• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peneliti memberikan saran kepada Lembaga Dakwah PBNU sebagai berikut:

1. Tim Media Lembaga Dakwah PBNU perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas konten yang diposting di media

sosial. Caranya dengan memposting pesan Islam secara terjadwal dan tersusun.

2. Perlu memaksimalkan pengkaderan dai seNusantara agar LD PBNU dapat mengoordinasi para dai tersebut. Caranya dengan mengundang seluruh perwakilan pengurus tiap wilayah untuk dikoordinir dan diarahkan agar masing masing wilayah terkoordinir maksimal.

3. Mengadakan sebuah acara yang mengoordinir para milenial secara berkelanjutan, bertujuan untuk menciptakan milenial yang memiliki nilai keislaman dan keindonesiaan.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Abdullah, T. 1991. Sejarah Umat Islam Indonesia. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Ahmad Sahal, M. A. 2015. Islam Nusantara Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan. Bandung: PT Mizan Pustaka. Akhyar, R. M. 2017. Pesan-pesan Nirkekerasan dalam Islam.

Kuningan: Nusa Litera Inspirasi.

Amin, S. M. 2008. Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta: Amzah.

Amin, S. M. 2009. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.

Azni, M. H. 1989. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia. Bandung: Alma'arif.

Azra, A. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 3. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeven.

Azra, A. 2018. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia. Depok: Prenada Media Group.

Bakti, A. F. 2002. “Nahdlatul Ulama” dalam Karen Christensen dan David Levinson, Encyclopedia of Modern Asia. New York: Charles Scribner's Sons.

Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Bungin, B. 2012. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Cresswell, J. W. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Devito, J. A. 2011. Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Karisma

Publishing Group.

Effendy, O. U. 2015. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarta.

Gunawan, I. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.

Hall, D. 1960. a History of South East Asia. London: Macmillan & Co Ltd.

Haroen, A. M. 2015. Meneguhkan Islam Nusantara: Biografi dan Kiprah Kebangsaan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. Jakarta: PT Khairu Jalisn Kitabun.

Hasbullah. 1995. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Lintas Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo.

Hendri, E. 2019. Komunikasi Persuasif: Pendekatan dan Strategi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Huda, M. N. 2012. Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Lembaga Dai Nahdlatul Ulama (LDNU). Jakarta: Sekertaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia.

Ismail, F. 1992. Pijar-Pijar Islam: Pergumulan Kultur dan Struktural. Jakarta: Depak Proyek Peningkatan Kerukunan Hidup Umat Beragama.

J.Ball-Rokeach, M. L. 1989. Theories of Mass Communication. New York & London: Longman.

Junaidi, H. A. 2015. Islam Nusantara: Meluruskan Kesalahpahaman. Jakarta: LP Ma'arif Pusat.

Karim, A. 2007. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Karim, M. A. 2007. Islam Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Mas'ud, A. 2003. Menuju Paradigma Islam Humanis. Yogyakarta: Grama Media.

Moloeng, L. J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Morissan. 2015. Teori Komunikasi Individu hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Mulyana, D. 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Musa, M. A. 2014. Membumikan Islam Nusantara. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Pawito. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: Pelangi Aksara Yogyakarta.

Perkins, P. 2008. The Art and Science of Communication: Tools for Effective Communication in the Workplace. Canada: Wiley.

Perloff, R. M. n.d. The Dynamic Persuasion: Communication and Attitudes in the Centery. New Jersey: Lawrence Erlabaum. Poerwodarminta, W. 1985. Kamus Umum Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka.

Ridwan, N. K. 2015. Gerakan Kultural Islam Nusantara. Yogyakarta: Jamaah Nahdliyin Mataram.

Romli, M. G. 2016. Islam Kita Islam Nusantara. Tangerang Selatan: Ciputat School.

Sanafiah. 1989. Format-Format Penelitian Sosial: Dasar-Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Press.

Saputra, W. 2011. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Rajawali Press.

Sasmita, U. T. 2009. Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Siroj, S. A. 2015. Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin. Jakarta: LTN NU. Soemirat, S. 2007. Komunikasi Persuasif. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Sofwan, M. 2020. Konstruksi Identitas Islam Nusantara. Malang: Penerbit Arahbaca.

