• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran 1: Meningkatnya akses dan kualitas pendidikan

Dalam dokumen BAB III AKUNTABILITAS KINERJA (Halaman 52-56)

Indikator Kinerja : Meningkatnya Angka Partisipasi Murni (APM) SD sd SLTA

Pada tahun 2014, APM pada tingkat SD/MI/Paket A tidak dapat mencapai hasil yang ditentukan, hal ini disebabkan karena menurunnya jumlah siswa usia sekolah (7-12 tahun) yang bersekolah di kota depok, disamping itu terdapat 18.664 siswa yang kurang dari 6 tahun tetapi sudah bersekolah di tingkat SD. Faktor gagal lelang pembangunan

93

RKB SD juga mempengaruhi daya tampung siswa. Sementara itu data anak SD yang bersekolah di luar kota depok sulit diperoleh.

Penyebab tidak tercapainya APK SMP dan SMA, kemungkinan disebabkan oleh adanya anak yang bersekolah di luar Depok karena faktor kedekatan lokasi, biaya sekolah di luar yang relatif murah, kualitas sekolah negeri di luar (Jakarta) yang lebih baik. Penyebab lainnya adalah terbatasnya sekolah negeri di Kota Depok. Kapasitas daya tampung siswa di SMPN baru mencapai 26,59% dari total siswa SMP di kota Depok, dan kapasitas daya tampung siswa di SMAN/SMKN baru mencapai 20,48% dari total siswa SMA di Kota Depok.

Ada beberapa masukan sebagai solusi diantaranya :

a. Untuk mencapai APK dan APM serta rasio murid SMP 40 siswa per kelas yang memenuhi target RPJMD, Pemerintah Kota Depok harus menyediakan sekitar 254 RKB atau sekitar 9 SMPN yang harus terbangun.

b. Untuk mencapai APK dan APM serta rasio murid SMA 40 siswa per kelas yang memenuhi target RPJMD, Pemerintah Kota Depok harus menyediakan sekitar 643 RKB atau sekitar 24 SMA/KN yang harus terbangun.

Solusi lain adalah memberikan bantuan/hibah RKB kepada SMP dan SMA swasta yang berkualitas. Sehingga beban uang bangunan di sekolah Swasta yang dibebankan pada siswa baru tidak terlalu besar dan beban BOS negeri di APBD juga tidak terlalu besar, sehingga anak usia sekolah di Kota Depok dapat tertampung di Wilayah Kota Depok. Implikasinya Nilai APK dan APM di Kota Depok meningkat.

Misi 4 | Sasaran 2: Berkembangnya potensi pemuda, olah raga dan seni budaya Indikator Kinerja: Meningkatnya Jumlah Lapangan Olahraga yang Dibangun/Diperbaiki

Pemda Kota Depok belum berhasil membangun fasilitas bagi kegiatan kepemudaan tersebut. Membangun lapangan olahraga yang baru di tahun 2013 juga belum dapat terealisasi. Pada tahun 2013 kegiatan terkait sarana lapangan olahraga diarahkan pada perbaikan pagar Tribun Stadion Merpati. Sementara itu di tahun 2014 berupa pemeliharaan Pembangunan pagar lapangan sepakbola Cipayung. Dilakukan pula Pengembangan Seni dan Pelestarian Budaya yaitu melalui kegiatan Festival Seni dan

94

Budaya Kota Depok. Juga dalam pelestarian seni budaya dilakukan kegiatan pemagaran situs Situ Pancoran Mas, Sumur Tujuh, dan Sumur Bandung. Harapannya di tahun mendatang peningkatan potensi pemuda, olah raga dan seni budaya dapat didukung oleh OPD lain juga secara anggaran dan prioritas pembangunan kota.

