BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) didirikan pada tanggal 12 Agustus 1989 di Jalan Agarindo, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten oleh Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya. PT Nagasakti Paramashoes Industy (NASA) merupakan perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan memiliki status badan hukum dengan No. 9380/BH/KWK.10/4 dan nomor NPWP: 01.061.752.0–092.000. Pada awal didirikan PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) memiliki 2 tujuan utama yaitu:
1. Tujuan Bisnis
Seperti halnya tujuan perusahaan yang lain dalam bisnis, maka tujuan berdirinya
PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) adalah untuk mendapatkan profit
atau laba yang sebesar–besarnya melalui usaha pembuatan sepatu Nike. 2. Tujuan Sosial
Di samping tujuan bisnis, berdirinya PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) juga memiliki tujuan yang bersifat pengabdian dan tanggung jawab terhadap masyarakat yaitu:
a. Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat kota Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (JABOTABEK) dan sekitarnya.
b. Ikut membantu pemerintah dalam upaya mengurangi jumlah pengangguran
c. Turut serta membantu usaha pemerintah dalam program pengembangan ekonomi negara serta meningkatkan pendapatan nasional.
PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) secara resmi beroperasi pada tahun 1990. Pada operasinya yang pertama perusahaan ini mempekerjakan 900 karyawan dan memiliki alat-alat produksi seperti mesin sepatu, mesin jahit, mesin potong dll. PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) ini berada di bawah naungan Central Cipta Murdaya (CCM) Group di bawah pimpinan Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya sebagai Komisaris Utama dan Prajna Murdaya Widyawimarta sebagai Direktur Utama. PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) termasuk dalam perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu merk Nike dan termasuk perusahaan dalam skala besar karena saat ini telah mempekerjakan 7000 karyawan.
Dalam perjalanan usahanya PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) beberapa kali mengalami pasang–surut karena pihak Nike Incorporation di Amerika Serikat pernah beberapa kali akan menghentikan order pada tahun 2001 dan 2002
tetapi kemudian batal. Pada bulan Maret 2007 Nike Incorporation mengurangi
ordernya sebesar 50 % dan puncaknya pada tanggal 6 Juli 2007, pihak Nike
Incorporation melayangkan surat kepada Ibu Hartati Murdaya yang intinya adalah penghentian order di 2 anak cabang perusahaan Central Cipta Murdaya (CCM) Group yaitu PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) dan PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) mulai bulan Maret 2008 yang tentunya akan mengancam kelangsungan hidup 14.000 karyawan di kedua perusahaan tersebut. Menurut pihak Nike Incorporation penghentian order ini terpaksa dilakukan karena PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) dan PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) tidak
dapat mempertahankan standar minimum mutu produk dan kedua perusahaan ini kerap kali terlambat dalam pengiriman produk, padahal berdasarkan ranking yang
dilakukan sendiri oleh Nike Incorporation PT Nagasakti Paramashoes Industry
(NASA) menduduki ranking ke 3 dan PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) menduduki ranking ke 4 dari seluruh pabrik Nike.
Hal ini tak ayal membuat 14.000 karyawan di PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) dan PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) melakukan unjuk rasa besar–besaran di depan kantor Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Istana Negara menuntut agar pihak Nike Incorporation membatalkan penghentian order di kedua perusahaan tersebut. Unjuk rasa besar–besaran ini akhirnya menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, maka pada tanggal 18 Juli 2007 presiden menugaskan Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris, Menteri Perdagangan (Mendag) Mary Elka Pangestu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Lutfi untuk memfasilitasi pertemuan antara pihak Nike Incorporation
yang diwakili oleh Vice President of Global Footwear Nike Incorporation yaitu Erick Sprunck dengan pihak Central Cipta Murdaya (CCM) Group yang diwakili sendiri oleh Ibu Hartati Murdaya sebagai Komisaris Utama dan putranya Prajna Murdaya sebagai Direktur Utama.
Pertemuan antara pihak Nike Incorporation dengan pihak Central Cipta Murdaya (CCM) Group tersebut akhirnya menghasilkan sejumlah kesepakatan antara lain sebagai berikut:
1. Perpanjangan kontrak kepada PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) selama 18 bulan dan kepada PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) selama 30 bulan hingga tahun 2009.
2. Perpanjangan kontrak kepada PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) untuk
memproduksi sebanyak 200.000 pasang sepatu Nike per minggu dan kepada PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) untuk memproduksi sebanyak 100.000 pasang sepatu Nike per minggu.
3. PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Nagasakti Paramashoes
Industry (NASA) harus tunduk pada pada perjanjian pasokan Nike yang telah ada selama memproduksi produk Nike.
4. PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Nagasakti Paramashoes
Industry (NASA) harus memenuhi standar minimum Nike mengenai pengiriman produk, mutu dan kepatuhan.
5. PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Nagasakti Paramashoes
Industry (NASA) harus menepati tenggang waktu pembayaran kepada setiap pemasok.
Pada bulan Maret 2009 pihak Nike Incorporation menyatakan tidak akan
menghentikan ordernya di 2 perusahaan yang tergabung dalam Central Cipta Murdaya (CCM) Group yaitu PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) dan PT
Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan pihak Nike Incorporation juga
menyatakan akan tetap menanamkan investasinya serta mengembangkan usahanya di Indonesia. Pihak Nike Incorporation menyatakan akan menghentikan ordernya di empat pabriknya di Vietnam, China dan Thailand hal ini dikarenakan ada penurunan
permintaan sepatu Nike sebesar 20 % di seluruh dunia. Selain itu pihak Nike
Incorporation yang diwakili oleh Country Representative Nike Incorporation John Ricard menyatakan mulai bulan Mei 2009 akan mengalihkan order senilai US$ 135 juta atau sebanyak 55 juta pasang sepatu Nike ke Indonesia dan harga rata- rata per pasangnya adalah US$ 25, alasannya Nike Incorporation menilai Indonesia memiliki iklim usaha yang lebih kondusif dibandingkan dengan negara lain.
Order Pembuatan 55 juta pasang sepatu Nike tersebut akan diserahkan kepada 6 perusahaan yang memproduksi sepatu Nike di Indonesia yaitu PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA), PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI), PT Nikomas Gemilang, PT Adis Dimension Footware, PT KMK Global Sport dan PT Pratama Abadi Industry. Dengan dibatalkannya penghentian order oleh Nike
Incorporation ini maka PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) dapat tetap eksis berdiri dan menjalankan usahanya sampai saat ini sehingga ribuan karyawan PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) tetap dapat bekerja.