• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Definisi Operasional 1.Implementasi 1.Implementasi

6. Teknik Analisis Data

Anaisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, seperti mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Peneliti memulai proses analisis data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari observasi yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, wawancara maupun dokumen.

Pada penelitian ini teknik analsis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis data kualitatif sesuai dengan konsep yang diberikan Miles and Huberman dan Spradley dalam bukunya Sugiyono. Miles and Huberman mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kulaitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahap penelitian sehingga sampai tuntas, dan datanya sampai jenuh. Aktifitas

20

dalam analisis datanya sebagai berikut: data collection, data reduction, data display, dan conclution drawing/verification (Sugiyono, 2015: 337-338).

Langkah-langkah analisis data daalam penelitian ini, sebagaimana tergambar pada diagram di atas adalah:

a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemfokusan,

penyederhanaan, abstraksi dan pentrransformasian “data mentah” yang

terjadi dalam catatan-catatan lapangan tertulis (Emzir, 2012: 129). Reduksi data, yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, serta membuang yang tidak perlu. Dengan begitu, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya jika diperlukan.

Data Collection Display

Data

Data

Reduction Conclusion:

Drawing/ verif

21 b. Display data

Display data yaitu memparkan dan mengorganisasikan data yang tersedia menjadi uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya untuk penarikan kesimpulan.

c. Kesimpulan dan verivikasi

Langkah ketiga dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Kesimpulan yang dibuat adalah jawaban terhadap masalah riset. Untuk mengetahui sesuai atau tidaknya kesimpulan dengan keadaan sebenarnya perlu diverivikasi (Ali, 2011: 415-416). 7. Pengujian Keabsahan Data

Pengecekan data pada penelitian ini dapat dilakukan dengan cara uji kredibilitas. Uji kredibilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut (Moloeng, 2011: 172).

a. Perpanjangan pengamatan

Apabila dalam proses melakukan penelitian telah terjadi banyaknya data yang belum terkumpul pada batas waktu penelitian, maka seorang peneliti dalam penelitian ini akan melakukan perpanjangan pengamatan, dengan begitu hasil penelitian tentang implementasi nilai-nilai toleransi pada lembaga pendidikan non muslim (studi kasus SMP Pangudi Luhur Salatiga) akan mendapatkan data lebih rinci dan valid.

b. Meningkatkan ketekunan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data

22

dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Seorang peneliti dalam penelitian ini akan menggali data dengan sifat yang sangat teliti dan juga akan disertai ketekunannya, karena dengan demikian data yang diperoleh seorang peneliti akan lebih valid dan hasil penelitian tersebut akan membuat para pembaca juga peneliti sendiri lebih tahu dan faham akan hal tentang implementasi nilai-nilai toleransi di SMP Pangudi luhur Salatiga.

c. Triangulasi

Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu. Dalam hal ini peneliti menggunakan triangulasi teknik, yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Adapun teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data tersebut adalah wawancara, observasi dan kuesioner atau dokumen. Selain triangulasi teknik peneliti juga menggunakan triangulasi sumber yaitu menguji keabsahan data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Sumber yang peneliti adalah kepala sekolah, siswa, guru atau karyawan SMP Pangudi Luhur Salatiga (Sugiyono, 2015: 373).

23 8. Tahap-Tahap Penelitian

Pada penelitian ini, terdapat empat tahap dalam pelaksanaan prosedur penelitian, yaitu tahap pra lapangan, kegiatan lapangan, analisis data dan penulisan laporan.

Pada tahap pertama yaitu pra lapangan, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelum tujuan dalam kegiatan laporan, yaitu: a. Menyusun rancangan penelitian

Rancangan penelitian kualitatif berisi latar belakang masalah, kajian pustaka, pemilihan lapangan penelitian, penentuan jadwal penelitian, pemilihan alat penelitian, rancangan pengumpulan data, rancangan prosedur analisis data, rancangan perlengkapan dalam penelitian dan rancangan pengecekan keabsahan data.

