• Tidak ada hasil yang ditemukan

Parenting Skill

Dalam dokumen MUHAMMAD NURMAN NOVIAN FDK (Halaman 47-52)

BAB V PENUTUP berisi kesimpulan yang berisikan penilaian dari evaluasi hasil program parenting skill, sesuai dengan perumusan masalah hasil program parenting skill, sesuai dengan perumusan masalah

LANDASAN TEORI

B. Parenting Skill

1. Pengertian Parenting Skill

Skill berasal dari bahasa Inggris yang berarti keahlian. Keahlian adalah kemampuan khusus yang dihasilkan dari pengetahuan, informasi, praktik dan kecerdasan.41 Dan parenting

dalam bahasa Inggris berarti pengasuhan. Sri Lestari mengungkapkan istilah asuh sering dirangkaikan dengan asah dan asih menjadi Asah-Asih-Asuh. Mengasah berarti melatih agar memiliki kemampuan atau kemampuannya meningkat. Mengasihi berarti mencintai dan menyayangi. dengan rangkaian kata asah-asih-asuh, maka pengasuhan anak bertujuan untuk meningkatkan atau mengembangkan kemampuan anak dan dilakukan dengan dilandasi rasa kasih sayang tanpa pamrih.42

Menurut Jerome Kagan, seorang psikolog perkembangan, mendefinisikan pengasuhan (Parenting) sebagai serangkaian

40

Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Cepi Syarifudi Abdul Jabar, M.Pd. Evaluasi Program Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 2009, h. 10-11.

41

Snell Bateman, Manajemen 1, Kepemimpinan dan Kolaborasi dalam Dunia yang kompetitif edisi 7, (Jakarta: Saleba 4, 2008), h. 27.

42

Sri Lestari, Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), h.36.

keputusan tentang sosialisasi pada anak, yang mencakup apa yang harus dilakukan oleh orangtua atau pengasuh agar anak mampu bertanggungjawab dan memberikan kontribusi sebagai anggota masyarakat termasuk juga apa yang harus dilakukan orangtua aau pengasuh ketika anak menangis, marah, berbohong dan tidak melakukan kewajibannya dengan baik.43 Berns dalam jurnal instruksional psikologi menyebutkan bahwa pengasuh merupakan sebuah proses interaksi yang berlangsung terus-menerus dan mempengaruhi bukan hanya bagi anak tetapi juga bagi orangtua. Senada dengan Berns, Brooks dalam jurnal yang sama juga mendefinisikan pengasuhan sebagai sebuah proses yang merujuk pada serangkaian aksi dan interaksi yang dilakukan orangtua untuk mendukung perkembangan anak.44

Apabila kata Parenting dan Skill digabungkan maka akan membentuk sebuah arti yaitu keahlian dalam mengasuh anak yang dilakukan dengan serangkaian aksi dan interaksi, Parenting Skill

membuat kesadaran pengasuhan yang diikuti oleh kesediaan melakukan peneraan diri (self assesment). Dengan melakukan peneraan diri, orangtua akan dapat mengukur seberapa kadar kontrol dan penerimaan yang dilakukan terhadap anak. Dengan memiliki kesadaran pengasuhan, maka pelaksanaan tugas

43

Bani Fauziyyah Jehan (Skripsi ektifitas kegiatan parenting skill dalam pemberdayaan keluarga anak jalanan di pusat pengembangan pelayanan sosial anak atau Social Development Centre For Children (SDC)), h.23.

44 Jurnal Instruksional Psikologi, Edisi September 2001 Oleh Jennifer Neal, Donna Frickhorbu, h. 1.

pengasuhan anak yang menghabiskan waktu dan melelahkan tidak terasakan sebagai beban.45

Melihat beberapa definisi diatas tentang pengasuhan, peneliti cenderung kepada definisi pengasuhan dari Berns yang menunjukkan konsep pengasuhan meliputi beberapa pengertian pokok, antara lain: pengasuhan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Pengasuhan merupakan sebuah proses interaksi yang terus menerus antara orangtua dengan anak. Dan

parenting sebagai sebuah proses ineraksi dan sosialisasi, pross pengasuhan tidak bisa dilepaskan dari sosial budaya dimana anak dibesarkan.

