• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sarana Daerah Perbatasan di Wilayah Sumatera

Dalam dokumen DAFTAR ISI... SAMBUTAN... KATA PENGANTAR... (Halaman 44-58)

BAB IV IDENTIFIKASI SEBARAN DAN KONDISI DAERAH PERBATASAN

4.1 Daerah Perbatasan di Wilayah Sumatera

4.1.2 Sarana Daerah Perbatasan di Wilayah Sumatera

Sarana merupakan aspek penting dalam perkembangan sebuah wilayah. Penyediaan sarana baik sosial maupun umum bertujuan untuk mengatur kebutuhan ruang dalam sebuah wilayah sehingga ruang tersebut lebih produktif, berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakatnya. Sarana Pendidikan merupakan bagian dari fasilitas sosial yang harus dipenuhi. Pendidikan memiliki tujuan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas sehingga selain untuk tingkat kesejahteraan penduduk juga sebagai kemudahan dalam proses pembangunan di daerah tersebut. Selain itu, sarana kesehatan juga merupakan salah satu fasilitas yang harus dipenuhi dalam sebuah wilayah, karena kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan manusia. Dengan memenuhi sarana kesehatan berarti juga memenuhi kebutuhan aspek kehidupan lainnya seperti aspek kependudukan yang pada akhirnya masyarakat akan lebih terjamin, nyaman dan lebih berkualitas.

merupakan fasilitas penting sebagai penunjang kegiatan ekonomi seperti perdagangan dan perbelanjaan masyarakat di sebuah wilayah. Aktifitas ekonomi masyarakat secara langsung akan memberikan perkembangan bagi wilayah sehingga perlu diperhatikan dalam penyediaan sarana ekonomi ini. Terkait perkembangan daerah perbatasan akan dibahas mengenai perkembangan jumlah sarana terkait pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Jumlah sarana yang tersebar di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera akan ditampilkan dengan menggabungkan data daerah perbatasan dengan data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014. Berikut merupakan tabel jumlah sarana pendidikan, kesehatan dan ekonomi daerah perbatasan di Wilayah Sumatera:

Tabel 7 Jumlah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

PROVINSI KABUPATEN JML TK PERKEMBANGAN JML SD PERKEMBANGAN 2011 2014 2011 2014

ACEH SABANG 9 33 267% 16 43 169%

SUMATERA

UTARA SERDANG BEDAGAI 14 8 -43% 26 27 4%

RIAU BENGKALIS 72 115 60% 170 197 16% KOTA DUMAI 41 63 54% 41 54 32% INDRAGIRI HILIR 30 75 150% 110 190 73% KEPULAUAN MERANTI 31 60 94% 112 122 9% ROKAN HILIR 12 21 75% 41 46 12% PELALAWAN 6 5 -17% 29 26 -10% KEP. RIAU B A T A M 221 246 11% 221 254 15% BINTAN 20 27 35% 43 44 2% KARIMUN 34 33 -3% 77 72 -6% KEPULAUAN ANAMBAS 16 21 31% 40 70 75% NATUNA 30 43 43% 50 58 16% JUMLAH 536 750 40% 976 1203 23%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 7, terlihat bahwa perkembangan sarana pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah TK yang tersedia bertambah sebanyak 214 unit (40%) dengan rincian 536 unit pada tahun 2011 menjadi 750 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh, dimana selama 3 tahun jumlah TK bertambah sebesar 267%, sedangkan terjadi penurunan sarana TK terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dimana selama 3 tahun jumlah TK berkurang sebesar 43%.

Untuk perkembangan sarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Sumatera juga mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah SD yang tersedia bertambah sebanyak

227 unit (23%) dengan rincian 976 unit pada tahun 2011 menjadi 1203 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh, dimana selama 3 tahun jumlah SD bertambah sebesar 169%, sedangkan terjadi penurunan sarana SD terjadi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah SD berkurang sebesar 10%.

