MENGENAL AGAMA ISLAM (MA’RIFATU DINIL ISLAM)
II. MAKNA ISLAM
4. Selamat, sejahtera (Salaamun)
Salaamun artinya keselamatan atau kesejahteraan. Ini bisa dipahami bahwa Islam menjanjikan keselamatan dan kesejahteraan bagi pemeluknya, baik di dunia maupun di akhirat. Keselamatan dan kesejahteraan menjadi ucapan yang disampaikan seseorang kepada saudaranya ketika bertemu.
%& RCc +Q/ N9*q , N7 J * *?_ PXY !$
& #b_ 04 #b
w' 7 39 _#u AB(S Y #b N7 "& 7 _=- B" _I i]+`=
R#% R`O _=:/ -$
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang kepadamu, Maka katakanlah: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-An’am: 54).
5. Perdamaian (Salmun)
#4I0* $ #b7 _ $ , &t # 0 =-$ #+_] & '9$ N(9 c/
#b" &-
“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.”
(Muhammad: 35).
Dengan pengertian secara etimologis ini dapat disimpulkan bahwa Islam memiliki sifat yang dibawanya yaitu berserah diri dan mewujudkan perdamaian yang menjadi misi Islam. Hidup dengan damai dalam naungan rahmat Allah
• Wahyu Ilahi
keselamatan dan kesejahteraan bagi pemeluknya. Panduan hidup itu bersumber dari firman Allah dan sunnah Rasulullah. Ucapan Rasul sebagai pedoman hidup sejatinya adalah wahyu ilahi. Firman Allah,
* R8 $ ^ 5 +,
”Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 4).
^ ; N+ - 7$
^ # 0 N4 +, I+4_? 5- : / #( % 8 = ^
, " 9
”Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada Mengetahui.” (Al-Anbiya”: 7).
• Agama para Nabi dan Rasul
Wahyu yang disampaikan kepada nabi dan rasul itu bersumber dari Allah yang satu, maka esensi dari risalah yang mereka bawa pun satu. Yaitu mengesakan Allah. Maka semua nabi dan rasul yang diutus untuk menyampaikan risalah kepada manusia itu pun memiliki misi yang sama. Bahwa semua nabi mengemban risalah Islam. Dan akhir dari para rasul itu adalah Muhammad saw.
Allah menjelaskan misi semua rasul itu,
# ( N"/ EO_ N0 $ _ $ ' & ,- ^ AB_7- _4 8/ N+ 'Q$
H t 8/ $ mi]/ Bc_z %& h_Q 7 # ( N7$ _ '5 7
_?b "+ B& ,4 o %4 $ IT =/
”Dan sungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang-orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (An-Nahl: 36)
Bahkan nabi Isa pun tidak penah menyuruh kaumnya untuk mengangkat diri dan ibunya menjadi tuhan selain Allah.
Allah berfirman,
%( 8_7-$ 8=$?r_9 W_N h+ h =-- #* I7 ]%& * _ +!$
+, _V> 8 F % 7 - +,- 8 ,b* 7 ;=> _ ,$ . 7
9 0 "& 'Q/ 0+ h N4
;_= ;i]+`= 8/ 7 # &- ^$ 8i]+`= 8/ 7 #
3 % a+ Cc& h
,
8_ _ $ ' & ,- 8N9 I7- 7 ^ # ( h+ 7
h =- h N4 8N0 %_/9 _"/ #(%/ h 7 . 7 6'%(d #( %& h N4$ #b_$
R'%(d Y 8d _4 & h =-$ #( %& %_I
”Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama Aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang Mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu.” (Al-Maidah: 116-117)
• Pedoman Hidup (Minhajul Hayah)
Ad-Diin berfungsi sebagai minhajul hayah atau pedoman hidup. Di mana, manusia akan dapat menjalani kehidupan ini dengan benar apabila menjadikannya sebagai panduan hidupnya. Sebaliknya, ia akan tersesat dari kebenaran manakala jauh darinya dan mencari pedoman lain selain pedoman Islam. Sebab Islam datang dari Allah yang Mahatahu akan kebaikan dan keburukan bagi hamba-Nya. Allah telah ridha Islam sebagai panduan hidup kita. Firman Allah,
#b h%$ 80" = #b %& h "" 9-$ #bN*. #b h+"+4- C %+
6N*. Cc k
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah: 3).
