• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2020 (Halaman 84-200)

BAB 5 PENUTUP

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti akan memberikan saran sebagai berikut:

1. Penerapan model Remap teams games tournament berbantuan picture card dan snake ladder, membutuhkan management waktu yang tepat pada fase teams, games, dan tournament pada setiap pertemuannya, sehingga menciptakan pembelajaran yang kondusif, menyenangkan, dan tidak membosankan.

2. Mengarahkan siswa dalam fase reading dan concept map yang telah dibuat siswa setiap pertemuannya, sehingga membuat siswa belajar secara optimal dalam pembelajaran.

3. Menentukan tempat yang tepat untuk melaksanakan permainan picture card dan snake ladder sehingga membuat pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

71

DAFTAR PUSTAKA

Ainun, N. 2015. Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Madrasah Aliyah melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament. Jurnal Peluang, 4(1): 55-63.

Amalia, A. V., & S. H Bintari. 2016. Penerapan model picture and picture pada pembelajaran bioteknologi untuk meningkatkan soft skill konservasi pada mahasiswa IPA Unnes. Unnes Science Education Journal, 5(1): 1116-1122.

Arikunto, S. 2018. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 3. Jakarta: Bumi Aksara.

Armita, U.Y., & M. Marsigit. 2016. Keefektifan PBL setting STAD dan TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 4(1): 1-11.

Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran. Depok : Raja Grafindo Persada.

Bintari, S. H., & N. K. T. Martuti. 2012. Pembelajaran Materi Virus Menggunakan Media Kartu Bergambar di SMA Negeri 2 Wonosobo.

Journal of Biology Education, 1(2): 122-128.

Cahyono, A. S. 2016. Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Jurnal Publiciana, 9(1), 140-157.

Cai, Y., B. Lu, Z. Fan, C. Indhumathi, K. T. Lim, C. W. Chan, Y. Jiang, & L. Lin.

2006. Bio-edutainment: Learning life science through X gaming. College of Engineering, 1(30): 3-9. Singapore: Nanyang Technological University.

Ennis, R. H. 2011. The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositions and Abilities. Cambridge, MA.

Erlinda, N. 2017. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa melalui Model Kooperatif Tipe Team Game Tournament pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X di SMK Dharma Bakti Lubuk Alung. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 2(1): 49-55.

Faris, A., T. A. Pribadi, & F. P. Martin. HB. 2018. The Effectiveness of Teams Games Tournament with Biodomino on Ecosystem Material to Enhance Student’s Activity and Learning Outcomes in SMAN 2 Salatiga. Journal of Biology Education, 7(2): 174-180.

Fitrianawati, M., & H. Hartono. 2016. Perbandingan keefektifan PBL berseting TGT dan GI ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kreatif dan toleransi. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3(1): 55-65.

Hamalik, O. 2004. Media Pendidikan. Bandung: PT . Citra Aditra Bakti.

Husein, S., L. Herayanti, & Gunawan. 2015. Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Terhadap Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Suhu dan Kalor. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 1(3): 221-225.

Indriasih, A. 2015. Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif Ular Tangga dalam Penerapan Pembelajaran Tematik di Kelas III SD. Jurnal Pendidikan, 16(2):

127-137.

Kartikaningtyas, D., D. Yulianti, & S. D. Pamelasari. 2014. Pengembangan Media game ular tangga bervisi SETS tema energi pada pembelajaran IPA terpadu untuk mengembangkan karakter dan aktivitas siswa SMP/MTS. Unnes Science Education Journal, 3(3): 662-668.

Kemendikbud. 2017. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII.

Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

___________. 2017. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII.

Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kurniawan, T., & E. Maryani. 2015. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 24(2): 209-216.

Lestari, K. E., & M. R. Yudhanegara. 2018. Penelitian Pendidikan Matematika.

Bandung: Refika Aditama.

Marta, F. N., D. Supriadie, & R. Susilana. 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Berbantuan Media Permainan Ular Tangga Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa: Studi Kuasi Eksperimen pada Mata Pelajaran IPA Kelas 4 di SD LABSCHOOL UPI (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia), 3(2): 84-92.

Mayasari, T., A. Kadarohman, D. Rusdiana, & I. Kaniawati. 2016. Apakah model pembelajaran problem based learning dan project based learning mampu melatihkan keterampilan abad 21?. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Keilmuan (JPFK), 2(1): 48-55.

