BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
6.2. Saran
1. Diharapkan dapat dilakukan penilaian skor MoCA-INA untuk mengevaluasi fungsi kognitif dan penilaian skor PSP untuk mengevaluasi fungsi personal dan sosial pada ODS.
2. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan bahan acuan untuk penelitian sejenis lainnya.
DAFTAR RUJUKAN
1. Tsapakis, E.M, Dimopoulou T, Tarazi FI. Clinical management of nrgative symptoms of schizophrenia: An update, Pharmachology & Therapeutics.
2015; p.1-13
2. Strassnig M, Bowie C, Pinkham AE, Penn D, Twamley EW, Patterson TL, Harvey PD. Which level of cognitive impairments and negative symptoms are related to fungtional deficits in schizophrenia?.Journal of Psychiatric Research. 2018.
3. Han M, Huang XF, Chen DC, Xiu MH, Hui L, Liu Het al. Gender differences in cognitive function of patients with chronic schizophrenia.
Progress in Neuro-Psychopharmacology & Biological Psychiatry. 2012; 39:
358-63.
4. Savilla K, Kettler L, Galletly C. Relationships between cognitive deficits, symptoms and quality of life in schizophrenia.The Royal Australian and New Zealand College of Psychiatrists. 2008; p:496-504.
5. Bagney A, Dompablo M, Santabarbara J, Ortega MM, Lobo A, Ariero MAJ, Palomo T, Jimenez RR. Are negative symptoms really related to cognition in schizophrenia?. Psychiatry Reseach. 2015.
6. Pedoman Bengkulu. Oase. Sejarah Suku Batak di Sumatera. 2018. Diunduh dari: http://pedomanbengkulu.com/2018/04/sejarah-suku-batak-di-sumatera.
7. Sadock BJ, Sadock VA, Ruiz P. Schizophrenia. In: Sadock BJ, Sadock VA, editor Kaplan & Sadock‟s Synopsis of Psychiatry, 11th edition.Philadelphia:
Wolters Kluwer; 2015. p. 649-702.
8. Carol A, Tamminga M.D. Schizophrenia and Other Psychotic Disorders.
Kaplan & Sadock‟s Comprehensive Textbook of Psychiatriy. 10th ed.
Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins;2017; 12:3613-4099
9. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Tahun 2018. Hasil Riskesdas 2018. Di adaptasi dari http://www.depkes.go.id
10. Stahl SM. Psychosis and Schizophrenia. In Stahl‟s Essential Psychopaharmacology Neuroscientific Basic and Practical Application. 4th ed. Cambridge: University Press. 2013; p.155-213.
11. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ-III). Jakarta, 1993: 103-109.
12. Ruiz-Iriondo M, Salaberria K, Echeburὐa E. Schizophrenia: Analysis and psychological treatment according to the clinical staging. Actas Esp Psiquiatr 2013;41(1):52-9.
13. Barabassy A, Szatmári B, Laszlovszky I, Németh G. Negative Symptoms of Schizophrenia: Constructs, Burden, and Management. Intech Open. 2018;
p:43-62.
14. Opler LA, Opler MG, Malaspina D. Reducing guesswork in schizophrenia treatment. PANSS can target and gauge therapy, predict outcomes. Current psychiatry Vol.5, No.9. 2006.
15. Maust D, Cristancho M, Gray L, Rushing S, Tjoa C, Thase M. Psychiatric rating scales. Handbook of Clinical Neurology, Vol. 106 (3rd series).
Neurobiology of Psychiatric Disorders. T.E Schlaepfer and C.B. Nemeroff, Editors. Elsevier B.V. 2012. executive abilities beyond that observed in healthy volunteers. Society of Biological Psychiatry. 2000
18. Wu C, Dagg P, Molgat C. A pilot study to measure cognitive impairment in patient with severe schizophrenia with the Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Schizophrenia Research. 2014; 158: 151-55.
19. Wu C, Dagg P, Molgat C. Measuring stability of cognitive impairment in inpatient with schizophrenia with alternate form of Montreal Cognitive Assessment during acute hospitalization. Psychiatry Research. 2017.
