9 Adapun tujuan penulisan ini dapat menjawab sesuai dengan rumusan masalah, yaitu:
a) Untuk mengetahui isi pesan dakwah yang mendominasi dalam lagu Agamamu Agamaku.
b) Untuk mengetahui relevansi lagu Agamamu Agamaku dengan kondisi saat ini
2. Manfaat Penelitian a) Secara praktis
Penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang dapat menambahkan wawasan dan memberikan masukan positif bagi mahasiswa, masyarakat, dan bagi pihak-pihak yang terkait dalam mengetahui tentang isi pesan dakwah dalam lagu „Agamaku Agamamu‟ yang dipopulerkan oleh Glenn Fredly dan Tompi. Serta memberikan informasi dan masukan pengetahuan untuk penelitian serupa di masa yang akan datang.
b) Secara teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi penulisan terapan dan memperkaya ilmu di bidang komunikasi, khususnya dalam memahami bagaimana analisis isi pesan dakwah dalam lagu
„Agamamu Agamaku‟ yang dipopulerkan oleh Glenn Fredly dan Tompi serta memahami yang menjadi sasaran dalam penyampaian pesan tersebut.
10 D. Tinjauan Pustaka
Demi menghindari segala bentuk plagiat, dalam penulisan laporan penellitian ini telah dikaji di perpustakaan.
Menurut kajiannya, penulis telah menemukan hasil penulisan terdahulu yang membahas tentang isi pesan dakwah. yaitu:
1. Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Grup Musik Vagetoz Album Kuatkan Aku”, yang ditulis oleh Achmad Anwar Sjadad, mahasiswa Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, tahun 2013.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah dalam lagu-lagu pop yang dibawakan oleh grup musik Vagetoz. Jenis penelitian ini adalah survai dengan teknik analisis isi, yaitu menjelaskan hasil data yang diperoleh dari penelitian dalam bentuk statistik. Setelah dilakukan analisis diperoleh hasil bahwa pesan dakwah yang terdapat di dalam kedelapan lirik lagu album Kuatkan Aku grup musik Vagetos yaitu pesan akidah, pesan akhlak, dan pesan muamalah.
2. Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu KH Husnu Ma‟ad pada Album Lagu-Lagu Festival Tingkat Nasional Lasqi yang ditulis oleh Yuliyanti, mahasiswi Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah dalam lagu-lagu KH Husnu Ma‟ad
11 dalam festival tingkat nasional Lasqi. Jenis penelitian ini adalah survai dengan teknik analisis isi, yaitu menjelaskan hasil data yang diperoleh dari penelitian dalam bentuk statistik. Setelah dilakukan analisis diperoleh hasil bahwa pesan dakwah yang terdapat di dalam lirik lagu KH Husnu Ma‟ad pada album lagu-lagu festival tingkat nasional Lasqi yaitu pesan akidah, pesan akhlak, dan pesan syari‟ah.
3. Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Jihad Soldier Grup Band Tengkorak, yang ditulis oleh Pandu Priambodo, mahasiswa Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah dalam lagu Jihad Soldier yang dibawakan oleh grup musik Tengkorak. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi deskriptif.. Setelah dilakukan analisis diperoleh hasil bahwa pesan dakwah yang terdapat di dalam lirik lagu Jihad Soldier grup musik Tengkorak yaitu pesan akidah, pesan akhlak, dan pesan syari‟ah.
E. Bingkai Teoritis dan Metodologi Penelitian 1. Bingkai Teoritis
a) Teori Materi Dakwah
Materi dakwah sebagai pesan dakwah merupakan isi ajakan, anjuran dan ide gerakan dalam rangka
12 mencapai tujuan dakwah. sebagai isi ajakan dan ide gerakan dimaksud agar manusia menerima dan memahami ajaran tersebut. supaya ajaran islam benar-benar diketahui, dipahami, dihayati,dan diamalkan sebagai pedoman hidup dan kehidupannya.8 Pada dasarnya materi dakwah islam tergantung pada tujuan dakwah yang hendak dicapai, namun secara global dapat dikatakan bahwa materi dakwah dapat diklasifikasikan menjadi tiga hal pokok. yaitu:
1) Masalah Keimanan (Aqidah). Aqidah dalam islam adalah sebagai i‟tikad batiniyah aqidah mencakup masalah-masalah yang erat kaitannya dengan rukun iman.
