• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

12. Bentuk butir soal dan kemampuan siswa Indonesia terhadap butir soal yang tidak biasa muncul di dalam soal ujian nasional pada butir soal sastra dengan tujuan untuk mengungkap kemampuan melakukan inferensi, butir soal dengan jenis isian pada wacana “Elang Terbanglah Elang” (Fly Eagle Fly) nomor 9, butir soal dengan jenis kombinasi berupa sikap dan isian dengan fokus pada pemberian alasan pada wacana “Si Kilau”, khususnya butir soal nomor 14, dan butir soal isian melalui bagan pada butir nomor 12 dengan wacana berjudul “Hiu” (Sharks) berada di bawah rata-rata internasional. Secara umum dapat disimpulkan bahwa untuk butir soal yang tidak biasa muncul dalam soal ujian nasional, kemampuan siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata internasional. Hal ini tidak jauh berbeda dengan butir soal lain. Artinya, faktor-faktor lain yang turut menentukan kemampuan siswa Indonesia dalam tes membaca harus mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Berdasarkan pembahasan, ditemukan berbagai faktor sebagai penyebab dari lemahnya kemampuan membaca siswa Indonesia dalam standar internasional maupun nasional. Pertama, kecenderungan siswa Indonesia menjawab soal berdasarkan tebakan. Kedua, butir-butir soal ujian nasional, baik stem maupun pilihan tidak dikonstruksi dengan sempurna dan cenderung bersifat tunggal dengan kata kunci pertanyaan kurang spesifik. Ketiga, pemilihan wacana kurang diperhatikan dari segi kualitas isi dan masalahnya. Keempat, pembelajaran membaca di kelas belum mengutamakan pengembangan kompetensi membaca. Kelima, kebiasaan membaca belum dikembangkan secara memadai. Keenam, teori sastra yang diajarkan seringkali kurang tepat. Ketujuh, ukuran-ukuran jawaban dalam persepsi guru dan siswa sangat variatif oleh karena kualitas butir soal belum sempurna.

B. Saran

Berdasarkan simpulan tersebut, beberapa rekomendasi yang dapat diajukan. Pertama, menjadikan hasil studi yang dilakukan IEA program PIRLS sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja pembelajaran bahasa Indonesia di level makro, seperti kebijakan kurikulum (standar isi, standar proses, standar penilaian, standar sarana dan prasarana); kebijakan profesionalisme guru bahasa Indonesia melalui sistem sertifikasi yang memungkinkan masalah literasi menjadi isu utama; kebijakan perbukuan yang mengusung isu utama literasi; dan kebijakan penilaian melalui ujian nasional dengan mengusung isu utama literasi. Kedua, mengembangkan kebijakan buku pendidikan yang tidak hanya terfokus pada buku pelajaran, tetapi juga buku pengayaan, buku panduan pendidik, dan buku referensi sehingga akan tersedia bahan bacaan yang memadai. Ketiga, membangun kesadaran dan keseriusan guru untuk menjadikan pembelajaran membaca sebagai payung pembelajaran bahasa dan mengembangkannya sesuai dengan hakikat membaca. Pengembangan kinerja guru harus berkelanjutan, tidak hanya terhenti selepas studi formal di perguruan tinggi, seperti melalui pelatihan, seminar, temu ilmiah, temu alumni, dan sebagainya. Keempat, kebijakan di dalam pengembangan soal ujian nasional masih menyimpan banyak masalah, seperti stem yang tidak problematis, pilihan jawaban yang tidak tepat, potongan-potongan wacana yang tidak representatif dan membebani siswa oleh karena ragamnya terlalu banyak sehingga siswa frustasi dan hanya menebak untuk memecahkan soal. Kebijakan di ranah ini harus diikuti dengan pengembangan soal ujian nasional yang teruji dengan validitas dan reliabilitas yang beragam serta elaborasi yang memadai atas indiaktor-indikator yang akan diujikan sehingga pilihan jawaban hanya ada satu yang benar, sedangkan yang lain pasti salah. Kelima, wacana yang dijadikan bahan untuk menjawab soal sebaiknya berupa beberapa wacana utuh dengan kualitas isi dan masalahnya yang baik, seperti tidak cepat kadaluwarsa, berbasis pengetahuan, dan karya sastra bermutu. Keenam, kebijakan pembelajaran membaca di level mikro yang diimplementasikan guru di sekolah harus mengutamakan kompetensi membaca, kebiasaan, minat, motivasi, dan budaya buku, bukan bahasan mengenai kosakata, kalimat, dan teori membaca. Ketujuh, teori-teori mengenai kebahasaan dan kesastraan diterjemahkan guru ke dalam langkah-langkah operasional sehingga siswa beraktivitas sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai secara konkret. Kedelapan, pemilihan kategori membaca perlu dipertegas dengan mendasarkan diri pada tujuan membaca, seperti membaca untuk memperbaiki kemampuan membaca, membaca untuk beroleh pengalaman bersastra, membaca untuk beroleh informasi, dan membaca untuk kesenangan. Kesembilan, penyediaan ruang-ruang publik untuk membaca dengan tersedia

