• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN

7.2 Saran

1. Saran bagi institusi (Yayasan Tegak Tegar)

Bagi Yayasan Tegak Tegar dapat bekerjasama dengan mahasiswa kesehatan ataupun dokter/ ahli gizi rumah sakit untuk melakukan edukasi mengenai kesehatan dan gizi anak terinfeksi HIV. Hal yang dapat dilakukan, misalnya penyuluhan tentang kebutuhan gizi yang harus diberikan orang tua/pengasuh kepada anak HIV dan ragam makanan serta kandungan gizi dalam makanan, sehingga orang tua dapat menyediakan makanan yang variatif dan bergizi untuk anak. Pemberian informasi yang dilakukan oleh yayasan akan memberikan persepsi kepada orang tua bahwa pengurus yayasan mendukung mereka untuk memberikan makanan yang bergizi pada anak.

2. Saran bagi peneliti selanjutnya

Untuk mahasiswa selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian kualitatif yang lebih mendalam dengan tema yang sama namun dengan metode yang berbeda dan sampel yang lebih variatif lagi.

Achmat, Z. 2010 Theory of Planned Behavior, Masihkah Relevan?. Malang:

Universitas Muhammadiyah Malang (1 diakses pada 4 April 2013, pukul 13.25 WIB)

Ajzen, I. 2005. Attitudes, Personalit and Behavior (Second Edition). New York: McGraw Hill.

Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Almatsier, S. (2006). Penuntun Diet edisi baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Almatsier, S. (2011). Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Gramedia

Pusaka Utama.

Arisman. (2009). Gizi dalamDaur Kehidupan. Jakarta. EGC

Arpadi, S. M. (2005). Growth Failur in HIV- Infected Children. Durban: WHO. Azwar. (2011). Sikap Manusia dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka pelajar Depkes. (2000). Kajian dan Masalah HIV/AIDS di Indonesia Tahun 1987 - 2000

(Juli). Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.

Depkes. (2006). Situasi HIV/AIDS di Indonesia tahun 1987 - 2006. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan R.I.

Ditjen PP & PL Kemenkes RI. (2012). Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia dilaporkan s/d Juni 2012. Jakarta: Kemenkes RI.

Ditjen PP & PL Kemenkes RI. (2012). Laporan Situasi Perkembangan HIV&AIDS di Indonesia s.d. 30 Juni 2012 . Jakarta: Kemenkes RI.

Farhatun, Siti. (2012). Perilaku Konsumsi Serat pada MAhasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Tahun 2012. Skripsi S1 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta

Fatimah, S. dkk. (2008). Faktor-faktor yang Berkontribusi terhadap Status Gizi pada Balitadi Kecamatan Ciawi Kabupaten TasikMalaya. Bandung. Universitas Padjajaran

Hasnawaty, R. (2011, Desember). PMTCT Cegah Bayi terinfeksi HIV. Retrieved Agustus Rabu, 2012, from cangkirparagraf.blogspot.com/2011/12/perempuan-positif-hiv-dapat-lahirkan.html.

Hayden, J. (2009). Introduction to Health Behavior Theory. USA: Jones and Bartlett Publisher.

Hsu, J. W.-C., Pencharz, P. B., Macallan, D., & Tomkins, A. (2005). Macronutrients and HIV/AIDS: a Review of Current Evidence. Africa: WHO.

Jama, Ali Duale.(2010). Assessment of Dietary Intake and Nutritional Status of Children (Under Five Years) Who are HIV Positive Attending the AIDS Support Organization (TASO) Entebbe. Dissertation Master of Science in Applied

Human Nutrition of Makerere University.

Kemenkes. (2011). Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada Orang Dewasa. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes. (2010). Pedoman Pelayanan Gizi Bagi ODHA. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

King, S. M., Lindegren, M. L., & Rogers, M. F. (2004). Epidemiology Of Pediatric HIV Infection. Elsevier , 31-41.

