BAB IV PENUTUP

4.2 Saran

Penelitian tentang novel Sang Maharani karya Agnes Jessica ini masih bisa diteliti dengan sudut pandang yang lain seperti sosiologi sastra, psikologi sastra, atau pendekatan historis dalam sastra.

89

DAFTAR PUSTAKA

Budiman, Arif. 1981. Pembagian Kerja Secara Seksual. Jakarta: PT. Gramedia. Djajanegara, Soenarjati. 2000. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Endraswara, Suwardi.2011. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi.Yogyakarta: Caps.

Ervita dan Puji Astuti. 2002. Memahami Gender dan Kekerasan terhadap Perempuan. Yogyakarta: Rifka Hanisa Women‟s Crisis Center.

Fakih, Mansoer. 2003. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Feillard, Andree. “Potensi Perubahan Relasi Gender di Lingkungan Umat Islam: Sebuah Proyeksi dan Pemaparan Data”. Dalam Syafiq Hasyim (peny.)

Menakar “Harga Perempuan”. 1999. Bandung: Penerbit Mizan.

Hamim, Anis dan Siti Roswati Handayani. 2002. Menjadi Paralegal bagi Perempuan Korban Kekerasan. Yogyakarta: Rifka Hanisa Women‟s Crisis Center.

Harjono, Eko. 2006. Tragedi Kehidupan Maharani sebagai Jugun Ianfu dalam Novel Maharani Karya Agnes Jessica: Tinjauan Sosiologi Sastra. Skripsi S1. Yogyakarta. Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma.

Hidayat, M. Adityawarman. 1987. “Ibu Tiri dan Anak Tiri”. Dalam Majalah Mawas Diri. September 1987, hlm. 60—63.

Jessica, Agnes. 2009. Sang Maharani (cetakan I). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Moeleong, Lexy J. 1989. Metode Penelitan Kualitatif. Bandung: Remaja Karya. Murniati, A.P. 1992. “Perempuan Indonesia dan Pola Ketergantungan”. Dalam

Budi Susanto dkk. (Peny.) Citra Wanita dan Kekuasaan (Jawa). Yogyakarta: Kanisius.

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: Dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sarumpaet, R.I. 1975. Wanita Teladan. Bandung: Indonesia Publishing House. Siregar, Lies Hermin. 1984. “Wanita Indonesia dan Kepribadian Wiraswasta”.

Dalam Perjuangan Wanita Indonesia: 10 Windu setelah Kartini 1904— 1984. Jakarta: Departemen Penerangan RI.

Sofia, Adib. 2009. Kritik Sastra Feminis: Perempuan dalam Karya Kuntowijoyo. Yogyakarta: Citra Pustaka.

Sugihastuti. 2002. Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wiyatmi. 2012. Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

ix

Haryanti, Benedikta. 2013. “Prasangka Gender dan Emansipasi Perempuan dalam Novel Sang Maharani Karya Agnes Jessica”. Skripsi S1. Program Studi Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma.

Skripsi ini membahas prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica. Prasangka gender merupakan anggapan yang salah kaprah tentang gender dan jenis kelamin. Emansipasi perempuan merupakan gerakan kaum perempuan untuk menuntut persamaan hak dengan kaum laki-laki, baik dalam bidang politik dan ekonomi, maupun gerakan sosial budaya pada umumya. Skripsi ini bertujuan mendeskripsikan tokoh dan penokohan dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica, mendeskripsikan tokoh profeminis dan tokoh kontrafeminis dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica, dan mendeskripsikan prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica.