20. Reed AC, Harris JG, Olincy A. Schizophrenia, smoking status, and performance on the matrics Cognitive Consensus Baterry. Psychiatry Research. 2016; 246:1-8.
21. Deep CA, Bowie CR, Mausbach BT, Wolyniec P, Thornquist MH, Luke JR et al. Current smoking is associated with worse cognitive and adaptive functioning in serious mental illness. Acta Psychiatrica Scandinavica. 2015;
131: 333-41.
22. Compos MW, Sererisky D, Maia JMC. Smoking and cognition. Current drug abuse reviews. 2016; 9:1-4.
23. Grossman M, Bowie CR, LApage M, Malla AK, Joober R, Iyer SN.
Smoking status and its relationship to demographic and clinical characteristics in first episode psychosis. Journal of psychiatry Research.
2016. Doi:10.1016/j.jpychires.2016.10.022.
24. Green MF, Harvey PD. Cognition in schizophrenia: Past, present, and future. NIH Public Access. Schizophr Res Cogn. 2014; 1(1): e1-e9.
25. Nasreddine ZS, Phillips NA, Be‟dirian V, Charbonneau S, Whitehead V, Collin I, Cummings J, Chertkow H. The Montreal Cognitive Assessment, MoCA: A Brief ScreeningTool For Mild Cognitive Impairment. Brief methodological reports. American Geriatrics Society. 2005; 53:695–99.
26. Nasrallah H, Morosini PL, Gagnon DD. Reliability, validity and ability to detect change of the Personal and Social Performance scale in patients with stable schizophrenia. Psychiatry Research. 2008; 161: p. 213-24.
27. Kaneko K. Negative Symptoms and Cognitive Impairments in Schizophrenia: Two Key Symptoms Negatively Influencing Social Functioning. Yanago Acta Medica. 2018; 61:091-102.
28. Morisini P-L, Magliano L, Brambilla L, Ugolini S, Pioli R. Development, Reliability and Acceptability Of A New Version Of The DSM-IV Social and Occupational Functioning Assessmen Scale (SOFAS) To assess Routine Social Functioning. Acta Psychiatry. Scand.2000;101:p.323-9.
29. Dahlan M, Sopiyudin. Langkah-langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang Kedokteran dan kesehatan. Jakarta. Sagung seto. 2016.
30. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi 5. Jakarta. Sagung Seto. 2014.
31. Dahlan M, Sopiyudin. Besar Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan kesehatan. Jakarta. Epidemiologi Indonesia. 2016
32. Dahlan M, Sopiyudin. Pintu Gebang Memahami Epidemiologi, Biostatistik, dan Metode Penelitian. Jakarta. Epidemiologi Indonesia.2017.
33. Dahlan M, Sopiyudin. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta.
Epidemiologi Indonesia. 2017.
Lampiran 1.
LEMBAR PERSETUJUAN KOMITE ETIK
Lampiran 2.
RIWAYAT HIDUP PENELITI
Data Pribadi
Nama : dr. Huzaipah
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tgl lahir : Bangko/ 7 Juni 1983
Agama : Islam
Alamat : Komplek Villa Malina Indah, Jl. Permata Alam No.17
Telepon : 081278177768
Riwayat Pendidikan
1989 – 1995 : SD Negeri No. 187 Bangko 1995 – 1998 : SMP Negeri 1 Bangko 1998 – 2001 : SMU Negeri 1 Bangko
2001 – 2009 : Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
2017 – sekarang : Program Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan
Riwayat Pekerjaan
Tahun 2009 – 2010 : Dokter umum RSD Kolonel Abundjani Bangko Tahun 2010 – 2011 : Dokter PTT Puskesmas Rantau Limau Manis,
Kec. Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Bangko Tahun 2011 – 2012 : Dokter PNS Puskesmas Sekancing, Kab.
Merangin, Bangko
Tahun 2012 – Sekarang : Dokter PNS RSD Kolonel Abundjani Bangko
Lampiran 3 Personil penelitian
Nama : dr. Huzaipah
Jabatan: Peserta PPDS-I Psikiatri FK USU
1. Jadwal penelitian
Tahun 2019 Januari - April Mei Juni Juli Agustus Persiapan
Pelaksanaan Penyusunan Laporan seminar hasil
Lampiran 4.
LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBYEK PENELITIAN Bapak/Saudara Yth.
Saya dr. Huzaipah peserta program pendidikan dokter spesialis di Departemen Psikiatri akan melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan skor Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA) dan skor Personal and Social Performance Scale (PSP) Laki-laki dengan skizofreniasuku Batak dengan gejala negatif dominan dan dengan gejala negatif tidak dominan di poli rawat jalan RSJ Prof. M. Ildrem Medan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat Perbedaan skor MoCA-INA dan skor PSP Laki-laki dengan skizofreniasuku Batak dengan gejala negatif dominan dan dengan gejala negatif tidak dominan di poli rawat jalan RSJ Prof. M. Ildrem Medan.
Pada penelitian ini akan ditanyakan beberapa hal yang menyangkut tentang identitas diri Bapak/Saudara dan juga akan dilakukan wawancara selama kurang lebih 60 menit dengan menggunakan PANSS, MoCA-INA dan PSP untuk kebutuhan penelitian. Pada penelitian ini, saya akan memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih atas partisipasi Bapak/Saudara yang bersedia ikut dalam peneltian. Penelitian ini tidak membahayakan bagi Bapak/Saudara karena hanya berupa kuisioner dan pengisian kerahasiaan data isian yang Bapak/Saudara berikan pada penelitian ini akan terjaga.
Partisipasi Bapak/Saudara dalam penelitian ini bersifat sukarela dan tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak manapun. Seandainya, Bapak/Saudara menolak untuk ikut serta dalam penelitian saya ini maka tidak ada sanksinya. Jika selama menjalani penelitian ini terdapat hal- hal yang kurang jelas maka Bapak/Saudara dapat menghubungi saya : dr. Huzaipah (081278177768) di Departemen Psikiatri FK USU Medan. Terima Kasih.
Medan,... 2019 Hormat Saya,
dr. Huzaipah
Lampiran 5.
LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Pekerjaan :
Alamat :
Hubungan dengan pasien :
Setelah mendapat penjelasan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian
“Perbedaan skor Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA) dan skor Personal and Social Performance Scale (PSP) Laki-laki dengan skizofreniasuku Batak dengan gejala negatif dominan dan dengan gejala negatif tidak dominan di poli rawat jalan RSJ Prof. M. Ildrem Medan” dan setelah mendapatkan kesempatan tanya jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bahwa bersedia diikut sertakan dalam penelitian ini.
Medan, ………..2019 Yang memberi penjelasan Yang memberi persetujuan
dr. Huzaipah (______________________)
Lampiran 6.
IDENTITAS SUBJEK PENELITIAN
Tanggal :
A. Data Demografik
1. Nama :
2. Umur : tahun
3. Alamat :
4. Pendidikan : SMP / SMA / DIPLOMA-PT 5. Status Pernikahan : Menikah/ tidak menikah 6. Pekerjaan : Bekerja/ tidak bekerja 7. Lama sakit :
8. Hobi :
9. Jumlah rokok/hari : 10. Skor CDSS :
B. Skor PANSS Total :
C. Skor PANSS gejala Negatif :
D. Skor MoCA-INA :
E. Skala PSP :
Lampiran 7. Formulir MoCA-Ina
Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina)
Administrasi, Instruksi dan Skoring
The Montreal Cognitive Assessment (MoCA) dirancang sebagai instrumen skrining cepat untuk memeriksa disfungsi kognitif ringan. Ini menilai domain kognitif yang berbeda : perhitungan perhatian dan konsentrasi, fungsi eksekutif, memori, bahasa, keterampilan konstruksi visual, berpikir konseptual,, dan orientasi.
Waktu yang digunakan dalam test ini adalah sekitar 10 menit. Nilai total maksimal yang diperoleh adalah 30 poin, skor 26 < dianggap wajar.
1. VISUOSPATIAL/EKSEKUTIF (I):
Administrasi: pemeriksa memerintahkan subjek: "Tariklah garis dimulai dari nomor ke huruf secara berurutan seperti contoh. Mulailah di sini. [Menunjuk ke (1)] dan menarik garis dari 1 maka ke A kemudian ke 2 dan seterusnya. berakhir di sini [menunjuk ke (E)]. "
SKOR: Berikan satu poin jika subjek berhasil menarik pola berikut: 1– A– 2 – B - 3 – C - 4 – D - 5 – E, tanpa membuat garis yang memotong. Setiap kesalahan yang tidak segera dikoreksi, akan dinilai dari 0.