Suciati. 2015. Psikologi Komunikasi: Sebuah Tinjauan Teoritis

dan Perspektif Islam. Yogyakarta: Buku Litera

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Susanto, A. 1988. Komunikasi Dalam Teori dan Praktek. Bandung: Bina Cipta.

Tohari, H. Y. 2005. Muhammadiyah dan Pergulatan Politik Islam Modernis. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.

Karya Ilmiah

Ahmadi, “Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Islam Nusantara pada MediaIndonesia.com dan Republika.co.id”, KPI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018.

Muhammad Zaki Muhtarom, “Strategi Komunikasi Persuasif Lembaga Program Pembibitan Penghafal Al- Qur‘an Daarul Qur‘an dalam Meningkatkan Minat Donatur Sedekah Online Melalui New Media”, KPI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020.

Zaenul Barkah, “Strategi Dakwah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LDNU PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta DIY 2006-2010”, MD, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2010.

Jurnal dan Website

Alma’arif. Islam Nusantara: Studi Epistemologis dan Kritis. Jurnal Studi Keislaman Vol. 15 No. 2. tahun 2015. pada 26 Juni 2020 pukul 01.12 WIB.

Irawan, Deni. Islam dan Peace Building. Jurnal Religi, Vol. 10 No. 2. tahun 2014. diakses dari http://digilib.uin-

suka.ac.id/18645/1/deni%20irawan%20-

%20islam%20dan%20peace%20building%20-%20religi%20juli%202014-2.pdf, pada 23 Februari 2020

Jalil, Abdul. Makna Tsaqofah dalam Konteks Kontemporer. Jurnal Studi Al Quran, Vol. 8 No. 1. tahun 2012. diakses dari

http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jsq/article/download/ 4703/3512/, pada 18 Februari 2020 pukul 05.57 WIB. Luthfi, Khabibi Muhammad. Islam Nusantara: Relasi Islam dan

Budaya Lokal. Jurnal Shahih, Vol. 1 No. 1. tahun 2016.

diakses dari

http://ejournal.iainsurakarta.ac.id/index.php/shahih/article/

viewFile/53/45, pada 2 Februari 2020 pukul 22.41 WIB.

Musthofa, Saiful. Meneguhkan Islam Nusantara untuk Islam Berkemajuan: Melacak Akar Epistemologis dan Historis Islam Nusantara. Jurnal Episteme, Vol. 10 No. 2. tahun 2015. diakses dari

http://ejournal.iain-tulungagung.ac.id/index.php/epis/article/view/187/132,

pada 18 Februari 2020 pukul 04.12 WIB.

Nurhisam, Luqman. Islam Nusantara: A Middle Way?. Jurnal Nurhisam, Vol. 1 No. 2. tahun 2016. diakses dari https://ejournal.iainsurakarta.ac.id/index.php/shahih/articl

e/view/241/119, pada 11 Februari 2020 pukul 07.32 WIB.

Rahardjo, Turnomo. Memahami Kemajemukan Masyarakat Indonesia. Jurnal Antropologi, Vol. 1 No. 2. tahun 2010.

diakses dari

http://eprints.undip.ac.id/19642/1/memahami_kemajemuk

an_masyarakat_indonesia.pdf. pada 18 Februari 2020

pukul 01.34 WIB.

Rijali, Ahmad. Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadharah, Vol.

17 No. 33. tahun 2018. diakses dari

https://www.researchgate.net/publication/331094976_anal

isis_data_kualitatif, pada 13 Februari 2020 pukul 19.04

WIB.

