasumber : Muhammad Sartono Hari/Tanggal : Rabu, 22 Januari 2020 Tempat Wawancara : Rumah Pak Sartono
1. Apakah dalam agama islam terdapat Akidah, Muamalah, dan Toleransi?
Pasti, ya karena bahwa semua agama harus diyakini, kita sebagai umat Islam ya jelas agama dasarnya Al-Qur‟an dan Al-Hadits di dalam Al-Qur‟an disebutkan :
ِذ ْعَب ْيِه َّلَِإ َباَحِكْلا اىُجوُأ َييِذَّلا َفَلَحْخا اَهَو ُم َلَْسِ ْلْا ِ َّاللَّ َذٌِْع َييِّذلا َّىِإ ُعيِرَس َ َّاللَّ َّىِإَف ِ َّاللَّ ِتاَيَآِب ْرُفْكَي ْيَهَو ْنُهٌَْيَب اًيْغَب ُنْلِعْلا ُنُهَءاَج اَه
ِباَسِحْلا
“Sesungguhnya agama disisi Allah ialah Islam.
Tidaklah berselisih orang-orang yang diberi Al-Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. Ali Imran: 19)
84 Tetapi dalam ber muamalah juga disebutkan di dalam surat Al-Kafirun
ِييِد َىِلَو ْنُكٌُيِد ْنُكَل ِييِد َىِلَو ْنُكٌُيِد ْنُك َل
“Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu.” (QS. Al Kaifrun:6)
Artinya kalau seandainya dalam bermuamalah atau toleransi itu ya paling sangat dianjurkan, karena bagaimanapun juga sikap baik dan amal soleh itu tidak terlepas daripada akan seseorang. Kalau kita berbaik-baik dengan sesama manusia kita juga pasti baik terhadap Allah, karena bagaimanapun juga manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Tapi kalau masalah Aqidah tidak bisa ditawar-tawar, karena tadi “Lakum Dinnukum Waliadin” tetapi dalam bermuamalah baik kita tentang berdagang, tentang silahturahmi literasi sosial dan sebagainya kita harus sama-sama menghormati,
Karena bagaimanapun juga yang namanya Ukhuwah atau persaudaraan itu ada beberapa hal yang harus kita pegang terutama adalah ukhuwah Islamiyah persaudaraan diantara sesama Islam, lalu yang kedua Ukhuwah Masyariah persaudaraan diantara sesama Manusia, dan yang ketiga Ukhuwah Fatoniyah artinya persaudaraan
85 antar Negara. Jadi kalau kita sesama Negara, sesama Bangsa itu juga harus kita jadikan saudara yang namanya Negara ya artinya kita harus saling menghormati dan lain sebagainya, kurang lebih begitu kalau dalam hal muamalah. Aqidah itu keyakinan pada diri seseorang terhadap sang Maha Pencipta, kita berkeyakinan bahwa Allah itu Satu, Rasulullah sebagai utusannya itu Aqidah namanya, jadi seandainya kalau ada sesuatu yang menyimpang dari Aqidah ya harus kita tidak ikuti.
Umpanya kita menduakan Tuhan, percaya kepada dukun, percaya kepada jabatan, percaya kepada harta itu artinya menduakan Sang Maha Kuasa itu bisa luntur Aqidah kita.
Tidak memiliki Aqidah, artinya semua apapun yang terjadi di muka bumi harus karena Allah, baik kehidupan kita, rezeki kita, jodoh kita, bahkan kematian kita itu namanya Aqidah, kalau menyimpang, menduakan kekuasaan Allah keluar dari Aqidah misalnya disebut murtad.
