• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN WAWANCARA A.Identitas Informan

B. Hasil Wawancara

Peneliti : Selamat Pagi Pak, mohon maaf mengganggu

waktu bapak,saya Siti Rizqy Utami, mahasiswi IAIN salatiga yang melakukan penelitian tentang toleransi di SMP Pangudi Luhur Salatiga.

Narasumber :Selamat Pagi mbak, ada yang bisa saya bantu?

Peneliti :Disini saya akan membacakan beberapa

pertanyaan kepada bapak mengenai toleransi antar umat beragama di SMP Pangudi Luhur Salatiga. Narasumber :Iya mbak, silahkan.

Peneliti :Langsung kepada pertanyaan pertama ya Pak,

bagaimana sikap Bapak ketika memiliki murid yang berbeda agama dengan anda?

Narasumber :Tidak masalah, kita anggap semuanya anak.

Peneliti :Bagaimana gambaran toleransi yang Bapak/Ibu

lakukan terhadap mereka yang berbeda agama? Narasumber :Kita hargai perbedaan itu, konsep kita adakah

Bhineka Tunggal Ika, jadi walaupun berbeda budaya, beda agama kita tetap bhineka tunggal ika, apapun yang menjadi cirri khas masing-masing kita tanamankan kepada siswa, pandangan

131

guru juga positif, Islam indah, Katolik indah Kristen indah Budha juga indah kita wajib saling hormat menghomati.

Peneliti :Adakah perlakuan khusus terhadap siswa yang

berbeda agama, kaitannya dengan keadilan dalam memberikan hukuman jika berbuat salah?

Narasumber :Semua sama, di tempat ini kalau mempunyai kesalahan ya minta maaf kalau sanksi ya mengambil daun yang jatuh itu, sebagai bentuk pendampingan, jadi ya kalau ada hal-hal yang kurang tertib ya kita arahkan, sudah kami anggap sebagai anak sendiri.

Peneliti :Adakah perlakuan khusus terhadap siswa yang

seagama, kaitannya dengan keadilan dalam memberikan hukuman jika berbuat salah?

Narasumber :Sama, agama apapun perlakuannya sama, kita anggap anak sendiri, teguran dan pendampingan itu yang penting kita lakukan.

Peneliti :Bagaimana penilaian Bapak megenai penerapan

nilai-nilai toleransi di sekolah

Narasumber :Kami senang. Toleransi antar umat beragama, ketika hari Jumat kami pulangkan awal supaya sudara-saudara kita bisa sholat Jum’at, lalu ketika

perayaan hari besar agama kita saling mendukung, ketika perayaan natal kita tampil atraksi bersama di aula dipimpin pastur, agar bisa tau o Pastur itu seperti ini memberikan wejangan-wejangan yang seperti ini, ketika Halal bi Halal ya kita mengadakan Halal bi Halal, nanti yang memberi tausiyah dari dinas pendidikan pak nadzir kadang juga pak Frizt dari Panti Wiloso Tomo itu, pas Halal bi Halal anak juga kami kumpulkan siapa yang bisa main Rebana di kampung, kemudaian kami kumpulkan kami fasilitasi Rebana, kami pinjamkan, berlatih satu minggu, kemudian waktu

132

kegiatan Halal bi Halal ketika ustadznya datang kita sambut pakai Asyroqolan, selesai itu memberikan tausiyah kepada anak-anak, ada Rebana juga di panggung,

Kemudian tradisi ada lomba membuat kupat lontong. Kupat, yang bisa mengajarkan yang tidak bisa dulu, kemudian dilombakan.

Indah sekali, Dari kupat itu terkandung maksud ngaku lepat, jadi saling maaf memaafkan itu indah, tiap Paskah ya semua ikut membuat aksesoris Telur Paskah semua agama ikut, yang terpenting seni tertuang disitu.

