• Tidak ada hasil yang ditemukan

semester 2 Aspek mendengarkan (Nyemak) – Wulangan 7

Kelas VII semester 1 sebagai berikut

Kelas 1 semester 2 Aspek mendengarkan (Nyemak) – Wulangan 7

Standar Kompetensi : Mampu mendengarkan dan memahami berbagai wacana lisan sederhana (dongeng) dalam ragam bahasa tertentu

Kompetensi Dasar : Mendengarkan dongeng binatang (fabel) Indikator : Siswa memahami isi dongeng

Siswa dapat menceritakan kembali dongeng yang didengar Siswa dapat menirukan suara, gerakan, dan perilaku tokoh

dongeng

Kelas IVSemester 2 Aspek Membaca (maca) – Wulangan 6

Standar Kompetensi : Mampu membaca, mamahami teks sastra , dan membaca kalimat sederhana berhuruf Jawa

Kompetensi Dasar : Membaca teks sastra (dongeng)

Indikator : Siswa dapat menjawab pertanyaan bacaan

Siswa dapat menceritakan kembali isi bacaan secara urut dengan bahasa (dialek sendiri)

Siswa dapat meringkas isi bacaan Kelas V Semester 2 Aspek mendengarkan (nyemak) – Wulangan 6

Standar Kompetensi : Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan melalui pembacaan teks cerita rakyat dan tembang macapat

Indikator : Siswa dapat menyebutkan tokoh utama dan wataknya Siswa dapat meringkas cerita rakyat dengan bahasa sendiri Siswa dapat menceritakan kembali isi cerita secara singkat

dengan menggunakan ragam bahasa tertentu Aspek Membaca (maca) – Wulangan 7

Standar Kompetensi : Mampu membaca dan memahami teks cerita anak, membaca indah, dan membaca huruf Jawa.

Kompetensi Dasar : Membaca cerita anak

Indikator : Siswa dapat membaca intensif teks bacaan Siswa dapat meringkas isi bacaan

Aspek Membaca (maca) – Wulangan 9

Standar Kompetensi : Mampu membaca dan memahami teks cerita anak, membaca indah, dan membaca huruf Jawa.

Kompetensi Dasar : Membaca cerita anak

Indikator : Siswa dapat membaca intensif teks bacaan Siswa dapat menjawab pertanyaan

Siswa dapat meringkas isi bacaan Kelas VI Semester 1 Aspek mendengarkan (nyemak) – Wulangan 1

Standar Kompetensi : Mampu memahami ragam wacan lisan melalui pembacaan teks cerita anak dan cerita wayang

Kompetensi Dasar : Mendengarkan cerita anak

Indikator : Siswa dapat menjawab pertanyaan isi cerita

Siswa dapat menyebutkan amanat dari cerita anak yang didengarkan

Siswa dapat menceritakan kembali cerita yang telah didengarkan dengan menggunakan bahasa sehari-hari

Aspek mendengarkan (nyemak) – Wulangan 3

Standar Kompetensi : Mampu memahami ragam wacan lisan melalui pembacaan teks cerita anak dan cerita wayang

Kompetensi Dasar : Mendengarkan cerita anak

Indikator : Siswa dapat menyebutkan pokok cerita anak yang didengarkan

Siswa dapat menjelaskan watak tokoh dalam cerita secara lisan maupun tertulis

Siswa dapat menarik simpulan atau pesan yang terkandung dalam cerita.

Aspek mendengarkan (nyemak) – Wulangan 5

Standar Kompetensi : Mampu memahami ragam wacan lisan melalui pembacaan teks cerita anak dan cerita wayang

Kompetensi Dasar : Mendengarkan cerita anak

Indikator : Siswa dapat mencatat sifat tokoh dalam cerita Siswa dapat menentukan tema cerita

Siswa dapat menuliskan kembali isi cerita dengan bahasa sendiri.

2) Materi WB dalam Materi Ajar BJ SMP (Wasita Adi Basa Jawi) Kelas VII Semester I

Aspek Membaca (maca) – Wulangan 1

Standar Kompetensi : Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa.

Kompetensi Dasar : Membaca pemahaman bacaan sastra atau bacaan nonsastra dengan tema tertentu.