2. VISUOSPATIAL/EKSEKUTIF (KUBUS):
Administrasi: pemeriksa memberikan instruksi berikut, (sambil menunjuk ke kubus) : "Salinlah gambar ini semirip mungkin, pada bagian yang kosong di bawah".
SKOR : Salah satu titik yang dialokasikan untuk gambar dengan benar dieksekusi.
Gambar harus tiga-dimensi
Semua garis yang ditarik
Tidak ada baris yang ditambahkan ataupun di ulang.
Hasil garis yang dibuat relatif paralel dengan panjang sama (prisma empat persegi panjang yang diterima) titik A tidak ditetapkan jika salah satu-kriteria tersebut di atas tidak terpenuhi.
3. VISUOSPATIAL/EKSEKUTIF (JAM):
Administrasi: Tunjukkan ruang/bagian ketiga (di sebelah kanan) dan berikan instruksi berikut: "Gambarlah sebuah jam yang menunjukkan pukul 11.10 lengkap dengan angkanya. ".
Skor: Berikan satu poin untuk masing-masing dari tiga kriteria berikut:
Contour (1 poin):. Gambar jam yang harus berupa lingkaran
( kesalahan kecil dapat dimaklumi, misalnya ketidaksempurnaan sedikit pada penutupan lingkaran);
Angka (1 poin):. Semua nomor jam yang harus ada dan tanpa nomor tambahan; angka harus berada dalam urutan yang benar dan sesuai penempatannya; angka Romawi dapat diterima; nomor dapat ditempatkan di luar lingkaran kontur ;
Tangan (1 poin):. Harus ada dua jarum jam yang menunjukkan waktu yang tepat, jarum jam harus jelas lebih pendek dari sisi menit; dan pangkal harus berpusat di tengah lingkaran.
Point nilai tidak akan diberikan bila satupun dari ketiga kriteria diatas tidak terpenuhi.
4. PENAMAAN:
Administrasi: Dimulai dari gambar di sebelah kiri, sambil menunjuk gambar satu persatu sambil mengatakan “Sebutkan, binatang apakah ini?”
SKOR : Satu poin untuk tiap gambar yang direspon benar (1) Unta; (2) Badak; (3) Gajah.
5. MEMORI:
Administrasi: pemeriksa membaca daftar dari 5 kata yang tersedia secara berurutan dengan jeda waktu satu detik dari kata satu ke berikutnya, kemudian berikan instruksi sebagai berikut: "Ini adalah tes memori. Saya akan membacakan daftar kata yang akan Anda harus ingat sekarang dan nanti. Dengar baik-baik. Ketika saya selesai, ulangi kata-kata yang Anda ingat". Cek kembali kata-kata yang di ulangi subjek (pasien). Apabila subjek menunjukkan bahwa ia telah selesai atau tidak dapat mengingat kata-kata lebih lanjut, bacalah daftar kata untuk kedua kalinya dengan instruksi berikut: "Saya akan membacakan daftar yang sama untuk kedua kalinya. Cobalah untuk mengingat dan mengatakan kembali kata-kata sebanyak yang Anda bisa, termasuk kata-kata Anda mengatakan pertama kali”
Beri tanda (√) pada kolom yang tersedia untuk setiap kata yang benar.
Pada akhir test kedua, informasikan kepada subjek bahwa ia akan diminta untuk mengingat kata-kata lagi dengan mengatakan, "Saya akan meminta Anda untuk mengingat kata-kata lagi pada akhir test."
SKOR: Tidak ada poin diberikan untuk test pertama dan kedua.