• Undang-udang Allah yang Ada di Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya
Karena fungsinya sebagai pedoman hidup, maka ia harus bersumber dari Pembuat hidup itu sendiri. Allah telah menurunkan panduan itu dalam bentuk kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para nabi-Nya. Di sini kitab suci menjadi acuan bagi manusia untuk mengarungi hidup. Dalam konteks Al-Qur’an, maka kitab suci terakhir ini pun menjadi pedoman bagi manusia. Termasuk sunnah Rasulullah yang sesunggunnya wahyu juga, namun ia disampaikan melalui redaksi Nabi. Kita meyakini bahwa seluruh amal perbuatan Nabi tidak bersumber dari nafsu beliau, namun mendapat bimbingan ilahi.
5 +,
* R8 $ ^
”Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 4).
6N" %( 7$ 30b+ 7 *'* % " K_'[ 7 _V>+ 30b+ ; % N+\ =-$
\ =- " # (N % #b / %&
_V>+ 7 PXY _"& # 5XY 5- p_09 ^$ _
KU' $ KB_7- #bS _ XYd $ 6( N7$ KB& Id #b N7 N+ _b
I7 _ E I %r+ Q0 / #49g 7 8/ #4 % b$
#b
,`0 r9 %/ # 0 N4 " #b1_N %/ 6%"
,
_ \ =- " # (N % #b ,-$
+,2/ ; % _ \ =- 7 & P N0+`* +,- # 5 ? $ # 5XY 5- p_09 ^$
"_=- # &/ _9
7 6m4 _,$ #( =! # (%[ * +,- _ '*I *
,Q` W_N
,
6"+b _ 7 ] - 7$ , a * B_%5S+
#+b >/-, N * C Q
“Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 48-50).
• Jalan yang Lurus
Agama Islam menuntun ummatnya ke jalan yang lurus, selain Islam adalah jalan yang bengkok dan menuju kepada kesesatan. Jalan tersebut pernah ditempuh para nabi dan Rasul Allah. Termasuk Rasulullah saw.
& #b v_I`0/ _ ] _09 ^$ w _9/ 6"%Q0 ] 7 8@ I ?5 _,-$
,Q_09 #b_ #4_$ #b! %
”Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (Al-An’am: 153).
Oleh karena itu jangan sampai kita mengikuti jalan selain jalan Islam, di zaman sekarang ini fitnah di mana-mana hingga umat Isalm sendiri mulai ikut-ikutan terhadap jalan yang
melemahnya akidah umat Isalm, sebagaimana yang telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya 15 abad yang lampau :
N < 00 #$ %& Z8<N & Zj ' r+ A'% 8- &
#b ,4 7
I > G. <0 ? 6& !$ 6I d 6I d
"/ [<N $ . (%+ * N+ # 5 " 0 9
)
jr w $
(
Dari Abu Said Al-Khudry, dari Nabi saw. bersabda : Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (ajaran/jalan)hidup orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga meskipun mereka masuk ke lubang landang kalian akan tetap mengikutinya. Kami (sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah apakah yang kau maksud (mereka yang diikuti) Yahudi dan Nasrani? Nabi menjawab : ya, siapa lagi!”
• Keselamatan di Dunia dan Akhirat
Ad-Diin berarti keselamatan dunia-akhirat. Hanya melalui jalan Islam-lah seseorang akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Ini jaminan dari Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa konsisten terhadap ajaran agama dengan melaksanakan amal shalih, Allah akan memberi kehidupan yang baik.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Kesimpulan dari beberapa pengertian tentang Islam di atas, bahwa Islam adalah panduan hidup yang lengkap bagi manusia, dengan berserah diri dan tunduk maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian dunia dan akhirat. Ia adalah agama yang benar (diinul haq) karena memang ia agama Allah (dinullah). Seabagi agama dari Yang Mahabenara dan Mahatinggi, maka Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada kerendahan di dalamnya. Islam itu tinggi dan akan dimenangkan ke atas semua agama, kepercayaan dan ideologi (QS. 48 : 28, 9 : 33).
_4 *_' & wI(+T % _V>+ *.$ ' (+ - j?_ 5
6'%(d _ `4$
”Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Al-Fath: 28).
$ _4 *_' & wI(+T % _V>+ *.$ ' (+ - j?_ 5
,4I ) "+ wI4
”Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (At-Taubah: 33).
---oo0oo---