• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN LITERATUR dan PERUMUSAN HIPOTESIS

C. SIKAP

1. Pengertian Sikap:

Ada banyak pengertian mengenai sikap yang dikemukakan oleh para ahli. Berkowizt menemukan adanya lebih dari tigapuluh definisi sikal (Berkowizt dalam Azwar, 2009). Puluhan definisi tersebut dapat dikelopokkan pada 3 kerangka pemirikan sebagai berikut(Azwar, 2009):

a. Kerangka pemikiran pertama yang diprakarsai oleh Louis Thurstone, Rensis Linkert dan Charles Osgood menyatakan, bahwa sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Dalam kerangka pemikiran ini sikap seorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak maupun sebaliknya pada suatu objek.

b. Kerangka pemikiran kedua yang diprakarsai Chave, Bogardus, LaPierre, Mead, dan Gordon Allport menyatakan, bahwa sikap merupakan kesiapan untuk beraksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu.

c. Kerangka pemikiran ketiga yang diprakarsai Secord dan Backman menyatakan bahwa sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek.

Dari pengertian yang sudah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi yang merupakan konstelasi komponen kognitif, afektif, dan konatif terhadap suatu objek. Objek yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah laptop.

2. Fungsi Sikap

Sikap menurut Daniel Katz dalam Mowen dan Minor mempunyai 4 fungsi (Mowen dan Minor, 2002) yaitu:

a. Fungsi Utilitarian

Fungsi ini mengacu pada ide bahwa orang mengekspresikan perasaan untuk memaksimalkan penghargaan dan meminimalkan hukuman yang mereka terima dari orang lain. Daniel Katz mengidentifisikan sebuah sikap sebagai pengkondisianoperant.

b. Fungsi Pembedaan Ego

Fungsi sikap sebagai ego dibentuk untuk melindungi ego atau citra diri terhadap ancaman serta membantu untuk memenuhi suatu fungsi dalam mempertahankan diri

c. Fungsi Pengetahuan

Sebagai fungsi pengetahuan, sikap dapat dipergunakan sebagai standar yang membantu seseorang untuk memahami dunia mereka. Manusia membutuhkan suatu dunia yang teratur dan rapi, oleh karena itu mereka akan mencari konsistensi, stabilitas, definisi dan pemahaman dari suatu kebutuhan yang selanjutnya berkembanglah sikap ke arah pencarian pengetahuan.

d. Fungsi Nilai-Ekspresi

Fungsi nilai ekspresi mengacu pada bagaimana seseorang mengekspresikan nilai sentral mereka kepada orang lain- yang disebut juga fungsi identitas sosial. Ekspresi sikap dapat membantu seseorang dalam mendefinisikan konsep diri kepada orang lain.

3. Faktor-Faktor pembentuk sikap

Sikap terbentuk dari adanya interaksi sosial yang dialami oleh individu (Azwar, 2009). Interaksi sosial tersebut menggandung makna lebih dari sekadar adanya kontak sosial dan hubungan antar individu. Dari interaksi sosial tersebut maka akan terbentuk sikap. Ada 6 faktor pembentuk sikap yaitu(Azwar, 2009):

a. Pengalaman Pribadi

Apa yang telah dan sedang kita alami akan membentuk dan mempengaruhi penghayatan terhadap stimulus sosial. Selain itu tanggapan akan menjadi salah-satu dasar terbentuknya sikap. Untuk

memiliki tanggapan dan penghayatan maka, seseorang harus mempunyai pengalaman pribadi berkaitan dengan objek. Dalam pembentukan sikap, pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Pengalaman pribadi tersebut bisa berupa pengalaman pahit atau baik. Jika pengalaman yang diterima baik maka sikap terhadap objek akan baik dan demikian sebaliknya, jika pengalamannya pahit maka sikapnya akan negatif.

b. Pengaruh orang lain yang dianggap penting

Orang-orang diantara kita merupakan salah-satu komponen sosial yang mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang kita anggap penting, seorang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap tingkah laku dan pendapat kita, dan orang yang sangat berarti dalam hidup kita akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap suatu hal. Orang-orang yang dianggap penting bagi individu adalah orang tua, teman sebaya, teman dekat, guru, dan lain-lain.

c. Pengaruh Kebudayaan

Kebudayaan dimana kita tinggal dan dibesarkan akan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita. Jika kita hidup dalam budaya dengan suka bekerja keras maka kita kan terbentuk menjadi pribadi yang suka bekerja keras. Jika kita hidup dalam budaya yang mengutamakan kehidupan berkelompok maka kita akan menjadi pribadi anti individualisme. Tanpa kita sadari budaya

telah menanamkan garis pengaruh sikap terhadap diri kita masing-masing.

d. Media Masa

Sebagai sarana komunikasi, berbagai media masa baik cetak maupun elektronik mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Dalam penyampaian informasi, media masa membawa pesan-pesan yang berisi sugesti bagi terbentuknya sikap. Jika pesan-pesan sugesti tersebut sangat kuat akan memberi dasar bagi terbentuknya sikap. Walaupun pengaruh media masa tidaklah sekuat pengaruh individual secara langsung namun peran media masa tidaklah kecil artinya. Salah satu bentuk sugesti dalam media masa adalah iklan yang selalu dimanfaatkan dalam meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk baru. Dalam hal ini iklan selalu memberikan sisi positif produk sehingga akan menimbulkan sikap positif terhadap produk tersebut.

e. Lembaga Pendidikan dan Agama

Lembaga pendidikan dan agama merupakan suatu sistem yang mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap. Lembaga pendidikan dan agama meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu sehingga setiap individu memiliki sikap tertentu akan suatu hal. Pemahaman akan baik tidaknya suatu hal akan didapatkan melalui 2 lembaga tersebut dan hal tersebut akan mempengaruhi sikap tiap individu.

f. Pengaruh Faktor Emosional

Pembentukan sikap tidak hanya ditentukan oleh faktor budaya atau pengalaman seseorang saja. Suatu sikap bisa didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai penyalur frustasi dan pengalihan bentuk ego dari individu. Sikap yang demikian bisa dikatakan sikap yang sementara saja dan segera berlalu jika frustasi sudah hilang, namun bisa juga bertahan lebih lama.

4. Sikap Terhadap Produk Laptop

Sikap terhadap produk menurut Assael (Assael, 2001) adalah kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi produk dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten. Evaluasi konsumen terhadap produk ini di mulai dari sangat jelek sampai sangat bagus. Sikap terhadap produk didasarkan pada skema tentang produk tersebut yang telah tertanam dibenak konsumen. Dalam penelitian ini produk yang dimaksud adalah produk laptop.

Dokumen terkait