6. ATENSI:
Forward Digit Span (Baca daftar angka):
Administrasi: Berikan instruksi berikut: "Saya akan mengatakan beberapa angka dan ketika saya selesai, ulangi persis angka-angka tadi seperti yang telah saya sebutkan". Baca urutan angka pertama dengan intonasi datar dan jeda satu detik tiap angkanya. Backward Digit Span: Administrasi: Berikan instruksi berikut:
"Sekarang saya akan mengatakan beberapa angka lagi, tapi ketika saya selesai, Anda harus mengulangi kepada saya dalam urutan mundur/terbalik" Baca urutan angka kedua dengan intonasi datar dan jeda satu detik tiap angkanya.
SKOR: Berikan satu poin untuk setiap urutan yang benar. (contoh: jawaban yang benar untuk urutan dari belakang adalah 2-4-7).
Daftar Huruf:
Administrasi: pemeriksa membaca daftar urutan huruf pada pada kecepatan konstan, setelah memberikan instruksi berikut: "Saya akan membaca urutan huruf.
Setiap kali saya mengatakan huruf A, ketukkan tangan Anda sekali. Jika saya mengatakan huruf yang berbeda, jangan buat ketukan ".
SKOR: Berikan satu poin bila kesalahan terjadi maksimal satukali (error adalah ketukan di huruf yang salah atau kegagalan untuk mengetuk pada huruf A).
7s Series (Pengurangan Angka 7):
Administrasi : pemeriksa memberikan instruksi berikut: "Sekarang, saya akan meminta Anda untuk menghitung, pengurangan berurutan dengan angka 7, dimulai dari 100, dan kemudian terus dikurangi tujuh dari jawaban Anda sampai saya memberitahu Anda untuk berhenti" Berikan pengulangan instruksi ini dua kali jika perlu.
SKOR: Sub test ini memiliki nilai maksimal 3 poin bila jawaban benar > 4;
Berikan 2 poin bila 2 atau 3 jawaban benar; nilai 1 poin untuk 1 jawaban benar; dan 0 (nol) bila tidak satupun jawaban benar. Sebagai contoh, seorang peserta dapat menjawab "92-85 - 78-71 - 64" mana "92" tidak benar, tapi semua nomor berikutnya akan dikurangi dengan benar. Ini adalah salah satu kesalahan dan item tersebut akan diberi skor 3.
7. PENGULANGAN KALIMAT:
Administrasi: pemeriksa memberikan instruksi berikut: "Saya akan membacakan kalimat. Ulangi persis seperti yang saya katakan itu [jeda]: Wati membantu saya menyapu lantai hari ini" (Setelah respon) lanjutkan pada kalimat ke dua, dengan instruksi: "Sekarang saya akan membacakan kalimat lain. Ulangi setelah saya, persis seperti yang saya katakan itu [jeda]: Tikus bersembunyi di bawah dipan ketika kucing datang."
SKOR: Berikan 1 poin untuk setiap kalimat diulang dengan benar. Pengulangan harus sama persis. Waspada untuk kesalahan karena kelalaian (misalnya, dengan mengabaikan "ketika", "ini") dan substitusi / penambahan (misalnya, "menyapu lantai pada hari ini;" menggantikan atau mengubah bentuk jamak,dll)
8. VERBAL FLUENCY:
Administrasi: pemeriksa memberikan instruksi berikut: "Sebutkan kata-kata sebanyak mungkin ang dimulai dengan huruf tertentu yang saya akan memberitahu Anda dalam sekejap. Anda dapat mengatakan apa saja kata yang Anda inginkan, kecuali Kata benda (seperti nama orang atau hewan, dll), angka, atau kata-kata yang dimulai dengan suara yang sama namun memiliki akhiran yang berbeda. Aku akan memberitahu Anda untuk berhenti setelah satu menit. Apakah Anda siap? [Jeda]
Sekarang, sebutkan kata-kata sebanyak yang yang dimulai dengan huruf F. [waktu selama 60] sec. Berhenti. "
SKOR: Berikan satu poin jika subjeknya menghasilkan 11 kata atau lebih dalam 60 detik.
9. ABSTRAKSI:
Administrasi: pemeriksa meminta subyek untuk menjelaskan apa kesamaan yang dimiliki masing-masing pasangan kata yang akan disebutkan, dimulai dengan contoh: "Katakan kepada saya apa kemiripan antara pisang dan jeruk?". Jika jawaban subyek yang diberikan kurang tepat, ulangi instruksi sebelumnya dengan mengatakan: "Berikan kemiripan lainnya". Jika subjek tidak memberikan respon yang sesuai (buah), pemeriksa mengatakan, "Ya, keduanya sama-sama buah"
Jangan memberikan petunjuk tambahan atau klarifikasi..