Pada penelitian ini peneliti terlebih dahulu membuat latar belakang dari penelitian yang akan peneliti lakukan, menyusun kajian pustaka yang sesuai dengan implementasi nilai-nilai toleransi antar umat beragama di SMP Pangudi Luhur Salatiga, setelah itu peneliti merancang untuk memilih lapangan penelitian, peneliti juga membuat penentuan jadwal penelitian yang akan dilakukan. Setelah itu peneliti juga akan melakukan pemilihan alat yang akan digunakan untuk penelitian implementasi nilai-nilai toleransi antar umat beragama di SMP Pangudi Luhur Salatiga, merancang tentang bagaimana cara pengumpulan data, prosedur analisis dan peneliti juga merancang tentang pengujian keabsahan data yang akan diperoleh di lapangan.

24 b. Memilih lapangan penelitian

Penentuan lapangan penelitian dilakukan dengan jalan mempertimbangkan teori substansif dengan melihat kesesuaian antara lapangan dengan kenyataan yang berada di lapangan. Dengan demikian peneliti menganggap SMP Pangudi Luhur Salatiga adalah lokasi yang sesuai dengan implementasi nilai-nilai toleransi antar umat beragama. c. Mengurus Perizinan

Mengurus perizinan merupakan salah satu persoalan yang tidak dapat daiabaikan oleh peneliti karena untuk mengetahui siapa saja yang berkuasa dan berwenang memberikan izin bagi pelaksana penelitian. maka dalam penelitian ini peneliti akan mengurus perizinan penelitain terlebih dahulu yaitu perizinan penelitian yang akan peneliti berikan kepada kepala sekolah SMP Pangudi Luhur Salatiga.

d. Menjajaki dan menilai keadaan lapangan

Maksud dan tujuan penjajakan lapangan adalah peneliti akan berusaha mengenal segala unsur lingkungan sosial, fisik, dan keadaan alam yang berada di SMP Pangudi Luhur Salatiga. Selain itu untuk membuat peneliti mempersiapkan diri, mental, maupun fisik serta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan dalam proses penelitian. e. Memilih dan memanfaatkan informan

Informan adalah orang dalam latar penelitian. informan adalah orang yang bermanfaat untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. pemanfaatan informan bagi peneliti ialah agar

25

dalam waktu relatif singkat banyak informasi yang terjangkau, karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditemukan dari subjek lainnya.

Informan penelitian ini meliputi beberapa macam, seperti: informan kunci (key informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian; informan utama, yaitu mereka yang terlibat langsung dalam pokok bahasan atau topik yang diteliti; informan tambahan, yaitu mereka dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti.

Infroman kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kesiswaan, guru dan siswa, dan yang akan menjadi informan tambahan dalam penelitian ini adalah karyawan SMP Pangudi Luhur Salatiga. f. Menyiapkan perlengkapan penelitian

Peneliti menyiapkan segala macam perlengkapan penelitian yang diperlukan. Hal yang dipersiapkan, yaitu instrumen penelitian atau pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi, alat tulis, alat perekam dan kamera.

Pada tahap pertama, memperhatikan etika penelitian terutama yang berkaitan dengan para siswa yang biasanya terdapat sejumlah peraturan, norma-norma, adat atau kebiasaan yang hidup dan berada diantara lingkungan sekolah mereka.

26

Pada tahap kedua, yaitu tahap kegiatan lapangan. Pada tahap ini peneliti dalam penelitian ini akan benar-benar berusaha memahami latar penelitian yang berada di SMP Pangudi Luhur Salatiga, dan peneliti akan menyiapkan segala hal yang akan diperlukan dalam proses penelitian implementasi nilai-nilai toleransi antar umat beragama di SMP Pangudi Luhur Salatiga.

Tahap ketiga, yaitu analisis data. Setelah semua data diperoleh di lapangan terkumpul, maka peneliti akan mereduksi serta menyajikan data tersebut. Pekerjaan analisis data dalam hal ini adalah menyesuaikan data-data yang diperoleh dengan teori yang ada.

Tahap keempat, yaitu penulisan laporan. Dalam penulisan laporan, peneliti menyusun laporan sesuai dengan hasil yang diperoleh dari lapangan. Dengan demikian maka peneliti menyusun laporan penelitian sesuai dengan hasil yang diperoleh dari implementasi nilai-nilai toleransi antar umat beragama di SMP Pangudi Luhur Salatiga.