Indikator : Mampu menyebutkan dan menuliskan topik bacaan Menjawab dan mengajukan pertanyaan

Mampu menjelaskan karakter tokoh-tokoh cerita

Mampu menuliskan kembali bacaan keragam bahasa lain (ngoko ke krama)

Mampu menceritakan kembali baik lisan maupun tertulis dengan bahasa sendiri

Aspek Mendengarkan (nyemak) – Wulangan 2

Standar Kompetensi : Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa

Kompetensi Dasar : Mendengarkan cerita teman tentang budi pekerti /pahlawan dalam ragam ngoko dan krama

Indikator : Mampu mengungkapkan isi cerita teman secara lisan maupun tertulis dalam ragam bahasa Jawa

Mampu memberi tanggapan mengennai isi cerita yang didengar.

Semester II

Aspek Membaca (maca) – Wulangan 6

Standar Kompetensi : Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa.

Kompetensi Dasar : Membaca pemahaman bacaan sastra atau bacaan nonsastra dengan tema tertentu.

Indikator : Mampu membaca wacana dengan lafal, intonasi, dan ejaan yang benar

Mampu membuat rangkuman isi bacaan Mampu menceritakan kembali isi bacaan

VIII Semester I Aspek Mendengarkan (nyemak) – Wulangan 1

Standar Kompetensi : Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa

Kompetensi Dasar : Mendengarkan legenda

Indikator : Mampu mengungkapkan isi cerita legenda secara lisan maupun tulisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa Mampu menuliskan rangkuman isi legenda

Mampu menceritakan kembali isi legenda Semester II

Aspek Membaca (maca) – Wulangan 7

Standar Kompetensi : Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa

Kompetensi Dasar : Membaca indah cerpen (cerkak)

Indikator : Mampu membaca cerkak dengan lafal, ekspresi, dan ejaan yang benar

Mampu membuat sinopsis cerkak

Mampu menceritakan kembali isi cerkak. 3) WB yang terdapat dalam Materi ajar bahasa Jawa SMA Kelas X semester 2

Aspek Membaca (maca) – Wulangan 7

Standar Kompetensi : Mampu membaca dan memahami bacaan nonsastra maupun sastra, berhuruf Latin maupun Jawa dengan berbagai keterampilan dan teknik membaca.

Kompetensi Dasar : Membaca nyaring cerkak.

Indikator : Mampu menentukan topik wacana narasi,

Berdasarkan materi ajar yang memuat bukti-bukti SK, KD, dan indikator pembelajaran BJ, WB layak untuk menjadi materi bahan buku ajar di SD, SMP, dan SMA.

c. Berdasar hasil wawancara dengan guru SD, SMP, SMA 1) Wawancara dengan guru SD

Hasil wawancara dan kuesioner informan menjelaskan bahwa dalam cerkak yang diajarkan di SD meliputi lima jenis yaitu fabel, dongeng, legenda, peristiwa, dan mitos. Informan juga menjelaskan bahwa ada relevansi WB dengan pembelajaran bahasa Jawa, sebagaimana yang tercantum dalam SK, KD, dan indikator sebagaimana dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuatnya, sebagai berikut.

SK mendengarkan: Mampu mendengarkan, memahami wacana lisan melalui pembacaan teks cerita rakyat, dan tembang macapat.

KD: Mendengarkan cerita rakyat.

Indikator : Siswa mampu menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat.

SK membaca: Mampu membaca dan memahami teks cerita anak, membaca indah, dan membaca huruf Jawa.

KD: Membaca cerita anak.

Indikator: Siswa mampu menceritakan kembali isi cerita dengan bahasanya sendiri.

Selain itu juga dijelaskan bahwa dalam WB/cerkak mengadung nilai-nilai pendidikan seperti nilai kasih sayang, nilai kebersamaan, nilai tolong-menolong, nilai gotong royong (sosial).

Kesimpulannya, terdapat relevansi WB dengan pembelajaran bahasa Jawa di sekolah dasar (SD) kelas I semester 2, kelas III semester 2, kelas V semester 2, dan kelas VI semester 1 yaitu pada kompetensi/aspek mendengarkan dan aspek membaca. Mengingat hal tersebut, WB dapat dijadikan salah satu bahan materi ajar bahasa Jawa untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SD.

