2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.3 Aspek Pelayanan Umum
2.3.1.6 Sarana dan Prasarana berakses Kebencanaan
Secara geografis Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Sarana dan prasarana yang dibangun sebagian besar akan berakses bencana sebab kondisi daerah Aceh Selatan disamping curah hujan relatif tinggi juga kondisi geografis dihadapkan dengan daerah pengunungan, pesisir pantai, daratan bergambut dan sebagian daerah daratan rendah penerima banjir kiriman berasal dari Krueng Kluet dan Krueng Gelombang berhulu sungai Alas Kabupaten Aceh Selatan Tenggara. Bencana banjir merupakan bencana langganan yang setiap tahun melanda daerah rawan seperti daerah Trumon, wilayah Kecamatan Kota Bahagia dan Bakongan, wilayah Kluet serta wilayah kecamaatan lain yang juga memiliki titik rawan bencana banjir. Demikian pula tanah longsor, gelombang pasang dan angin kencang juga sering melanda daerah Kabupaten Aceh Selatan. Apabila bencana alam ini tiba sebagian besar akan rusak, menerjang dan memporak-porandakan fasilitas umum seperti jalan, jembatan irigasi, prasarana pendidikan serta sarana dan prasarana lainnya. Bila dilihat sarana dan prasarana rusak akibat bencana yang belum ditangani cukup banyak dan beragam, berdasarkan cacatan BPBD Kabupaten Aceh Selatan jumlah sarana dan prasarana yang belum ditangani selama dua tahun terakhir sebagaimana terlihat pada tabel berikut ini.
Tabel. II-61
Jumlah Sarana dan Prasarana Akibat Bencana Alam belum ditangani Di Kabupaten Aceh Selatan samapai Tahun 2012
NO Jenis SAPRAS rusak belum ditangani Tahun 2011/2012 Keterangan 1 Jalan
2 Jembatan 2 buah
3 Irigasi 5 buah
4 Saluran pembuang 11 unit
5 Rumah penduduk akibat gelombang Pasang 2 unit 6 Rumah penduduk akibat angin kencang 11 unit
7 Rumah penduduk akibat gempa bumi 1 unit
8 Rumah penduduk akibat kebakaran 24 unit Rumah dan ruko Sumber BPBD Kabupaten Aceh Selatan
Selain kerusakan sarana dan prasarana akibat bencana, erosi dan pengikisan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta pendangkalan akibat bencana juga terjadi persoalan besar bagi penduduk pinggiran sungai, jalan, jembatan, prasarana pendidikan, infrastruktur pemerintah, fasilitas pendidikan, rumah penduduk, sawah, ladang, kebun musnah dihantam erosi bila banjir tiba. Hal ini juga akan berdampak pada aliaran sungai DAS sebagian terus melebar dan mendangkal menghabiskan/menerjang pemukiman, sawah dan perkebunan penduduk, sehingga masih banyak pinggiran DAS terkena erosi yang perlu dibangun tanggul dan geroncong, selanjutnya pendangkalan yang perlu dilakukan pengerukan. Demikian pula abrasi pantai juga mengalami persoalan yang sama, yang kondisinya terus menghantui penduduk pesisir pantai ketika gelombang pasang dan angin kencang tiba, bukan sedikit fasilitas hancur dihantam ombak besar dan angin kencang. Solusi abrasi pantai, yaitu dipasang Batu Gajah atau tanggul, serta banyak persoalan-persoalan lain akibat bencana yang belum ditangani. Berikut dapat digambarkan DAS dan Abrasi pantai yang belum ditangani sampai tahun 2012.