KPAN. (2010). Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2010 - 2014. Jakarta: Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

KPAN. (2003). Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS 2003 - 2007.

Jakarta: Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Kurniasih, Dedeh., Hilman Hilmansyah. (2010). Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang. Jakarta. Gramedia.

Mar'at.(1981). Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Jakarta. Ghalia Indonesia

Machrus, H. (2010). Pengukuran Perilaku berdasarkan Theory of Planned Behavior.Surabaya. Insan Media Psikologi.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Notoatmodjo, S. (2007). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Novita, Nesi, Yuneta Franciska.(2011). Promosi Kesehatan dalam Pelayanan

Kebidanan. Jakarta. Salemba Medika. 86

Razak, R. (2009). Pengaruh Konseling Gizi pada Penderita HIV/AIDS untuk

Perubahan Perilaku Makan dan Status Gizi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Media Gizi Pangan , 41-48.

Rothausen, Berit W. et al. (2008). Differences in Children's Dietary Intake on Weekdays Vs. Weekend days. Denmark: University of Denmark.

Saloojee, H., & Violari, A. (2001). HIV Infection in Children. BMJ , 670 674.

Sediaoetama, Achmad Djaeni.(2008). Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid I. Jakarta. Dian Rakyat.

Siagian, Albiner.(2006). Gizi, Imunitas, dan Penyakit Infeksi. Medan. Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM USU.

Sudarma, Momon. (2009). Sosiologi untuk Kesehatan. Jakarta. Salemba Medika. Soetjiningsih, (2003). Tumbuh Kembang Anak dengan Kondisi Kesehatan Kronik.

Jakarta. CV Sagung Seto

Supariasa, I. D. (2002). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.

Tindyebwa, D. dkk. (2011). Handbook on Paediatric AIDS in Africa. Uganda. ANECCA.

WHO. (2003). Nutrient Requirements for People Living with HIV/AIDS. Geneva: World Health Organization.

Kepada YTH

Calon Informan Penelitian Di Tempat

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Fety Fathimah

NIM : 108101000020

Alamat : Jln. H. Baping Rt. 004/09 No. 33 Ciracas Jakarta Timur

Adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Program Studi

Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta sedang melakukan penelitian dengan judul “Gambaran Perilaku Orang Tua/Pengasuh Dalam Memberikan Makanan Bergizi Kepada Anak

Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus Di Yayasan Tegak Tegar Wilayah Jakarta Timur Tahun 2013

Pada penelitian ini saya mengharapkan Bapak/Ibu untuk dapat menjadi informan saya dan bersedia untu diwawancarai, baik dengan melakukan tatap muka secara langsun atau melalui telepon. Penelitian ini tidak menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bapak/Ibu dan anak yang telah menjadi informan penelitian. Kerahasiaan informasi yang diberikan akan dijaga dan hanya untuk kepentingan penelitian. Jika Bapak/Ibu tidak bersedia menjadi informan, maka tidak ada ancaman bagi Anda. Dan apabila Bapak/Ibu menyetujui , maka saya mohon Bapak/Ibu bersedia untuk menandatangani lembar persetujuan.

Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu menjadi informan, saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, Juli 2013

Peneliti

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bersedia menjadi informan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang bernama Fety Fathimah dengan judul “Gambaran Perilaku Orang Tua/Pengasuh Dalam Memberikan Makanan Bergizi Kepada Anak Terinfeksi Human Immunodeficiency Virus Di Yayasan Tegak Tegar Wilayah Jakarta Timur Tahun 2013”.

Saya memahami bahwa yang dihasilkan merupakan rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan pengembangan Ilmu Kesehatan dan tidak merugikan bagi saya. Oleh karena itu saya bersedia untuk menjadi informan dalam penelitian ini dan saya akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya.