Ketika kami mengadakan LDK ataupun kemah saatnya sholat maghrib ya sduah semua aktifitas berhenti mereka sholat dan kami berikan kesempatan, siapa yang mengimami, saya pak, saya pak.

Ya seperti itulah di tempat ini semua, konsepnya seperti bunga di taman yang indah , ada merah kuning hijau, semua memberikan peran yang sama di dalam kehidupan

Peneliti :Apa manfaat yang Bapak dapatkan/rasakan dari penerapan nilai-nilai toleransi tersebut?

Narasumber :Manfaatnya e siswa semakin diperkaya bahwa di tiap-tiap agama ada keindahan, lalu guru juga e tau tentang cirri khas umat beragama masing-masing, kita tanamkan untuk saling hormat menghormati menghargai itu suatu keindahan dan ternyata melantunkan lagu lagu islami itupun juga bisa juga menyentuh hati, seperti Tombo Ati, Ilir-Ilir yang di lirik dengan islami itu bahkan termasuk anak yang pandai tartil itupun kita daftarkan di depag lalu kita ikutkan di lomba baca Qur’an di SMP 5,

walaupun belum masuk sepuluh besar tapi ya hampir mendekati, namanya Eva, fotonya nanti

133

ada kebetulan dulu ada mahasiswa yang kesini agamanya Islam dan ya kami diperkaya, dengan keragaman itu dan anak-anak memahami semua. Peneliti :Apa saja bentuk toleransi antar umat beragama

yang biasa anda lakukan di sekolah?

Narasumber :Bagi yang memerlukan untuk beribadah kami

berikan kesempatan utnuk beribadah, termasuk kalau hari Jum’at kita pulangkan awal agar yang Islam bisa beribadah sholat, dokumennya ada. Noto kursi ya bareng, menghias ya bareng-bareng, kalau ada saudara-saudara kita yang kena musibah, kayak kemaren ada kebakaran kita terketuk hatinya untuk membantu

Peneliti :Apa saja faktor yang mendorong implementasi

nilai-nilai toleransi di sekolah?

Narasumber :Kesadaran terhadap Bhineka Tunggal Ika.

Menyadari bahwa Indonesia itu multi budaya multi agama dan multi karakter , dan melihat sejarah-sejarah para pendahulu kita itu meskipun berbeda agama mereka bisa utuh bersatu itu sebagai kekayaan dari Papua ada dari China ada, Pendorong ya dengan menemukan keberagaman itu indah, saling menghargai itu indah.

Peneliti :Apa saja faktor penghambat implementasi nilai-nilai toleransi di sekolah?

Narasumber: :Tidak ada, karena konteknya kita cari indahnya jadi tidak ada kendalanya.

Peneliti :Demikian pak pertanyaan yang saya ajukan kepada

bapak, terimakasih atas waktu yang Bapak berikan. Narasumber : Iya mbak, sama-sama. Semoga sukses dan dapat

134

PEDOMAN WAWANCARA A. Identitas Informan

Nama : ADC

Usia : 14 tahun

Wawancara hari/tanggal : Rabu, 15 November 2017

Jabatan : Siswa Kelas 9 A

Agama : Islam

B. Hasil Wawancara

Peneliti :Siang dek, saya Rizqy mahasiswi IAIN Salatiga yang melakukan penelitian di SMP Pangudi Luhur Salatiga, kakak minta bantuannya untuk menanyakan beberapa hal mengenai toleransi. Narasumber :Siang kak, iya kak silahkan.

Peneliti :Dek, ADC, Apa yang kamu ketahui mengenai toleransi?

Narasumber :Apa tu, sikap dimana kita saling menghormati orang yang berbeda maupun dari agama, suku, ras, maupun ya yang berdbeda dari kita

Peneliti :Bagaimana perasaanmu jika kamu mempunyai

teman yang berbeda agama, suku, maupun bahasa?