Setelah percobaan atau contoh, berikan instruksi berikutnya: "Sekarang, sebutkan kemiripan antara kereta api dan sepeda". Berikut respon, selanjutnya untuk soal
kedua, instruksikan: "Selanjutnya sebutkan kemiripan antara jam tangan dengan penggaris". Pemeriksa dilarang memberikan petunjuk tambahan atau kata kunci.
SKOR: Hanya dua soal terakhir yang dinilai. Beri 1 poin untuk masing-masing pasangan menjawab soal dengan benar.
Respon berikut dapat diterima: Kereta-sepeda = sarana transportasi, sarana perjalanan; Jam tangan-penggaris = alat ukur, digunakan untuk mengukur.
Respon berikut ini tidak dapat diterima: Kereta-sepeda = mereka telah roda;
Jam tangan-watch = mereka memiliki nomor.
10. INGATAN TERTUNDA (DELAYED RECALL):
Administrasi: pemeriksa memberikan instruksi berikut: "Saya akan membacakan beberapa kata kepada Anda sebelumnya, tugas anda adalah mengingat kata-kata yang telah saya sebutkan dan kemudian mengulanginya kembali kata-kata tersebut”. Buatlah tanda cek (√) untuk setiap kata-kata yang dapat ingat dan disebutkan secara spontan tanpa isyarat.
SKOR: Berikan 1 poin untuk setiap kata-kata yang berhasil diingat dan di sebutkan dengan benar tanpa petunjuk ataupun kata kunci.
Optional:
Setelah percobaan sub test delayed recall, berikan motivasi pada subjek dengan memberikan kata kunci (clue) sesuai dengan petunjuk yang disediakan di bawah ini untuk tiap kata-kata yang sama sekali sulit diingat oleh subjek. Berikan tanda (√) pada kolom, untuk tiap kata yang dapat diingat dan disebutkan dengan benar setelah subjek diberikan bantuan kata kunci. Bila dengan cara ini subjek tetap sulit mengingat kata yang telah disebutkan, berikan bantuan terakhir dengan pilihan jawaban menggunakan instruksi:, "Manakah di antara kata-kata berikut yang termasuk jawaban kata tadi, HIDUNG, WAJAH, atau TANGAN?"
Gunakan kategori berikut dan / atau isyarat pilihan ganda untuk setiap kata, bila sesuai:
WAJAH : bantuan kategori: bagian tubuh Pilihan : hidung, wajah, tangan
SUTERA : bantuan Kategori: jenis bahan Pilihan : jeans, katun, sutera
MASJID : bantuan kategori: jenis bangunan Pilihan : masjid, sekolah, rumah sakit
ANGGREK : bantuan kategori: jenis bunga Pilihan : anggrek, aster, tulip
MERAH : bantuan kategori: warna pilihan : merah, biru, hijau
SKOR: Tidak ada poin untuk jawaban yang diberikan dengan bantuan.
Kata kunci ataupun bantuan digunakan untuk tujuan informasi klinis saja dan dapat memberikan informasi tambahan pada pemeriksa tentang jenis gangguan memori. Untuk memori deficit karena kegagalan proses encoding, pemberian bantuan kata kunci tidak perpengaruh pada performance.
11. ORIENTASI:
Administrasi: Pemeriksa memberikan instruksi "Katakan tanggal berapa sekarang/hari ini". Jika subjek tidak memberikan jawaban yang lengkap, maka segera lanjutkan instruksi: "Katakan pada saya (bulan, tahun, dan hari]" Kemudian katakan: "Sekarang, ceritakan dimanakan kita sekarang(tempat,d an kota).
SKOR: Berikan satu poin untuk setiap item/soal yang dijawab dengan benar.
Subjek harus menyebutkan tanggal dan nama tempat dengan tepat (nama rumah sakit, klinik, kantor). Poin/nilai tidak diberikan bila subjek salah dalam menjawab soal.