beragam bacaan agar siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya berkesempatan untuk memperkaya skema dan membangun kebiasaan membaca.

Daftar Pustaka

Adler, M.J. & C. van Doren., (1982), How to Read a Book, New York: Simon and Schuster.

Aikman, C.C. dan M.F. O’Hear, (1997), “Main Idea: Writers Have Always Used It”, Journal of

Adolescent & Adult Literacy, Vol. 41, No. 31, November 1997.

Akhadiah, S., M.G. Arsjad, dan S. Ridwan, (1986), Menulis II, Jakarta: Karunika.

Alatis, J.E., H.B. Altman, dan P.M. Alatis, (Eds), (1981), The Second Language Classroom, New York: Oxford University Press.

Anderson, R.C. dan P.D. Pearson, (1988), “A Schema_Theoretic View of Basic Pro-cesses in Reading Comprehension”, dalam P.D. Pearson (ed.), 1984, Handbook of Reading Research, New York & London: Longman.

Ausubel, D., (1978), "In Defense of Advance Organizers: A Reply to the Critics", Review of

Educational Research, 48, 251-257.

Badudu, J.S., dkk., (1991), Buku Panduan Penulisan Tata Bahasa Bahasa Indonesia untuk Sekolah

Menengah, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan RI.

Barry, W., (1977), Piaget’s Theory of Cognitive Development, New York & London: Longman. Biehler, R.F., (1978), Psychology Applied to Teaching, Boston: Hougton Mifflin Company.

Bloom, B.S., (1974), Taxonomy of Educational Objectives: Handbook of Cognitive Domain, London: Longman Group Ltd.

Brown, H.D., (1980), Principles of Language Learning and Teaching, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Brugger, S.J.H., (1978), “Criteria for Readability Used with P3D Reading Books”, UNESCO, IDA III,

December 1978.

Burness, D. dan G. Page., (1985), Insight and Strategies for Teaching Reading, Sidney: Harcourt Brace Javanovich Groups.

Burns, R., (1984), Teaching Reading in Today’s Elementary Schools, New Jersey: Houghton Mifflin Company.

Carrell, P.L. dan J.C. Eisterhold, (1988), “Schema Theory and ESL Reading Pedagogy”, dalam P. Carell, J. Devine, & D. Eskey, (eds.), Interactive Approaches to Second Language Reading, Cambridge: Cambridge University Press.

Dale, E. dan J.S. Chall, (1984), “A Formula for Predicting Readability”, Educational Research

Bulletin, Vol. XXVII, p. 11-20 and 17-54, Ohio State University: Bureau of Educational

Research.

Elley, W.B., (1992), How in the World Do Students Read?, The International Asso-ciation for the Evaluation of Education Achievement.

Farr, R., (1984), What can be Measured?, Nemark, Del: International Reading Asso-ciation. Farr, R. & N. Rosser, (1978), Teaching a Child to Read, New York: Harcourt Brace Javanovich. Ferguson, G.A., (1982), Statistical Analysis in Psychology and Education, Tokyo: McGraw-Hill

Kogakusha.

Fry, E.B., (1977), “Fry’s Readability Graph: Clarification, Validity, and Extention to Level 17”,

Journal of Reading, Newmark, Del: International Reading Asso-ciation.

Gibson, R. Ed. (1998). Rethinking the Future, Memikirkan Kembali Bisnis, Prinsip, Persaingan,

Kontrol dan Kompleksitas, Kepemimpinan, Pasar, dan Dunia. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Gilliland, J., (1976), Readability, London: Horder and Stoughton.