Meltzer, D. E. 2002. The Relationship between Mathematis Preparation and Conceptual Learning Gains in Physics: A Possibble Hidden Variabel in Diagnostic Pretest Score. American Association of Physics Teacher, 70(12).

Muliana, S. 2019. Pengaruh Model Kooperatif Tipe Group Investigation (Gi) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Kelas VIII SMP Negeri 15 Makassar. Jurnal IPA Terpadu, 2(2): 67-74.

Ningsih, S. M., S. Bambang, & A. Sopyan. 2012. Implementasi Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Unnes Physics Education Journal, 1(2): 45-52.

Nugraha, D. A., & A. Binadja. 2013. Pengembangan bahan ajar reaksi redoks bervisi SETS, berorientasi konstruktivistik. Journal of Innovative Science Education, 2(1): 28-34.

Nugroho, I. R., & I. Listyarini. 2018. Keefektifan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantu Media Ular Tangga Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kelas IV SD. JS (JURNAL SEKOLAH), 2(3): 236-245.

OECD. 2018. PISA 2018 Result in Focus. Paris : ORCD Publishing.

Pangestuti, A. A., H. Susilo, & S. Zubaidah. 2014, October. Penerapan Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading–Concept Map–Teams Games Tournaments untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X IPA 4 SMA Laboratorium UM. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 11(1): 963-938.

Pangestuti, A. A., M. Mistianah, A. D. Corebima, & S. Zubaidah. 2015. Using Reading-Concept Map-Teams Games Tournament (Remap-TGT) to improve reading interest of tenth grade student of Laboratory Senior High School State University of Malang. American Journal of Educational Research, 3(2): 250-254.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Mendikbud.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Jakarta : Mendikbud.

Purnawan, S. 2015. Pengaruh Metode Kooperatif TGT dan NHT Terhadap Prestasi dan Kepuasan Pembelajaran Kelistrikan Otomotif di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi , 5 (1): 27-41.

Rahmadani, S., J. Jamaluddin., & L. Zulkifli. 2015. Pengembangan Petunjuk Praktikum Biologi dan Instrumen Penilaian Kinerja Praktikum Berbasis Model Pembelajaran Kooperatif dan Efektivitasnya terhadapKemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA/MA Kelas XI. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 1(2): 1-12.

Rahman, Aisyah A. 2012. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri I Peusangan Bireuen Aceh. Madrasah:

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 3(2): 190-201.

Redecker, C., K. Ala-Mutka, & Leis. 2011. The Future of Learning: Preparing for Change. Luxembourg, Publications Office of the European Union.

Rofi’ati, N., L. Herlina, & S. Sumandi. 2014. Penerapan Model Pencapaian Konsep Berbantuan Kartu Bergambar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sel di SMA. Journal of Biology Education, 3(2): 193-200.

Rusman. 2013. Model-model pembelajaran: mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Rusnadi, N. M., & D. P. Parmiti, & N. W. Arini. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA. MIMBAR PGSD Undiksha, 1(1): 11-20.

Sadiman, A. S., R. Rahardjo, A. Haryono, & Rahardjito. 2010. Media Pendidikan:

Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Saheri, S., K. I. Supardi, & S. Haryani. 2017. Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Materi Larutan Penyangga. Journal of Innovative Science Education, 6(1): 40-48.

Said, Alamsyah & A. Budimanjaya. 2015. 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences Mengajar Sesuai Kerja Otak dan gaya Belajar Siswa. Jakarta:

Prenadamedia Group.

Seftina, D. 2016. Meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep reaksi reduksi oksidasi melalui pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) berbantuan media pembelajaran ular tangga redoks di kelas X 2 SMA Negeri 1 Tanjung. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 3(2):

111-122.

Slavin, R. E. 2010. Cooperative Learning (Teori, Riset, dan Praktek). Bandung:

Nusa Media.

Suarsana, I. M. 2013. Pengembangan E-Modul Berorientasi Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(2): 264-275.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta.

Tawil, M. & Liliasari. 2013. Berpikir Kompleks dan Implementasinya dalam Pelajaran IPA. Makasar: Badan Penerbit UNM.

Umayah, S., S. Haryani, & W. Sumarni. 2013. Pengembangan Kartu Bergambar Tiga Dimensi sebagai Media Diskusi Kelompok Pada Pembelajaran IPA Terpadu Tema Kehidupan. Unnes Science Education Journal, 2(2): 19-25.

