• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 METODOLOGI Data dan Sumber Data

Tujuan 1: Skenario Dampak Integrasi Ekonomi Regional

Skenario ini bertujuan untuk menganalisis dampak integrasi ekonomi regional terhadap kinerja perekonomian dan sektor pertanian. Skenarionya adalah jika CAFTA diberlakukan sepenuhnya (full liberalization China-ASEAN), tanpa

kebijakan lain. Secara teknis, pemberlakuan CAFTA sepenuhnya

direpresentasikan dengan pembebasan tarif (tarif nol) antar negara intra CAFTA. Dampak diperoleh dengan membandingkan antara nilai rata-rata masing- masing indikator kinerja dengan skenario full liberalization China-ASEAN (seluruh tarif intra CAFTA dihapuskan), dengan nilai dasar, sesuai dengan periode simulasinya. Besarnya dampak diukur dari persentase perubahan nilai hasil skenario simulasi dengan nilai dasar.

Nilai dasar untuk periode 2005-2011 adalah nilai rata-rata prediksi masing-masing indikator kinerja pada tarif berlaku. Sedangkan nilai dasar untuk periode 2012-2020 adalah adalah nilai rata-rata prediksi masing-masing indikator kinerja untuk tarif tahun 2011. Penurunan tarif sensitive/high sensitive mulai tahun 2012 sangat variatif baik komoditas maupun besarannya antar negara. Tujuan 2: Skenario Dampak Kebijakan Fiskal dalam Integrasi Ekonomi

Regional

Skenario ini dibedakan menjadi 2 (dua): dampak kebijakan fiskal sebelum dan sesudah integrasi, serta alternatif-alternatif kebijakan fiskal dan kombinasinya.

1. Dampak kebijakan fiskal sebelum dan setelah pemberlakuan CAFTA. Skenario ini bertujuan untuk mengukur perbedaan dampak kebijakan fiskal terhadap perekonomian dan kinerja sektor pertanian Indonesia, antara sebelum dengan sesudah pemberlakuan integrasi ekonomi regional China-ASEAN sepenuhnya. Simulasi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

.

a. Sebelum full-CAFTA.

SIM 01 Nilai dasar : nilai prediksi pada tarif berlaku, tanpa ekspansi fiskal, 2005-2011. Skenario : nilai prediksi pada tarif berlaku, ekspansi fiskal 10 %, 2005-2011. SIM 03 Nilai dasar : nilai prediksi pada tarif 2011, tanpa ekspansi fiskal, 2012-2015.

Skenario : nilai prediksi pada tarif 2011, ekspansi fiskal 10 %, 2012-2015. SIM 05 Nilai dasar : nilai prediksi pada tarif 2011, tanpa ekspansi fiskal, 2016-2020. Skenario : nilai prediksi pada tarif 2011, ekspansi fiskal 10 %, 2016-2020.

69

b. Jika full-CAFTA.

SIM 02 Nilai dasar : nilai prediksi jika full-CAFTA, tanpa ekspansi fiskal, 2005-2011. Skenario : nilai prediksi jika full-CAFTA, ekspansi fiskal 10 %, 2005-2011. SIM 04 Nilai dasar : nilai prediksi jika full-CAFTA, tanpa ekspansi fiskal, 2012-2015. Skenario : nilai prediksi jika full-CAFTA, ekspansi fiskal 10 %, 2012-2015. SIM 06 Nilai dasar : nilai prediksi jika full-CAFTA, tanpa ekspansi fiskal, 2016-2020. Skenario : nilai prediksi jika full-CAFTA, ekspansi fiskal 10 %, 2016-2020.

Dampak diperoleh dengan membandingkan nilai rata-rata masing-masing indikator kinerja dalam skenario ekspansi fiskal (pengeluaran pemerintah meningkat 10 persen), dengan nilai dasar (tanpa kebijakan fiskal), sesuai dengan periode dan ketentuan tarifnya. Besarnya dampak diukur dari persentase perubahan nilai hasil skenario simulasi dengan nilai simulasi dasar. 2. Dampak kebijakan fiskal dalam integrasi ekonomi regional CAFTA.

Simulasi ini bertujuan untuk menganalisis alternatif kebijakan fiskal dalam era integrasi ekonomi regional, serta kombinasinya dengan kondisi atau kebijakan lain. Simulasi dilakukan dengan skenario jika CAFTA diberlakukan sepenuhnya untuk periode 2016-2020 yang dikombinasikan dengan beberapa skenario kebijakan fiskal sebagai berikut:

a. Pergeseran alokasi/komposisi pengeluaran pemerintah, tanpa merubah besaran total. Skenario ini bertujuan untuk mencari komposisi pengeluaran pemerintah yang ‘terbaik’ dalam era integrasi ekonomi regional. Skenario untuk Simulasi 07 hingga 11 adalah sebagai berikut.

Nilai dasar: nilai prediksi, jika full-CAFTA dan komposisi pengeluaran pemerintah sama dengan komposisi rata-rata tahun 2005-2011 (GERI:GEII:GESI:GEOI=44:18:20:18).