2. Apa arti Akidah?
Aqidah itu keyakinan pada diri seseorang terhadap sang Maha Pencipta, kita berkeyakinan bahwa Allah itu Satu, Rasulullah sebagai utusannya itu Aqidah namanya, jadi seandainya kalau ada sesuatu yang menyimpang dari Aqidah ya harus kita tidak ikuti, umpanya kita menduakan Tuhan, percaya kepada dukun, percaya kepada jabatan,
86 percaya kepada harta itu artinya menduakan Sang Maha Kuasa itu bisa luntur Aqidah kita, tidak memiliki Aqidah, artinya semua apapun yang terjadi di muka bumi harus karena Allah, baik kehidupan kita, rezeki kita, jodoh kita, bahkan kematian kita itu namanya Aqidah, kalau menyimpang, menduakan kekuasaan Allah keluar dari Aqidah misalnya disebut murtad.
3. Bagaimana cara umat menjalankan akidahnya?
Yang pastinya ketentuannya adalah Qur‟an dan Al-Hadits sejauh apapun yang kita lakukan kalau menyimpang dari itu berarti menyimpang dari Aqidah makanya dalam satu diskusi atau perdebatan kalau seandainya menyimpang daripada itu. Apabila kau berselisih pendapat dengan sesamanya kembalikan kepada Allah. Kalau berbeda pendapat, artinya boleh berbeda pendapat kalau menurut Islam kalau seandainya menyimpang dari Allah dan Rasulnya ya jangan kita ikuti, itu Aqidah.
4. Apa saja pelanggaran atau larangan yang biasa dilakukan umat terhadap akidahnya?
Yang dilarang itu yang menduakan Tuhan seperti halnya kita berobat, anjuran Islam itu berobat kepada ahlinya.
Contoh ke Dokter kan Dokter itu dia mempelajari, menganalisa anatomi tubuh ya dari ujung rambut sampai
87 ujung kaki. Tapi seandainya kita berobat yang lain yang dianjurkan oleh Islam itu ya udah menyimpang udah murtad. Bagaimanapun juga penyakit itu kan Allah yang menjadikan juga Allah yang menyembuhkannya, makanya kalau kita pernah dengar ya bahwa di Mekkah itu ada Rumah Sakit tapi sepi dari kunjungan, karena dia yakin kepada Allah.
Kalau seandainya dia sakit dia Istighfar mohon ampun kepada Allah, masih sakit lagi sedekah, kalau masih sakit lagi barulah berpuasa, cara-cara metode Islam begitu yang namanya pengobatan. Seperti itu jadi kalau seandainya kita sakit ya kadang-kadang lebih percaya sama Dokter, sedangkan dokter hanya sababiyah nya saja kalau seandainya kita percaya sama Dokter itu juga termasuk musrik. Dokter itu hanya perantara, asbab saja tetapi penyakit hanya Allah juga menyembuhkannya. Seperti halnya obat, itu hanya perantara saja, kita harus yakin bahwa segala sesuatu baik penyakit atau sembuh itu karena Allah walaupun tidak berobat ya, nah seperti itu, itu yang harus kita sikapi dalam Islam. Melenceng dari keyakinan itu pelanggarannya, keluar dari ketentuan Allah dan Rasul.
5. Apa yang biasa bapak siarkan untuk umat perihal akidah?
88 Karena kebetulan ilmu semuanya juga ada langit di atas langit bagaimanapun juga terus belajar. Bagaimana pun juga belajar dalam islam itu sejak buaian sampai liang lahat kita harus belajar. Bapak juga usia sekarang sudah 68 tahun tapi terus belajar arti belajar dari penglaman-pengalaman yang sudah, karena manusia yang baik itu adalah belajar dari pengalaman-pengalaman yang telah lalu dan dijadikan peringatan untuk menapakkan ke depan itu konsep dalam kehidupan. Seperti itu kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah dan jadikan pengalaman sebagai guru yang paling baik, karena pengalaman adalah guru yang paling baik dan seharusnya manusia seperti itu.