Slamet. Efektivitas Komunikasi dalam Dakwah Persuasif. Jurnal Dakwah, Vol. 10 No. 2, tahun 2009. diakses dari

http://digilib.uin-suka.ac.id/8374/1/slamet%20efektifitas%20komunikasi%

20dalam%20dakwah%20persuasif.pdf, pada 2 Februari

“Kepemimpinan Muhammadiyah”, diakses pada 18 Februari 2020 di https://nasional.kompas.com/read/2015/08/04/17174241/ Kepemimpinan.Muhammadiyah?page=all

“MUKTAMAR KE-33 NU- 'Islam Nusantara Bukan Aliran”.diakses

pada 18 Februari 2020 di

https://www.republika.co.id/berita/koran/nusantara- koran/15/08/03/nsiabv1-muktamar-ke33-nu-islam-nusantara-bukan-aliran

“Muhammadiyah di abad ke dua”, diakses pada 18 Februari 2020 di

https://nasional.kompas.com/read/2015/08/03/16000031/ Muhammadiyah.di.Abad.Kedua?page=all

https://dakwahnu.id/?s=Islam+Nusantara https://www.nu.or.id/static/6/sejarah-nu

Lainnya

Arsip Profil Lembaga Dakwah PBNU

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Skripsi, Tesis, dan Disertasi). 2017. Jakarta: tidak diterbitkan, UIN Syarif Hidayatullah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Anggaran Dasar dan Anggaran

Rumah Tangga NU. 2015. Jakarta: Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU.

Surat Keputusan Lembaga Dakwah PBNU nomor:

32.C/A.II.11/09/2019 tentang Pengesahan Pengurus Lembaga Dakwah PBNU masa khidmat 2019-2020

Susunan Kepengurusan Lembaga Dakwah PBNU Periode Tahun 2015-2020.

Tabel Dewan Penasehat LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Penasehat KH. Musthofa Aqil

2 KH. Zaki Mubarak

3 KH. Abdul Manan Ghani

4 Dr. (HC) H. A. Muhaimin Iskandar,

M.Si.

5 KH. Zulfa Musthafa

6 KH. Bagindo M Letter

7 KH. Ulin Nuha Arwani

8 Ishfah Abidal Aziz, SH. I

Tabel Ketua dan Wakil Ketua LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Ketua Drs. KH. Agus Salim

2 Wakil

Ketua

KH. Muhammad Nur Hayid

3 Dr. KH. Abdul Halim Sholeh, Lc.

4 Drs. Zainuri Anwar

5 KH. Thobari Syadzily

6 KH. Misbahul Munir

7 Drs. Badri Hamidi

8 KH. Farid Wajdy Anom Kusumajati

10 KH. Idris Sholeh, Lc.

11 Dr. KH. M. Lukman Hakim, M.Ag.

12 KH. Masruhin Abdul Majid, S.Ag,

M.Ag.

13 KH. M. Agus Abdul Ghofur

14 Hj. Dewi Ani E

15 Drs. HM. Wahid Nurudin

16 KH. Qosim Arsyadani, MA.

17 KH. Miftahul In’am Maulana

Habiburrahman

Tabel Sekertaris LD-PBNU

NO Jabatan Nama

1 Sekretaris Dr. KH. Moch. Bukhori Muslim, Lc, MA.

2 Wakil

Sekretaris

M. Imaduddin, S.Pd.I.

3 Saefullah Amin, S. Kom.

4 H. Aziz Syaifuddin

5 H. A. H. Roidi Farisie, M.M,

M.Ag.

6 KH. Jamaludin F Hasyim

7 Ahmad Shobirin Salim

8 KH. Toufan Firdaus, Lc, M.Si.

9 Hj. Miftahul Janah, M.Si

Tabel Bendahara LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Bendahara KH. Amiruddin Nahrawi

2 Wakil

Bendahara

KH. Ali Mahfud Syafaat

3 KH. Ahmad Shodiq

4 Dr. Masykuri, M.Pd.I

5 H. Riyono Suhadi, S.Pd.I.

6 KH. Musthofa Yusuf

Tabel Divisi Kajian dan Pengembangan LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Ketua KH. Thobary Syadzily

2 Anggota KH. Idris Sholeh, Lc.

3 Hj. Julie Trisnadewi

4 Mangkusuwagnyo

5 KH. Kholid Ar-Rifai

6 H. Hendra Cipta Dinata, SE, MM.

7 Dr. KH. M. Nurul Irfan

8 Dr. Saefullah

9 Habib Salim bin Jindan

Tabel Divisi Kaderisasi dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Ketua KH. Masruhin Abdul Majid