Good, L.T. dan J.E. Brophy, (1986), Educational Psychology, New York: Longman. Hafni, (1981), Pemilihan dan Pengembangan Bahan Pengajaran Membaca, Jakarta: P3G. Halim, A., dkk., (1982), Ujian Bahasa, Jakarta: Wira Nurbakti.

Hamied, F.A., (1995), “Teori Skema dan Kemampuan Analisis dalam Bahasa Indonesia”, dalam

PELLBA 8, Peny. Soenjono Dardjowidjojo, Yogyakarta: Kanisius.

Harjasujana, A.S., (1988), “Nusantara yang Literat: Secercah Sumbang Saran ter-hadap Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia”, Pidato Penerimaan Jabatan Guru Besar, Bandung: IKIP Bandung.

Harjasujana, A.S., (1997), “Tata Bahasa dalam Membaca: Pengaruh Panjang Kalimat dan Kekompleksan Kalimat terhadap Kecepatan Efektif Membaca”, Makalah, Disajikan pada Temu Ilmiah Ilmu-ilmu Sastra PPs Unpad di Hotel Panghegar, 22 Desember 1997.

Harjasujana, A.S., Y. Mulyati, dan N. Nurhayatin, (1995), Membaca Modul 1-12, Jakarta: Universitas Terbuka.

Harris, D.P., (1977), Testing English as a Second Language, New York: Tata Mc-Graw-Hill Inc. Harris, J. dan Albert R.S., (1980), How to Increase Reading Ability, New York: Longman Inc.

Hunt, K.W., (1988), “Recent Measures in Syntactic Development”, Journal of Adolescent & Adult

Literacy, Vol. 41, No. 31, November 1997.

Ismail, T., (1988), Benarkah Kini Bangsa Kita telah Rabun Membaca dan Lumpuh Menulis?, Jalan Utan Kayu Raya GG-E Jakarta Timur: Tanpa Penerbit.

Jacobs, L.Ch., dan C. I. Chase, (1992), Developing and Using Tests Effectively: a Guide for Faculty, San Francisco: Jossey-Bass Publishers.

Klare, G.R., (1984), Readability: Handbook of Reading Research, New York & London: Longman, Inc., pp.681-744.

Kleden, I. (1999). “Buku di Indonesia: Perspektif Ekonomi tentang Kebudayaan” dalam Buku dalam

Indonesia Baru. Editor Alfons Taryadi. Jakarta: YOI.

Lado, R., (1964), Language Teaching a Scientific Approach, Bombay-New Delhi: McGraw-Hill Publishing Co. Ltd.

Litbang Kompas. (2007). “Minat Baca Masyarakat Terhadang Daya Beli”. Kompas, 19 Februari 2005. Logan, L.M. and V.G. Logan, (1972), Creative Communication, Toronto: McGraw-Hill Ryerson

Limited.

Luria, A.R., (1982), Language and Cognition, New York: John Wiley and Sons.

McNeil, J. D., L. Donant, dan M.C. Alkin, (1980), How to Teach Reading Successfully, Boston: Little, Brown and Company.

Moegiadi, dkk., (1988), Laporan Studi Kesenjangan antara Buku Pelajaran dengan Kurikulum, Jakarta: Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan, Badan Penelitian Pengembangan dan Kebudayaan.

Munby, J., (1988), Communicative Syllabus Design, Cambridge: Cambridge Uni-versity Press.

Naisbitt, J. dan Patricia Aburdene, (1990), Sepuluh Arah Baru untuk Tahun 1990-an Megatrends

2000, Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Nurgiantoro, B., (1987), Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nuttal, C., (1983), Teaching Reading Skills in a Foreign Language, London: Heinemann Educational Books.

Oller, J.W., (1979), Language Test at School, London: Longman Group Ltd.

Pikiran Rakyat, 5 Agustus 2005. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/04/0401.htm Diakses 4 November 2006.

Pillai, S., Ed. (1997). “Books for All”, Proceedings of the ASEAN Conference on Book Development, Kuala Lumpur, 13-15 August, 1996, Perpustakaan Negara Malaysia for ASEAN-COCI, 1997. PIRLS 2011 International Report. Performance at the PIRLS 2011. International Benchmarks TIMMS

& PIRLS Report International Study Center (IEA): Lynch School of Education, Boston College.

Pusat Perbukuan Depdiknas. (2006). Laporan Hasil Penilaian Buku Teks Pelajaran SD, SMP, dan

SMA. Jakarta: Pusat Perbukuan.