Jakarta, Juli 20113 Informan

Pewawancara: Tanggal wawancara:

Waktu wawancara: ... s/d ...

a. identitas informan

Initial nama orang tua / pengasuh :

Hubungan orang tua/ pengasuh dengan anak :

Elemen TPB Pertanyaan - Sosial

- Individu - Informasi

1. selama ini apa saja yang anda ketahui tentang asupan gizi yang baik untuk anak HIV

2. menurut anda seperti apa perilaku pemberian makan anak HIV yang baik? 3. apa saja pengalaman anda ketika anda tidak memberikan makanan yang bergizi untuk anak HIV?

4.Apa yang anda ketahui tentang gizi yang baik?

5.Apa yang anda ketahui tentang makanan yang baik untuk anak HIV?

6.Keuntungan apa yang anda ketahui jika anak diberikan makanan bergizi?

7.Apa yang anda ketahui mengenai dampak jika asupan gizi anak tidak terpenuhi? 8. Apa yang ibu ketahui tentang makanan bergizi?

Sikap

- Sikap secara umum tentang pemberian makanan bergizi

- Belief tentang pemberian makanan bergizi adalah baik untuk anak terinfeksi HIV

- Belief tentang manfaat zat gizi dan dampak jika asupan gizi tidak terpenuhi dan jika asupan gizi terpenuhi

- Belief tentang seberapa penting pemenuhan asupan gizi untuk anka HIV

9. bagaimana sikap anda terhadap pemenuhan asupan gizi untuk anak HIV sesuai dengan kebutuhan mereka? 10.Menurut anda, apa saja akibat jika kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi? 11.Seberapa besar efek ketidakterpenuhan gizi tersebut terhadap tubuh anak?

keinginan untuk memberikan makanan bergizi untuk anak?

- Motivasi untuk memenuhi asupan gizi anak setiap hari

bergizi pada anak setiap hari/ 13.Apa dan siapa saja orang yang

mempengaruhi anda untuk tidak memberikan asupan bergizi pada anak?

Persepsi terhadap kontrol yang dimiliki - Dorongan/motivasi dalam

memberikan makanan yang bergizi untuk anak

- Hambatan dalam memberikan makanan bergizi untuk anak - Belief individu dalam menghadapi

hambatan tersebut

14. Apa saja yang mendorong ibu

memberikan makanan bergizi/ sehat untuk anak?

15. Apa hambatan ibu dalam memberikan makanan bergizi/sehat untuk anak? 16. Bagaimana cara anda menghadapi hambatan tersebut?

17. Seberapa yakin anda dapat mengatasi masalah/hambatan tersebut?

Niat

- Keinginan untuk mewujudkan perilaku

- Keinginan untuk berperilaku lebih baik

- Keinginan untuk mempertahankan perilaku yang sudah baik

18. Apakah selama ini anda memiliki keinginan untuk memberikan makanan yang bergizi/ sehat untuk anak?

19. Apa saja usaha yang anda lakukan untuk memberikan makanan bergizi/ sehat untuk anak?

20. Bagaimana anda mempertahankan usaha anda tersebut?

Pewawancara: Tanggal wawancara: Waktu wawancara: ... s/d ... a. identitas informan Nama : Usia :

Latar belakang pendidikan : Pekerjaan :

Elemen TPB Pertanyaan Norma subjektif

- Belief tentang norma sosial/tekanan yang didapat dari luar ketika memiliki keinginan untuk memberikan

makanan bergizi untuk anak?

- Motivasi untuk memenuhi asupan gizi anak setiap hari

1. Apa yang anda ketahui tentang makanan bergizi?

2.Adakah kegiatan mengenai gizi untuk anak HIV?

3.Apakah anda mengetahui tentang gizi yang baik untuk anak HIV?

4.Apa yang anda ketahui tentang kebutuhan gizi yang dibutuhkan anak HIV?

Hari/ Tanggal :

Waktu Hidangan Bahan Makanan URT Berat (g)

Energi (KKal)

Protein (g)

No Domain Dimensi Keterangan Hari 1 1 Perilaku pemberian makan Adanya konsumsi makan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, susu Frekuensi makan

Adanya makanan tambahan atau vitamin yang diberikan

Pertanyaan Jawaban

Informan A Informan B Informan C Informan D Informan E Faktor latar belakang

1. selama ini apa saja yang anda ketahui tentang asupan gizi yang baik untuk anak HIV

Memberikan makanan yang baik seperti daging, susu, buah, ayam dan vitamin yang cukup.