Narasumber :Ya senang, karena kita bisa belajar dari mereka apa arti perbedaaan dan kalok kita bisa belajar sama mereka apa yang kita nggak tau, kan mereka ada yang mungkin kebiasaannya berbeda dari kita, kita bisa tau. Ya seneng sih.

Peneliti :Apakah kamu mau berteman atau bersahabat

135

Narasumber :Iya, karena sahabat sendiri pun berbeda dengan saya, bahkan sahabat sayampun agamanya Katholik, sudah kayak kakak adek.

Peneliti :Mengapa kamu mau berteman atau bersahabat

dengan teman yang berbeda agama?

Narasumber :Karena kalau dimata saya semua gama itu baik, terus teman saya sikapnya dengan saya baik, kenapa nggak berteman saja sama mereka kan mereka baik.

Peneliti :Apakah gurumu selalu mengingatkan kamu untuk

mengerjakan shalat?

Narasumber :Ya sering sih, waktu adzan Dhuhur itu guru saya mengingatkan ayo yang Islam sholat dulu apa nggak, kalau aku sholatnya pas istirahat kedua jam 12, udah masuk to? Saya sholatnya di UKS, tapi sebelum sholat tak nganu dulu tak sapu-sapu dulu.

Peneliti Kamu sholatnya sendiri atau berjama’ah?

Narasumber Saya shalat sendiri, soalnya temen-temen kalau tak ajak ayo sholat, mereka selalu bilang mengko wae gitu, biasanya sholatnya pas pulang sekolah. Kalau guru yang kurang ini ya saya ijin sendiri pak saya mau ijin sholat gitu, kecuali pas lagi ulangan, sholatnya pas udah pulang sekolah soalnya masih ada waktu

Peneliti :Apakah gurumu sering menegurmu jika kamu

tidak menjalakan puasa di bulan puasa?

Narasumber :Sering, waktu itu kan saya apa tu kurang fit badannya, terus saya gak puasa, kan kalau puasa malah menyiksa badan sendiri kan dosa, terus saya ke kantin, ada guru yang bilang lho tin kamu kok gak puasa dosa lho, saya lagi sakit jadi saya kalau memaksakan takut drop gitu.

136

Peneliti :Bagaimana perasaanmu ketika diadakan kegiatan

Halal bi Halal di sekolah?

Narasumber :Ya senang sekali to, kan itu salah satu bentuk toleransi disini kan banyak yang beragama Islam, itu kan sarana saling memaafkan to.

Kalau yang ngisi acara malah yang muslim kebanyakan, juga ada Rebana disini og.

Peneliti :Bagaimana perasaanmu ketika diadakan

kegiatan perayaan kegamaan agama lain?

Narasumber :Ya seneng sih, kita bisa belajar ritualnya itu kayak gimana, kebiasaan orang Kristiani itu kayak apa sih menjalankan Natal sama Paskah gitu, terus kalauk natal itu kan berbagi suka cita, jadi have fun aja gitu.

Peneliti :Apakah kamu juga menghadiri acara perayaan

hari besar agama lain?.

Narasumber :Ya hadir sih, kebanyakan sih hadir, tapi kalau bantu-bantu itu pas kelas tujuh pernah, kan yang pengurus osis disuruh ngebantuin gitu, saya ngebantuin ngias panggung kayak bikin kandang kambing gitu, kalau ada perayaan Natal gitu saya juga dateng tapi pakaiannya yang sopan gitu.

Peneliti :Ketua OSIS yang terpilih berbeda agamanya

denganmu.

Narasumber :Setuju, alasannya emm kalau ketua OSIS itu harusnya gak memilih agama-agama, mungkin saya menilai ya gak papa yang penting ketua OSIS itu adil mimpinnya.

Peneliti :Bagaimana kamu menerapkan/mempraktikkan

toleransi di sekolah kepada temanmu yang berbeda agama?

