BAB IV IDENTIFIKASI SEBARAN DAN KONDISI DAERAH PERBATASAN
4.4 Daerah Perbatasan di Wilayah Sulawesi
4.4.2 Sarana Daerah Perbatasan di Wilayah Sulawesi
Perkembangan jumlah sarana khususnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi daerah perbatasan yang tersebar di Wilayah Sulawesi akan ditampilkan dengan menggabungkan data daerah perbatasan dengan data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014.
Berikut merupakan tabel jumlah sarana pendidikan, kesehatan dan ekonomi daerah perbatasan di Wilayah Sulawesi:
Tabel 37 Jumlah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN JML TK PERKEMBANGAN JML SD PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 31 39 26% 64 64 0%
KEPULAUAN TALAUD 14 13 -7% 16 16 0%
JUMLAH 45 52 16% 80 80 0%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 37, terlihat bahwa perkembangan sarana pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah Sulawesi mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah TK yang tersedia bertambah sebanyak 7 unit (16%) dengan rincian 45 unit pada tahun 2011 menjadi 52 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah TK bertambah sebesar 26%, sedangkan terjadi penurunan sarana TK di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah bank berkurang sebesar 26%.
Untuk perkembangan sarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Sulawesi mengalami perkembangan yang tetap (stagnan), dimana dalam 3 tahun jumlah SD yang tersedia pada tahun 2011 dan 2014 tetap yaitu sebanyak 80 unit. Jumlah sarana SD Tertinggi berada di Kepulauan Sangihe dengan 64 Unit sedangkan di Kepulauan Talaud hanya berjumlah 16 unit.
Tabel 38 Jumlah Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN JML SMP PERKEMBANGAN JML SMA PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 21 25 19% 9 9 0%
KEPULAUAN TALAUD 7 7 0% 3 3 0%
JUMLAH 28 32 14% 12 12 0%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 38, terlihat bahwa perkembangan sarana pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Sulawesi mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah SMP yang tersedia bertambah sebanyak 4 unit (14%) dengan rincian 28 unit pada tahun 2011 menjadi 32 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah SMP bertambah sebesar 19%, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara mengalami perkembangan tetap (stagnan) dengan 7 unit bangunan.
Untuk perkembangan sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Sulawesi mengalami perkembangan tetap (stagnan) dimana dalam 3 tahun jumlah SMA yang tersedia pada tahun 2011 dan 2014 tetap yaitu sebanyak 12 unit. Jumlah sarana SMA Tertinggi berada di Kepulauan Sangihe dengan 9 Unit sedangkan di Kepulauan Talaud hanya berjumlah 3 unit.
Tabel 39 Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN JML SMK PERKEMBANGAN JML PT PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 2 2 0% 2 2 0%
KEPULAUAN TALAUD 2 3 50% 0 1 100%
JUMLAH 4 5 25% 2 3 50%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 39, terlihat bahwa perkembangan sarana pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Sulawesi mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah SMK yang tersedia bertambah sebanyak 1 unit (25%) dengan rincian 4 unit pada tahun 2011 menjadi 5 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah SMK bertambah sebesar 50%, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara mengalami perkembangan yang tetap (stagnan) yaitu 0%.
Untuk perkembangan sarana pendidikan Perguruan Tinggi (PT) di wilayah Sulawesi mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah PT yang tersedia bertambah sebanyak 1 unit (50%) dengan rincian 2 unit pada tahun 2011 menjadi 3 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah PT bertambah sebesar 100%, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara mengalami perkembangan yang tetap (stagnan) yaitu 0%.
Selain sarana pendidikan, sarana kesehatan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan di daerah perbatasan.