4 sehat 5 sempurna. Seperti ikan, sayur, telur, buah.

Makanan yang membuat anak kenyang.

Makanan yang tidak menimbulkan

penyakit untuk anak. Contoh: kacang hijau, telur, ayam, susu.

Makan makanan yang baik setiap hari seperti lauk-pauk, buah, telur, daging, sayur yang tercukupi serta makan teratur. 2. menurut anda

seperti apa perilaku pemberian makan anak HIV yang baik?

Harus ditelateni/ diperhatikan dangan sabar dan teliti untuk kebutuhan makannya dibandingkan anak biasa. Diberikannya makanan yang bergizi seperti daging/ikan/telur. Menyediakan makanan yang bergizi seperti ikan, telur, daging.

Semua makanan itu sehat selama dia merasakan kenyang dan perut tidak kosong. Serta minum susu.

Tidak ada

kekhususan antara anak terinfeksi HIV dengan yang tidak.

Seharusnya orang tua lebih sabar dan lebih teliti dalam memberikan amakanan kepada anak.

3. apa saja

pengalaman anda ketika anda tidak memberikan makanan yang bergizi untuk

Demam ketika hanya diberi makan

tempe/tahu saja.

Tidak pernah Tidak pernah karena selalu diberi makan dan tidak membiarkan perut anak kosong

ketahui tentang gizi yang baik?

memenuhi kebutuhan anak seperti daging,

seperti sayur, buah, lauk, pauk.

dimakan sehari-hari baik

5.Apa yang anda ketahui tentang makanan yang baik untuk anak HIV?

Lebih banyak membutuhkan asupan gizi

Sama saja seperti anak yang tidak terinfeksi

Sama seperti anak lain yang tidak terinfeksi

Makanan yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Jenis makanan sama saja seperti anak lain yang tidak terinfeksi. Hanya saja jumlahnya lebih banyak dibandingkan anak yang tidak terinfeksi 6.Keuntungan apa

yang anda ketahui jika anak diberikan makanan bergizi?

Bisa beraktivitas seperti anak-anak yang tidak sakit.

Fisiknya lebih kuat dan lebih sehat.

Lebih sehat Tidak mudah terserang penyakit.

Lebih sehat dan tidak mudah sakit.

7.Apa yang anda ketahui mengenai dampak jika asupan gizi anak tidak terpenuhi?

Bisa langsung sakit karena virusnya menyerang tubuh lagi

Berat badan tidak bertambah

Lebih mudah sakit Lebih mudah sakit Lebih mudah sakit

8. Apa yang anda ketahui tentang makanan bergizi?

Terdapat daging, ayam, sayur, buah dalam makanan sehari-hari anak

4 sehat 5 sempurna Lauk, pauk, telur susu, buah. Makanan yang memenuhi kebutuhan tubuh anak Makanan yang dimakan setiap hari seperti telur,

Informan A Informan B Informan C Informan D Informan E Sikap

9. Bagaimana

sikap/pendapat anda terhadap pemenuhan asupan gizi untuk anak HIV sesuai dengan kebutuhan mereka?

Anak HIV tidak bisa diberikan makanan sembarangan dan tidak bergizi untuk dapat melakukan aktivitas seperti anak yang tidak terinfeksi.

Anak dengan HIV berbeda dengan anak tidak

terinfeksi, sehingga makananya juga harus bergizi

Yang penting anak kenyang

Makanan harus yang bergizi dan ada beberapa makanan yang harus

dikonsumsi anak seperti vitamin dan susu.

Makanan yang diberikan harus memiliki gizi yang baik

10.Menurut anda, apa saja akibat jika

kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi?

