IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Berbekal pengalaman yang diperoleh saat bekerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia seperti PT Filma Utama Soap (memasarkan produk Palmolive dan Colgate) pada tahun 1982, lalu bekerja di ABC Grup pada tahun 1989, dan pada tahun 1993 bekerja di PT Inbisco Niaga (memasarkan produk Mayora dan Torabika), Gunadi Chandra mulai mencoba untuk berwirausaha dengan mendirikan sebuah perusahaan sendiri. Pada tanggal 16 Agustus 1999, Gunadi Chandra mendirikan sebuah perusahaan distribusi yaitu PT Mitra Makmur Industri (MMI). Perusahaan tersebut berlokasi di Jl Raya Cifor Bogor. Pembangunan di Bogor ini dimaksudkan agar pemasarannya mendekati pasar Jabodetabek yang sangat potensial. Seiring dengan perkembangan pasar, maka tanggal 1 Maret 2001 mulai dioperasikan kantor distribusi yang berlokasi di daerah Cisaat- Sukabumi.
PT Mitra Makmur Industri telah memiliki berbagai rekan bisnis untuk mendistribusikan berbagai macam produk makanan dan minuman dalam kemasan, salah satunya adalah PT Tang Mas, PT Aneka Kreasi Pangan, PT Pusan Manis Mulia dan CV Frutang Beverage Industry. PT Mitra Makmur Industri telah mendistribusikan produk makanan dan minuman dalam kemasan ke berbagai outlet aktif sebanyak 3.731 outlet yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Sukabumi . Outlet aktif tersebut meliputi, grosir sebanyak 97 toko, retail sebanyak 3.517 toko, supermarket sebanyak 50 toko, mini market sebanyak 67 toko.
Melihat adanya peluang dan kesempatan yang menguntungkan, akhirnya pada tanggal 1 Mei 2003 Gunadi Chandra mendirikan perusahaan kedua yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi air
minum dalam kemasan (AMDK) dengan nama produk “YASMIN”. Pabrik
pertama MMI berlokasi di daerah Cimanggu Bogor dan pada bulan Juli 2011 didirikanlah pabrik kedua yang berlokasi di wilayah kawasan industri Sentul Bogor dengan luas tanah 3000 m2 serta gudang seluas 2000 m2.
PT Mitra Makmur Industri telah memiliki izin usaha industri dengan nomor tanda daftar industri 535/22.TDI.Disperindagkop, dan telah memiliki SNI 01-3553-1996 dengan sertifikat produk penggunaan tanda SNI nomor : 0283/PUSTAN/SNI-BW/X/2001, serta merek dalam negeri dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) MD. 249110001624. Bahan baku dalam produksi juga telah memenuhi syarat kualitas air minum Menkes R.I No. 907/Menkes/VII/2002 tanggal 26 Juli 2002.
Seiring dengan perkembangan serta pertumbuhan pasar, “Yasmin” mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, hal ini dapat dilihat melalui inovasi sebagai perkembangan produknya yang dimulai dari air mineral (yasmin gelas dan botol) setelah itu memproduksi pula “YASMIN”dengan berbagai pilihan rasa seperti yasmin es teler, yasmin sari kelapa, yasmin jelly drink, yasmin gula asem, yasmin orange, yasmin ice coffee, dan yasmin teh manis.
4.1.1 Area Coverage
PT Mitra Makmur Industri mendistribusikan dan memasarkan produknya ke beberapa wilayah, diantaranya Bogor, Cianjur, Sukabumi, Tangerang, Serang, Jakarta Utara, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, dan Bangka Belitung.
4.1.2 Visi dan Misi Organisasi
Visi dan misi organisasi merupakan pedoman dan tolak ukur dalam bekerja untuk memberikan hasil yang terbaik bagi karyawan maupun pelanggan. Visi PT Mitra Makmur Industri adalah “Menjadi Perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berkualitas di
Indonesia”. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, maka PT Mitra Makmur Industri memiliki misi untuk memberikan pelayanan dalam penyediaan air minum yang bersih, sehat dan berkualitas.
4.1.3 Struktur Organisasi
Keberhasilan suatu organisasi pada umumnya adalah berkat adanya kerja sama yang baik antar individu atau karyawan. Oleh karena itu diperlukan adanya pengorganisasian yang baik dalam seluruh kegiatan yang
dilakukan oleh masing-masing individu maupun setiap kelompok yang ada dalam organisasi.