Tabel 8 Jumlah Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

PROVINSI KABUPATEN JML SMP PERKEMBANGAN JML SMA PERKEMBANGAN 2011 2014 2011 2014

ACEH SABANG 3 15 400% 1 3 200%

SUMATERA

UTARA SERDANG BEDAGAI 10 10 0% 4 4 0%

RIAU BENGKALIS 67 78 16% 33 40 21% KOTA DUMAI 30 22 -27% 16 10 -38% INDRAGIRI HILIR 45 73 62% 10 18 80% KEPULAUAN MERANTI 45 46 2% 20 24 20% ROKAN HILIR 15 18 20% 7 7 0% PELALAWAN 9 8 -11% 2 2 0% KEP. RIAU B A T A M 75 110 47% 33 45 36% BINTAN 17 17 0% 4 5 25% KARIMUN 29 31 7% 10 10 0% KEPULAUAN ANAMBAS 12 25 108% 5 10 100% NATUNA 20 25 25% 11 14 27% JUMLAH 377 478 27% 156 192 23%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 8, terlihat bahwa perkembangan sarana pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah SMP yang tersedia bertambah sebanyak 101 unit (27%)

dengan rincian 377 unit pada tahun 2011 menjadi 478 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh, dimana selama 3 tahun jumlah SMP bertambah sebesar 400%, sedangkan terjadi penurunan sarana SMP terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah SMP berkurang sebesar 27%.

Untuk perkembangan sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Sumatera juga mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah SMA yang tersedia bertambah sebanyak 36 unit (23%) dengan rincian 156 unit pada tahun 2011 menjadi 192 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh, dimana selama 3 tahun jumlah SMA bertambah sebesar 200%, sedangkan terjadi penurunan sarana SMA terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah SMA berkurang sebesar 38%.

Tabel 9 Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

PROVINSI KABUPATEN JML SMK PERKEMBANGAN JML PT PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014

ACEH SABANG 0 3 300% 0 0 0%

SUMATERA

UTARA SERDANG BEDAGAI 0 0 0% 0 0 0%

RIAU BENGKALIS 5 9 80% 4 3 -25% KOTA DUMAI 6 4 -33% 10 6 -40% INDRAGIRI HILIR 2 6 200% 0 1 100% KEPULAUAN MERANTI 3 5 67% 1 1 0% ROKAN HILIR 2 2 0% 1 0 -100% PELALAWAN 1 1 0% 0 0 0% KEP. RIAU B A T A M 22 23 5% 10 12 20% BINTAN 4 4 0% 0 0 0%

PROVINSI KABUPATEN JML SMK PERKEMBANGAN JML PT PERKEMBANGAN 2011 2014 2011 2014 KARIMUN 4 5 25% 0 1 100% KEPULAUAN ANAMBAS 0 0 0% 0 1 100% NATUNA 4 5 25% 2 4 100% JUMLAH 53 67 26% 28 29 4%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 9, terlihat bahwa perkembangan sarana pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah SMK yang tersedia bertambah sebanyak 14 unit (26%) dengan rincian 53 unit pada tahun 2011 menjadi 67 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh, dimana selama 3 tahun jumlah SMK bertambah sebesar 300%, sedangkan terjadi penurunan sarana SMK terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah SMK berkurang sebesar 33%.

Untuk perkembangan sarana pendidikan Perguruan Tinggi (PT) di wilayah Sumatera juga mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah PT yang tersedia bertambah sebanyak 1 unit (4%) dengan rincian 28 unit pada tahun 2011 menjadi 29 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Kabupaten Karimun, Kepulauan Anambas dan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah PT bertambah di masing-masing kabupaten sebesar 100%, sedangkan terjadi penurunan sarana PT terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah PT berkurang sebesar 100%.

Selain sarana pendidikan, sarana kesehatan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan di daerah perbatasan.