Virusnya aktif sehingga anak akan mudah sakit

Fisiknya menurun Mudah sakit Mudah sakit Mudah sakit

11.Seberapa besar efek

ketidakterpenuhan gizi tersebut terhadap tubuh anak?

Besar. Jika tidak diberikan makanan yang bergizi anak lebih mudah sakit seperti radang

Besar. Fisik lebih lemah dan tidak segar. Dan bisa terserang penyakit

Besar. Karena daya tahun tubuh

berkurang sehingga anak terlihat tidak bersemangat Besar. Karena mempengaruhi kekebalan tubuh anak Besar. Sehingga harus terpenuhi kebutuhan gizinya setiap hari Norma subjektif 12. Bagaimana pengaruh orang lain menyarankan anda untuk memberikan asupan bergizi pada

Lebih bersemangat dan lebih

mengetahui makanan apa yang harus diberikan untuk anak

Berusaha menjalankan apa yang disarankan sesuai dengan kemampuan Lebih bersemangat memberikan anak makan Lebih mendapatkan pengetahuan sehingga mengetahui makanan yang harus diberikan untuk anak

Menambah

pengetahuan untuk memberikan makanan yang baik untuk anak

13.Apa dan siapa saja orang yang

mempengaruhi anda untuk tidak

memberikan asupan bergizi pada anak?

Dokter dan pengalaman teman sebaya Dokter Dokter, LSM, teman sebaya Dokter Pengalaman

Perceived behavioral control 14.Apa saja yang

mendorong ibu

memberikan makanan bergizi/ sehat untuk anak?

Semangat yang diberikan oleh dokter, nafsu makan anak yang baik, dan pengalaman teman sebaya yang

mengalami hal lebih buruk

Ingin anak lebih sehat

Ingin anak lebih sehat

Kasihan jika

kebutuhannya tidak terpenuhi

Ingin anak lebih sehat 15. Apa hambatan anda dalam memberikan makanan bergizi/sehat untuk anak? Kelelahan untuk menyediakan makan anak

Nafsu makan anak Nafsu makan anak Nafsu makan anak Tidak ada

16.Bagaimana cara anda menghadapi hambatan tersebut?

Senang melihat anak sehat, sehingga lebih termotivasi lagi untuk memberikan makanan yang sehat

Berusaha menyediakan makanan yang anak mau makan atau membiarkan anak

Berusaha menyediakan makanan yang anak mau makan atau memaksakan anak

Berusaha menyediakan makanan yang anak mau makan atau membiarkan anak

Pertanyaan Jawaban

Informan A Informan B Informan C Informan D Informan E 17. Seberapa yakin

anda dapat mengatasi masalah/ hambatan ini?

Sangat yakin dengan melihat perkembangan anak sehingga lebih bersemangat lagi memberikan makanan bergizi untuk anak Yakin, karena makanan alternative yang diberikan juga bukan makanan yang dilarang untuk dikonsumsi Yakin, walaupun tidak maksimal usaha yang dilakukan untuk bisa menyediakan anak setiap hari.

Yakin, selama ada yang anak makan

Yakin, karena anak sudah mengetahui penyakitnya dan apa yang harus dia lakukan untuk dirinya

Niat

18. Apakah selama ini anda memiliki

keinginan untuk memberikan makanan yang bergizi/sehat untuk anak?

Sangat ingin Iya Sangat ingin Iya Sangat ingin

19. Apa saja usaha yang anda lakukan untuk memberikan makanan bergizi/sehat untuk anak?

Lebih sabar dan teliti memberikan makan anak

Diberikan makanan alternative jika nafsu makan anak kurang,

menyediakan makanan yang dia suka

Menyediakan makanan yang anak suka, atau memberiakan makanan makanan alternative sehingga perut anak terisi. Menyediakan makanan sesuai kemampuan, memberikan anak makanan yang tersedia Menyediakan makanan yang anak suka, menyediakan cemilan sendiri

menanyakan apa yang anak ingin makan

Pertanyaan Jawaban 1. Apa yang anda ketahui tentang

makanan bergizi?