Pengorganisasian merupakan pengelompokan tugas untuk mencapai tujuan, menyerahkan kekuasaan kepada seorang pemimpin untuk melaksanakan tugas tersebut. Selain itu mengatur hubungan kekuasaan dan melengkapi pengkoordinasian antara anggota organisaasi satu dengan yang lainnya baik secara vertikal maupun horizontal dalam suatu struktur. Dengan memperlihatkan struktur organisasi, setiap anggota organisasi dapat mengetahui tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya. Struktur organisasi di PT MMI meliputi:
1. Direktur
PT Mitra Makmur Industri dipimpin oleh Gunadi Chandra selaku pendiri dan pemilik perusahaan. Direktur bertanggung jawab atas seluruh aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuan. Direktur mengangkat Manajer operasional sebagai wakil perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
2. Manajer Operasional
Manajer operasional bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan operasional yang terdapat pada PT MMI. Manajer operasional membawahi Head Accounting, Sales Supervisor, Kepala Gudang, dan Kepala Pabrik.
3. Head Accounting
Head Accounting bertanggungjawab atas kegiatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Head Accounting memiliki lima orang staff yang membantu menjalankan tugasnya.
4. Sales Supervisor
Sales Supervisor bertanggungjawab atas pengelolaan kegiatan pemasaran. Tugas Sales Supervisor mengkoordinasikan penjualan dan pendistribusian produk. Sales Supervisor memiliki tujuh orang staff yang membantu menjalankan tugasnya.
5. Kepala Gudang
Kepala Gudang bertanggungjawab atas pengelolaan penempatan barang- barang produksi dan distribusi. Kepala gudang membawahi staff gudang, driver dan helper.
6. Kepala Pabrik
Kepala Pabrik bertanggungjawab atas seluruh kegiatan produksi, baik kualitas maupun teknis produksi. Kepala Pabrik membawahi staff administrasi pabrik dan supervisor pabrik. Supervisor pabrik membawahi staff bagian mekanik (teknik produksi) dan leader. Bagian mekanik dan leader mengawasi langsung kegiatan produksi yang dilakukan karyawan operator.
Struktur organisasi yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan organisasional adalah dengan menggunakan bentuk struktur organisasi garis. Dalam struktur organisasi PT MMI terdapat pemisahan fungsi yang jelas bagi karyawan dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur organisasi PT MMI dapat dilihat pada Lampiran 8.
4.1.4 Saluran dan Media Komunikasi pada PT Mitra Makmur Industri
Media komunikasi merupakan suatu alat yang digunakan untuk memudahkan penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain. Kecakapan dalam penggunaan media komunikasi yang ada akan membuat pesan akan lebih mudah tersampaikan dan dimengerti oleh penerima pesan. Media komunikasi yang terdapat pada PT MMI terbagi menjadi dua, yaitu media komunikasi lisan dan media komunikasi tertulis. Penggunaan media komunikasi digunakan sesuai dengan saluran komunikasi yang terdapat pada PT MMI. Adapun saluran komunikasi pada PT MMI, antara lain:
1. Saluran komunikasi formal
Saluran komunikasi formal digunakan sebagai sarana untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan serta mendiskusikan informasi dan masalah-masalah yang menyangkut pekerjaan. Saluran komunikasi formal terdiri atas :
Media komunikasi yang digunakan pada saluran komunikasi dari atas ke bawah, yaitu komunikasi lisan/tulisan melalui telepon, pertemuan langsung atau tatap muka, pedoman prosedur kerja, lembar instruksi, memo, dan papan pengumuman.
b. Saluran komunikasi dari bawah ke atas
Media komunikasi yang digunakan pada saluran komunikasi dari bawah ke atas, yaitu pertemuan langsung atau tatap muka, komunikasi lisan/tulisan melalui telepon, laporan hasil kerja, memo. c. Saluran komunikasi horizontal
Media komunikasi yang digunakan pada saluran komunikasi horizontal, yaitu pertemuan tatap muka, laporan kerja, komunikasi lisan/tulisan melalui telepon.
2. Saluran komunikasi informal
Saluran komunikasi informal digunakan sebagai sarana untuk mempercepat pelaksanaan tugas dalam mendiskusikan informasi dan masalah yang tidak berkaitan dengan pekerjaan dan dapat memberikan informasi tentang sikap dan perasaan karyawan. Informasi dan masalah- masalah yang biasanya diperbincangkan melalui saluran komunikasi informal, meliputi keadaan/situasi organisasi, kesejahteraan karyawan, kegiatan organisasi, dan urusan/masalah pribadi. Media komunikasi yang digunakan pada saluran komunikasi informal, yaitu tatap muka dan komunikasi lisan/tulisan melalui telepon.