Misi 4 | Sasaran 3: Meningkatnya Keberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Indikator Kinerja : Meningkatnya Jumlah RW Layak Anak

Adapun upaya yang dilakukan guna pencapaian sasaran ini adalah melalui kerjasama dengan instansi terkait secara berkesinambungan. Kerjasama yang dilakukan dengan OPD lain sebagai berikut :

1. Dinas Pendidikan

a. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hasil didikan; dikarenakan walaupun pendidikan dasar sudah hampir merata dan dapat dinikmati oleh seluruh penduduk usia sekolah dasar, namun kualitas pendidikan (pengajar, sarpras) masih relative rendah serta tingkat partisipasi sekolah pada pendidikan diatas jenjang penddikan dasar menunjukan bahwa kualitas pendidikan mayoritas anak Indonesia baru mencapai kualitas pendidikan dasar.

Hal ini akan mempengaruhi potret kualitas angkatan kerja Indonesia di masa depan yang masih didominasi oleh tenaga kerja yang memiliki keahlian, profesionalisme, dan daya managerial relative rendah.

b. Meningkatkan partisipasi sekolah anak pada jenjang pendidikan SLTP ke atas ; dikarenakan angka partisipasi sekolah yang masih relative rendah, terutama pada penduduk usia 13 tahun ke atas dan remaja yang memiliki kualitas dan keahlian relative tinggi untuk dapat masuk dunia kerja pada level managerial/professional, masih sangat terbatas.

c. Menghilangkan kesenjangan gender pada dunia pendidikan; dikarenakan adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam hal gabungan angka partisipasi kasar SD sampai dengan SMA. Gabungan APK SD sampai dengan SMA pada perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki, kesenjangan gender berdasarkan rata-rata angka putus sekolah di tingkat

95

SD, SMP,maupun SMA. Angka rata-rata putus sekolah laki-laki justru lebih tinggi daripada perempuan di tingkat SD dan SMP. Hal ini diperkirakan karena lebih banyak anak lelaki yang harus putus sekolah untuk mencari nafkah, dan factor ekonomi keluarga sangat mempengaruhi pstisipasi seorang anak.

2. Dinas Kesehatan

a. Upaya meningkatkan kesehatan anak; dikarenakan masih tingginya angka kematian bayi dan angka kematian balita, baik di tingkat nasional, propinsi, maupun di kota, serta belum maksimalnya presentase anak yang diimunisasi campak, dan masih rendahnya presentase cakupan imunisasi lengkap pada anak usia 12-23 bulan.

b. Upaya meningkatkan gizi anak; dikarenakan kualitas gizi pada anak akan sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan produktifitas anak.

3. Dinas Tata Ruang dan Permukiman

Upaya meningkatkan infrastruktur pembangunan yang layak anak, seperti ruang bermain yang aman dan nyaman, sarpras bagi tumbuh kembang anak, meliputi : perpustakaan, alat permainan edukatif, fasilitas keagamaan, olah raga, kesenian, dan lain lain serta pembangunan sanitasi yang layak anak.

4. Disnakersos

Mengurangi anak terlantar dan anak jalanan, dikarenakan apabila dibiarkan begitu saja akan menimbulkan dampak yang merugikan, seperti ; terjadinya pelecehan seksual terhadap anak.

5. Dinas Informasi dan Telekomunikasi

Meningkatkan pelayanan di bidang informasi dan komunikasi, dikarenakan masih banyaknya keluarga, masyarakat, maupun lembaga pemerintah yang belum mengerti tentang Kota Layak Anak (KLA)

Instansi terkait yang juga mendukung adalah Dinkes, Disdik, Disdukcapil, Disnakersos, Diskominfo, Polres Metro Depok, Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, Sekolah swasta, Panti sosial, PKK, posyandu dan RW.

96 Misi 4 | Sasaran 4: Meningkatnya peran agama dan masyarakat dalam pembangunan Indikator Kinerja : Swadaya masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah melalui Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan fisik dan non fisik. Berupa rehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak di daerah terkena bencana alam, meningkatkan sarana prasarana wilayah yang berada di wilayah pelosok depok yaitu infrastruktur, fasilitas umum dan sosial. Sedangkan kegiatan non fisik berupa sosialisasi kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, penegakan hukum, disiplin nasional dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat mengenai KB dan kesehatan masyarakat.

Dalam dokumen BAB III AKUNTABILITAS KINERJA (Halaman 52-56)