• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Ekskresi Manusia

Dalam dokumen UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2020 (Halaman 33-39)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Sistem Ekskresi Manusia

Gambar 2. 3 Organ Ekskresi pada Ginjal https://blog.kitabisa.com

Terletak di dalam rongga perut bagian belakang. Ginjal berfungsi menyaring zat –zat sis yang terkandung dalam darah. Zat- zat yang tidak berguna akan dikeluarkan bersam urine. Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks), sum-sum ginjal (medulla) dan rongga ginjal (pelvis). Pada kulit ginjal terdapat nefron yang terdiri atas glomerulus dan kapsula bowman. Bagian medulla tersusun dari tubulus kontortus lengkung henle dan pembuluh kapiler dan pelvis merupakan rongga yang digunakan untuk menampung urine sementara. Selanjutnya urine diteruskan ke ureter kemudian disimpan dalam kandung kemih dan keluar dari tubuh lewat uretra. Pembuatan urine ada 3 tahapan yaitu:

1. Filtrasi

Proses ini terjadi di glomerulus. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Cairan tersebut tersusun oleh urea, glukosa, air, ion-ion anorganik seperti natrium kalium, kalsium, dan klor. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori–pori glomerulus. Cairan yang tertampung di kapsula bowman disebut urine primer atau filtrate glomerulus.

2. Reabsorpsi

Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Proses yang terjadi adalah penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Zat yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino dan ion-ion anorganik.

Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi disebut urine sekunder atau filtrat tubulus.

3. Augmentasi

Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul.

Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter kandung kemih dan uretra.

B. Hati

Hati berfungsi untuk menghasilkan empedu yang mengandung zat sisa dari perombakan eritrosit dalam limpa dan menghasilkan ureum yang mengandung zat sisa dari metabolisme protein. Selain sebagai organ ekskresi hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen, menetralkan racun, mengubah provitamin A menjadi vitamin A, membentuk protrombin dan mengatur kadar gula dalam darah.

Gambar 2. 4 Organ Ekskresi pada Hati www.sekolahan.co.id

C. Paru –paru

Paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan uap air dan karbon dioksida.

Untuk membuktikan bahwa paru-paru mengeluarkan karbon dioksida menggunakan air kapur. Air kapur yang semula jernih setelah ditiup akan menjadi keruh karena bereaksi dengan karbon dioksida dan menghasilkan endapan kalsium karbonat. Sedangkan untuk membuktikan paru- paru mengeluarkan uap air, hembuskan napas di depan cermin, maka cermin akan menjadi kusam.

Gambar 2. 5 Organ Ekskresi pada Paru-paru www.markijar.com

D. Kulit

Gambar 2. 6 Organ Ekskresi pada Kulit www.utakatikotak.com

Kulit terdiri atas lapisan kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis) dan jaringan bawah kulit (subkutan). Pada lapisan epidermis terdiri atas lapisan tanduk yang selalu mengelupas karena sel-selnya mati dan lapisan malphigi yang berfungsi menggantikan sel- sel yang rusak dan menentukan warna kulit seseorang karena adanya pigmen melanin. Pada lapisan dermis terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, ujung- ujug saraf, pembuluh darah dan otot. Lapisan subkutan terdapat banyak jaringan adiposa/ lemak yang berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh dan cadangan makanan. Sebagai organ ekskresi, kulit berfungsi mengeluarkan keringat yang terdiri dari air dan garam-garam mineral.

indra peraba dan perasa, pelindung tubuh terhadap luka dan kuman, tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari, penyimpan kelebihan lemak, pengatur suhu tubuh (Kemendikbud, 2017).

E. Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia dan Upaya untuk Mencegah atau Menanggulanginya

1. Nefritis

Gambar 2.7 Nefritis

http://www.klinikginjalinsani.com

Nefritis adalah penyakit rusaknya nefron, terutama pada bagian-bagian glomerulus ginjal. Nefritis disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus.

Nefritis mengakibatkan masuknya kembali asam urat dan urea ke pembuluh darah serta adanya penimbunan air di kaki karena reabsorpsi air terganggu.

Upaya penanggulangan nefritis adalah dengan proses cuci darah untuk yang keadaan sementara dan pencangkokan ginjal untuk keadaan nefritis tetap.

2. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah gangguan yang terjadi akibat terbentuknya endapan garam kalsium di dalam rongga ginjal (pelvis renalis), saluran ginjal, atau kandung kemih. Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak dapat larut. Upaya mencegah terbentuknya batu ginjal adalah dengan meminum cukup air putih setiap hari, membatasi konsumsi garam karena kandungan natrium yang tinggi dapat memicu terbentuknya batu ginjal serta tidak sering menahan kencing.

Gambar 2.8 Batu Ginjal https://dokter.my

3. Albuminuria

Albuminuria merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kerusakan pada glomerulus yang berperan dalam proses filtrasi, sehingga pada urine ditemukan adanya protein. Albuminuria dapat terjadi akibat kurangnya asupan air ke dalam tubuh sehingga memperberat kerja ginjal dan mengosumsi terlalu banyak kadar protein. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah albuminuria adalah dengan mengatur jumlah garam dan protein yang dikonsumsi. Uji biuret digunakan untuk mengindikasi seseorang mengidap penyakit albuminuria atau tidak dengan warna awal biru, jika ditetesi urine berubah menjadi ungu maka seorang tersebut positif mengandung protein atau albumin.

4. Diabetes Melitus

Penyakit ini disebabkan karena terdapat kandungan glukosa atau gula dalam urine. Hal ini karena kerusakan pada bagian tubulus proksimal yang berperan dalam proses reabsorpsi. Penyakit ini dapat dihindari dengan mengurangi konsumsi glukosa yang berlebih. Diabetes melitus dapat di tes dengan menggunakan uji benedict, ketika larutan awal berwarna biru ditetesi urine menjadi kuning atau hijau maka urine sedikit mengandung glukosa dan jika hasil berwarna merah bata maka urine banyak mengandung glukosa atau gula.

5. Diabetes Insipidus

Penyakit ini disebabkan karena seseorang kekurangan hormon ADH atau hormon antidiuretik. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap air yang masuk ke dalam tubuh, sehingga penderita akan sering buang air kecil secara terus menerus. Upaya penanganan dengan memberikan suntikan hormon antidiuretik sehingga dapat mempertahankan pengeluaran urine secara normal.

6. Kanker Ginjal

Penyakit yang timbul akibat pertumbuhan sel pada ginjal yang tidak terkontrol sepanjang tubulus dalam ginjal yang menyebabkan adanya darah pada urine dan mempengaruhi organ lainnya. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari penggunaan bahan-bahan kimia yang memicu kanker.

7. Jerawat

Jerawat merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan terjadinya penyumbatan dan peradangan pada kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Jerawat sering timbul karena kurangnya menjaga kebersihan kulit sehingga berpotensi terjadi penumpukan kotoran dan kulit mati. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan membersihkan wajah secara rutin dan menghindari makanan berlemak.

Dalam dokumen UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2020 (Halaman 33-39)

Dokumen terkait