SIM 07: komposisi GERI:GEII:GESI:GEOI=40:20:20:20. SIM 08: komposisi GERI:GEII:GESI:GEOI=40:20:25:15. SIM 09: komposisi GERI:GEII:GESI:GEOI=40:25:20:15. SIM 10: komposisi GERI:GEII:GESI:GEOI=40:30:15:15. SIM 11: komposisi GERI:GEII:GESI:GEOI=40:30:10:20.

.

b. Penambahan/peningkatan pengeluaran pemerintah. Skenario ini bertujuan untuk menentukan pos prioritas peningkatan pengeluaran pemerintah yang tepat dalam era integrasi ekonomi regional. Skenario untuk Simulasi 12 hingga 16 adalah sebagai berikut.

Nilai dasar: nilai prediksi jika full-CAFTA (tanpa peningkatan pengeluaran pemerintah).

SIM 12: Total pengeluaran pemerintah naik US$2Milyar (GEI+2000). SIM 13: Pengeluaran rutin pemerintah naik US$2Milyar (GERI+2000). SIM 14: Pengeluaran pemerintah untuk modal naik US$2Milyar (GEII+2000). SIM 15: Pengeluaran untuk subsidi naik US$2Milyar (GESI+2000).

SIM 16: Pengeluaran pemerintah lainnya naik US$2Milyar (GEOI+2000).

.

c. Alternatif instrumen kebijakan: pajak atau pengeluaran pemerintah. Skenario ini bertujuan untuk mencari instrumen kebijakan fiskal yang tepat dalam era integrasi ekonomi regional. Skenario untuk Simulasi 17 hingga 20 adalah sebagai berikut.

Nilai dasar: nilai prediksi jika full-CAFTA (tanpa kebijakan fiskal). SIM 17: GRI+2000, TAXI+2000, NTAXI+0, GEI+2000.

SIM 19: GRI+2000, TAXI+1400, NTAXI+600, GEI+2000. SIM 20: GRI+0, TAXI+2000, NTAXI+2000, GEI+0.

d. Pre-Kondisi infrastruktur. Skenario ini bertujuan untuk mencari kondisi- kondisi yang dapat membuat kebijakan fiskal lebih efektif dalam era integrasi ekonomi regional. Skenario untuk Simulasi 21 hingga 25 adalah sebagai berikut.

Nilai dasar: nilai prediksi jika full-CAFTA dan peningkatan pengeluaran pemerintah (GEI) 10 persendalam kondisi infrastruktur yang ada. SIM 21: infrastruktur jalan naik 5 persen.

SIM 22: biaya untuk energi per GDP turun 5 persen. SIM 23: adult years schooling naik 1 tahun.

SIM 24: jumlah wirausaha naik 5 persen. SIM 25: regulation quality index naik 0.25 poin.

.

e. Kombinasi dengan kebijakan moneter. Skenario ini bertujuan untuk mencari kebijakan pendamping kebijakan fiskal yang tepat dalam era integrasi ekonomi regional. . Skenario untuk Simulasi 26 hingga 29 adalah sebagai berikut.

Nilai dasar: nilai prediksi jika full-CAFTA,pengeluaran pemerintah(GEI)naik 10 persendantanpa skenario kebijakan moneter.

SIM 26: BI rate naik 1 persen poin. SIM 27: BI rate turun 1 persen poin.

SIM 28: Rupiah dibiarkan terdepresiasi 10 persen. SIM 29: Rupiah ditetapkan pada level Rp 15000 per US$.

3. Penentuan arah kebijakan fiskal.

Skenario ini bertujuan untuk menganalisis beberapa alternatif arah kebijakan fiskal dalam era integrasi ekonomi regional, dengan cara melakukan simulasi dampak investasi swasta, permintaan domestik dan ekspor terhadap kinerja perekonomian dan sektor pertanian Indonesia. Jika investasi swasta memberikan dampak positif, maka kebijakan fiskal dapat diarahkan untuk menstimulasi investasi swasta, dan seterusnya. Simulasi dilakukan dengan skenario jika CAFTA diberlakukan sepenuhnya untuk periode 2016-2020. Skenario untuk Simulasi 30 hingga 37 adalah sebagai berikut.

.

Nilai dasar: nilai prediksi jika full-CAFTA. SIM 30: investasi swasta riil (ISI) naik US$ 2M. SIM 31: investasi swasta riil (ISI) naik 5 persen. SIM 32: investasi swasta riil (ISI) naik 10 persen.

SIM 33: belanja pemerintah untuk modal riil (GEII) naik US$ 2M

SIM 34: peningkatan konsumsi produk pertanian sebagai input sektor lainnya sebesar 10 persen (CAI naik 10 persen).

SIM 35: peningkatan konsumsi produk pertanian (lokal) sebagai input sektor lainnya sebesar 10 persen (CAI naik 10 persen dan MAIW tetap).

SIM 36: peningkatan ekspor pertanian non pangan sebesar 10 persen (XAIW naik 10 persen).

71

Tujuan 3: Skenario Dampak Faktor Eksternal dalam Integrasi Ekonomi