Berikut ini disajikan beberapa tabel yang menggambarkan data beberapa jenis sarana kesehatan daerah perbatasan di wilayah Sulawesi:
Tabel 40 Jumlah Rumah Sakit dan Rumah Sakit Bersalin di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN RUMAH SAKIT PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT BERSALIN PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 1 1 0% 0 0 0%
KEPULAUAN TALAUD 1 1 0% 1 0 -100%
JUMLAH 2 2 0% 1 0 -100%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 40, terlihat bahwa perkembangan sarana kesehatan Rumah Sakit (RS) di wilayah Sulawesi mengalami perkembangan yang tetap (stagnan), dimana dalam 3 tahun jumlah RS yang tersedia tetap sebanyak 2 unit . Jumlah masing-masing rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara adalah sebanyak 1 unit.
Untuk perkembangan sarana kesehatan Rumah Sakit Bersalin di wilayah Sulawesi mengalami penurunan, dimana dalam 3 tahun jumlah RS. Bersalin yang tersedia berkurang sebanyak 1 unit (100%) dengan rincian 1 unit pada tahun 2011 menjadi 0 unit pada tahun 2014, sehingga di daerah perbatasan Wilayah Sulawesi tidak memiliki sarana kesehatan rumah sakit bersalin untuk pelayanan bagi masyarakatnya.
Tabel 41 Jumlah Puskesmas dan Poliklinik di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN PUSKESMAS PERKEMBANGAN POLIKLINIK PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 19 21 11% 1 2 100%
KEPULAUAN TALAUD 11 10 -9% 0 0 0%
JUMLAH 30 31 3% 1 2 100%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 41, terlihat bahwa perkembangan sarana kesehatan puskemas di wilayah Sulawesi mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah puskemas yang tersedia bertambah sebanyak 1 unit (3%) dengan rincian 30 unit pada tahun 2011 menjadi 31 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan sarana puskesmas tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah puskesmas bertambah sebesar 11%, sedangkan terjadi penurunan sarana puskesmas terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah puskesmas berkurang sebesar 9%.
Untuk perkembangan sarana kesehatan poliklinik di wilayah Sulawesi juga mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah poliklinik yang tersedia bertambah sebanyak 1 unit (100%) dengan rincian 1 unit pada tahun 2011 menjadi 2 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah poliklinik bertambah sebesar 100%, sedangkan kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara tidak terjadi perkembangan sarana kesehatan poliklinik (0%)
Tabel 42 Jumlah Tempat Praktek Dokter dan Posyandu di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN TEMPAT PRAKTEK PERKEMBANGAN POSYANDU PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 9 8 -11% 43 44 2%
KEPULAUAN TALAUD 2 3 50% 23 20 -13%
JUMLAH 11 11 0% 66 64 -3%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 42, terlihat bahwa perkembangan sarana kesehatan tempat praktek dokter di wilayah Sulawesi mengalami perkembangan yang tetap (stagnan), dimana dalam 3 tahun jumlah tempat praktek dokter yang tersedia pada tahun 2011 dan 2014 yaitu sebanyak 11 unit (194%). Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah tempat praktek dokter bertambah sebesar 50%, sedangkan terjadi penurunan sarana tempat praktek dokter terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah tempat praktek dokter berkurang sebesar 11%.
Untuk perkembangan sarana kesehatan posyandu di wilayah Sulawesi mengalami penurunan, dimana dalam 3 tahun jumlah posyandu yang tersedia berkurang sebanyak 2 unit (3%) dengan rincian 66 unit pada tahun 2011 menjadi 64 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan sarana posyandu terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah posyandu bertambah sebesar 2%, sedangkan terjadi penurunan sarana posyandu terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah posyandu berkurang sebesar 13%.
Selain sarana pendidikan dan kesehatan, sarana ekonomi merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan di daerah perbatasan. Berikut ini disajikan beberapa tabel yang menggambarkan data beberapa jenis sarana ekonomi daerah perbatasan di wilayah Sulawesi:
Tabel 43 Jumlah Pasar dan Minimarket di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN PASAR PERKEMBANGAN MINIMARKET PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN
SANGIHE 0 7 700% 7 3 -57%
KEPULAUAN TALAUD 2 3 50% 6 6 0%
JUMLAH 2 10 400% 13 9 -31%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 43, terlihat bahwa perkembangan sarana ekonomi pasar di wilayah Sulawesi mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah pasar yang tersedia bertambah sebanyak 8 unit (400%) dengan rincian 2 unit pada tahun 2011 menjadi 10 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah pasar bertambah sebesar 700%, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara bertambah hanya 50%.