Tabel. II-62
Jumlah Sarana dan Prasarana lain Akibat Bencana Alam belum ditangani Di Kabupaten Aceh Selatan samapai Tahun 2012
NO Jenis SAPRAS rusak belum ditangani Tahun 2011/2012 Keterangan 1 Tanggul akibat tanah longsor 2 lokasi
2 Tanggul akibat erosi 2 buah 3 Tanggul akibat abrasi 5 buah 4 Batu Gajah/Break water 11 unit
2.3.1.7 Perhubungan
Dalam konteks ekonomi, kedudukan wilayah Kabupaten Aceh Selatan dalam peta Provinsi Aceh memiliki arti penting dan strategis utamanya terhadap akses transportasi/perhubungan bagi beberapa kabupaten lainnya di Pesisir Barat Aceh untuk menuju pusat pasar utama Pulau Sumatera, yaitu Medan. Dengan kedudukannya ini memudahkan bagi Kabupaten Aceh Selatan untuk melakukan transaksi ekonomi dengan wilayah sekitarnya seperti Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya. Kabupaten Aceh Selatan juga merupakan salah satu pintu gerbang utama menuju Kabupaten Simeulue, sehingga memberi peluang bagi pengusaha daerah Kabupaten Aceh Selatan untuk menjadi pemasok berbagai kebutuhan barang dan jasa ke kabupaten sekitarnya. Kondisi tersebut di atas tidak terlepas dari tersedianya sarana dan prasarana transportasi darat, laut dan udara yang sudah ada, walaupun belum cukup memadai. Sektor Perhubungan merupakan salah satu sektor yang sangat urgen dalam mengembangkan ekonomi dan pembangunan daerah. Di Kabupaten Aceh Selatan, sektor ini terdiri dari subsektor angkutan darat, angkutan laut, sungai dan danau, angkutan udara serta sub sektor komunikasi. Mengingat begitu pentingnya peranan sektor pengangkutan dan transportasi ini dalam mengembangkan perekonomian daerah, juga telah direspon oleh pemerintah daerah melalui berbagai program dan kegiatan prioritas pembangunan sarana dan prasarana perhubungan tersebut. Pemerintah daerah juga menyadari masih terdapat beberapa permasalahan disektor perhubungan yang harus mendapat penanganan yang serius seperti masih kurangnya sarana transportasi ke daerah pedalaman dan terpecil serta penanganan beberapa ruas jalan negara dan jalan propinsi yang melintasi Kabupaten Aceh Selatan. Sampai dengan tahun 2012, kinerja pembangunan pada aspek pelayanan urusan perhubungan di Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan adanya peningkatan yang dilihat dari beberapa indikator antara lain; jumlah arus penumpang angkutan umum, fasilitas pelabuhan, terminal dan bandara. Jumlah arus penumpang angkutan umum mengalami peningkatan dari 3.230 penumpang tahun 2008 menjadi 6.100 penumpang pada tahun 2012. Peningkatan jumlah arus penumpang angkutan umum tersebut mengindikasikan juga berkembangnya perekonomian daerah. Peningkatan kegiatan ekonomi akan meningkatkan pula mobilitas penduduk baik antar kecamatan antar kabupaten maupun antar provinsi.
Tabel II-63
Jumlah Penumpang Angkutan Umum Tahun 2008 s.d 2012 Kabupaten Aceh Selatan
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah penumpang Bis 1.615 2.075 2.125 2.615 3.050 3. Jumlah penumpang Kapal laut 969 1.245 1.275 1.569 1.830 4. Jumlah penumpang Pesawat udara 1.615 2.075 2.125 2.615 3.050 5. Total Jumlah Penumpang 3.230 4.150 4.250 5.230 6.100 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Selatan.
Meningkatnya arus orang dan barang tersebut dimungkinkan karena adanya izin trayek yang diberikan kepada perusahaan pengangkutan. Izin trayek adalah izin untuk mengangkut orang dengan mobil bus dan/ atau mobil penumpang umum pada jaringan trayek.
Secara umum Jaringan trayek terdiri atas: a. jaringan trayek lintas batas negara; b. jaringan trayek antarkota antarprovinsi; c. jaringan trayek antarkota dalam provinsi; d. jaringan trayek perkotaan; dan
e. jaringan trayek pergampongan.
Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap, lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal. Jaringan trayek adalah kumpulan dari trayek-trayek yang menjadi satu kesatuan jaringan pelayanan angkutan orang. Sampai tahun 2012 izin trayek yang diberikan oleh Pemkab Aceh Selatan adalah izin jaringan trayek pergampongan yang diberikan kepada perusahaan angkutan umum. Sementara izin trayek perkotaan dan trayek antarkota dalam provinsi, izinnya dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Berikut nama-nama perusahaan angkutan umum yang melayani jaringan trayek pengangkutan di Kabupaten Aceh Selatan :
Tabel II-64
Daftar Perusahaan Angkutan Umum yang Melayani Trayek Pengangkutan di Kabupaten Aceh Selatan
No Nama/alamat
perusahaan Surat Keputusan Izin trayek Trayek yang dilayani PP kenderaan Jumlah Jumlah rit 1. CV.Labuhan Raya
Transport No.551.21/255/Tahun 2006 tgl 1 desember 2008 1.Krueng baru-labuhanhaji-meukek.PP 2.Meukek-sawang-Tapaktuan.PP 3.Tapaktuan-samadua.PP 4.Tapaktuan-Batu Itam.PP 5.Tapaktuan-labuhanhaji.PP 6.Tapaktuan-Terbangan-Kotafajar.PP 7.Tapaktuan-Bakongan.PP 8.Tapaktuan-Trumon-Tpl.Batas Asel.PP 9.Labuhanhaji-Tapaktuan-TPl.Batas Asel.PP 10 5 6 3 7 5 4 3 4 30 15 40 30 15 20 10 12 8 2. PO. Kaset No.551.21/39/Tahun 2006
tgl 17 Maret 2006 1.Tapaktuan-Samadua. PP 2.Tapaktuan-Batu itam.PP 3.Tapaktuan-Kota Fajar.PP 4.Tapaktuan-Bakongan.PP
5.Tapaktuan-Sp.Keude Paya-Trumon .PP
6.Tapaktuan-KapaSesak(Tpl/Batas AcehSingkil).PP 7.Tapaktuan-Alue Paku- sawang .PP
8.Tapaktuan-Meukek-Jambo Papeun .PP 9.Tapaktuan- Labuhanhaji .PP
10.Tapaktua-Krueng Baru(Tpl.Batas Abdya) .PP 11.Tapaktuan-Kota Fajar-Manggamat. PP 12.Tapaktuan-Sp.empat-Pantonluas(samadua).PP 10 5 15 10 9 8 5 5 9 4 9 2 90 40 64 30 18 16 30 15 18 8 18 20 3. CV.Anugrah Jaya No.551.21/64/Tahun 2006
Tanggal 18 Maret 2006 1. Tapaktuan-Samadua. PP 2.Tapaktuan-Sp.Empat samadua-pantonluas.pp 3. Tapaktuan-sawang-Alue Paku. PP 4. Tapaktuan-Meukek-Jambo Papeun 5. Tapaktuan-labuhanhaji (kota). PP 6. Tapaktuan-Tpl.Batas Abdya.PP 7. Tapaktuan-Batu Itam. PP 8. Tapaktuan-Kotafajar. PP 9. Tapaktuan-Kotafajar-Manggamat.PP 10. Tapaktuan-Kotafajar-L. sawah. PP 11. Tapaktuan-Kotafajar-Kandang. PP 12. Tapaktuan – Bakongan
13. Tapaktuan- Keude Paya-Trumon. PP 14. Tapaktuan- Tpl. Batas Singkil. PP
6 2 4 6 4 8 5 6 5 5 3 5 7 10 60 20 30 18 12 16 50 12 10 10 12 10 14 20 4. CV. Mulya Jaya No.551.21/63/Tahun 2006