Berikut ini disajikan beberapa tabel yang menggambarkan data beberapa jenis sarana kesehatan daerah perbatasan di wilayah Sumatera:

Tabel 10 Jumlah Rumah Sakit dan Rumah Sakit Bersalin di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

PROVINSI KABUPATEN RUMAH SAKIT PERKEMBANGAN

RUMAH SAKIT

BERSALIN PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014

ACEH SABANG 1 2 100% 0 0 0%

SUMATERA

UTARA SERDANG BEDAGAI 0 0 0% 0 0 0%

RIAU BENGKALIS 1 2 100% 3 1 -67% DUMAI 2 3 50% 3 14 367% INDRAGIRI HILIR 1 1 0% 0 0 0% KEPULAUAN MERANTI 0 0 0% 0 0 0% ROKAN HILIR 0 0 0% 0 0 0% PELALAWAN 0 0 0% 0 0 0% KEP. RIAU B A T A M 7 7 0% 10 8 -20% BINTAN 0 0 0% 2 1 -50% KARIMUN 2 2 0% 3 3 0% KEPULAUAN ANAMBAS 1 2 100% 0 0 0% NATUNA 2 2 0% 0 0 0% JUMLAH 17 21 24% 21 27 29%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 10, terlihat bahwa perkembangan sarana kesehatan Rumah Sakit (RS) di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah RS yang tersedia bertambah sebanyak 4 unit (24%) dengan rincian 17 unit pada tahun 2011 menjadi 21 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh; Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau; Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah RS

bertambah masing-masing sebesar 100%, sedangkan kabupaten lainnya antara lain Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara; Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau; Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau tidak terjadi perkembangan sarana kesehatan rumah sakit (0%).

Untuk perkembangan sarana kesehatan Rumah Sakit Bersalin di wilayah Sumatera juga mengalami penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah RS. Bersalin yang tersedia bertambah sebanyak 6 unit (29%) dengan rincian 21 unit pada tahun 2011 menjadi 27 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau dimana selama 3 tahun jumlah RS. Bersalin bertambah sebesar 367%, sedangkan terjadi penurunan sarana RS. Bersalin terjadi di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah RS. Bersalin berkurang sebesar 67%.

Tabel 11 Jumlah Puskesmas dan Poliklinik di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

PROVINSI KABUPATEN PUSKESMAS PERKEMBANGAN POLIKLINIK PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014

ACEH SABANG 6 7 17% 0 0 0%

SUMATERA

UTARA SERDANG BEDAGAI 8 8 0% 5 3 -40%

RIAU BENGKALIS 37 47 27% 1 1 0% DUMAI 10 8 -20% 9 9 0% INDRAGIRI HILIR 29 42 45% 4 4 0% KEPULAUAN MERANTI 27 31 15% 0 0 0% ROKAN HILIR 8 8 0% 1 1 0% PELALAWAN 8 9 13% 0 0 0% KEP. RIAU B A T A M 46 92 100% 17 48 182% BINTAN 19 21 11% 1 3 200% KARIMUN 21 27 29% 4 5 25% KEPULAUAN ANAMBAS 15 35 133% 1 5 400%

PROVINSI KABUPATEN PUSKESMAS PERKEMBANGAN POLIKLINIK PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014

NATUNA 26 32 23% 2 1 -50%

JUMLAH 260 367 41% 45 80 78%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 11, terlihat bahwa perkembangan sarana kesehatan puskemas di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah puskemas yang tersedia bertambah sebanyak 107 unit (41%) dengan rincian 260 unit pada tahun 2011 menjadi 367 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah puskesmas bertambah sebesar 133%, sedangkan terjadi penurunan sarana puskesmas terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah puskesmas berkurang sebesar 20%.

Untuk perkembangan sarana kesehatan poliklinik di wilayah Sumatera juga mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah poliklinik yang tersedia bertambah sebanyak 35 unit (78%) dengan rincian 45 unit pada tahun 2011 menjadi 80 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah poliklinik bertambah sebesar 400%, sedangkan terjadi penurunan sarana poliklinik terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dimana selama 3 tahun jumlah poliklinik berkurang sebesar 40%.