2) Masalah Ke-islaman (syari‟ah) Syari‟at dalam islam erat hubungannya dengan amal lahir (nyata) dalam rangka mentaati semua peraturan atau hukum Allah guna mengatur hubungan dengan anusia dengan tuhanNya dan mengatur pergaulan hidup manusia dengan manusia.
3) Masalah Budi Pekerti (Akhlak) Masalah akhlak dalam masalah dakwah dari segi aktifitas tentunya sebagai materi dakwah, ini merupakan hasil atau buah ke-imanan dan ke-Islaman
8 Sanwar, Aminudin, Pengantar Studi Ilmu Dakwah (Semarang:1985), 74.
13 seorang.9
2. Metodologi Penelitian
Penulisan karya ilmiah ini, penulis menyesuaikan pada metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi deskriptif. Analisis isi ini merupakan suatu penelitian yang bersifat mendalam terhadap suatu informasi tertulis maupun tercetak dalam media massa10. Penelitian analisis isi dipilih oleh penulis dengan berfokus pada lirik lagu dimana pesan dakwah yang dilakukan oleh Glenn Fredly dan Tompi dapat mengajak mad‟u untuk menuju kebaikan, maka diperlukan pengumpulan data dari informan agar dapat mengetahui dan memahami pesan dakwah yang terkandung dalam lagu tersebut.
a. Subjek dan Objek Penelitian
Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah Kyai, Pendeta, dan Sastrawan. Sedangkan objek penelitiannya adalah Lagu Agamamu Agamaku dari Tompi dan Glenn Fredly.
Tabel. 1 Komunikasi (Jakarta: Universitas Terbuka, 2004), 79.
14
No. Nama Jabatan Tempat Wawancara
1
15
1) Keterkaitan antara lirik lagu dengan
1) Keterkaitan antara lirik lagu dengan
9-10
16
Tak diperintahkan jadi
sama agamamu
agamaku hidup bersama.
1) Keterkaitan antara lirik lagu dengan Al-Kafirun ayat 6.
2) Keterkaitan antara lirik lagu dengan
17
18
3. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data:
19 a) Kategorisasi : Kategorisasi merupakan komponen utama yang harus ada dalam penelitian analisis isi. Oleh karena itu peneliti mengkategorisasikan isi pesan dakwah yang terkandung dalam lagu Agamamu Agamaku yang digolongkan dalam akidah, muamalah, dan toleransi.
Tabel. 3 Kategorisasi Isi Pesan
No. Kategori Sub. Kategori Keterangan 1 Dakwah menggunakan komunikasi langsung antara peneliti dengan Kiyai, Pendeta, dan Sastrawan
20 secara mendalam atau sebuah dialog untuk memperoleh informasi mengenai gambaran umum tentang lagu, penciptaan, latar belakang, motif, dan mencari data untuk memperkuat argumentasi.
c) Observasi : Observasi merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan agar dapat menampilkan gambaran atas suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab suatu penelitian.11 Peneliti akan mendengarkan dan mencari tahu makna lagu Agamamu Agamaku.
d) Dokumentasi : Mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa foto, teks, maupun hal-hal yang berhubungan dengan lagu Agamamu Agamaku dari Glenn Fredly dan Tompi di internet.
F. Komunikasi Intra Pribadi Dakwah Dzatiyah dan Fardiyah
1. Dakwah Dzatiyah melalui pendekatan komunikasi intra pribadi Dakwah dzatiyah adalah dakwah kepada diri sendiri melalui pendekatan komunikasi di dalam diri. Pendakwah dan mitra dakwah melatih dirinya menjadi manusia yang sehat jasmani sebagai makhluk basyariah. Mereka menjadi
11 V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2014), 32.
21 manusia yang sehat jiwanya sebagai makhluk insaniyah.
Manusia memiliki kapasitas jasmani, potensi-potensi kemanusiaan, dan potensi-potensi kejiwaan. Pendekatan komunikasi intrapribadi ini menjelaskan dakwah dzatiyah.
Kata dzatiyah ini mengikuti definisi tarbiyah dzatiyah.
