• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI, SARAN

5.3 Saran

Penulis menyadari bahwa dalam penelitian ini jauh dari kesempurnaan, masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Namun hal tersebut merupakan pembelajaran berharga yang dapat diperoleh. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini, maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :

5.3.1. Saran Metodologis

1. Dikarenakan variasi dari kedelapan independen variabel hanya menyumbang pengaruh sebesar 28,3 % dan sisanya disebabkan oleh faktor lain, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya agar mencari dan menghubungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi orientasi masa depan, khususnya yang ada pada teori di Bab 2 yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut diantaranya faktor internal individu yaitu konsep diri, sense of coherence, strategi bertahan dan trait kecemasan. Selain itu faktor eksternal atau kontekstual lainnya yaitu budaya, agama dan sebagainya.

2. Konstruk orientasi masa depan dapat diaplikasikan pada berbagai domain

kehidupan. Penelitian ini hanya meneliti orientasi masa depan dalam domain pekerjaan dan karir. Oleh karena itu, penting kiranya untuk mengadakan

penelitian orientasi masa depan pada domain kehidupan lainnya (misalnya dalam bidang pendidikan, keluarga, pernikahan dan lainnya).

3. Salah satu kekurangan dari penelitian ini adalah kurang seimbangnya persebaran responden penelitian. Maka dalam penelitian selanjutnya diharapkan untuk menyeimbangkan persebaran responden berdasarkan data kontrol penelitian (misalnya jenis kelamin dan tingkat sosioekonomi).

4. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di wilayah Jakarta Utara. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan populasi dan memperbanyak jumlah sampel, agar diperoleh data yang lebih variatif.

5. Selanjutnya, diharapkan mengadakan penelitian orientasi masa depan dalam

bidang pekerjaan dan karir pada responden dengan karakteristik yang berbeda (misalnya anak jalanan).

5.3.2. Saran Praktis

Mengingat pentingnya orientasi masa depan dalam proses perkembangan remaja, maka penulis menyarankan :

1. Hasil penelitian ini dapat juga dijadikan bahan masukan yang positif bagi para orang tua agar mengambil peran yang besar dalam upaya mengkondisikan keluarga dalam iklim yang harmonis dan kondusif, misalnya dengan menghindari terjadinya konflik antar anggota keluarga, mengintensifkan komunikasi antar

anggota keluarga dan sebagainya, sehingga remaja dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik khususnya dalam memperoleh orientasi yang baik tentang masa depannya.

2. Selain itu diharapkan agar orang tua dapat mendampingi dan memberikan

motivasi penuh kepada remaja dalam mencapai masa depan yang dicita-citakannya. Orang tua juga diharapkan dapat memantau lingkungan sekitar remaja serta teman-teman sebayanya agar tidak terpengaruh hal-hal negatif dan juga diharapkan orang tua bisa memposisikan diri sebagai teman dan rekan diskusi bagi remaja. Hal ini dikarenakan hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki pengaruh lebih besar dari orang yang lebih dewasa dan lebih berpengalaman dalam hal orientasi masa depan khususnya dalam bidang pekerjaan dan karir.

3. Untuk remaja agar lebih menggali dan mencari informasi sebanyak-banyaknya

mengenai pekerjaan dan karir yang diinginkan di masa depan, karena dengan informasi yang banyak akan memudahkan tercapainya pekerjaan dan karir yang diinginkan. Selain itu diharapkan remaja dapat lebih selektif dalam memilih teman bermain yang tepat, hal ini dipandang perlu karena salah satu hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari teman sebaya terhadap orientasi masa depan dalam bidang pekerjaan dan karir.

DAFTAR PUSTAKA

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. ESQ : Emotional Spiritual Quotient Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta : Arga Wijaya Persada.

Agustriani, Hendriati, dkk. 2001. www.ceria.bkkbn.go.id.

Al-Rahman, Dian Fatwa Nafs. 2004. Hubungan Antara Iklim Sosial Keluarga dengan Prestasi Belajar. Skripsi. Jakarta : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Amenike, Diny. 2008. Hubungan Iklim Sekolah dengan Orientasi Masa Depan Bidang Karir. Skripsi. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Azwar, Saifuddin., (2003). Penysunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Datuk, H . Zainal Arifin. 1976. Remaja Sebab dan Penanggulangannya.

Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Gilmer, B Von Haller. 1984. Applied Psychology : Adjusment in Living and Work. New Delhi : India Offset Press.

Hasan, Fuad. 2003. Kamus Istilah Psikologi. Jakarta : Progres.

Higgins, James M. 1982. Human Relations : Concept and Skills. New York : Random House. Inc.

Hurlock, E. 1999. Psikologi perkembangan Anak, jilid ke satu, (terjemahan : Istiwidayati). Surabaya: Erlangga.

Jahja Umar, Ph.D. 2009. Personal Communication. Jakarta : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah

Kozlowski, Steve W. J & Mary L. Doherty. 1989. Integration of Climate and Leadership : Examination of a Neglected Issue. Journal of Applied Psychology Vol. 74. No. 4. Hal. 546.

Lindzey, Gardner & Calvin S. Hall. 1978. Theories of Personality. New York : John Wiley & Sons.

Malmberg, Lars Erik & Janusz Trempala. 1997. Anticipated Transition to Adulthood : The Effect of Educational Track, Gender, and Self Evaluation on Finnish and Polish Adolescents’ Future Orientation. Journal of Youth and Adolescence Vol. 26 No. 5.

McCabe, Kristen M & Douglas Barnett. 2000. The Relation Between Familial Factors and Future Orieantation of Urban, African American Sixth Graders. Journal of Child and Family Studies Vol. 9, No.4.

McCabe, Kristen M & Douglas Barnett. 2000a. First Comes Work, Then Comes Marriage : Future Orientation Among African American Young Adolescents. Journal of Interdisiplinary Journal of Applied Vol. 49, No.1.

Monks, F J & Knoers. 2002. Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Moeliono, Marisa F, dkk. 2002. Gambaran Orientasi Masa Depan Remaja dalam Bidang Karier dan Pekerjaan pada Remaja Kota dan Remaja Desa. Laporan Penelitian : Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

Moos, Rudolf H. 2002. The Mystery of Human Context and Coping : An Unraveling of Clues. American Journal of Community Psychology Vol. 30 No. 1 Hal. 67. Moos, Rudolf H & Charles J Holahan. 2004. Environmental Assessment.

Encyclopedia of Applied Psychology Vol. 1 Hal. 787.

Nurmi, Jari-Eric. 1989. Adolescents’ Orientation to The Future : Development of Interest and Plans, and Related Attributions and Affect, in the Life-Span Context. Helsinski : Societas Scientiarum Fennica.

Nurmi, Jari-Eric. 1991. How Do Adolescents See Their Future? A Review of the Development of Future Orientation and Planning. Helsinski : Academic Press, Inc.

Palupi, N.P. 2007. Hubungan antara Trait Kecemasan dan Keterlibatan dalan Organisasi Kemahasiswaan dengan Orientasi Masa Depan Bidang Karir. Skripsi. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Rahayu, Setyorini. 1993. Hubungan Antara Iklim Sosial Keluarga dengan Aspirasi pada Remaja Akhir. Skripsi. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Ruud, Josephine Bartow & Olive A Hall. 1974. Adult Education for Home and

Family Life. New York : John Wiley & Sons, Inc.

Sadarjoen, Sawitri Supardi. 2005. Pernak-pernik Hubungan Orang Tua-Remaja (Anak Bertingkah Orang Tua Mengekang). Jakarta : Kompas.

Sadarjoen, Sawitri Supardi. 2008. http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/16/ 01283497/melulu.orientasi.masa. depan.cukupkah

Santrock, John.W. 2002. Life-Span development. Perkembangan Masa Hidup. Edisi

5, Jilid 2 (terjemah : Achmad Chusairi & Juda Damanik). Jakarta : Erlangga. Sarwono, Sarlito. Wirawan. 1991. Psikologi Remaja. Jakarta : Rajawali Pers.

Scheneider, Benjamin, dkk. 2002. Climate Strenght : a New Direction for Climate Research. Journal of Applied Psychology Vol. 87 No. 2.

Sevilla, Consuelo G. 1993. Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta : UI Press. Sitanggang, AR. Henry. 1994. Kamus Psikologi. Bandung : Armico.

Dokumen terkait