• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2011

DAFTAR PUSTAKA

[Bapedda] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jayapura. Profil Kabupaten Jayapura Tahun 2009. Sentani. Jayapura.

Bungin B. 2007. Penelitian Kualitatif.Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu SosialLainnya. Kencana Perdana Media Group. Jakarta.

Casson A. 2003. Politik Ekonomi Subsektor Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Di dalam: Resosudarmo, editor. Kemana Harus Melangkah? Masyarakat, Hutan, dan Perumusan Kebijakan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Casson AC, et al. 2007. Rencana Aksi Multi Pihak untuk Penanggulangan Illegal Logging dan Peningkatan Penegakan Hukum di Indonesia. Jakarta.

[Dishut] Dinas Kehutanan Provinsi Papua. 2007. Statistik Kehutanan Provinsi Papua.

Dunn WN. 1994. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Ed ke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Dwiyanto A. 2011. Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Grimble R. & Chan MK. 2005. Analisis Stakeholder untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam di Negara Berkembang. Di dalam Supahardjo, (editor). Manajemen Kolaborasi : Memahami Pluralisme Membangun Konsensus. Pustaka Latin. Bogor.

Kartodihardjo H. 2006. Ekonomi dan Institusi Pengelolaan Hutan. Institute for Development Economics of Agriculture and Rural Areas (IDEA). Bogor. Kawer GJW. 2007. Prespektif Tenurial dalam Pengelolaan Konflik Tanah

Ulayat/Hutan Masyarakat Adat di Papua. CIFOR. Bogor.

Lindayati R. 2003. Gagasan dan Kelembagaan dalam Kebijakan Perhutanan Sosial. Di dalam: Resosudarmo, editor. Kemana Harus Melangkah? Masyarakat, Hutan, dan Perumusan Kebijakan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Maring P. 2010. Bagaimana Kekuasaan Bekerja di Balik Konflik, Perlawanan, dan Kolaborasi? Lembaga Pengkajian Antropolgi Kekuasaan Indonesia. Jakarta. Meyers, J. 2005. Analisis Kekuatan Stakeholder. Di dalam Supahardjo, (editor).

Manajemen Kolaborasi : Memahami Pluralisme Membangun Konsensus. Pustaka Latin. Bogor.

Mitchell B, Setiawan B, Rahmi H.D. 2000. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan (edisi Indonesia). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Moniaga S. 2010. Dari Bumiputera ke Masyarakat Adat : Sebuah Perjalanan Panjang dan Membingungkan. Di dalam Davidson JS (editor). Adat Dalam Politik Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.

Murray G, Neis B, Johnsen JP. 2006. Lessons Learned from Reconstructing Interaction Between Local Ecological Knowledge, Fisheries Science, and Fisheries Management in the Commercial Fisheries of Nwefoundland and Labrador, Canada. Di dalam : Human Ecology. Vol 34. No 2. Hlm : 549 – 571.

Nugroho B. 2003. Kajian Institusi Pelibatan Usaha Kecil-Menengah Industri Pemanenan Hutan untuk Mendukung Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Disertasi Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Pangkali L. 2006. Laporan Kegiatan Pemetaan Partisipatif diWilayah Adat Desa Garusa Distrik Unurumguay Kabuaten Jayapura. WWF Indonesia Region Sahul. Jayapura. Tidak diterbitkan.

Peluso, N. L. 2006. Hutan Kaya Rakyat Melarat, (edisi Indonesia). Kophalindo. Jakarta.

Resosudarmo IAP, Dermawan A. 2003. Hutan dan Otonomi Daerah:Tantangan Berbagi Suka dan Duka. Di dalam: Resosudarmo, editor. Kemana Harus Melangkah? Masyarakat, Hutan, dan Perumusan Kebijakan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sangaji A. 2010. Kritik terhadap Gerakan Masyarakat Adat di Indonesia. Di dalam Davidson JS (editor). Adat Dalam Politik Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. Seidman A, Seidman R, Abeyeskene N. 2001. Penyusunan Rancangan Undang-

Undang dalam Masyarakat yang Demokratis : Sebuah Panduan untuk Pembuatan Undang-Undang. ELIPS.