Dakwah dzatiyah ini, mengajak diri sendiri untuk mengenal diri sendiri sebagai hamba Allah, khalifah di humi, mengenal Allah yang berkesinambungan dan hubungan komunikasi terjadi hubungan interaktif antara hamba dan pencipta-Nya.12
Dakwah dzatiyah meliputi semua komponen komunikasi dakwah dan proses komunikasi dakwahnya yaitu komunikator, pesan, saluran, dan mitra dakwahnya.
Peristiwa dakwah mencakup dimensi komunikasi manusia, bagaimana seseorang berada dalam tiga dimensi komunikasi yaitu, tingkat komunikasi, konteks komunikasi dan saluran komunikasi. Tingkat komunikasi terdiri dari individu, keluarga, sahabat, kelompok, komunitas dan organisasi tingkat lokal, nasional dan internasional.
Konteks komunikasinya adalah perdagangan, politik, pendidikan, dan penyuluhan. Saluran komunikasi menggunakan media cetak dan media elektronik, baik langsung maupun tidak langsung. Pendekatan komunikasi
12Armawati Arbi, Psikologi Komunikasi dan Tabligh, (Jakarta: Amzah, 2012), 17.
22 intrapribadi dalam dakwah dzatiyah, komunikasi intrapribadi meliputi sensasi, persepsi, memori, dan cara berpikir yang Islami.
Dakwah Dzatiyah mencakup kekuatan sensasi, persepsi, menjaga memori dan kekuatan cara berpikir pendakwah dan mitra dakwahnya. Sebelum memanggil dan mengajak seseorang, pendakwah memiliki kekuatan kesehatan jasmani, rohani dan kecerdasan spiritual yang tetap menjaga potensi bingkai fitrahnya ke dalam bingkai kepribadian muslim. Seorang pendakwah harus mampu memperhatikan faktor personal dan juga faktor lingkungan dalam menjalankan dakwahnya. Dalam berdakwah para da‟i juga harus mempunyai kecerdasan yang baik dalam menyampaikan pesan dakwahnya.13
Adapun kecerdasan menurut psikologi Islam dalam dimensi manusia adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan nafs.
Berikut Model Komunikasi Intrapribadi ( Armawati Arbi, 2018 ) :
Gambar 1
Konsep Komunikasi Intra Pribadi
13Armawati Arbi, Psikologi Komunikasi dan Tabligh, (Jakarta: Amzah, 2012), 83.
23 G. Peta Konsep
Berikut ini penulis akan memaparkan pesan dakwah dalam lagu Agamamu Agamaku. Pesan dakwah ini disebut juga dengan model komunikasi intra pribadi
Gambar 2
24 Pesan-pesan dakwah diatas merupakan contoh yang positif. Dimana dalam dimensi akidah manusia meyakini adanya perbedaan, dimensi muamalah menjadikan hubungan manusia dalam interaksi sosial sesuai syariat, dan dimensi toleransi menjadikan sikap menghargai perbedaan diantara mereka.
H. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, Sistematika Penulisan.
BAB II TINJAUAN TEORITIS
Definisi Analisis Isi, Pengertian dan Aspek Dakwah, Kekuatan KIP.
Menerima Diri Sendiri.
Dakwah Tsaqafah melalui Komunikasi Antar
Budaya dan Agama.
25 Kategorisasi Pesan Dakwah, Pengertian Lagu dan Musik, Lagu sebagai Media Dakwah.
BAB III GAMBARAN UMUM GLENN FREDLY DAN TOMPI Sejarah bermusiknya Glenn Fredly dan Tompi, Visi Dan Misi, Gambaran Umum Lagu Agamamu Agamaku, Biodata Glenn Fredly dan Tompi, Album-Album Glenn Fredly dan Tompi.
BAB IV PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU AGAMAMU AGAMAKU
Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Agamamu Agamaku Termasuk Pesan Toleransi, Pesan Muamalah, dan Pesan Syukur. Pesan Lagu Yang Mendominasi dalam Lirik Lagu Agamamu Agamaku.
BAB V PENUTUP
Kesimpulan dan Saran.
26 adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Metode analisis isi merupakan suatu teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan, atau suatu alat untuk mengobservasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang terbuka dari komunikator yang dipilih.15
Neuman menyebutkan bahwa “content analysis is a technique for gathering and analyzing the content of text”.