6. Apa arti muamalah?
Muamalah itu interaksi sosial seperti halnya kita berniaga, kita bekerja terus apapun yang kita lakukan apapun profesinya itu namanya muamalah. Muamalah artinya kita harus mengedepankan Allah dan Rasulnya, kalau dia sebagai pedagang harus jujur jangan mengurangi timbangan. Sebagai profesi Guru juga harus mengedapankan tutur yang baik, kalau yang namanya Guru kan dalam bahasa jawa Digugu dan Ditiru harus menjadi contoh teladan yang baik. Seperti kasus yang sekarang menerpa ini, dimana Guru mengajarkan pramuka ya dia tidak lihat dengan alam sekelilingnya,
89 sekarang kan lagi musim hujan, anak-anak dipaksa untuk menyusuri sungai nah akhirnya terjadi hanyut bahkan sampai ada yang hilang bahkan sampai ada yang meninggal tapi juga sangat disayangkan kepolisian juga terlalu berlebihan.
Guru diperlakukan seperti maling dan garong digunduli, dipakai baju loreng, digelandang tidak pakai alas kaki nah itu juga termasuk tidak baik artinya tidak profesional ini polisi. Seharusnya bagaimanapun juga Guru juga manusia biasa punya khilaf punya salah, seharusnya kalau belum yakin bahwa itu salah tidak boleh di jastifikasi seperti itu, seperti itu dalam muamalah.
7. Bagaimana cara menerapkan muamalah?
Ya dalam menerapkan muamalah tetap juga dasar hukumnya Allah dan Rasul. Selagi apapun interaksi sosial kalau kita di dasari sama Allah dan RasulNya ya insyaAllah, bagaimanapun juga kehidupan ini sangat sebentar ya. Nah kita kalau berinteraksi baik dengan tetangga sebagai pedagang dengan pembeli kalau semua didasari atas karena Allah akan menjadi tenang aja semuanya. Itu menerapkan muamalah.
8. Apa saja pelanggaran atau larangan yang biasa umat lakukan terhadap muamalah?
Ya seperti itu dalam Al-Quran sudah sangat banyak riwayat-riwayat atau kisah-kisah yang begitu bisa
90 membawa petaka bagi kaum atau bagi seseorang. Contoh di umat terdahulu itu tatkala ia mengurangi timbangan diingatkan oleh para utusan Nabi itu akhirnya tidak mematuhi atas Allah dan Rasulnya dia celaka. Pun juga tatkala Nabi Nuh juga mengingatkan kepada umatnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasulnya bahkan dicemoohkan pun sampai kepada putra nya istrinya gak mematuhi apa yang disampaikan Nabi Nuh akhirnya celaka didalam muamalah itu kalau seandainya atas dasar ketentuan Allah dan Rasulnya InsyaAllah selamat.
Dasarnya aqidah nya atas ketentuan Allah dan Rasulnya.
Manusia kan punya kecenderungan selalu berkeluh kesah terkadang ketidak sabaran, jadi ingin instan itu makanya terkadang melakukannya itu terlalu ingin cepat-cepat umpamanya dalam cara berjualan menguarngi timbangan atau juga membuat merugikan konsumen, itu yang dilarang oleh Islam. Harusnya kaya contoh Nabi itu, kalau seandainya dia jualan Nabi itu menyatakan “nih kalau kain ini benar-benar utuh tidak rusak” ya diperlihatkan gak boleh tertutupi harus jelas, apa yang dijualnya, berapa harganya dan didalam Islam yang namanya mengambil untung itu juga jangan terlalu banyak. Okelah, memang dalam Islam kan namanya jualan kan sah-sah saja ya namanya juga jual beli tetapi keuntungan juga tidak boleh berlebihan, umpamanya mengambil paling banyak 10%.
91 Bermuamalah terlalu besar mengambil keuntungan juga kurang baik memang boleh, atau sah-sah saja sih orang jualan. Kalau yang namanya jualan kan ada ijab qabulnya ya, tetapi kalau seandainya ngambil keuntungannya terlalu besar itu juga tidak di anjurkan dalam Islam.
Sering saya sampaikan kalau semua hal yang terkait dengan muamalah itu harus tercatat, umpamanya dalam interaksi jual beli ataupun juga apa yang harus dilakukan dalam hal muamalah ya itu harus ada cara-cara tersendiri.
Bagaimanapun juga apalagi masalah hutang itu juga harus tercatat, ada catatannya, semuanya seandainya tercatat dalam bahasa management ini apa namanya, management lah ya, nah itu InsyaAllah akan menjadi baik.