Tabel 12 Jumlah Tempat Praktek Dokter dan Posyandu di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

PROVINSI KABUPATEN TEMPAT PRAKTEK PERKEMBANGAN POSYANDU PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014

ACEH SABANG 3 10 233% 8 18 125%

SUMATERA

UTARA SERDANG BEDAGAI 5 5 0% 8 8 0%

RIAU BENGKALIS 24 47 96% 61 178 192% DUMAI 32 60 88% 23 63 174% INDRAGIRI HILIR 22 32 45% 40 157 293% KEPULAUAN MERANTI 16 6 -63% 49 131 167% ROKAN HILIR 6 8 33% 10 21 110% PELALAWAN 7 15 114% 10 32 220% KEP. RIAU B A T A M 63 219 248% 66 282 327% BINTAN 19 17 -11% 19 60 216% KARIMUN 26 30 15% 26 82 215% KEPULAUAN ANAMBAS 6 23 283% 6 73 1117% NATUNA 13 13 0% 13 56 331% JUMLAH 242 485 99% 339 1161 242%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 12, terlihat bahwa perkembangan sarana kesehatan tempat praktek dokter di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah tempat praktek dokter yang tersedia bertambah sebanyak 243 unit (99%) dengan rincian 242 unit pada tahun 2011 menjadi 485 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah tempat praktek dokter bertambah sebesar 248%, sedangkan terjadi penurunan sarana tempat praktek dokter terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah tempat praktek dokter berkurang sebesar 63%.

Untuk perkembangan sarana kesehatan posyandu di wilayah Sumatera juga mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah posyandu yang tersedia bertambah sebanyak 822 unit (242%) dengan rincian 339 unit pada tahun 2011 menjadi 1161 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah posyandu bertambah sebesar 1117%, sedangkan terjadi stagnasi (perkembangan tetap) sarana posyandu di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dimana selama 3 tahun jumlah posyandu tidak mengalami penambahan maupun pengurangan (0%).

Selain sarana pendidikan dan kesehatan, sarana ekonomi merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembangunan di daerah perbatasan. Berikut ini disajikan beberapa tabel yang menggambarkan data beberapa jenis sarana ekonomi daerah perbatasan di wilayah Sumatera:

Tabel 13 Jumlah Pasar dan Minimarket di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

KABUPATEN PASAR PERKEMBANGAN MINIMARKET PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014 SABANG 0 3 300% 1 5 400% SERDANG BEDAGAI 0 8 800% 0 0 0% ROKAN HILIR 1 8 700% 1 1 0% B A T A M 7 26 271% 308 263 -15% PELALAWAN 5 3 -40% 0 0 0% BENGKALIS 24 75 213% 7 22 214% BINTAN 0 3 300% 3 14 367% D U M A I 0 10 1000% 10 30 200% INDRAGIRI HILIR 9 47 422% 3 4 33% KARIMUN 3 1 -67% 16 12 -25% KEPULAUAN ANAMBAS 0 3 300% 1 4 300%

KABUPATEN PASAR PERKEMBANGAN MINIMARKET PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014

KEPULAUAN MERANTI 7 25 257% 27 7 -74%

NATUNA 7 3 -57% 21 14 -33%

JUMLAH 63 215 241% 398 376 -6%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 13, terlihat bahwa perkembangan sarana ekonomi pasar di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah pasar yang tersedia bertambah sebanyak 152 unit (241%) dengan rincian 63 unit pada tahun 2011 menjadi 215 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau dimana selama 3 tahun jumlah pasar bertambah sebesar 1000%, sedangkan terjadi penurunan sarana pasar terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dimana selama 3 tahun jumlah pasar berkurang sebesar 67%.

Untuk perkembangan sarana ekonomi minimarket di wilayah Sumatera terjadi pengurangan, dimana dalam 3 tahun jumlah minimarket yang tersedia berkurang sebanyak 22 unit (6%) dengan rincian 398 unit pada tahun 2011 menjadi 376 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh dimana selama 3 tahun jumlah minimarket bertambah sebesar 400%, sedangkan terjadi penurunan tertinggi sarana minimarket terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah minimarket berkurang sebesar 74%.

