BAB II : PT. MADJU MEDAN CIPTA
A. Sejarah Ringkas Perusahaan
PT. Madju Medan Cipta didirikan oleh Muhammad Arbie, lahir di Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, 3 Agustus 1920 dimana pada tahun 2005 beliau telah meninggal dunia, seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang percetakan, hotel, dan rumah sakit. Beliau berdomisili di Medan, Sumatera Utara.
Pada mulanya, bisnis Muhammad Arbie ialah membuka usaha pakaian jadi dan setelah masa kemerdekaan berganti dengan menjual kitab suci Al Quran yang dibelinya di Singapura. Di Singapura dia membeli Al Quran seharga SIN$ 3 dan menjual di Medan seharga $ 20. Dari bisnis itu ia mendapat keuntungan berlipat-lipat, dan dalam satu bulan langsung melunasi kredit banknya.
Mendapat keuntungan besar, pada tahun 1949 ia membeli mesin cetak letter press, sebuah mesin cetak tangan “Gordon Double Folio” buatan Amerika, ditambah dengan peralatan yang sangat sederhana. Namun kini mesin-mesin tersebut sudah tidak di pergunakan lagi dan diabadikan menjadi benda bersejarah sebagai cikal bakal berdirinya PT.Madju Medan Cipta. dan pada saat itu berlokasi disebuah toko buku kecil bernama Pustaka Madju.
Ternyata sambutan dari masyarakat terhadap buku-buku yang diterbitkan oleh Pustaka Madju terus meningkat sehingga kegiatan penerbitan buku-buku tersebut dikembangkan diantaranya dengan menerbitkan buku-buku SD dan
SMP dalam berbagai mata pelajaran. Akibat peningkatan volume penerbitan, maka perusahaan menambah kapasitas mesin cetak dan memperluaskan ruangan kantor secara normal.
Pada tahun 1956 Pustaka Madju berubah nama menjadi Firma Madju Medan dan menambah unit mesin cetak lengkap dengan peralatan yang secara otomatis di dalam berbagai ukuran yang diperlukan perusahaan. Untuk mengimbangi semakin besarnya permintaan buku-buku yang dibutuhkan masyarakat dan demi kelancaran kegiatan produksi perusahaan, maka pada tahun 1959 perusahaan meresmikan sebuah gedung percetakan “Letter Press” di jalan Amaliun No.1A Medan, serta menambah beberapa mesin cetak yang baru yang serba otomatis.
Pada tahun 1969, pimpinan Firma Madju Medan diundang oleh sebuah perusahaan mesin cetak di Amsterdam, Belanda untuk meninjau kemajuan dalam bidang percetakan di Eropa dan Jepang. Akibat peninjaun tersebut, perusahaan mendapatkan suatu dorongan untuk memodernisasikan percetakan dengan sistem teknis cetak yang mutakhir, yakni percetakan offset. Sekembalinya dari luar negeri, ide tersebut direalisir dengan mengimport langsung mesin cetak offset dari Eropa dan Jepang. Kegiatan tersebut mendapatkan respon yang positif dari pemerintahan melalui Departemen Keuangan yaitu dengan memberikan fasilitas PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) kepada Firma Madju Medan dan pembebasan pajak perseroan dalam jangka waktu tertentu serta pungutan-pungutan lainnya. Kemudahan yang diberikan pemerintah diatas menjadi motivasi yang besar bagi perusahaan untuk memproduksi buku-buku
sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah dalam tahap pembangunan lima tahun dibidang pendidikan.
Sejalan dengan perkembangan Firma Madju Medan yang semakin pesat maka perusahaan merasa perlu untuk menambah jumlah bangunan yang mendukung kegiatannya dengan mendirikan empat buah gedung yang berlokasi di Medan terdiri dari:
1. Sebuah gedung percetakan buku yang berlokasi di jalan Amaliun no.1.A Medan
2. Sebuah gedung yang berfungsi sebagai tempat kegiatan administrasi perusahaan (kantor pusat) di Jalan Sisingamangaraja Nomor 25 Medan . 3. Sebuah toko buku Madju di jalan Sutomo P339 NO.341-342 Medan
Dengan adanya tambahan mesin cetak, pada saat itu Fa. Madju Medan telah memiliki 25 buah mesin cetak Letter Press dan 10 mesin cetak dengan sistem offset. Dengan mesin tersebut perusahaan dapat mencetak dan menerbitkan buku-buku dalam jumlah yang besar serta mampu melayani setiap pesanan dengan cepat, rapi dan bermutu tinggi.