2.Adakah kegiatan mengenai gizi untuk anak HIV?

3.Apakah anda mengetahui tentang gizi yang baik untuk anak HIV?

4.Apa yang anda ketahui tentang kebutuhan gizi yang dibutuhkan anak HIV?

4 sehat 5 sempurna, dan kebutuhan yang masuk sama dengan kebutuhan yang dikeluarkan, namun detail dan selebihnya kurang mengetahui.

Selama ini hanya ada kegiatan penyuluhan mengenai informasi HIV. Belum ada penyuluhan atau penyampaian informasi mengenai gizi anak HIV atau tentang makanan dan gizinya.

Iya. Orang dengan HIV/AIDS membutuhkan gizi 10% lebih banyak dibandingkan orang yang tidak terinfeksi. Odha juga harus lebih memperhatikan kecukupan makanannya, khusunya anak harus diperhatikan secara teliti keterpenuhan gizi makanannya. Anak terinfeksi HIV harus mendapatkan asupan gizi yang lebih dibandingkan anak yang tidak terinfeksi. Seperti cukup terpenuhi buah, sayur, lauk dan nasi dalam makanan hariannya.

Domain Dimensi

Informan A Informan B Informan C Informan D Informan E Perilaku

pemberian makan

Adanya konsumsi makan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, susu

√ Nasi, ayam, kembang kol, buncis, kentang, tepung jagung, keju,susu √

Nasi, ikan lele, sayur sop, pisang, bakso,susu

Nasi, roti, soto ayam (daging ayam, bihun, kol), mi goreng, susu

Nasi, telor, sayur kangkung, papaya,susu

Roti, nasi, Sayur asem, ikan asin, semangka,susu

Frekuensi makan 5 kali

7.00 17.00 11.00 14.30 20.00 2 kali 10.00 17.00 4 kali 05.30 11.00 14.00 18.00 3 kali 07.00 12.00 18.00 4 kali 06.30 10.00 16.00 19.30 Adanya makanan tambahan atau vitamin yang diberikan √ Minyak ikan Scot emoltion Madu √ batagor √ kue. √ Biskuit √

Domain Dimensi

Informan A Informan B Informan C Informan D Informan E Energy (Kkal) Hari 1 3986.4 666.6 2577.4 503.3 1305

Hari 2 2951.8 1095.3 1710.7 1090.5 1334.5 Hari 3 5143 1410 1366.1 1001.6 1703.6 Rata-rata 4027 1057.3 1884.7 865.1 1447.7 Anjuran 1830.9 1567 1682 1734.8 1091.5 Protein (gr) Hari 1 296.7 25.3 60.3 20.3 46.3 Hari 2 84.7 38.2 55.4 39.3 57.6 Hari 3 373.8 42.8 59.5 50 48.5 Rata-rata 251.7 35.4 58.4 30.5 50.8 Anjuran 59.4 47 50.4 52 32.5 Lemak (gr) Hari 1 199.5 27.5 107.9 19.1 29.5 Hari 2 43.9 26.1 48.7 24.8 43.7 Hari 3 249.4 56.7 220.8 42.2 30.2 Rata-rata 164.2 36.7 125.8 28.7 34.5 Anjuran 20.3 17.4 18.6 19.26 12.1 Vitamin C (mg) Hari 1 22.5 25.2 202.1 14.2 21.1 Hari 2 64 3.5 59.6 7.6 31.2 Hari 3 28.1 22.5 13.6 21.5 67.3 Rata-rata 38.2 17 91.7 14.4 39.8 Anjuran 67.5 67.5 67.5 67.5 97.5 Kalsium (mg) Hari 1 303.1 175.3 1583.8 93.7 356.4 Hari 2 737.9 273.5 533.3 226.6 620.2 Hari 3 378.3 244.7 183.1 233.7 891 Rata-rata 473.1 231.1 766.7 184.6 622.5 Anjuran 900 750 750 750 1500 Magnesium (mg) Hari 1 362.5 98.8 209.2 47.8 157.3 Hari 2 444.6 137.6 161.7 122.1 178.5 Hari 3 469 180 171.9 99.8 215.6 Rata-rata 425.3 138.8 180.9 89.9 183.8 Anjuran 180 135 135 135 345

Pewawancara (P): Fety (peneliti) Informan (J): A

Anak: F

Berikut ini adalah verbatim berdasarkan pedoman wawancara yang sudah dibuat sebelumnya.