Pengertian isi dari teks ini bukan hanya tulisan atau gambar saja, melainkan juga ide, tema, pesan, arti, maupun simbol-simbol yang terdapat dalam teks, baik dalam bentuk tulisan (seperti buku, majalah, surat kabar, iklan, surat resmi, lirik lagu, puisi, dan sebagainya), gambar (misalnya film, foto, lukisan, atau pidato. Penelitian ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan penelitian survei dan eksperimen
14 Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004), 4.
15 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif Aktualisasi Metodologi Kearah Ragam Kontemporer, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), 134.
27 karena subjek penelitiannya adalah benda mati yang tidak bereaksi dan penelitiannya dapat membandingkan dengan lebih mudah antara satu subjek dengan subjek lainnya.
Misalnya kita dapat melakukan analisis isi terhadap lirik lagu yang diciptakan oleh Ebiet G Ade.16
Seorang peneliti dapat menerapkan prinsip-prinsip penelitian survei, misalnya populasi dan penarikan sampel, kemudian mengolah data, dan menampilkannya pada tabel atau grafik. Perbedaannya hanya terdapat pada unit analisisnya. Jika pada penelitian survei digunakan unit analisis individu, keluarga, atau masyarakat, pada penelitian analisis isi unit analisisnya dapat berupa majalah. Jika kita ingin meneliti tentang kata-kata salah yang ada pada majalah A, kita dapat menentukan populasinya adalah majalah A dengan teknik penarikan sampel acak sederhana pada halaman utama, dan sebagainya. Kemudian kita olah dan sajikan data tersebut.
Content analysis menurut Bacus adalah analisis ilmiah tentang isi pesan suatu komunikasi.17 Sedangkan menurut R.
Holsti, analisis isi adalah suatu metode analisis pesan dalam suatu cara sistematis yang menjadi petunjuk untuk mengamati dan menganalisis pesan-pesan tertentu yang
16 Bambang Prasetyo, Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2013), 167.
17 Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif EDISI IV (Yogyakarta: Rake Sarasin 2000), 68.
28 disampaikan oleh komunikator. Holsti menengahkan lima ciri content analysis, yaitu:
1. Teks perlu diproses dengan aturan dan prosedur yang telah dirancang.
2. Teks diproses secara sistematis; mana yang termasuk dalam suatu kategori, mana yang tidak termasuk ditetapkan berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan.
3. Proses menganalisis data haruslah mengarah ke pemberian sumbangan pada teori; ada relevasi teoritiknya.
4. Proses analisis tersebut mendasarkan pada deskripsi yang dimanifestasikan.
5. Bagaimana content analysis haruslah menggunakan teknik-teknik kuantitatif.18
Fungsinya yang begitu kompleks, media massa seperti surat kabar, majalah, film, novel, dan bentuk komunikasi lain dapat berperan dalam segala aktivitas individual ataupun organisasi, termasuk sebagai sumber informasi yang menciptakan kerangka berpikir bagi masyarakat.
Media massa meneruskan pengetahuan dan nilai-nilai dari generasi terdahulu.19 Penggunaan analisis isi dilakukan bila
18 Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif EDISI IV (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000), 71.
19 Alex Sobur, Analisis Teks Media Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, Analisis Framing, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012), 31.
29 ingin memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang. Analisis isi dapat juga digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi seperti: surat kabar, buku, puisi, lagu, cerita, lukisan, pidato, surat, peraturan undang-undang, musik, iklan dan sebagainya.20
Analisis isi merupakan salah satu metode yang dapat menganalisis hampir semua bentuk komunikasi, yaitu dengan memperlajari isi media baik itu surat kabar, radio, film, televisi maupun semua bentuk-bentuk dokumentasi lainnya. Lewat analisis isi, peneliti dapat menganalisa gambaran isi, karakterisik pesan, dan perkembangan dari suatu isi.21 Analisis isi kuantitatif menfokuskan risetnya pada isi komunikasi yang tersurat. Karena itu tidak dapat digunakan untuk mengetahui isi komunikasi yang tersirat. Karena itu diperlukan suatu analisis isi yang lebih mendalam dan detail untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkanya dengan konteks sosial/realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat. Karena semua pesan (teks, simbol, gambar dan sebagainya) adalah produk sosial dan budaya masyarakat. Inilah yang disebut analisis isi kualitatif.22
20 Jumroni dan Suhaimi, Metode-metode Penelitian Komunikasi (Jakarta: UIN Press, 2006), 68.
21 Ayu Erifah Rossy dan Umaimah Wahid, Analisis Isi Kekerasan Seksual dalam Pemberitaan Media Online Detik.com, (Jakarta:Universitas Budi Luhur, 2015), 157.