Dalam orientasi integrasinya dengan badan-badan lain, maka pimpinan Firma Madju Medan ikut aktif dalam kegiatan forum bidang pendidikan, sosial, ekonomi lainnya, seperti menjadi anggota IKAPI (Ikatan Penerbitan Indonesia).
Untuk memperoleh modal dalam jumlah yang lebih besar serta memperluaskan kegiatan perusahaan dari persekutuan ke perseroan, maka Fa.
Madju Medan diganti menjadi Madju Group Medan dengan status badan hukum PT.Madju Medan Cipta.
Madju Group Medan merupakan induk perusahaan yang memiliki enam anak perusahaan. Adapun jenis dan aktivitas dari anak perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
a. PT. Madju Medan Cipta adalah anak perusahaan Madju Group paling besar dan pertama berdiri, yang bergerak dalam bidang penerbitan sampai dengan penjualan buku. Adapun jenis buku yang diterbitkan adalah buku-buku SD, SLTP, SMU dan buku-buku-buku-buku umum.
b. CV. Sarana Grafika yang bergerak dalam bidang percetakan baik dalam ukuran kecil maupun ukuran besar. Pada awalnya perusahaan ini didirikan untuk mencetak pesanan dari intren Madju Group, namun akhirnya perusahaan ini juga mampu untuk mencari order cetakan ke perusahaan lain, seperti Telkom , BNI , PTP serta perusahaan-perusahaan besar lainnya.
c. Yayasan Karya Wartawan yang bergerak dalam penerbitan surat kabar, yang diberikan nama Surat Kabar DOBRAK
d. CV. Gama Utama yang bergerak dalam bidang pertokoan berupa swalayan
e. CV. Karya Pribumi merupakan anak perusahaan Madju Medan Cipta yang bergerak dalam bidang kontrktor dan leveransir.
Pada tahun 1985 Muhammad Arbie dan putra sulung nya Drs. Alfian Arbie berekspansi dengan membuka percetakan baru di kawasan Pulogadung, Jakarta.
Percetakan ini terutama mencetak buku-buku pesanan pemerintah untuk program sekolah dasar Inpres di seluruh Indonesia.
Selain itu itu Muhammad Arbie mengembangkan bisnisnya ke bidang perhotelan dengan membangun dua buah hotel (Hotel Garuda Plaza dan Hotel Garuda Citra) dan rumah sakit (RS Permata Bunda dan Klinik Bunda).
Pada saat sekarang ini PT. Maju Medan Cipta mempunyai Direktur generasi ketiga yaitu Ir. Doni Irfan Alfian yang merupakan anak dari Alfian Arbie yang telah wafat pada tahun 2001sekaligus cucu dari Muhammad Arbie, dengan Komisaris Perseroan Dr. Rosihan Arbie , anak ketiga dari Muhammad Arbie.
Titik awal berdirinya PT. Madju Medan Cipta ini dimulai dengan flasback pada zaman kemerdekaan diantara desingan peluru bersambut, mewarnai gegap gempitanya perjuangan Bangsa Indonesia di kala itu. Segenap bangsa Indonesia bergolak serempak untuk mengenyahkan penjajahan durjana yang ingin merampas bumi persada Nusantara yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Penjajah Belanda telah kehilangan pamor di mata dunia yang beradab, tidak berhasil mematahkan semangat kemerdekaan dari seluruh pejuang bangsa Indonesia. Akhirnya penjajah Belanda hengkang serta merta dari bumi Nusantara dengan perasaan malu tak terpelihkan.
