FORM PENYUSUNAN ANGGARAN KAS DAN PENGENDALIAN KAS 1. Anggaran Kas Sementara (Januari - Desember)
B. SIKLUS AKUNTANSI KOPERASI DAN USP KOPERASI
Gambar 5.1 Siklus Akuntansi
Penjelasan Gambar:
Proses Akuntasi dimulai dengan adanya transaksi-transaksi yang kemudian dicatat dalam bukti-bukti transaksi dan bukti transaksi dinyatakan sebagai dokumen yang merekam setiap bukti transaksi. Setiap Dokumen transaksi memuat :
1. Indentitas data bukti yang bersangkutan; 2. Nomor urut bukti yang terdiri dari:
a) Kode bukti: SUM, SUK, SM
b) Nomor Urut, misalnya : SUM No. 00251 tanggal 14 Feb 2011
3. Uraian yang jelas tentang bukti tersebut;
4. Jumlah uang dalam angka dan huruf yang diterima atau dikeluarkan;
Slip Uang
Masuk Slip Uang
Keluar Slip Memo Anggota JURNAL BUKU BESAR NERACA SALDO dan PENYESUAIAN NERACA dan LAPORAN SHU Buku-Buku Pembantu
Transaksi Kas Transaksi Non Kas
Perekaman Transaksi Kronologis Pencatatan Transaksi Pengelompokan Transaksi secara Rinci dan sistematis sesuai dengan Bagan Perkiraan
Pengikhtisaran (rangkuman) Transaksi
Pelaporan dan Penyajian Transaksi
5. Nama jelas dan tanda tangan/ paraf petugas yang membuat;
6. Nama jelas dan tanda tangan Kabag Operasional, yang berwenang mengetahui/ menyetujui;
7. Analisa transaksi yang terdiri dari nomor perkiraan yang didebet dan dikredit, jumlah di kolom debet dan jumlah di kolom kredit;
8. Halaman jurnal, tanggal pembukuan dan paraf penatabukuan;
9. Jumlah lembar bukti pembukuan yang ditulis tembus/ rangkap dan jenis bukti pembukuan; sesuai dengan kegiatan koperasi kredit dan jenis transaksi maka jenis bukti pembukuan terdiri dari:
a) Slip Uang Masuk (SUM) atau Bukti Penerimaan Kas
Slip Uang masuk adalah bukti penerimaan Kas yang merekam semua transaksi penerimaan Kas pada organisasi Koperasi yang bersangkutan. Misalnya, bila ada anggota yang membayar uang pangkal, simpanan, bunga, angsuran pinjaman dan sebagainya, slip uang masuk harus diisi untuk setiap transaksi satu form yang berangkap dua. Apabila dalam dalam satu hari terjadi banyak transaksi maka diperlukan ringkasan/ rekap slip uang masuk (RSUM) untuk meringkas transaksi-transaksi tersebut dan apabila transaksi sedikit tidak mutlak menggunakan RSUM.
Gambar 5.2 Slip Uang Masuk (SUM)
b) Slip Uang Keluar (SUK) atau Bukti Pengeluaran Kas
Slip Uang Keluar adalah bukti pengeluaran Kas yang merekam semua transaksi pengeluaran Kas pada organisasi Koperasi yang bersangkutan, misalnya bila ada anggota yang mengambil simpanan, slip uang keluar diisi untuk satu transaski pada satu form yang rangkap. Setelah divalidasi tindasan diberikan kepada anggota, yang asli diarsipkan Koperasi.
Gambar 5.3 Slip Uang keluar (SUK)
c) Slip Memo ( SM) atau Bukti Umum
Slip Memo adalah Slip pembukuan yang dibuat untuk mencatat semua transaksi yang bersifat umum dan tidak merupakan penerimaan dan pengeluaran Kas. Transaksi tersebut antara lain untuk penerimaan uang lewat rekening bank, untuk pembebanan biaya administrasi bank, untuk perbaikan/ kekeliruan pembukuan, untuk ayat penyesuaian, untuk ayat penutupan, penjualan barang secara kredit dan penerimaan jasa yang belum dibayar. Slip Memo dapat dibuat juga ringkasan sesuai dengan kebutuhan. Slip Memo selalu dibuat rangkap dua; pertama untuk penata buku dan kedua untuk dipertinggal di buku Slip Memo.