9. Apa yang biasa bapak siarkan untuk muamalah?
Yang saya ketahui, tentang muamalah itu yang paling jelas di dalam surat Wal-Asri, itu mungkin catatan dan pedoman yang harus kita lakukan, bagaimanapun juga firman Allah menyebutkan:
ِرْصَعْلاَو
1) “Demi masa”
ْيِفَل َىاَسًِْ ْلَا َّىِا رْسُخ
2) “Sungguh manusia berada dalam kerugian”
ە ِّقَحْلاِب اْىَصاَىَجَو ِث ٰحِل ّٰصلا اىُلِوَعَو اْىٌَُهٰا َيْيِذَّلا َّلَِا
92 ِرْبَّصلاِب اْىَصاَىَجَو
3) “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Nah itu Rugi boleh dikatakan terjabar secara penuh, ditafsir secara meluas, itu bisa rugi dalam hal muamalah, rugi dalam urusan dunia, rugi dalam urusan Akherat, siapa yang tidak merugi?. Kalau ketiga itu bisa kita jalankan dalam aspek kehidupan sehari-hari InsyaAllah tidak akan merugi selama-lamanya.
10. Apa arti toleransi?
Toleransi itu artinya menghargai satu diantara yang lain, itu toleransi jelas sekali kalau dalam Islam itu jelas, itu dalam surat Al-Kafirun kan Lakum Dyinnukum Waliyadyin “Bagimu agamu, bagiku Agamaku”. Karena di dalam riwayat nya firman Allah ini diturunkan tatkala kaum jahiliyah menawarkan kepada Rasulullah sehari ikut agama saya, nah sehari ikut agama mu, nah di dalam Islam tidak boleh seperti itu. Kalau yang namanya aqidah, tidak boleh mencla mencle harus yakin, jadi gak boleh di campur adukkan. Jadi. “janganlah kau campurkan kebatilan dan kebenaran” nah pun juga dalam hal beribadah kalau sudah yakin bahwa Allah adalah Tuhanku AllahuRabbi harus yakin apapun ketentuan Allah ya kita
93 ikuti.
Tidak boleh kita sehari beragama Nasrani besok agama Islam. Jadi arti di dalam Indonesia ini sudah jelas, apalagi dasarnya kan sudah pancasila, jadi seandainya mereka-mereka yang menjalankan syariatnya dalam ketentuan agamanya ya silahkan yang penting kita tidak mencampur adukan bersama mereka. Bagi Umat Islam juga begitu dalam menjalankan ketentuan ibadahnya juga harusnya seperti itu. Jadi artinya, toleransi ini begitu sangat baik lah di dalam kita bangsa Indonesia dengan agama apapun juga, dengan hindu dengan budha mereka bersama-sama kita hormati, dimana kala mereka sedang beribadah, merekan hari raya umat atau hari raya lainnya kita hormati mereka dalam menjalankan ibadahnya masing-masing, pun juga dari kalangan mereka pun juga, dari kalangan non muslim nya juga menghormati.
Nah ini menimbulkan keharmonisan, tetapi kalau seandainya kita mencampur adukan hal itu, nah ini namanya bukan toleransi lagi. Masuk kedalam wilayah nya mereka itu yang tidak benar, itu menurut saya ya.
InsyaAllah itu, kalau seandainya hal itu dilakukan ya seperti disini aja lah khususnya kita di lingkungan masjid Al-Ikhlas tatkala ada umat lain yang sedang nyepi, kita hargai, kita tidak membikin gaduh mereka, karena mereka juga beribadah pun juga tatkala seandainya bulan puasa,
94 bulan puasa kan orang beramai-ramai beribadah ya kita tetapkan juga, jam 10 malam itu paling lama karena mereka juga butuh istirahat, speaker mesjid itu gak perlu kita keluarkan suaranya keras-keras, kalau mau ngaji sampai lewat jam tidur tetapi kita tidak menggunakan speaker luar, nah ini bentuk-bentuk toleransi di dalam berinteraksi sosial dengan keluarga.