Pendekatan yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan kritik sastra feminis. Kritik sastra feminis adalah studi sastra yang mengarahkan fokus analisis pada perempuan yang menginginkan adanya keadilan dalam memandang eksistensi perempuan, baik sebagai penulis maupun dalam karya sastra-karya sastranya. Data dikumpulkan menggunakan metode studi pustaka dengan teknik catat. Analisis data menggunakan dua metode, yaitu metode formal dan metode analisis isi. Metode formal digunakan untuk menganalisis tokoh dan penokohan dalam novel Sang Maharani, sedangkan metode analisis isi digunakan untuk menganalisis prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani. Hasil analisis data disajikan dengan metode deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini meliputi tokoh dan penokohan, tokoh profeminis dan kontrafeminis, serta prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani. Tokoh protaganis dalam novel ini adalah Rani dan Arik; tokoh antagonis adalah Sari, Tiar, Janoear, dan Lastri; tokoh tritagonis adalah Hartono. Tokoh utama adalah Rani; tokoh sentralnya meliputi Rani, Arik, Sari, Tiar, Janoear, dan Lastri; tokoh pembantunya adalah Hartono. Tokoh profeminis dalam novel Sang Maharani adalah Rani dan Arik. Sementara itu, tokoh kontrafeminisnya adalah Sari, Tiar, Lastri, dan Janoear.

Prasangka gender yang terdapat dalam novel Sang Maharani antara lain (a) perempuan memiliki sifat tidak mudah marah dan bersikap sabar, (b) harga perempuan hanya terletak pada kecantikannya, (c) perempuan tidak pantas untuk bersekolah tinggi-tinggi karena tugas utama perempuan adalah melayani suami dan bekerja layaknya ibu rumah tangga, (d) perempuan selalu dianggap satu tingkat lebih rendah dari laki-laki, dan (e) stereotip ibu tiri yang jahat dikukuhkan oleh tokoh Sari.

Emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani antara lain (a) perempuan berani bangkit dari keterpurukan, (b) perempuan terjun dalam bidang publik, dan (c) pemaknaan ulang terhadap virginitas.

x

Haryanti, Benedikta. 2013. “Bias Gender and Women’s Emancipation in Sang Maharani by Agnes Jessica”. Undergraduate Thesis. Study Program of

Indonesian Literary, Indonesia Literature Course, Sanata Dharma University.

This thesis discusses bias gender and women‟s emancipation in Sang Maharani novel by Agnes Jessica. Bias gender is a wrong judgment about gender and sex. Woman‟s emancipation is a movement that demands the equality between man and woman in policy, economy, social, cultural, and the other area. The study in the thesis aims to describe character and characterization in Sang Maharani novel, describe pro feminism and contra feminism character in the novel, and describe the bias gender and woman‟s emancipation in this novel.

The approach in this thesis is critical of feminism literature. It is a literature study that gives a focus in an analyzing to woman that wants a justice between man and woman in the literature. The data are collect using literature study methods with writing technique. Analyzing data uses two methods, formal methods and analyzing content methods. The formal method is used to analyze the character and characterization in the Sang Maharani novel, and analyzing content methods is used to analyze bias gender and woman‟s emancipation in Sang Maharani novel. The result of analyzing data is served with descriptive qualitative methods.

The results of this thesis are the character and characterization, pro and contra feminism character, and bias gender and woman emancipation in Sang Maharani novel. The protagonist characters in the novel are Rani and Arik; the antagonist characters are Sari, Tiar, Janoear, and Lastri; the tritagonist character is Hartono. The prime character is Rani; the central characters are Rani, Arik, Tiar, Janoear, and Lastri; the complement character is Hartono. The pro-feminism characters are Rani and Arik. The contra-feminism characters are Sari, Tiar, Lastri, and Janoear.

The bias gender in Sang Maharani novel are (a) woman is patient and may not be angry, (b) the value of the woman is in the her beauty, (c) women do not need to get high education because their main task is serving their husband and work like housewife, (d) women are always reputed one step under the men, and (e) stereotype of bad stepmother is firmed by character of Sari.

The woman emancipations in Sang Maharani novel are (a) women are brave to come up from the bad experience in the past, (b) women enter to publish field, and (c) the new perception about virginity.

Dalam dokumen Prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica. (Halaman 100-104)