Gambar 5.4 Slip Memo
d) Rekapitulasi Bukti Pembukuan
Yang termasuk dalam Rekapitulasi Bukti Pembukuan adalah RSUM, RSUK dan RSM. Pemakaian ringkasan bukti pembukuan tampaknya mempercepat pencatatan dan pelaporannya, namun mengandung sejumlah kelemahan antara lain mengaburkan gambaran mengenai keadaan tiap-tiap transaksi (angka-angka global). Oleh karena itu jangan sering menggunakan atau bila menggunakan sebaiknya dilampiri bukti-bukti yang ada, misalnya kwitansi.
e) Jenis-Jenis Transaksi Pada Koperasi Kredit dan USP Koperasi Kredit
Terdapat tiga (3) jenis transaksi yang sering terjadi pada Usaha Simpan Pinjam Koperasi Kredit yaitu Transaski Penerimaan, Transaksi Pengeluaran dan transaksi yang bersifat umum yang tidak merupakan penerimaan atau pengeluaran Kas.
1) Transaksi Penerimaan Kas
(a) Penerimaan Setoran Simpanan Pokok;
(b) Penerimaan Setoran Simpanan Wajib; (c) Penerimaan Setoran Simpanan Kapitalisasi; (d) Penerimaan Setoran Uang Pangkal;
(f) Penerimaan Setoran Jasa Simpanan; (g) Penerimaan Setoran Biaya Administrasi; (h) Penerimaan Setoran Denda;
(i) penerimaan Setoran Simpan Harian; (j) Penerimaan Setoran Simpanan Berjangka; (k) Penerimaan Setoran Modal Penyertaan. 2) Transaksi Pengeluaran Kas
(a) Penarikan Simpanan Harian; (b) Penarikan Simpanan Berjangka;
(c) Pengembalian Simpanan Saham (SP, SW, SK); (d) Pencairan Pinjaman anggota.
3) Transaksi Umum
(a) Pengambilan Simpanan dari Bank; (b) Setor Simpanan ke Bank;
(c) Pembagian SHU; (d) Pinjaman antar Kas; (e) Pinjaman antar Bank;
(f) Setoran angsuran via Simpanan;
(g) Pembayaran rekening Listrik, Telpon, Air, Internet; (h) Biaya Bayar di Muka;
(i) Biaya Transport/ Perjalanan Dinas; (j) Pembelian ATK;
(k) Pembelian Inventaris. C. PENCATATAN PEMBUKUAN
Penyiapan dan pengerjaan pembukuan sekurang-kurangnya mengikuti
tahap-tahap pengerjaan sebagai berikut:
1. Pemilahan Bukti Pembukuan
Pemilahan bukti pembukuan dilakukan dengan cara mengurutkan buku pembukuan berdasarkan urutan;
Pertama : Menurut urutan tahun;
Kedua : Menurut urutan bulan;
Ketiga : Menurut urutan tanggal;
Keempat : Menurut jenis bukti pembukuan;
Kelima : Menurut nomor urut bukti pembukuan.
2. Pengecekan Bukti dan Dokumen Pendukung
Sebelum bukti pembukuan dianalisa dan dicatat ke dalam jurnal dan dibukukan ke perkiraan-perkiraan buku besar, maka bukti-bukti pembukuan tersebut harus dicocokkan terlebih dahulu dengan dokumen-dokumen pendukungnya terutama yang berkaitan dengan relevansi transaksi, keabsahan transaksi, kelengkapan transaksi dan kebenaran (keakuratan) transaksi.
3. Urut-urutan Pencatatan dan bukti pembukuan
Setelah kedua tahap di atas dilalui, baru dapat dicatat ke dalam buku jurnal kemudian ke perkiraan buku besar serta ke buku pembantu secara rinci.