Untuk perkembangan sarana ekonomi minimarket di wilayah Sulawesi terjadi pengurangan, dimana dalam 3 tahun jumlah minimarket yang tersedia berkurang sebanyak 4 unit (31%) dengan rincian 13 unit pada tahun 2011 menjadi 9 unit pada tahun 2014. Di Kabupaten Kepulauan Talaud terjadi perkembangan yang tetap
(stagnan) sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terjadi pengurangan sarana minimarket sebesar 57%.
Tabel 44 Jumlah Toko/Warung dan Koperasi di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN TOKO/WARUNG PERKEMBANGAN KOPERASI PERKEMBANGAN
2011 2014 2011 2014
KEPULAUAN
SANGIHE 752 665 -12% 43 10 -77%
KEPULAUAN TALAUD 238 294 24% 2 7 250%
JUMLAH 990 959 -3% 45 17 -62%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 44, terlihat bahwa perkembangan sarana ekonomi toko/warung di wilayah Sulawesi mengalami penurunan, dimana dalam 3 tahun jumlah toko/warung yang tersedia berkurang sebanyak 31 unit (3%) dengan rincian 990 unit pada tahun 2011 menjadi 959 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah toko/warung bertambah sebesar 24%, sedangkan terjadi penurunan sarana toko/warung terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah toko/warung berkurang sebesar 12%.
Untuk perkembangan sarana ekonomi koperasi di wilayah Sulawesi terjadi pengurangan, dimana dalam 3 tahun jumlah koperasi yang tersedia berkurang sebanyak 28 unit (68%) dengan rincian 45 unit pada tahun 2011 menjadi 17 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah koperasi bertambah sebesar 250%, sedangkan penurunan sarana koperasi terjadi di
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dimana selama 3 tahun jumlah koperasi berkurang sebesar 77%.
Tabel 45 Jumlah Bank di Daerah Perbatasan Wilayah Sulawesi
KABUPATEN BANK PERKEMBANGAN 2011 2014
KEPULAUAN SANGIHE 5 9 80% KEPULAUAN TALAUD 0 2 200%
JUMLAH 5 11 120%
Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014
Berdasarkan data pada tabel 35, terlihat bahwa perkembangan sarana ekonomi bank di wilayah Sulawesi mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah bank yang tersedia bertambah sebanyak 6 unit (120%) dengan rincian 5 unit pada tahun 2011 menjadi 11 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara dimana selama 3 tahun jumlah bank bertambah sebesar 200%, sedangkan perkembangan sarana bank terendah terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dimana selama 3 tahun jumlah bank bertambah hanya sebesar 80%.
secara keseluruhan masing-masing Kabupaten di daerah perbatasan telah memiliki sarana ekonomi yang cukup untuk melayani kebutuhan hidup masyarakatnya, sehingga dengan banyaknya jumlah sarana yang ada dapat menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat di daerah perbatasan Wilayah Sulawesi tersebut. Secara alami, perkembangan sarana dan dinamika ekonomi akan merangsang pertumbuhan wilayah di daerah perbatasan. Hal ini membutuhkan peranan pemerintah daerah maupun pusat yang
dikategorikan sebagai kebijakan publik untuk membangun daerah serta sumber daya manusianya. Kebutuhan akan pusat-pusat kegiatan ekonomi di daerah perbatasan yang perlu didorong dan dikembangkan sehingga muncul dinamika ekonomi yang pesat dan pada akhirnya daerah perbatasan akan menjadi wilayah yang optimal dalam aspek pembangunan dan sumber daya.