2) Wawancara dengan guru SMP

Hasil wawancara dan kuesioner dengan salah seorang guru SMP menunjukkan adanya relevansi WB dengan pembelajaran bahasa Jawa di SMP. Adanya relevansi WB dengan pembelajaran bahasa Jawa, dibuktikan dengan terdapatnya SK, KD, dan indikator dalam RPP. Pada kelas VII semester 1 sebagai berikut.

SK mendengarkan: Mampu mendengarkan dan memahami wacana lisan dalam berbagai ragam bahasa Jawa.

KD: Mendengarkan cerita teman tentang budi pekerti. Indikator : Siswa mampu mengungkapkan isi cerita.

SK membaca: Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa.

KD: Membaca nyaring fabel.

Indikator: Siswa mampu menuliskan kembali isi cerita secara ringkas.

Siswa mampu menuliskan pesan moral, nilai-nilai yang terkandung dalam cerita.

Kelas VIII semester 2

SK membaca: Mampu membaca bacaan sastra, nonsastra dalam berbagai teknik membaca, dan bacaan berhuruf Jawa.

KD: Membaca indah cerkak.

Indikator: Siswa mampu membaca cerkak dengan lafal dan intonasiyang benar. Siswa mampu membuat sinopsis cerkak.

Siswa mampu menceritakan kembali isi cerkak.

Dalam wawancara tersebut informan juga menerangkan bahwa, dalam WB mengandung nilai moral, persahabatan/sosial, kejujuran, keimanan, tanggung jawab, dan disiplin. Kesimpulannya, terdapat relevansi WB dengan pembelajaran BJ di SMP yaitu pada kompetensi/aspek mendengarkan dan aspek membaca. Mengingat hal tersebut, WB dapat dijadikan salah satu bahan materi ajar BJ untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMP.

3) Wawancara dengan guru SMA

Peneliti melakukan wawancara dengan pengajar/guru bahasa Jawa SMA pada tanggal 19 November 2013. Wawancara dilakukan seusai pulang sekolah,

dengan pertimbangan untuk mendapat waktu yang longgar dan lebih nyaman melakukan wawancara. Menurut informan/guru SMA mengatakan bahwa ada relevansi antara WB dengan pembelajaran bahasa Jawa, yang dibuktikan dengan terdapatnya SK, KD, dan indikator, sebagai berikut.

Kelas X / Semester 2

SK: Mampu membaca dan memahami bacaan nonsastra maupun sastra, berhuruf Latin maupun Jawa dengan berbagai keterampilan dan teknik membaca.

KD: Membaca nyaring cerkak dan membaca dan memahami isi cerkak. Indikator: Siswa mampu memahami isi cerkak.

Menemukan tema cerkak yang dibaca.

Mengidentifikasi tokoh dan penokohan cerkak. Menemukan amanat yang terkandung dalam cerkak.

Selain menjelaskan mengenai SK, KD, dan indikator pembelajaran bahasa Jawa, guru tersebut juga memberikan jawaban bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan yang dalam WB, yang dipaparkan sebagai berikut. Dalam WB mengandung nilai pendidikan moral, nilai religius, nilai sosial, nilai budaya dan historis, yang dijabarkan seperti: untuk menggapai cita-cita yang luhur jangan takut dengan rintangan, berhati-hati dalam tingkah laku dan ucapan, melihat diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain, ada kesempatan dan waktu untuk berbenah diri.

Dari analisis di atas menunjukan bahwa WB mempunyai relevansi dengan pembelajaran bahasa Jawa di sekolah. Relevansi ini terdapat pada jenjang sekolah SD, SMP, dan SMA. Relevansi ini dibuktikan melalui kurikulum mata pelajaran mulok bahasa Jawa untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK yang berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah dan buku teks BJ yang mendukung, dan wawancara mendalam dengan guru bahasa Jawa SD, SMP, dan SMA. WB diajarkan di sekolah pada aspek mendengarkan dan membaca. Sejalan dengan penjelasan di atas WB layak dan relevan dijadikan sebagai bahan materi ajar di SD, SMP, dan SMA.

Dokumen terkait