Widayanti, E. R., & S. Slameto. 2016. Pengaruh Penerapan Metode Teams Games Tournament Berbantuan Permainan Dadu terhadap Hasil Belajar IPA.

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(3): 182-195.

Wijaya, E. Y., D. A. Sudjimat, & A. Nyoto. 2016. Transformasi pendidikan abad 21 sebagai tuntutan pengembangan sumber daya manusia di era global. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 1(26): 263-278.

Zubaidah, S. 2016. Keterampilan abad ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. In Seminar Nasional Pendidikan dengan tema “Isu-isu Strategis Pembelajaran MIPA Abad, 21(10): 1-17.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus

SILABUS PEMBELAJARAN IPA KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMP Negeri 18 Semarang Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas/Semester : VIII / 2

KOMPETENSI INTI :

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran

Aspek untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

 Guru mengecek kebersihan

120

serta upaya gambar bergerak orang minum dan membuang air kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang tersebut dapat mengeluarkan urine dan apa penyebabnya?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang

berbantuan menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru serta diminta untuk mengisi tabel identifikasi yang terdapat dalam LDS dan menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka baik itu dari buku atau Remap (Reading dan concept map) yang mereka buat.

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok.

 Guru meminta semua siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament menggunakan ular tangga pada materi sistem ekskresi.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai

Memberi penjelasan lebih lanjut

Mengatur strategi dan

taktik

tambahan dari guru.

 Guru memberi tugas untuk pertemuan selanjutnya yaitu mempelajari organ sistem ekskresi kulit dengan membaca dan untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa

picture card gambar bergerak orang sedang olahraga dan kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang tersebut dapat mengeluarkan keringat dan apa penyebabnya?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang

Mencoba

 Siswa bersama

kelompoknya mencoba menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru serta diminta untuk mengisi tabel identifikasi yang terdapat dalam LDS dan menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka baik itu dari buku atau Remap (Reading dan concept map) yang mereka buat.

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengatur strategi dan

taktik

Membangun keterampilan

dasar

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok.

 Guru meminta semua siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament menggunakan ular tangga pada materi sistem ekskresi.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

Penutup

 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil

Memberi penjelasan lebih lanjut

Mengatur strategi dan

taktik

pembelajaran sebagai penguatan materi.

 Guru memberi tugas untuk pertemuan selanjutnya yaitu mempelajari organ sistem ekskresi paru-paru dan hati dengan membaca untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa kenapa kita dapat bernapas dan mengatasi racun dalam

120

games dan gambar bergerak orang sedang berpas

 Siswa mengamati gambar tersebut.

Menanya

 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang dapat bernapas dan tubuh dapat mengatasi racun?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang

LDS yang telah di bagi oleh Guru serta diminta untuk mengisi tabel identifikasi yang terdapat

dalam LDS dan

menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka baik itu dari buku atau Remap (Reading dan concept map) yang mereka buat.

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari

masing-Mengatur

masing kelompok.

 Guru meminta semua siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament menggunakan ular tangga pada materi sistem ekskresi.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

Penutup

 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran sebagai bentuk penguatan materi.

 Guru memberi tugas untuk pertemuan selanjutnya

Mengatur strategi dan

taktik

Menyimpulkan

yaitu mempelajari kelainan pada organ sistem ekskresi manusia dengan membaca dan membuat peta untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa untuk belajar berupa tugas yang telah diberikan.

 Guru memberi stimulus dengan mengajukan pertanyaan “kenapa tubuh kita bisa terkena berbagai penyakit seperti gagal ginjal?”

dengan gambar terkait macam-macam penyakit sistem ekskresi.

 Siswa mengamati gambar tersebut.

Menanya

 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang tersebut dapat mengalami penyakit ini dan apa penyebabnya?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru

serta diminta untuk mengisi tabel identifikasi yang terdapat dalam LDS dan menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka baik itu dari buku atau Remap (Reading dan concept map) yang mereka buat.

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok.

 Guru meminta semua

Membangun keterampilan

dasar

Memberi penjelasan lebih lanjut

siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament menggunakan ular tangga pada materi sistem ekskresi.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

Penutup

 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran sebagai bentuk penguatan materi.

 Guru memberi tugas untuk pertemuan selanjutnya yaitu mempelajari semua

Mengatur strategi dan

taktik

Menyimpulkan

organ sistem ekskresi dengan membaca dan mempelajari peta konsep yang dibuat.