22 Rahmat Kriyantono, Teknis Praktis Riset Komunikasi (Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertasing, Komunikasi Organisasi, Lomunikasi Pemasaran), (Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2007), 247.
30 Analisis isi kualitatif ini bersifat sistematis, analitis tapi tidak kaku seperti dalam analisis kuantitatif. Kategorisasi dipakai hanya sebagai guide, diperbolehkan konsep-konsep atau kategorisasi yang lain muncul selama proses riset. Saat ini telah banyak metode analisis yang berpijak dari pendekatan analisis isi kualitatif. Antara lain analisis framing, analisis wacana, analisis tekstual, semiotic, analisis retorika, dan ideological criticism. Periset dalam melakukan analisis bersikap kritis terhadap realitas yang ada dalam teks yang dianalisis.
Pendekatan kritis tersebut dipengaruhi oleh pandangan Marxis yang melihat media bukanlah kesatuan yang netral, tetapi media dipandang sebagai alat kelompok dominan untuk memanipulasi dan mengukuhkan kekuasaan dengan memarjinalkan kelompok yang tidak dominan. Pada dasarnya analisis isi kualitatif (kritis) memandang bahwa segala macam produksi pesan adalah teks, seperti berita, iklan, sinetron, lagu, dan simbol-simbol lainnya yang tidak bisa lepas dari kepentingan-kepentingan sang pembuat pesan.23
B. Pesan
Pesan dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pla, isyarat, dan simbol. Pesan dalam model Shannon Weaver, sebagaimana dikutip oleh Roudhonah diartikan sebagai sesuatu yang dikirim kemudian diterima dalam proses
23 Rahmat Kriyantono, Teknis Praktis Riset Komunikasi (Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertasing, Komunikasi Organisasi, Lomunikasi Pemasaran),(Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2007), 247-248.
31 komunikasi yang tiada lain adalah data, fakta, kata simbol, dan isyarat. Jadi pesan merupakan sesuatu yang disampaikan dan dikirim oleh komunikator dan diterima oleh komunikan yang bisa terdiri atas isyarat ataupun simbol yang sebenarnya tidak mengandung makna. Makna adalah balasan terhadap pesan. Makna akan timbul bila seseorang yang menafsirkan isyarat atau simbol bersangkutan dan berusaha memahami artinya.24
Secara garis besar pesan dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Pesan Verbal
Pesan verbal merupakan jenis simbol yang menggunakan kata. Kata-kata tersebut adalah suatu abstraksi dari realitas individual yang tidak mampu meninimbulkan reaksi yang merupakan totalitas objek atau konsep yang diwakili oleh kata-kata. Pesan verbal termaksud dalam semua jenis simbol yang memakai satu kata atau lebih25. Jenis pesan verbal yaitu komunikasi dengan muka, komunikasi dengan mata, komunikasi dengan sentuhan, komunikasi antar ruang, dan komunikasi antar waktu.
2. Pesan Non-verbal
24 Roudonah, Ilmu Komunikasi, (Depok: Rajawali Press, 2019), 107-108
25 Marhaeni Fajar, Ilmu Komunikasi: Teori &Praktek, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2009), 52.
32 Pesan non verbal merupakan perbuatan manusia yang dilakukan secara sengaja dikirimkan dan diinterpretasikan seperti tujuannya dan memiliki potensi akan adanya umpan balik dari yang menerimanya. Pesan non verbal serupa dengan komunikasi lisan yang menggunakan saluran komunikasi diantara keduanya saling menguatkan satu sama lain.26
Marhaeni dengan mengutip Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengemukakan bahwa komunikasi non verbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam komunikasi yang dibuat oleh individu dan digunakan juga oleh individu itu sendiri, yang memiliki nilai pesan tersembunyi bagi pengirim dan penerima. Istilah non verbal ini biasa digunakan untuk mendeskripsikan suatu peristiwa dalam komunikasi di luar ata-kata yang terucap tertulis.