1. P Bu, ibu tau ngga tentang makanan bergizi?

J 4 sehat 5 sempurna kan? Ada daging, ayam, sayur, buah susu? 2. P Kalo menurut ibu gizi yang baik kaya gimana?

J Yang penting kenyang sih mba. Kalo kenyangkan dia semangat. 3 P Kalo gizi yang baik buat anak HIV gimana bu?

J Sebenernya anak HIV itukan sama aja kaya anak dengan penyakit lain ya. Mau anak itu sakit jantung, atau sakit apa aja. Harus dapet makanan yang baik, kaya vitamin, daging, susu, buah, sayuran, kue-kue, yang bikin dia kenyang.

4 P Yang ibu tau tentang makanan yang baik anak seperti F gimana bu?

J Ngga ada bedanya sih sebenernya sama aja kaya anak yang lain ya. Anak yang sakit jantung, paru-paru sama dia, ya tetep harus makan obat, dikasih makan bergizi, istrahat. Tapi anak kaya dia gizinya harus banyak. Soalnya kan virus di tubuhnya dia kan ikut makan. Ibaratnya kan sekarang virusnya dia lagi tidur mba, jadi kalo dia makannya banyak, virusnya juga ikut makan. Kalo makan gizinya kurang, virusnya bangun, sakit deh dia. 5 P Jadi kalo cara memberi makanan buat anak HIV gimana bu yang baik?

J Harus ditelatenin ya mba. Ngga bisa dia makan sembarangan. Kaya inikan saya bikinin dia bubur. Sebentar lagi nih waktunya dia makan. tapi anaknya lagi main. Tuh mba, saya bersyukur banget. Dulu waktu ketauan dia sakitkan dia kuruus banget mba. Udah meringkuk aja. Ngga ada dagingnya. Sedih deh dulu mah. Teruskan saya telatenin kasih makan dia mba. Anak mahal dia mba. buburnya aja mahal banget dulu. Satu kotak

saya malah mba. susunya dia juga beda mba. ini susu sapi murni. Dokter yang jual. Mahal juga itu susunya dia. Satu bungkus 20.000. (pergi ambil susu). Nih mba susunya dia.

6 P Pernah ngga bu punya pengalaman, ngga ngasih F makanan bergizi terus F sakit atau kenapa-kenapa gitu bu?

J Ya itu. Dia kan harus dikasih makannya bergizi ya. Daging, sayur. Ngga bisa dia kalo cuma dikasih tempe aja. Langsung demam dia kalo dikasih tempe aja. Saya pernahkan, udah males gitu masak ayamnya. Waktu itu ngga sempet ke pasar, anaknya udah minta makan, yaudah saya bikinin bubur aja Cuma pake tempe, sayur sama keju doang, dia langsung demam. Anak mahal ini dia emang.

7 P Jadi yang ibu tau kalo F ngga dikasih makanan bergizi dampaknya apa bu?

J Langsung demam dia. Virusnya bangun, terus langsung nyerang dia. Kalo dia makannya bergizi kan virusnya ikut makan, jadi ngga nyerang badannya dia, soalnyakan virusnya udah dikasih makan.

8 P Keuntungannya apa bu, kalo ibu kasih F makanan bergizi?

J Tidurnya enak, bisa ngapa-ngapain. Dulukan dia ngga bisa ngapa-ngapain mba. lemes soalnya. Tidur mulu. Sekarang mah udah ngga. Mba liat aja

Dokumen terkait