Perjuangan Bangsa Indonesia tidak sia-sia dalam mengusir penjajahan yang akhirnya membuahkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan hasil dari segenap pengorbanan moril dan materil yang besar dari seluruh rakyat dan Bangsa Indonesia.
Akhirnya tibalah masa tenang. Pada triwulan pertama 1949, dimana beliau memulai melaksanakan gagasannya yang sangat positif dan idealis yang
menyangkut masalah masa depan bangsa yaitu turut serta mencerdaskan insan-insan Indonesia melalui penerbitan buku-buku bermutu.
Siapakah pemuda itu? Dia adalah Bapak Haji Muhammad Arbie, yang merupakan salah satu pioner dalam penerbitan buku Pelajaran Sekolah Dasar (d/h Sekolah Rakyat) dan Sekolah Menengah.
Gebrakan baru tersebut ternyata tidak tanggung-tanggung. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penerbitan di Indonesia Penerbit Madju berhasil menerbitkan seluruh judul buku pelajaran dalam satu paket lengkap. Hal ini belum pernah dilakukan oleh penerbit-penerbit lain pada masa periode sebelumnya.
Ternyata langkah awal Penerbit Madju Medan Cipta tersebut, mendapat sambutan yang menggembirakan.
Dengan tidak disangka buku-buku pelajaran Penerbit Madju Medan Cipta mendapat sambutan yang hangat dari seluruh guru-guru atau sekolah dan masyarakat di seluruh Indonesia.
Citra idealisme pengisian kemerdekaan yang ditanamkan di dalam buku pelajaran tersebut ternyata dapat diterima oleh penduduk di Indonesia. Sejak saat itu para pendidik mulai meninggalkan buku-buku pelajaran terbitan Penerbit Belanda dan menggantikan buku-buku penerbitan penerbit Nasional.
Masa berlalu terus menjalar menapaki masa kehidupan Penerbit Madju Medan. Penerbit Madju semakin meningkatkan kemampuannya dalam bidang penerbitan dengan meluaskan wawasan penerbitannya. Dengan titik sentral penerbitan buku pelajaran, Penerbit Madju Medan juga menerbitkan buku-buku agama, buku pengetahuan, buku-buku umum hingga sampai buku-buku novel
remaja yang jumlahnnya lebih kurang 300 judul. Angka 300 judul tersebut merupakan angka yang dicapai dalam periode 5 tahun yaitu tahun 1952-1957.
Melihat situasi dan kondisi penerbitan pada saat itu angka tersebut merupakan kolosal yang pernah dicapai oleh penerbit Indonesia.
Penerbit Madju Medan sebagai pioneer penerbitan buku pelajaran di Indonesia telah berhasil menggerakan semangat penerbitan buku di Indonesia.
Kegiatan Penerbit Madju Medan mendorong masyarkat lainnya untuk berbuat hal yang sama. Setelah itu mulailah bermunculan penerbit-penerbit Nasional yang menerbitkan buku pelajaran dalam bentuk satu paket lengkap. Penerbit dalam era tahun 55 sampai tahun 60-an benar-benar menggembirakan.
Tatkala menapaki perjalanan panjang Penerbit Madju Medan seakan-akan terasa bahwa kehadiran Penerbit Madju Medan Cipta masih belum berarti jika dibanding dengan perjuangan bangsa Indonesia yang masih panjang. Untuk inilah Penerbit Madju tidak pernah berhenti menjalankan mission pendidikannya merupakan sebuah tanggung jawab yang harus diembannya demi untuk peningkatan kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia untuk masa kini dan masa mendatang.
Begitu pula Penerbit Madju Medan merasakan betapa besarnya dorongan, dukungan dari seluruh praktisi pendidikan, masyarakat terlebih-lebih Pemerintah Indonesia sehingga Pioner Madju mampu bertahan puluhan tahun dalam mengemban cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia. Hal inilah yang memberikan semangat juang yang tinggi bagi Penerbit Madju Medan untuk berkarya seirama
dengan derap langkah pembangunan Nasional Indonesia yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah.