Tanggal 18 Maret 2006 1. Tapaktuan-Samadua. PP 2.Tapaktuan-Sp.Empat samadua-pantonluas.pp 3. Tapaktuan-sawang-Alue Paku. PP 4. Tapaktuan-Meukek-Jambo Papeun 5. Tapaktuan-labuhanhaji (kota). PP 6. Tapaktuan-Tpl.Batas Abdya.PP 7. Tapaktuan-Batu Itam. PP 8. Tapaktuan-Kotafajar. PP 9. Tapaktuan-Kotafajar-Manggamat.PP 10. Tapaktuan-Kotafajar-L. sawah. PP 11. Tapaktuan-Kotafajar-Kandang. PP 12. Tapaktuan – Bakongan
13. Tapaktuan- Keude Paya-Trumon. PP 14. Tapaktuan- Kp. Sesak(Tpl.Bts Singkil). PP
7 2 3 4 5 6 4 5 3 2 3 4 5 5 70 20 12 16 10 12 40 10 6 8 12 8 10 10 5. CV. Prima Jasa
Transport No.551.21/62/Tahun 2006 Tanggal 18 Maret 2006 1. Tapaktuan – Samadua. PP 2. Tapaktuan – Batu Itam. PP 3. Tapaktuan – Kotafajar. PP 4. Tapaktuan – Bakongan. PP
5. Tapaktuan-Sp.Keude Paya-Trumon. PP 6. Tapaktuan-Kapa sesak-Tpl.Bts Singkil. PP 7. Tapaktuan-Alue Paku-Sawang. PP 8. Tapaktuan-Meukek-Jambo papeun. PP 9. Tapaktuan – Labuhanhaji. PP
10. Tapaktuan-Krueng baru(Tpl.Bts Abdya). PP 11. Tapaktuan-Kotafajar-manggamat. PP 12. Tapaktuan-Sp.empat-Pantonluas(samadua).PP 9 5 8 5 3 4 3 6 5 5 4 2 80 40 48 10 6 8 45 36 10 10 8 14
No Nama/alamat
perusahaan Surat Keputusan Izin trayek Trayek yang dilayani PP kenderaan Jumlah Jumlah rit
7. CV. Mustika Mandiri Tapaktuan – Medan 6 -
8. CV. Mandala Tapaktuan – Banda Aceh 4 -
9. CV. Bintang Lestari Tapaktuan – Banda Aceh 5 -
10. CV. Widuri Utama Tapaktuan – Banda Aceh 13 -
11. CV. Mutiara Selatan Tapaktuan – Medan 9 -
Sumber :Dinas perhubungan Kabupaten Aceh Selatan
Selanjutnya kinerja urusan perhubungan juga dilihat dari uji kir angkutan umum yang dilakukan. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi angkutan yang ada secara keseluruhan, apakah masih laik jalan atau tidak. Uji kir angkutan umum merupakan pengujian setiap angkutan umum baik yang diimpor, maupun yang dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di jalan agar memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Pengujian dimaksud meliputi:
a. uji tipe yaitu pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor dalam keadaan lengkap dan penelitian rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor yang dilakukan terhadap rumah-rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan dan Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi tipenya.
b. uji berkala yaitu diwajibkan untuk mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan, meliputi
pemeriksaan dan pengujian fisik kendaraan bermotor dan pengesahan hasil uji. Perkembangan uji kir angkutan umum yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan
Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan bahwa kendaraan penumpang dan barang yang ada di Aceh Selatan telah dilakukan uji kir.