Tabel 14 Jumlah Toko/Warung dan Koperasi di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

KABUPATEN TOKO/WARUNG PERKEMBANGAN KOPERASI PERKEMBANGAN

2011 2014 2011 2014 SABANG 501 165 -67% 4 12 200% SERDANG BEDAGAI 354 278 -21% 0 3 300% ROKAN HILIR 401 269 -33% 1 1 0% B A T A M 6035 6050 0% 43 160 272% PELALAWAN 210 220 5% 7 7 0% BENGKALIS 2204 1953 -11% 43 36 -16% BINTAN 577 505 -12% 99 74 -25% D U M A I 1901 1248 -34% 9 42 367% INDRAGIRI HILIR 1406 2168 54% 27 30 11% KARIMUN 1178 1382 17% 18 27 50% KEPULAUAN ANAMBAS 229 429 87% 2 14 600% KEPULAUAN MERANTI 1440 1096 -24% 40 11 -73% NATUNA 1026 784 -24% 25 7 -72% JUMLAH 17462 16547 -5% 318 424 33%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 14, terlihat bahwa perkembangan sarana ekonomi toko/warung di wilayah Sumatera mengalami pengurangan, dimana dalam 3 tahun jumlah toko/warung yang tersedia berkurang sebanyak 915 unit (5%) dengan rincian 17462 unit pada tahun 2011 menjadi 16547 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah toko/warung bertambah sebesar 87%, sedangkan terjadi penurunan tertinggi sarana toko/warung terjadi di Kabupaten Sabang, Provinsi Aceh, dimana selama 3 tahun jumlah toko/warung berkurang sebesar 67%.

Untuk perkembangan sarana ekonomi koperasi di wilayah Sumatera terjadi penambahan, dimana dalam 3 tahun jumlah koperasi yang tersedia bertambah sebanyak 274 unit (33%) dengan rincian

318unit pada tahun 2011 menjadi 424 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah koperasi bertambah sebesar 600%, sedangkan terjadi penurunan sarana koperasi terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, dimana selama 3 tahun jumlah koperasi berkurang sebesar 73%.

Tabel 15 Jumlah Bank di Daerah Perbatasan Wilayah Sumatera

KABUPATEN BANK PERKEMBANGAN 2011 2014 SABANG 3 6 100% SERDANG BEDAGAI 1 1 0% ROKAN HILIR 0 0 0% B A T A M 31 100 223% PELALAWAN 0 0 0% BENGKALIS 5 19 280% BINTAN 5 8 60% D U M A I 9 32 256% INDRAGIRI HILIR 6 8 33% KARIMUN 6 5 -17% KEPULAUAN ANAMBAS 1 5 400% KEPULAUAN MERANTI 4 4 0% NATUNA 3 9 200% JUMLAH 74 197 166%

Sumber: Pengolahan Data Potensi Desa (PODES) 2011 dan 2014

Berdasarkan data pada tabel 15, terlihat bahwa perkembangan sarana ekonomi bank di wilayah Sumatera mengalami penambahan yang signifikan, dimana dalam 3 tahun jumlah bank yang tersedia bertambah sebanyak 123 unit (166%) dengan rincian 74 unit pada tahun 2011 menjadi 197 unit pada tahun 2014. Jumlah penambahan tertinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi

Kepulauan Riau dimana selama 3 tahun jumlah bank bertambah sebesar 400%, sedangkan terjadi penurunan sarana bank terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dimana selama 3 tahun jumlah bank berkurang sebesar 17%.

Secara keseluruhan masing-masing Kabupaten di daerah perbatasan telah memiliki sarana ekonomi yang cukup untuk melayani kebutuhan hidup masyarakatnya, sehingga dengan banyaknya jumlah sarana yang ada dapat menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat di daerah perbatasan Wilayah Sumatera tersebut. Secara alami, perkembangan sarana dan dinamika ekonomi akan merangsang pertumbuhan wilayah di daerah perbatasan. Hal ini membutuhkan peranan pemerintah daerah maupun pusat yang dikategorikan sebagai kebijakan publik untuk membangun daerah serta sumber daya manusianya. Kebutuhan akan pusat-pusat kegiatan ekonomi di daerah perbatasan yang perlu didorong dan dikembangkan sehingga muncul dinamika ekonomi yang pesat dan pada akhirnya daerah perbatasan akan menjadi wilayah yang optimal dalam aspek pembangunan dan sumber daya.

Dalam dokumen DAFTAR ISI... SAMBUTAN... KATA PENGANTAR... (Halaman 44-58)

Dokumen terkait