Melalui urutan sejarah perjuangan, ternyata Penerbit Madju Medan tidak luput dari berbagai tantangan dan hambatan yang kadang-kadang begitu dahsyatnya menghantam batang tubuh Penerbit Madju. Tetapi tetap dengan semangat Penerbit Madju tetap berkiprah di dalam pembangunan nasional.
Penerbit Madju Medan yang sejak awalnya memang sudah menetapkan misinya dalam bidang pendidikan merasa berkewajiban untuk mensukseskan program pemerintah dengan upaya pengadaan buku-buku pelajaran dalam kebutuhan anak didik.
Bertitik tolak dengan prinsip ini Penerbit Madju Medan menerbitkan buku-buku pelajaran berdasarkan Kurikulum/ GBPP yang diterbitkan oleh Pemerintah. Justru karena itu Penerbit Madju selalu bermata jeli memantau perkembangan kebijaksanaan pendidikan Nasional Indonesia sehingga dapat lebih awal menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut.
Dalam kenyataannya, setiap Penerbit Madju Medan Cipta melaksanakan program dalam pendidikan nasional Republik Indonesia, Penerbit Madju Medan senantiasa dihadapkan dengan dilema stock buku lama yang kadaluarsa. Namun Penerbit Madju Medan tidak pernah memikirkan hal itu karena dalam setiap perjuangan suci memerlukan pengorbanan. Walaupun buku-buku pelajaran yang kadaluarsa harus sudi “digudangkan”, namun penerbitan buku baru yang sesuai dengan Kurikulum/ GBPP terbaru tetap dilaksanakan oleh Penerbit Madju Medan.
PT. Madju Medan Cipta (d/h Penerbit Madju Medan) menyadari bahwa masa mendatang akan menemui banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi dalam dunia perbukuan. Masalah minat baca maasyarakat, sikap masyarakat yang belum cinta buku, masalah pembajakan buku, serbuan literature/komik asing, merupakan kendala yang dapat menggangu program Pemerintah dalam kegiatan pendidikan. Bagi Penerbit Madju masalah tersebut merupakan tantangan untuk lebih giat berkreasi dalam penerbitan buku pelajaran tanpa meninggalkan mission yang telah terpatri dalam pengelola. Penerbit Madju menghaturkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan, dorongan dari para pendidik, masyarakat dan pemerintah sehingga Penerbit Madju dapat mengembangkan misi pendidikannya. Tanpa dukungan dan dorongan tersebut Penerbit Madju tidaklah berarti apa-apa. Menapaki Nuansa Penerbit Madju Mengibarkan Panji-panji Dunia Pendidikan.
Sayangnya penerbit-penerbit buku pelajaran yang tangguh pada masa lalu kini telah pupus satu persatu dari dunia penerbitan. Hanya Penerbit Madju saja yang masih berdiri kokoh mengemban cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia dalam dunia Pendidikan. Penerbit Madju yang telah berusia puluhan tahun sampai kini masih tetap bertahan di tengah-tengah persaingan dengan penerbit-penerbit menunjang pendidikan nasional Indonesia. Kini Penerbit Madju Medan telah siap dengan segala daya dan upaya untuk mengemban tugas-tugas yang lebih berat lagi dalam mengisi pembangunan Negara dan Bangsa Indonesia untuk masa kini dan masa mendatang, Penerbit Madju tetap teguh pada misinya.
Data Perusahaan
Nama Perusahaan : PT. Madju Medan Cipta
Bidang Usaha : Penerbitan, Percetakan, Perdagangan
Alamat : Jl. Amalium No. 37 Medan, Sumatera Utara, 20215 Telepon : +62 - 61 - 7361990 - 7357469
Fax : +62 - 61 - 7357469
Pendiri : Alm. H. Mohammad Arbie Tahun Pendirian : 1949
Susunan Pengurus : Komisaris : Dr. Rosihan Arbie Direktur Utama : Hendra Arbie, SE Direktur : Ir. Doni Irfan Alfian Organisasi : Ikatan Penerbitan Indonesia (IKAPI) Sumut
Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Sumut
B. Visi dan Misi Perusahaan