 Guru menutup

pembelajaran kelas dengan doa dan mengucapkan salam.

Mengetahui,

Guru IPA SMP Negeri 18 Semarang

Dra. Munfaridjah

NIP. 19620818 199512 2 001

Semarang, 21 Februari 2020

Mahasiswa

Angga Sofyana Widyatama NIM. 4001416073

SILABUS PEMBELAJARAN IPA KELAS KONTROL

Sekolah : SMP Negeri 18 Semarang Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas/Semester : VIII / 2

KOMPETENSI INTI :

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran

Aspek untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

120

serta upaya

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa gambar bergerak orang minum dan membuang air kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang tersebut dapat mengeluarkan urine dan

relevan serta internet.

apa penyebabnya?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang pertanyaan dari temannya.

 Guru menampung semua jawaban terlebih dahulu.

 Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok dan membagi LDS.

Mencoba

 Siswa bersama

kelompoknya mencoba menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru serta diminta untuk mengisi tabel identifikasi yang terdapat dalam LDS dan menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang

Keterampilan memberikan

penjelasan sederhana

Mengatur strategi dan taktik

Membangun keterampilan

dasar

terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka.

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok.

 Guru meminta semua siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

Memberi penjelasan lebih

lanjut

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament

berupa menjawab

pertanyaan berebut dari guru. untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa

tournament gambar bergerak orang sedang olahraga dan kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang tersebut dapat mengeluarkan keringat dan apa penyebabnya?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang

jawaban terlebih dahulu.

 Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok dan membagi LDS.

Mencoba

 Siswa bersama

kelompoknya mencoba menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru serta diminta untuk mengisi tabel identifikasi yang terdapat dalam LDS dan menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengatur strategi dan taktik

Membangun keterampilan

dasar

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok.

 Guru meminta semua siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament

berupa menjawab

pertanyaan berebut dari guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

Memberi penjelasan lebih

lanjut

Mengatur strategi dan taktik

Penutup untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa kenapa kita dapat bernapas dan mengatasi racun dalam tubuh?”

4.10.2 Melakukan gambar bergerak orang sedang berpas

 Siswa mengamati gambar tersebut.

Menanya

 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang dapat bernapas dan tubuh dapat mengatasi racun?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk berpendapat tentang

identifikasi yang terdapat

dalam LDS dan

menyusun puzzle.

Mengasosiasi

 Siswa secara berkelompok berdiskusi dan mengolah informasi yang mereka

peroleh untuk

mengerjakan soal yang terdapat di LDS.

 Peserta didik

memverifikasi hasil diskusi dengan konsep dan teori dari berbagai pustaka.

 Masing-masing kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi dalam lembar kegiatan.

Mengkomunikasikan

 siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan perwakilan dari masing-masing kelompok.

 Guru meminta semua siswa untuk menilai bersama hasil diskusi semua kelompok.

 Setelah itu Guru mulai melakukan games yaitu

Membangun keterampilan

dasar

Memberi penjelasan lebih

lanjut

menjawab 5 pertanyaan yang diajaukan oleh Guru.

 Pemenang akan

mendapatkan nilai tambahan dari guru.

 Setelah itu Guru akan mengajak siswa untuk keluar kelas untuk melaksanakan tournament berupa menjawab soal berebut dari guru. untuk mengawali kelas dengan berdoa.

 Guru mempresensi siswa.

80

untuk

 Guru mengecek kebersihan kelas dan kesiapan siswa untuk belajar berupa tugas yang telah diberikan.

 Guru memberi stimulus dengan mengajukan pertanyaan “kenapa tubuh kita bisa terkena berbagai penyakit seperti gagal ginjal?” gambar terkait macam-macam penyakit sistem ekskresi.

 Siswa mengamati gambar tersebut.

Menanya

 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya ”kenapa orang tersebut dapat mengalami penyakit ini dan apa penyebabnya?”

 Guru memberikan kesempatan siswa untuk

Keterampilan

berpendapat tentang pertanyaan dari temannya.

 Guru menampung semua jawaban terlebih dahulu.

 Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok dan membagi LDS.

Mencoba

 Siswa bersama

kelompoknya mencoba menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru

kelompoknya mencoba menyelesaikan LDS yang telah di bagi oleh Guru

Dalam dokumen UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2020 (Halaman 84-200)

Dokumen terkait