Tabel II-65
Jumlah Uji Kir Angkutan Umum Selama 1 (satu) Tahun Menurut Kecamatan Tahun 2012 Kabupaten Aceh Selatan
No Angkutan Umum Jmlh Jmlh KIR Mobil penumpang umum % Jmlh Jmlh KIR Mobil bus % Jmlh Jmlh KIR Mobil barang % (1) (2) (3) (4) (5=4/3) (6) (7) (8=7/6) (9) (10) (11=10/9) 1. Labuhanhaji Barat. - - - 8 5 0,62 31 29 0,93 2. Labuhanhaji - - - 4 3 0,75 45 41 0,91 3. Labuhanhaji Timur 11 10 0,90 15 12 0,8 40 38 0,95 4 Meukek - - - 8 6 0,75 47 43 0,91 5 Sawang - - - 4 4 1 35 31 0,88 6 Samadua 21 20 0,95 13 10 0,76 31 30 0,96 7 Tapaktuan 43 40 0,93 60 53 0,88 40 35 0,87 8 Pasie Raja 2 1 0,5 7 5 0,71 33 25 0,75 9 Kluet Utara 9 7 0,77 12 12 1 70 55 0,78 10 Kluet Tengah - - - - - - 50 48 0,96 11 Klurt Timur - - - - - - 20 16 0,8 12 Kluet Selatan 2 2 1 6 6 1 31 30 0,96 13 Bakongan 4 3 0,75 5 4 0,8 29 27 0,93 14 Bakongan Timur - - - 4 3 0,75 18 15 0.83 15 Kota Bahagia - - - - - - 15 10 0,66 16 Trumon - - - 8 7 0,87 21 17 0,80 17 Trumon Tengah - - - 9 6 0,66 25 19 0,76 18 Trumon Timur - - - 2 1 0,5 24 20 0,83 Jumlah 92 83 90,22 165 137 0,83 605 529 0,87
Sumber :Dinas perhubungan Kabupaten Aceh Selatan
Kinerja urusan perhubungan juga didukung dengan keberadaan sarana dan prasarana perhubungan itu sendiri seperti pelabuhan laut, terminal maupun bandara. Pelabuhan laut diartikan sebagai sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan udara/bandara bisa diartikan sebagai sebuah fasilitas untuk menerima pesawat dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Terminal bus dapat diartikan sebagai prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Untuk Sub sektor perhubungan laut sampai dengan tahun 2012 terdapat 1 (satu) Unit dermaga/pelabuhan laut, yaitu pelabuhan Laut Tapaktuan dan 2 (dua) unit terminal, yaitu terminal Tapaktuan dan Kota Fajar. Kemajuan di sektor perhubungan/ transportasi darat dan laut tersebut didukung pula dengan adanya trasnportasi udara lewat jalur penerbangan perintis Tapaktuan-Medan dan Tapaktuan-Banda Aceh melaui Bandara Perintis Teuku Cut Ali di Terbangan Kecamatan Pasie Raja. Tantangan ke depan adalah bagaimana menyediakan pelayanan angkutan massal yang murah, nyaman, aman dan tepat waktu sampai ke pelosok Gampong.
Tabel II-66
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Tahun 2008 s.d 2012 Kabupaten Aceh Selatan
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah pelabuhan laut 1 1 1 1 1
2. Jumlah pelabuhan udara 1 1 1 1 1
3. Jumlah terminal bis 2 2 2 2 2
Jumlah 4 4 4 4 4
Sumber : Diskoinfo Aceh Selatan
Untuk mendukung pengembangan sosial-ekonomi wilayah sesuai dengan RTRW Kabupaten Aceh Selatan, dibidang transportasi diarahkan pula untuk dikembangkan terminal Tipe B dan beberapa terminal Tipe C. Sesuai dengan kondisi dan typologi wilayah, rencana pengembangan terminal di wilayah Kabupaten Aceh Selatan adalah sebagai berikut :
a. Terminal penumpang tipe B yaitu berupa peningkatan terminal Tapaktuan yang terletak di Kecamatan Tapaktuan;
b. Terminal penumpang tipe C meliputi:
(1) Rencana pembangunan terminal Labuhanhaji di di Gampong Padang Bakau
Kecamatan Labuhanhaji;
(2) Rencana terminal penumpang tipe C Trumon Timur di Gampong Krueng Luas
Kecamatan Trumon Timur;
(3) Peningkatan terminal penumpang tipe C Kota Fajar di Gampong Limau Purut
Kecamatan Kluet Utara; dan
(4) Rencana terminal penumpang tipe C Bakongan di Gampong Keude Bakongan
Kecamatan Bakongan;
Untuk lebih jelasnya mengenai rencana terminal penumpang di Kabupaten Aceh Selatan dapat dilihat pada Tabel II-65 di bawah ini.