Narasumber :Ya kalau yang sama yang beda agama sih tetap ramah, gojek, gojek saling bersenda gurau,

137

menjalin kerukunan juga sih, kalau aku lagi ngomong terus aku denger adzan gitu, saya sholat dulu ya? Iya gpp gitu ngijinin.

Peneliti :Bagaimana penilaianmu megenai penerapan

nilai-nilai toleransi di sekolah?

Narasumber :Ya disini sih cukup baik, karena kan kalau saya gak sholat gitu ditegur juga, kalau misalkan ada acara kegamaan itu dirayain juga kayak Halal bi Halal, Natal, Paskah, kita kalau Aqiqahan itu lo kak biasnya kita diundang ikut dateng gitu.

Peneliti :Apa manfaat yang kamu dapatkan/rasakan dari

penerapan nilai-nilai toleransi tersebut?

Narasumber :Kita dapat banyak teman, kita bisa mempelajari perbedaan, kita bisa menjalin persahabatan dengan rasa yang ikhlas

Peneliti :Apa saja bentuk toleransi yang biasa kamu

lakukan terhadap teman maupun warga sekolah? Narasumber: :Ya kalau ada yang mrengut gitu, kamu tu kenapa

mbok cerita sama aku, kalau ketemu orang walaupun istilahe agamane kenthel gitu ya sapa aja, kan orange baik juga. Kalau temenku yang Islam gitugak solat tak tanyain kenapa kamu gak sholat, dosa lho.

Peneliti :Apa saja faktor yang mendorong implementasi

nilai-nilai toleransi di sekolah?

Narasumber :Emm faktornya sih bisa datang dari diri sendiri, mungkin nasehat-nasehat dari guru waktu breaving pagi itu, dari rumah itu saya sering ikut pengajaian kayak malem Muharam gitu saya ikut kan ada khutbahnya gitu saya dengerin banget terus saya terapkan di sekolah.

Peneliti :Apa saja faktor penghambat implementasi nilai-nilai toleransi di sekolah?

138

Narasumber :Rasa malas, terus kadang-kadang kan ada

perasaan kecewa galau gitu jadi kalau mau nyapa orang malas gitu.

Peneliti :Bagaimana upayamu untuk menghadapi kendala

atau hambatan dalam menerapkan nilai-nilai toleransi di sekolah?

Narasumber :Dalam hati akau brontak gitu aku gak boleh malesgak boleh males

Peneliti :Jadi intinya nyaman-nyaman aja ya disini?

Narasumber :Nyaman nyaman aja sih soalnya gak ada masalah yang nyangkut agama gitu, hampir gak ada.

Peneliti :Yaudah dek ADC, mungkin itu pertanyaan

terakhir dari saya, terimakasih atas bantuannya. Narasumber :Iya kak sama-sama.

139

DAFTAR GURU DAN KARYAWAN SMP PANGUDI LUHUR SALATIGA TAHUN AJARAN 2017/2018

No. Nama Agama Jabatan

1. Anselmus Aka Katolik Kepala Sekolah

2. Y. Nugraha Katolik Waka Kesiswaan

3. MG. Fitri Katolik Waka Kurikulum

4. L. Puji R Katolik Guru Bahasa Indonesia

5. Fr. Domas Katolik Guru Bahasa Indonesia

6. Victor Teddy Tejo K. Katolik Guru Bahasa Inggris

7. Br. Antonius Iswanto Katolik Guru Agama Katolik

8. P. Aditya Hanung Katolik Guru Olah Raga

9. Y. Sabar S Katolik Guru TIK

10. Sayuti Kristen Pelaksana

11. FX. Lilik Katolik Security

12. Tugimin Kristen Petugas Kebersihan

13. Fr. Supriyatno Katolik Guru Matematika

14. MR. Widyatiningsih Katolik Guru Bahasa Inggris

15. Agung Purwono Kristen Petugas Jaga Malam

16. Th. Endah Pertiwi Katolik BK

17. Alfonsius Ari Arpana Bakti Katolik Guru Kesenian

140