2 Anggota KH. Jamaludin F Hasyim

3 M. Imaduddin, S.Pd.I. 4 KH. Nurul Badruttamam 5 Hj. Afifah Junainah 6 Hj. Rini Ratnaningsih 7 Drs. H. Zainuri Anwar 8 Nurochman Maksudi 9 KH. Agus A. Ghofur 10 KH. Mustofa Yusuf

11 Siti Nurbani, M. Hum.

12 KH. Ali Ridho

13 KH. Hasyim Ilyas

Tabel Divisi Kemitraan dan Hubungan Luar Negeri LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Ketua KH. Muhammad Nur Hayid

2 Anggota Dr. KH. Samsul Ma’arif

3 Dr. KH. Kamarusdiana

4 Dr. KH. Muslih Nasuha

5 KH. Khoirul Ansori, Lc.

7 Aziz Syaifullah

8 Atep Abdurrofiq

9 Dr. Edi Rahmad Widodo

10 H. M. Ghozali

Tabel Divisi Majelis Taklim dan Kepemudaan LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Ketua Dr. KH. Abdul Halim Sholeh

2 Anggota Hj. Dewi Ani E

3 KH. Qosim Arsyadani, MA.

4 KH. Wahid Nurudin

5 KH. Ali Mahfud Syafaat

6 Dr. KH. Masykuri

7 H. Riyono Suhadi, S.Pd.I

8 Ahmad Shobirin Salim

9 Dra. Hj. Rofiatus Sahadah

10 H. Zainal Aminin

Tabel Divisi Publikasi dan Dakwah Digital An-Nahdliyah LD-PBNU

No Jabatan Nama

1 Ketua KH. Misbahul Munir

2 Anggota KH. Ahmad Shodiq

3 H. Syaiful Amin

5 KH. Handri Ramadian

6 M. Jufri Halim, S.Ag, M.Si.

7 Abdul Muiz Ali, S.Pd.I.

8 Lukman Hakim

9 Wahyu Nur Hidayat

10 Muhammad Fakhrudin

Tabel Divisi Usaha dan Pengembangan Ekonomi Umat

No Jabatan Nama

1 Ketua KH. Ahmad Nurul Huda, HM, MA

2 Anggota Ir. H. Darma Azwan

3 Hj. Lili Efrita

4 Abdus Saleh Radai, S.Th.I

5 Ahmad Fausih, M.Sos.

6 Aan Yugiastomo, S.Fil, I

7 Didik Ariyanto

Hasil Wawancara

Nama : KH. Agus Salim

Jabatan : Ketua Lembaga Dakwah PBNU Tempat : Kantor LD-PBNU lt 6

Hari / Tanggal : Rabu, 6 Mei 2020

Waktu : 14.00 WIB s.d. 14.35 WIB

1. Apakah Pesan Islam Nusantara ada kaitannya dengan dakwah tsaqofah?

- Islam Nusantara adalah cirikhas/khosois/istilah. Islam nusantara merupakan nilai-nilai praktek keislaman muslim di Indonesia contoh Sholat pakai baju batik, 3 harian, 7 harian, 40 harian, haul, istighotsahan, khutbah dengan Bahasa arab. Islam Nusantara merupakan Praktek Islam di Nusantara

- Tsaqofah merupakan peradaban, dakwah itu harus mengikuti apa yang dilaksanakan Rasulullah Saw. innama’al bu’istu liutammi makarimal akhlak. Islam sering dikaitkan dengan dengan kekerasan, radikal, dan intoleran. Justri sebagai umat Islam kita prihatin mengangkat simbol agama untuk kekerasan. Padahal Rasul selalu berpesan untuk berakhlak bahkan ketika berperang pun Rasul berpesan untuk tetap menjaga moral/etika. Pola Islam hadir di bumi sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat seluruh alam). Tsaqafah mengarahkan muslim untuk menjadi kreatif dan produktif dan harus dibarengi dengan tasawuf (akhlak) agar tidak salah jalan (tetap syariat Islam).