Richards, J.C. dan R.T. Schidt, (1998), Approaches and Methods in Language Teach-ing, New York: Cambridge University Press.

Robinson, H.A., (1989), Teaching Reading and Study Strategies the Content Areas, Massachusetts: Allyn & Bacon.

Rusyana, Y., (1984), “Gagasan tentang Studi Keterbacaan Tingkat Sekolah Me-nengah”, Bahasa dan

Sastra dalam Gamitan Pendidikan, Bandung: Diponegoro.

Rusyana, Y., (1984), “Penggunaan Bahasa dan Jenis Karangan dalam Penyusunan Buku Pelajaran Sejarah”, Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan, Bandung: Diponegoro.

Rusyana, Y., (1984), “Meningkatkan Minat dan Menanamkan Kebiasaan Baca Tulis pada Anak-anak”, Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan, Bandung: Diponegoro.

Rusyana, Y., (1984), “Meningkatkan Kegiatan Apresiasi Sastra di Sekolah Lanjutan”, Bahasa dan

Sastra dalam Gamitan Pendidikan, Bandung: Diponegoro.

Sanusi, A., (1988), Pendidikan Alternatif: Menyentuh Aras Dasar Persoalan Pen-didikan dan

Kemasyarakatan, Bandung: Program Pascasarjana IKIP Bandung, Grafindo Media Pratama,

dan Universitas Islam Nusantara.

Schleisinger, I.M., (1968), Sentence Structure and the Reading Process, The Hague: Mouton. Semiawan, C.R., (1992), Pengembangan Kurikulum Berdiferensi, Jakarta: Gramedia.

Siahaan, B.A., (1991/1992), “Masalah dan Kendala Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah”, dalam Kongres Bahasa Indonesia V Jilid 1, Peny. Sitanggang, dkk., Jakarta: Depdikbud.

Siahaan, B.A., (1987), Pengembangan Materi Pengajaran Bahasa, Jakarta: Dep-dikbud.

Singer, H. dan D. Donlan, (1980), Reading and Learning from Text, Boston: Little, Brown and Company.

Smith, F., (1985), Understanding Reading: A Psycholinguistics Analysis of Reading and Learning to

Suryaman, M. (2001). ”Kesiapan Masyarakat Sunda Menghadapi Era Global”, Makalah pada

Konferensi Internasional Budaya Sunda (The Indonesian Conference on Sundanesse Culture),

Gedung Merede, Bandung, 22-25 Agustus 2001.

Syamsuddin A.R., (1992), Studi Wacana: Teori-Analisis-Pengajaran, Bandung: Mimbar Pendidikan Bahasa dan Seni FPBS IKIP Bandung.

Syaodih, N., (1997), Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek, Bandung: Remadja Rosda Karya. Tallei, (1988), “Keterpaduan, Keruntutan, dan Keterbacaan Wacana Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar: Suatu Kajian dengan Pendekatan Analisis Wa-cana”, Disertasi, Bandung: PPs IKIP Bandung.

Tampubolon, D.P., (1987), Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Ef-sien, Bandung: Angkasa.

Tarigan, H.G., (1986), Membaca sebagai suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa.

Tarigan, H.G., (1990), Pengajaran Bahasa Komunikatif, Bandung: Fakultas Pendidik-an Bahasa dan Seni IKIP Bandung.

Thomas, L., (1993), Beginning Syntax, USA: Blackwell.

Tim Studi Guru. 2012. Persiapan Menghadapi Ujian Nasional SD 2013. Bandung: Pustaka Setia. Vogel, M.G., (tanpa tahun), The Adventures of Robinson Crusoe, New York: Wald-man & Son, Inc. Wadworth, J.B., (1977), Piaget’s Theory of Cognitive Development, New York & London: Longman. Widdowson, H.G., (1983), Teaching Language as Communication, Oxford: Oxford University Press. World Bank. (1995). Indonesia: Book and Reading Development Project, Staff, Appraisal, May. Yap, K.O., (1978), “Relationship Between Amount of Reading Ability and Reading Achievement”,

Reading Journal, 17, (1).

Zuchdi, D., (1995), Strategi Meningkatkan Kemampuan Membaca: Peningkatan Pemahaman

Dalam dokumen Kata Pengantar. Jakarta, 5 Desember 2012 (Halaman 110-115)

Dokumen terkait