2. Fungsi Parenting

Parenting mempunyai fungsi yang penting dalam tumbuh kembang anak sehingga anak merasa bahwa orantua selalu ada di saat anak membutuhkan. Ada empat fungsi utama parenting.46

a) Membentuk Kepribadian Anak

Pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak akan mempengaruhi proses pembentukan kepribadian anak. Anak yang hidup di dalam keluarga dengan pola asuh demokratis akan membentuk kepribadian anak yang baik

45

Sri Lestari, Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), h. 46.

46

Baumrind, Current Patterns of Parental Authority: Development Psychology Monographs, (America: American Psichologycal Association, 1971), h 54.

sedangkan anak yang hidup dengan pola asuh otoriter akan terbentuk dengan kepribadian keras dan pemberontak. b) Membentuk Karakter Anak

Pembentukan karakter anak sangat dipengaruhi pola asuh yang diberikan orang tua. Anak yang berkarakter baik tumbuh di dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan memiliki jalinan komunikasi dua arah.

c) Membentuk Kemandirian Anak

Anak yang tumbuh dengan kemandirian diperoleh dari cara pengasuhan orang tua yang mengasah kemandiriannya sejak dini. misalnya di saat balita diperbolehkan makan sendiri meskipun makanan berceceran

Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk

mengemukakan pendapatnya di dalam keluarga. d) Membentuk Akhlak Anak

Akhlak anak yang baik dapat terbentuk dari cara pengasuhan orang tua yang memperkenalkan agama, kesopanan, budi pekerti dan tingkah laku yang baik sejak dini. Anak cenderung memperhatikan tingkah laku orang tua sehari-hari dan menirunya.47

47

Baumrind, Current Patterns of Parental Authority: Development Psychology Monographs, (America: American Psichologycal Association, 1971), h 67.

Pada intinya, baik lembaga maupun masyarakat mampu melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kapasitas orangtua dalam mengasuh APD. Termasuk dengan membuat program Parenting Skill dengan tujuan penguatan pengasuhan (good parenting).48

3. Pengasuhan yang baik (good parenting)

Pengasuhan yang baik bagi APD adalah orangtua dengan cara :

a) Mengikuti proses perkembangan anak, dengan memberikan perawatan dasar, misalnya: makan, pakaian, alas tidur, memberikan kasih sayang dan perhatian, rasa aman dan nyaman. Memberikan stimulasi, misalnya: diajak bicara, merespon keinginan anak. Memberikan bimbingan tentang nilai-nilai yang baik dan tidak baik.

b) Memberikan kesempatan pada APD untuk memperoleh pelayanan sosial dasar (akte kelahiran, kesehatan, dan pendidikan). Memberikan kesempatan anak bermain dengan teman sebaya di lingkungan tempat tinggalnya. Pengasuhan yang permanen yaitu APD memperoleh pengasuhan yang tetap dalam keluarga inti.49

48

Model Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas Berbasis Keluarga dan Masyarakat, Sub Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Dengan Kecacatan, Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Repulik Indonesia. Cet. November 2005. h.44.

49

Dalam modul anak dengan disabilitas yang dipakai oleh UPD dalam pelaksanaan program Parenting Skill terdapat isi modul yang digunakan dalam materi penyampaian yaitu:

1. Modul 1 (memahami ADK dalam keluarga), membahas tentang : a. Deteksi dini

b. Hak ADK

c. Menjadi orangtua ADK.

2. Modul 2 (membimbing ADK) membahas tentang : a. Memahami perilaku ADK.

b. Perawatan dan aktifitas ADK sehari-hari. c. Menghadapi pubertas ADK.

3. Modul 3 (dukungan pengasuhan keluarga ADK).

Dalam dokumen MUHAMMAD NURMAN NOVIAN FDK (Halaman 47-52)