- Pesan Islam Nusantara merupakan dakwah peradaban/dakwah tsaqofah. Konsep dakwah itu awalnya tradisional, masjid ke masjid, majelis ta’lim ke majelis ta’lim maupun dari pondok pesantren ke pondok pesantren. Sekarang era milenial dengan teknologi, maka dari itu medsos adalah sebuah nilai. Butuhnya kecepatan dan ketepatan. Kita yang harus menguasai peradaban. NU berpedoman dakwah dengan hikmah termasuk dengan medsos. Bagi LDNU medsos merupakan harga mati

2. Apa upaya/tahapan yang dilakukan LD-PBNU dalam menyampaikan pesan islam nusantara

- Kita tidak meninggalkan konsep lama dalam berdakwah, memerjuangkan kiai-kiai dan para dai di daerah untuk tetap bisa terlibat dengan kultur saat ini seperti tahlil, maulidan, istigasahan yang menggunakan media sosial. LDNU juga mengadakan pelatihan dakwah di media sosial, ada dai entrepreneur juga, pdp (Pendidikan dai penggeran) NU. Ini dilakukan untuk mengenalkan kepada masyarakat iniloh Islam Nusantara, bukan hanya hal hal tradisional saja dalam berdakwah di Nusantara.

- Berpegang pada 4 prinsip NU, tawasuth: moderat, tawazun : keseimbangan, I’tidal : jalan tengah, dan tasamuh toleransi. 4 konsep ini dijadikan NU sebagai konsep penerapan Islam yang dikenal Islam Nusantara dan ini merupakan basis konsep Ahlusunnah wal Jum’ah. Islam mengenal toleransi, keseimbangan, harmonisasi, dan moderat. NU tentu Ahlusnnah wal Jama’ah

3. Bagaimana LDNU memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui dan menerima Islam Nusantara

- Dakwah Islam Nusantara itu dengan bilhikmah, seperti contoh Nabi Saw. berdakwah dengan akhlak di Mekkah dan Madinah. Ketika nabi dihina dan para sahabat nabi sudah tidak bisa menahan kesabaran tetapi yang dilakukan Rasulullah adalah melerainya, tidak marah, dan bahkan mendoakan. Hal ini disadari bahwa Rasul diutus untuk berdakwah dan mempermudah permasalahan. Dakwah bilhikmah ini merupakan rujukan LDNU dalam

berdakwah, dengan ucapan-ucapan yang baik.

Mengedukasi masyrakat dengan memberikan

tauladan/contoh kepada masyarakat bagaimamana

berakhlakul karimah

- Konsep dakwah islam nusantara itui memegang prinsipnya. Sebab Dakwah merupakan tugas suci Rasul dan dilanjutkan para ulama dan saat ini di Indonesia tanggung jawab itu ada pada pundak Nahdlatul Ulama,

dalam segi organisasi tentu ada di Lembaga Dakwah PBNU, ini merupakan amanah para ulama.

- Tentu kita menjelaskan apa manfaat pesan Islam Nusantara, yakni untuk menjawab kemajemukan bangsa, menjaga tradisi, dan juga bentuk pengamalan al qur’an (bilhikmah). Dakwah yang sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Hal ini(pesan Islam Nusantara) kita selalu sampaikan melalui media sosial, website dan juga setiap dakwah yang dilakukan pengurus ldnu baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Bagaimana LDNU memengaruhi masyarakat agar masyarakat bisa menerapkan pesan Islam Nusantara?

- LDNU dalam penyampaian islam nusantara melalui metode, metode saat ini ya tentu dengan mamanfaatkan media media sosial, seperti facebook, youtube, website, Instagram, twitter. Membuat konten konten dakwah, silahkan dilihat pada akun medsos @ldnu1926 Lembaga

Dakwah PBNU, memposting tulisan di website

lembagadakwahpbnu.com dan menysiarkan kegrup grup whatsapp yang dikelola LD-PBNU

5. Perumpamaan seperti apa yang dilakukan LD-PBNU untuk meyakinkan masyrakat agar pesan Islam Nusantara ini tersampaikan?