Tabel II-67
Rencana Pengembangan Terminal Penumpang Kabupaten Aceh Selatan
No Tipe Terminal Lokasi keterangan
1 B Tapaktuan Peningkatan
2 C
1. Labuhanhaji Rencana
2. Kota Fajar Peningkatan
3. Bakongan Rencana
4. Trumon Timur Peningkatan
Disamping rencana pengembangan terminal penumpang, juga direncanakan pengembangan halte, terminal barang, unit pengujian kendaraan bermotor dan jembatan timbang, meliputi :
Halte
Rencana pembangunan halte dialokasikan di tiga lokasi, yaitu : 1. Gampong Kuta Baro di Kecamatan Meukek;
2. Gampong Ladang Rimba di Kecamatan Trumon Tengah; dan 3. Gampong Bate Tunggai di Kecamatan Samadua.
Terminal barang
Pembangunan terminal barang meliputi :
1. Gampong Lhok Bengkuang di Kecamatan Tapaktuan; dan 2. Gampong Pasar Lama Kecamatan Labuhanhaji.
Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (UPKB), direncanakan berada di Gampong
Gunung Cut Kecamatan Samadua.
Jembatan Timbang, berupa pengembangan secara terpadu dengan rencana
terminal penumpang Tipe B di Gampong Krueng Luas Kecamatan Trumon Timur. Pengembangan jaringan transportasi sungai danau dan penyeberangan meliputi:
a. optimalisasi pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji berada di Kecamatan Labuhanhaji; dan
b. pengembangan pelabuhan sungai sebagai alternatif pelayanan transportasi lokal untuk menghubungi kemukiman dan gampong yang belum memiliki aksek jaringan jalan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan, meliputi :
1. Peningkatan pelabuhan Malaka di Gampong Malaka Kecamatan Kluet Tengah; 2. Rencana pembangunan pelabuhan sungai Laut Bangko di Gampong Ujung
Mangki Kecamatan Bakongan.
Untuk pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan sungai yang sudah ada maupun yang masih dalam tahap rencana, akan berfungsi pula untuk melayani aktivitas penyeberangan regional maupun lokal. Rencana alur penyeberangan tersebut meliputi : 1. Penyeberangan regional, meliputi :
a) Labuhanhaji – Sinabang (Simeulue); b) Labuhanhaji – Pulo Sarok (Singkil); c) Labuhanhaji – Pulau Banyak (Singkil); 2. Penyeberangan lokal, meliputi :
a) Menggamat – Sarah Baru;
b) Ujung Mangki – Danau Laut Bangko;
Selanjutnya rencana pengembangan sistem jaringan transportasi laut di Kabupaten Aceh Selatan, adalah sebagai berikut:
a. Pengembangan pelabuhan laut yang berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan yaitu pelabuhan Tapaktuan terletak di Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan;
b. Terminal khusus berupa pelabuhan angkutan barang yang terdapat di Meukek di Gampong Keude Meukek Kecamatan Meukek dan Bakongan Timur Gampong Ujung Pulo Cut Kecamatan Bakongan Timur;
c. Rencana alur pelayaran regional, terdiri atas : 1. Tapaktuan – Sibolga – Teluk Bayur; dan
2. Tapaktuan – Susoh – Meulaboh – Calang - Malahayati - Sabang.
Untuk transportasi udara, maka Bandar Udara Teuku Cut Ali yang beralokasi di di Gampong Teping Gajah Kecamatan Pasie Raja berfungsi sebagai bandar udara pengumpan. Bandara tersebut memiliki Landasan Pacu (run way) sepanjang 1.500 meter dengan lebar 30 meter. Taxiway untuk landasan keluar masuk (parkir) selebar 50 meter yang diperuntukan untuk jenis pesawat CN-235 (produksi Indonesia) dan jenis pesawat lainnya.
a. Optimalisasi Bandar Udara Teuku Cut Ali seluas 6,64 Ha yang secara hirarki berfungsi sebagai Bandar Udara Pengumpan berada di Gampong Teping Gajah Kecamatan Pasie Raja;
b. Jalur/rute penerbangan meliputi :
1. Rute penerbangan regional Teuku Cut Ali – Kuala Namu (Kota Medan);
2. Rute Penerbangan lokal meliputi Bandara Teuku Cut Ali – Sultan Iskandar Muda, Lasikin, Alas Leuser Kuta Cane dan Rambele.