11. Bagaimana toleransi menurut islam?
Nah kalau pelanggaran itu, kalau seandainya kita menyebarkan agama kepada orang-orang yang sudah beragama itu salah besar, kita ada aturan-aturan nya, karena yang namanya hukum itu ada dua, ada hukum agama ada hukum digama, jadi kalau seandainya hukum agama dilanggar mereka-mereka menyebarkan agama dengan dalih misioneris karena dalam aturan bernegara juga dilarang menyebarkan agama kepada orang yang beragama, pun dalam Islam juga jelas-jelas begitu, ada firman Allah menyebutkan “Tidak ada paksaan dalam agama” makanya manakala ada orang mualaf ya seseorang yang baru masuk Islam itu ditanya, apakah ini atas dasar keinginan sendiri atau paksaan, kalau seandainya dia mau bersyahadat itu harus ditanyakan, karena bagaimanapun juga Islam mendirikan tuntunan dalam Al-Qur‟an itu “Tidak ada paksaan dalam agama”
pun juga didalam aspek kehidupan sehari-hari agama lain
95 juga yang dilarang menyebarkan agama kepada orang yang beragama, nah kecuali mereka-mereka yang animisme, kita dakwah ya kita sampaikan karena dakwah sendiri itu bukan hanya dengan cara lisan, karena ujung-ujungnya orang beragama yang paling baik ajaranya, orang yang berakhlak baik, nah itu indikasi seseorang yang baik dalam beragama itu bagaimana akhlaknya makanya Rasulullah di dalam salah satu sabdanya “aku diutus semata-mata untuk memperbaiki akhlak” nah itu.
12. Perilaku apa yang mencerminkan tentang toleransi?
Al-Qur‟an menyebutkan “dan janganlah kau jual ayatKu dengan harga yang sedikit” kalau seandainya dia menjual agama, ini musibah sebenarnya. Karena bagaimanapun juga kalau Islam sudah berkata Islam itu sudah berpolitik sebenarnya, tapi kalau dia menjual-jual ayat atas nama agama untuk berpolitik sebenarnya tidak baik dalam berpolitik. Karena bagaimanapun juga kalau kita bicara Islam itu sudah bicara politik sebenarnya tapi yang dilarang oleh Islam itu yang menjual-jual ayat untuk kepentingan politik, nah itu yang dilarang karena bagaimanapun juga refleksi dalam politik. Tarolah masa pilpres kemarin banyak caleg-caleg kita itu yang berkampanye itu dengan cara menjual agama, itu yang tidak akan bisa abadi.
13. Apa yang biasanya bapak siarkan untuk toleransi?
96 Bagaimanapun juga, ujung-ujung daripada pemerintahan hasil akhir yang harus dicapai itu ada untuk kesejahteraan umat dan rakyat, tapi kalau seandainya dia sudah terpilih tapi dia tidak bisa mensejahterakan. Nol besar politik yang mereka lakukan karena bagaimanapun juga di Indonesia ini memang boleh dikatakan yang paling besar dalam hal berpolitik ini karena sistemnya ya seperti itu demokrasi. Akhirnya setelah dia mengularkan ongkos menjadi besar, dia kembali. Seharusnya hal itu yang harus kita rubah jangan punya sifat pragmatis.
Harusnya kita mencari taro lah Calon Presiden Caleg segala macem kalau dia hobi mengeluarkan dengan politik-politik uang akhirnya kan ongkos besar dan ketika dia sudah berkuasa, ingin kembali, ingin balik modal itu harus ada edukasi politik kepada umat, kepada rakyat harusnya ya tadi jangan pragmatis. InsyaAllah kalau Indonesia ke depan kita edukasi politik secara benar itu akan menjadi ringan, tidak akan high cost lagi. Nah seperti itu kira-kira.
14. Apa itu musik menurut agama islam?
Kalau musik ya sebenarnya dalam Islam ini masih
Kalau musik ya sebenarnya dalam Islam ini masih