Pencatatan dilakukan menurut urutan sebagai berikut:
Pertama : Slip Uang Masuk (SUM);
Kedua : Slip Memo yang merekam penerimaan bank;
Ketiga : Slip Memo yang merekam transaksi penjualan;
Keempat : Slip Uang Keluar;
Kelima : Slip Memo yang merekam pengeluaran bank;
Keenam : Slip mome yang mertekam transaski pembelian;
Ketujuh : Slip Memo yang merekam transaksi-transaksi lain.
4. Penyimpanan Bukti Pembukuan
Setelah dicatat secara kronologis dan dipisahkan menurut perkiraan masing-masing secara rinci maka bukti pembukuan harus disimpan dalam “ordner” yang disediakan, selama jangka waktu yang ditetapkan menurut undang-undang yang berlaku. Pada bagian luar ordner harus ditulis sebagai berikut: tahun, nama bukti dan nomor urut bukti.
D. JURNAL (Buku Harian atau Memorial)
Jurnal adalah suatu sarana akuntansi dalam proses pengolahan informasi keuangan yang berfungsi mencatat transaksi-transaksi suatu organisasi koperasi kredit secara berurutan (kronologis) segera pada saat terjadinya. Bentuk jurnal yang digunakan adalah umum.
1. Bentuk Jurnal Umum
Apabila ditinjau dari pihak yang terlibat dalam transaksi maka jurnal umum dapat dibuat dalam dua bentuk:
a) Jurnal Umum (JUM) adalah bentuk jurnal penerimaan Kas dan pengeluaran Kas yang digunakan untuk transaksi dengan anggota saja;
b) Jurnal khusus (JUK) adalah bentuk jurnal penerimaan Kas dan pengeluaran Kas yang digunakan khusus untuk transaksi non anggota.
2. Pencatatan Jurnal
Sebelum mulai dengan pencatatan jurnal, sebaiknya kita memahami benar penempatan debet dan kredit saat menjurnal. Karena itu perlu memahami persamaan Dasar Akuntansi pada umumnya, sehingga penempatan pos-pos rekening antara debet dan kredit tidak keliru. Persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:
AKTIVA = PASIVA ...1)
Aktiva atau kekayaan terdiri dari Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap. Sedangkan Pasiva terdiri dari Modal Sendiri dan Hutang. Jika Koperasi Kredit sudah beroperasi maka dibutuhkan biaya untuk menghasilkan pendapatan, sehingga persamaan menjadi:
Apabila persamaan di atas dimodifikasi sehingga tidak terdapat tanda negatif maka persamaan berubah menjadi:
A + B = M + H + P ...3)
Ada beberapa kesimpulan dari persamaan di atas:
• Setiap penambahan pada sisi kiri (Aktiva dan Biaya) selalu pada kolom Debet dan setiap pengurangan selalu pada kolom Kredit.
• Setiap penambahan pada sisi kanan (Modal, Hutang dan Pendapatan) selalu pada kolom Kredit dan setiap pengurangan selalu kolom Debet.
Dengan memperhatikan ilustrasi di atas dan pencatatan secara sistematis dan akurat, maka dapat diberi beberapa saran sebagai beikiut:
1. Jurnal dikerjakan segera pada saat terjadinya transaksi;
2. Dicatat secara berurutan sesuai dengan nomor urut bukti yang terjadi; 3. Dipindahkan ke perkiraan-perkiraan buku besar pada saat setiap hari kerja; 4. Tidak memiliki saldo awal dan saldo akhir, namun total debet dan total kredit
setiap pindah halaman selalu ada;
5. Jumlah debet dan kredit suatu transaksi harus sama;
6. Suatu transaksi dapat melibatkan lebih dari satu perkiraan baik pada debet maupun kredit;
7. Transaksi-transaksi yang dicatat dalam jurnal harus dijumlahkan setiap bulan. Gambar 5.5 Jurnal Memo
Tgl. No.
Bukti Uraian Ref. Debet Kredit
Jumlah