Misalnya bahasa tubuh ada isyarat tangan, gerakan kepala, ekspresi wajah, dan tatapan mata. Kemudian ada sentuhan, penampilan fisik yang berupa busana dan karakteristik fisik ada warna dan lain-lain.27
C. Dakwah
1. Pengertian Dakwah
26 Suryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2015), 183-185.
27 Marhaeni Fajar, Ilmu Komunikasi: Teori & Praktek, 53-54.
33 Secara etimologi dakwah berasal dari bahasa Arab yang da‟aa yang artinya mengajak, mengundang, dan memanggil. Kemudian menjadi kata yad‟uw yang mengandung arti panggilan, undangan, dan ajakan.
Sedangkan Prof. H. Mahmud Yunus berpendapat bahwa kata dakwah mempunyai dua akar yaitu: da‟aa berarti menyeru, memanggil, mengajak, dan menjamu. Kedua adalah du‟aa yang mengandung arti memanggil, mendo‟a, dan memohon.28
Dakwah secara etimologi berasal dari kata da‟a, yad‟u, da‟watan yang berarti mengajak, menyeru, memanggil dan mengundang. Dakwah Islam dapat dipahami sebagai ajakan, seruan, panggilan kepada Islam untuk orang lain masuk ke dalam Sabilillah (Jalan Allah) secara menyeluruh (Kaffah), baik melalui lisan, tulisan maupun perbuatan.29
Pada prakteknya, pengertian dakwah secara umum tidak dapat dipisahkan denga pengrtian komunikasi itu sendir. Dakwah dan komunikasi mempunyai satu pengertian dan tujuan yang sama. Hakikat komunikasi adalah proses pernyatan antar manusia. Hal tersebut adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain
28 Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia (Jakarta: Hidakarya Agung,1990), 127.
29 Ismah Salmah, Strategi Dakwah di Era Millenium. (Dakwah Jurnal
& Komunikasi), 2.
34 dengan megugakn bahasa sebagai penyalurnya.30 Pikiran dan perasaan adalah isi pesan dalam berkomunikasi, sedangkan bahasa adalah sebagai lambang berkomunikasi.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Dan juga dalam firman-Nya dalam surah Al-Imron ayat 104 :
ِيَع َىْىَهٌَْيَو ِفْوُرْعَوْلاِب َىْوُرُهْؤَيَو ِرْيَخْلا ىَلِا َىْىُعْذَّي ةَّهُا ْنُكٌِّْه ْيُكَحْلَو َى ْىُحِلْفُوْلا ُنُه َكِ ىٰۤلوُاَو ِۗ ِرَكٌُْوْلا “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung.”
Sedangkan dakwah menurut terminology (istilah) mengandung beberapa arti yang beraneka ragam. Hal ini tergantung dari sudut mana para ahli ilmu dakwah memberikan pengertian atau mendefinisikan dakwah itu sendiri, sehingga
30 Onong Uchjana Efendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2003), 28.
35 antara definisi satu dengan yang lainnya terdapat kesamaan dan perbedaan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini penulis menyajikan beberapa definisi dakwah:
a) M. Quraish Shihab : “Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat.”31
b) Wardi Bachtiar : “Dakwah adalah suatu proses upaya mengubah sesuatu situasi kepada situasi lain yang lebih baik sesuai ajaran Islam, atau suatu proses mengajak manusia ke jalan Allah yaitu Al-Islam.”32
c) M. Idris A. Shomad : “Dakwah Islam ialah menyampaikan Islam kepada umat manusia seluruhnya dan mengajak mereka untuk komitmen dengan Islam pada setiap kondisi dimana serta kapan saja, dengan metodologi dan sarana tertentu, untuk tujuan tertentu.”33
d) Tim Penyusun Ensiklopedi Islam : “ Dakwah adalah setiap kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis akidah, syariat dah akhlak
31 Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur‟an; Fungsi dan Peran
31 Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur‟an; Fungsi dan Peran