TOTAL SKOR: Jumlahkan semua sub scores yang tercantum di sisi kanan.
Tambahkan satu poin bagi subjek yang memiliki latar belakang pendidikan formal kurang dari 12 tahun. Skor maksimal yang dihasilkan adalah 30, untuk skor total >
26 adalah normal (tidak ada gangguan).
Lampiran 8. PANSS versi Bahasa Indonesia
C. Petunjuk : Berikan penilaian dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom nilai yang sesuai, dengan ketentuan sebagai berikut:
1 = Tidak ada, 2 = Minimal, 3 = Ringan, 4 = Sedang, 5 = Agak berat, 6 = Berat, 7
Lampiran 9. Personal and Social Performance Scale (PSP)
Wawancara terstruktur untuk Personal And Social Performance Scale (PSP) (WT PSP) (pasien/pengasuh) Versi Indonesia
Pendahuluan : Saya akan bertanya kepada anda beberapa pertanyaan tentang kejadian selama satu bulan terakhir (atau protocol dalam waktu tertentu). Jadi, tolong beritahu saya, bagaimana keadaan anda selama satu bulan terakhir?
PERAWATAN DIRI
a. Dimanakah Anda tinggal? Menurut pendapat Anda, bagaimana Anda mengurus diri sendiri selama sebulan terakhir?
b. Apakah Anda mendapat resep obat? Apakah Anda secara teratur meminum obat sesuai aturan yang dianjurkan menurut resep? Apakah ada orang lain yang harus mengingatkan atau menolong Anda?
c. Rata-rata, apakah biasanya Anda makan paling tidak 2 kali sehari selama satu bulan terakhir? Apakah orang lain harus mengingatkan atau menoIong Anda? (Jika ya: seberapa sering?)
d. Seberapa sering Anda mandi da|am sehari? Apakah orang lain harus mengingatkan Anda atau menolong Anda mandi? (Jika ya: seberapa sering?) e. Berapa sering Anda menggosok gigi? Apakah orang Iain yang harus
mengingatkan atau menolong Anda? (Jika ya: seberapa sering?)
f. Menurut pendapat Anda, bagaimana penampilan Anda selama sebulan terakhir ini?
Seberapa sering Anda keramas rambut? Apakah orang lain harus mengingatkan atau menolong Anda? (Jika ya: seberapa sering?)
Seberapa sering Anda mengganti baju? Apakah orahg lain harus mengingatkan atau menolong Anda? (jika ya: seberapa sering?)
Seberapa sering Anda mencuci baju Anda? Apakah orang lain harus mengingatkan atau menolong Anda? (jika ya: seberapa sering?)
( Catatan: Paling tidak pasien berinisiatif meminta bantuan orang lain untuk mencuci bajunya)
AKTIVITAS YANG BERGUNA SECARA SOSIAL (Termasuk bekerja dan sekolah/belajar)
1. Bagaimana Anda menghabiskan waktu anda selama sebulan terakhir?
Apakah Anda bekerja?
(Jika ya: Berapa sering Anda dijadwalkan bekerja? Berapa sering Anda hadir bekerja?)
Apakah Anda menjadi relawan di suatu tempat?
(Jikaya: Berapa sering Anda dijadwalkan bekerja? Berapa sering Anda hadir bekerja?)
Apakah anda pergi ke sekolah?
(jika ya: Berapa sering jadwalnya? Berapa sering anda hadir?
Apakah Anda menghadiri suatu program terapi?
(Jika ya: Berapa sering Anda dijadwalkan? Berapa sering Anda hadir?) 2. Apakah Anda melakukan pekerjaan rumah tangga sebulan terakhir ini?
(seperti: memasak, mencuci, dll) (jika ya: Seberapa sering aktivitas-aktivitas ini dilakukan?)
3. Apakah Anda berpartisipasi dalam aktivitas ke!ompok? (seperti : klub, kelompok pendukung, tim) (Jika ya: Seberapa sering aktivitas-aktivitas ini
3. Apakah Anda berpartisipasi dalam aktivitas ke!ompok? (seperti : klub, kelompok pendukung, tim) (Jika ya: Seberapa sering aktivitas-aktivitas ini