- Bilhikmah dengan bilhal melalui media social yang meneduhkan, yang damai. LDNU rutin setiap bulan melaksanakan istighotsah. Melaksanakan istighotsah yang merupakan ciri khas Islam Nusantara. Bukti bahwa makhluk Allah itu lemah dan kita butuh Allah. Bukan hanya pada saat musibah saja, tetapi kita butuh Allah disetiap hidup kita cinta Allah dengan sesungguh-sungguhnya. - Tahlil, 7 harian, 40 harian, haul, halal bi halal, kendurian. - Pengajian kitab kuning ini juga merupakan Islam Nusantara, Ngaji harus dengan kitab dan harus dengan guru karena ada nilai tabarukkan.

6. Faktor Penghambat penyampaian Islam Nusantara

- Orang harus cerdas betul untuk memahami Islan Nusantara yang merupakan 4 prinsip NU, kalua tidak

paham akan menganggap aliran/sessat dan karena ada sikap ketidaksukaan dengan NU, oleh karena itu banyak orang tidak memahami terlebih dahulu. Maka tidak akan terima.

- Belum banyak tahu tentang Islam Nusantara tetapi sudah dikomen.

7. Islam Nusantara dari KH. Agus Salim

- Islam Nusantara merupakan cirikhas/khosois/istilah penerapan Islam di Indonesia dengan berbaur dengan budaya Indonesia, seperti shalat pakai baju batik, khutbah dengan bahasa Indonesia, khutbah memegang tongkat, maulidan, 3 harian, 7 harian, 40 harian, haul, istighotsah dan sebagainya, ritual sosial keagamaan ini hanya ada di Indonesia. Di negara lain ya ada Islamnya masing masing tempatnya, dapat melebur.. Islam Nusantara metode yang

dapat menjawab kemajemukan bangsa/menjawab

Hasil Wawancara

Nama : KH. Abdul Manan Abdul Ghani

Jabatan : Ketua PBNU

Tempat : Kantor Ketua PBNU lt 3 Hari / Tanggal : Rabu, 20 Mei 2020

Waktu : 15.00 WIB s.d. 15.55 WIB

1. Bagaimana pemaknaan Islam Nusantara dan apa karakteristiknya?

- Islam Nusantara, Islam yang berkembang di seluruh daratan Nusantara yang didakwahkan para ulama dan memiliki karakteristik berakidah dan dapat berdialog dengan keadaan(masyarakat dan budaya) setempat. Masa Rasulullah juga Islam diberbagai tempat berdialog sesuai tempat dan memiliki variasi. Nusantara itu Malaysia, patani, philipin. Memiliki Aqidah Asy’ariyah, Maturidiyah, dan amaliyahnya Mazhab Imam Syafi’I dan tarikotnya imam Juneidi albaghdadi dan imam Ghazali. Ini merupakan hal yang saya temui dari sabang sampai merauke termasuk daerah jazirah arab (maroko) selama saya menjadi ketua PBNU. Islam Nusantara dibawa para dai dan tokoh sentralnya para wali sembilan.

2. Apakah Islam Nusantara berbeda dengan Islam dibawa Rasulullah Saw?

- Tidak, sanad/silsilah keilmuanya tersambung. Dan

berpedoman sama, Al-qur’an dan sunnah serta

menggunakan akal kolektif yang dikenal ijma dan akal sporadis/sendiri-sendiri yaitu qiyas. Justru para ulama itu memperkokoh alqur’an dan hadist karena memahaminya membutuhkan metode. Quran dan Hadis kan Bahasa arab, kalau tidak bisa memahami nahwu Sharaf, balaghah, ma’ani, bayan, uslub dan asbabunnya bagaimana orang bisa mengikuti ajaran nabi. Islam tanpa metode maka akan tidak sampai ke setiap lini masyarakat. Ulama di Nusantara semuanya memiliki sanad keilmuan ke Rasulullah Saw.