Sitorus, S. 2004. Politik-Ekonomi Desentralisasi Pengusahaan Hutan : Studi Kasus IPPK di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Tesis Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Sudiyono, A. 2001. Pemasaran Pertanian. Malang Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Suharjito D. 1999. Hak-Hak Penguasaan Atas Hutan di Indonesia. Fakutas Kehutanan IPB. Bogor.

Suharjito D, Saputro GE. 2008. Modal Sosial Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan Pada Masyarakat Kasepuhan, Banten Kidul. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. Vol 5 No. 4 Desember 2008. Hal 317-335.

Sutton, R. 1999. The Policy Process : an Overveiw. Working Paper 118. Overseas Development Institute. Portland House Stag Place, Chameleon Press Ltd. London SW1E 5DP.

Uphoff N. 2000. Understanding Social Capital: Learning from the Analisys and Experience of Participation. P.Dasgupta and I.Seradelgin, editors. Social Capital Multifaceted Perspective. Washington DC.World Bank.

Tokede MJ, et al. 2005. Dampak Otonomi Khusus di Sektor Kehutanan Papua. CIFOR. Bogor.

Wanggai VV. 2009. New Deal for Papua : Menata kembali Papua dengan hati. Indonesia Press.

Widjojo MS. 2009. Papua Road Map : Negotiating the Past, improving the Present and Securing the Future. Yayasan Obor Indonesia.

Tokede MJ, et al. 2005. Dampak Otonomi Khusus di Sektor Kehutanan Papua. CIFOR. Bogor.

Yin, RK. 1997. Studi Kasus : Desain dan Metode. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Yulianti A. 2005. Kopermas Masyarakat Hukum Adat sebagai Tameng Pihak yang Berkepentingan. Forest and Governance Programme. CIFOR. Bogor.

UNURUMGUAY

KEMTUK

JAYAPURA

KAUREH

Jalan Aspal Jalan Belum Aspal

No. Kelompok Sub Kelmpok Jumlah Hubungan dg pemanfatan kayu oleh Mastrakat Adat

1 Pemerintah Dinas Kehutanan 5 Instansi teknis yang mengurus kehutanan Bapedalda 1 Instansi terkait LH

Bag HUkum 1 Intsnsi terkait perijinan

2 Masyarakat kemtuk 1 Penerima dampak/manfaat keg PK

kaureh 1

Unurumguay 1

3 Swasta IPK /IUIPHHK 1 Pemegang Ijin

IPK-MA 1 Pernah sbg Pemegang Ijin Kios

kayu/Penggesek

1 Sementara aktif dlm keg PK Industri Kayu 1 Aktif keg industri

4 LSM WWF 2 Lembaga Konservasi

DPRD 3 Bidang Lingkungan,ekonomi,Hukum

PPMA 2 Lembaga perberdayaan Masyarakat Adat

No. Topik Sub Topik Metode Wawancara

1 Aktor Indetifikasi Aktor Indepth

interview 2 Posisi dalam keg

PKMA

Internal / Eksternal s.d.a

3 Tanggapan thd Kondisi PKMA

Support / Oposisi / Netral s.d.a

4 Kepentingan Bentuk Kpentingan aktor s.d.a Prioritas Kepentingan

Cara Pencapaian kepentingan 5 Pengaruh thd

kebijakan PKMA

Tinggi / Rendah s.d.a

No. Tanggapan thd PKMA SK % SU % SP %

1. Setuju: 4 57,2 7 100 2 28,6

a. Karena masy adat jg memp hak yg sama u PK sesuai UU Otsus

2 28,6 3 42,8 2 28,6

b. Karena untuk penuhi keb masy 2 28,6 4 57,2 c. Karena pemerintah membiarkan kndisi PK 2. Ragu-ragu 1 14,2 5 71,4 a. Karena PKMA mjwb keb ky lokal dan kepentingan swasta

3 42,8

b. Karena memenuhi keb masy tp keg tdk lestari & merusak kearifan lokal 2 28,6 c. Karena pengalaman IPK-MA 1 14,2 3. Tidak Setuju 2 28,6 a. Karena melanggar hukum, sulit pemantauan thd lokasi keg 2 28,6 b. Karena kepentingan investor u pemanfaatn kayu

c. Karena masy sangat dirugikan Jumlah 7 100 7 100 7 100 Ket : SK = stakeholder kunci SU = stakeholder utama SP = stakeholder Pendukung