3. Islam Nusantara merupakan metode dakwah ulama Nusantara atau corak Islam di Nusantara?

- (Islam Nusantara) metode dakwah, ulama pewaris nabi yang bertugas untuk mengenal Allah Swt. dan mengajak manusia menyembah Allah Swt. dengan berbagai metode. Sebagaimana Annahl ayat 25 (ud’u ilaa sabili rabbika bilhikmah) dakwah dengan hikmah/metode para dai. Hal ini yang membuat variasi dakwah berbeda-beda untuk mengenal Allah untuk menyembah Allah. Islam Nusantara merupakan metode untuk mengenal Allah bagi masyarakat Nusantara. Contoh dengan adanya Ulama memanfaatkan budaya para masyarakat jawa dulu mengenal Allah dengan syair “gusti Allah pengaeran kawulan nabi Muhammad, kitab AlQur’an panutan kawula, sederek mukmin sederek kawula.” Contoh syair sifat Allah yang 20 wujud, qidam, baqa dst. Gusdur dengan syairnya dan juga sunan Kalijaga

4. Apakah Islam Nusantara merupakan tipologi makna Islam yang mengakomodir budaya atau islam di daerah nusantara? - Islam di Nusantara dan budaya merupakan infrastruktur

agama seperti syair syair jawa. Sunan gunung jati mensyairkan lailahaillah dan menggunakan lirik jawa. Disebarkan dengan budaya setempat/yang ada yang tidak bertentangan dengan agama Islam. Budaya sebagai infrastrukut. Jadi Islam bukan hanya seperti di Saudi arabia, Islam dimanapun berada menenyesuaikan budaya setempat dan tetap pada syariat Islam.

5. Bagaimana sejarah Islam Nusantara?

- Islam masuk Nusantara melalui Sumatera, ada yang dari India yang keturunannya menjadi Walisanga yang meiliki marga adzmatkhan. Banyak peran para ulama thoriqoth dan tasawuf imam syafi’i, naqsabandiyah, safawiyah, syadizliyah, syekh khotib sambas. Aceh dari Singkil dari barus sampai ke banten ke Cirebon. Kalau di Jakarta ada habib luar batang, pangeran jayakarta dan para wali wali di jawa. Hal ini menjadi desain Islam di Indonesia memiliki kerajaan kerajaan, dari kerajaan hindu budha ke islam.

kerajaan pajajaran diubah menjadi kesultanan Cirebon oleh sunan gunung jati. Tempat Ibadah, mulai dari aceh menasah jadi surau, jawa barat jadi tajuk, langar di jawa (menggunakan Bahasa loikal). Demak menjadi kerajaan Islam, kertanegara, dan semua kerajaan di islamkan. Peran sentral dipegang oleh Wali Sembilan atau Wali songo pada abad 14

6. Apa yang membuat istilah Islam Nusantara digunakan NU? - (Islam Nusantara) Islam yang memiliki khosois / cirikhas

di Nusantara yaitu Islamnya Nahdlatul Ulama, Islam Nusantara. Secara kultur dan budaya memiliki khasnya sendiri. Punya amaliah sendiri seperti, tahlilan, manaqiban, istigatsahan, cukur rambut, halal bihalal, nujuh bulanan, dan sebagainya. Upaya mengubah tradisi animism dinamisme menjadi Islam. ini merupakan kebiasaan turun-temurun dengan merubah kebiasaan lama menjadi baru sesuai dengan ajaran Islam. Amaliah NU merupakan khazanah Islam yang ada di Nusantara. Amaliah NU menjadi media silaturrahmi seperti haul, tahlilan, isra’ mi’raj, walimatul ursy, maulid dan sebagainya. Amalian NU itu ya metode Islam Nusantara. - Amaliah NU Menjadi media silaturrahim seperti haul,

tahlilan, isra miraj, walimatul ursy, maulid dan sebagainya.

7. Apa arti dan hubungannya Dakwah Tsaqofah dengan Islam Nusantara?

- (Dakwah tsaqofah) dakwah yang dapat membangun masyarakat agar menjadi masyarakat yang berkarakter dan mencintai budayanya, sehingga menjadi dakwah yang