D. Manfaat Penelitian
3. Social Support
Dengan hal tersebut peneliti mengambil cermat kesimupulan bahwa peran pemimpin harus dapat mewujudkan kredibilitas dan integritas yang memadai sebagai pemberi tindakan ke arah depannya.
sejumlah orang yang berkontribusi dan dapat diandalkan saat induvidu membutuhkan bantuan, dan tingkat kepuasan akan dukungan sosial yang -diterima berkaitan-dengan-kebutuhan dan keinginan yang dimiliki oleh induvidu.
Berdasarkan pendapat diatas, social support adalah-penerimaan -induvidu dari orang-lain atau kelompok-berupa-kepuasan emosional berdasarkan perhatian, kesediaan , dihargai, cinta yang dapat diandalkan.
Social support dapat berpengaruh positif bagi induvidu untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis.Dukungan-sosial juga-merupakan solusi yang efektif digunakan seorang untuk menyesuaikan-diri pada situasi sulit dan penuh-tekanan.
b. Dimensi Social Support
Berdasarkan pendapat Cutrona & Russel (dalam Deviana, 2020) terdapat lima dimensi dalam social support, diantaranya yakni:
a.Attachment
Induvidu yang memiliki kelekatan (Intimasi) emosional pada orang lain yang memberikan rasa aman, rasa nyaman, dan tentram. biasanyaa Ketika induvidu mengalami kendala berupa aspek-aspek negative menfenai dirinya ia cendrung membicarakan kepada orang terdekatnya. orang-yang menerima social-support semacam-ini merasa dirinya tenang dan bahagia. sumber social yang didapatkan berdasarkan dari pasangan-hidup, -anggota keluarga, sanak-saudara, kerabat, yang akrab dan memiliki hubungan harmonis dan bertahan lama.
b. Social Integration
Dimensi ini merujuk pada adanya perasaan memiliki dalam kelompok sehingga memungkinkan adanya minat, kepedulian dan aktivitas reaksional yang sama. Fungsi ini didapatkan dari adanya kepuasan dalam suatu indentitas. social integration memungkinkan induvidu menjadi rasa aman, nyaman secara afektif serta merasa loyal terhadap kelompok. adanya kepedulian dari orang terdekat atau-masyarakat untuk-mengorganisir induvidu dan-melakukan-kegiatan tanpa adanya-pamrih akan menghadirkan social support. merasa hadirnya kebahagiaan, keceriaan dan mencurahkan-segala ganjalan dengan kesesuaian kebutuhan kepada induvidu. social integration merupakan dukungan yang memilki manfaat bagi tiap induvidu.
c. Guidance
Dimensi Guidance ialah adanya hubungan kerja atau hubungan sosial yang memungkinan peluang bagi seseorang untuk mendapatkan orang lain memberikan nasihat, informasi, saran yang dapat menyelesaikan permasalahan. dimensi ini biasanya diperoleh-dari mentor, guru, atau figure dituakan orang-tua.
d. Reliable Alliance
Merujuk pada orang-lain dapat-diandalkan-untuk dapat membantu menyesuaikan masalah-yang bersifat terlihat. induvidu merasa adanya kehadiran orang lain sebagai jaminan dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.
e. Opportunity for nurturance (kesempatan untuk mengasuh)
Yaitu adanya kesempatan atau peluang yang dapat memberikan perhatian pada orang lain, sehingga orang lain merasa bertanggung kepada dirinya.
Memberikan support dapat dikatakan sesuatu yang baik. dimensi ini menghadirkan perasaan-bahwa orang lain-tergantung padanya-untuk memperoleh ketenangan dan-kesejahteraan.
f. Reassurance of Worth (Adanya Pengakuan)
Dimensi ini induvidu mendapatkan pengakuan atas keahlian dan kemampuannya bahkan mendapatkan penghargan dari orang lain, atau institusi dimana tempat induvidu bekerja.
c. Bentuk Social Support
Berdasarkan pendapat Sarafino (dalam Dluha et al., 2020) terdapat lima bentuk social support, diantaranya yakni:
a. Dukungan Emosional.
Dukungan emosional meliputi keterlibatan ekpresi perhatian terhadap induvidu, empati, peduli, sehingga induvidu tersebut-merasa aman, nyaman, dan -diperhatikan. Dukungan ini-memberikan-afeksi yang bersedia untuk mendengarkan-keluh kesah-orang lain-dan dibutuhkan.
b. Dukungan Penghargaan (esteem support)
Dukungan-penghargaan dapat melalui pernyataan positif-pada induvidu,dorongan-untuk-maju atau-persetujuan berdasarkan gagasan-atau perasaan induvidu dan perbanding yang-positif induvidu dengan
kaitannya pada orang-lain.Induvidu yang mempunyai interaksi yang baik dengan orang lain akan dapat menyadari akan kekurangan dirinya sehingga menoba merubah menjadi baik, dukungan ini akan membuat induvidu merasa berharga, dihargai dan mampu.
c. Dukungan Instrumental ( Instrumental Support) Dukungan instumental atau konkrit ini mengatikan pada bantuan
langsung, misalnya berupa bantuan tenaga seperti mengerjakan tugas-teugas tertentu dan bantuan finansial.
d. Dukungan Informasi.
Dukungan ini bersifat-pemberitahuan berupa pengarahan, -saran dan umpan balik sebagai usaha untuk memecahkan-masalah pribadi pada induvidu yang diberikan oleh orang lain.
e. Dukungan Jaringan Sosial.
Dukungan jaringan-sosial melibatkan dukungan-yang-memberikan perasaan induvidu adalah bagian dari-kelompok tertentu yang memiliki selera, minat, motif-yang sama.
d. Aspek-Aspek Social Support
Barrera (dalam Siedlecki et al., 2014) menjelaskan terdapat beberapa aspek social support, diantaranya yakni:
a. Social Embeddness (Kelekatan Sosial)
Aspek ini berfokus pada sejauhmana induvidu memiliki intensitas kontak sosial dengan orang terdekatnya, seperti keluarga, orang terdekat atau sahabatnya. Keterikatan sosial merupakan kajian psikologis sosial
yang mengacu pada koneksi yang dimiliki oleh induvidu dengan orang lain dalam lingkungan sosialnya, atau disebut sebagai sumber daya dukungan sosial. (Barrera, 1986). Seseorang yang memiliki kontak sosialnya yang baik dengan orang terdekat akan menunjukkan rasa sportif, kasih sayang, terbantu dan kebutuhannya merasa terpenuhi dalam memperoleh manfaatnya, sebab membantu orang lain dapat mengurangi rasa susah dalam diri induvidu.
b. Enacted Support ( Dukungan yang diperlukan)
Aspek ini terdiri atas dukungan emosi dari orang lain, apakah dukungan secara nyata di rasakan oleh induvidu, berupa ekpresif emosi, dan tenaga yang bersifat langsung. Dukungan sosial juga dapat dikonseptualisasikan sebagai upaya yang dilakukan orang lain pada induvidu ketika mereka memberikan bantuan seperti dukungan aktual emosi, juga bisa dari bentuk dukungan informasi. Menurut House (dalam Siedlecki et al., 2014) dukungan informasi sendiri dapat-memberikan informasi, -nasihat dan umpan-balik tentang apa-yang harusnya-dilakukan oleh induvidu, sehingga dapat mengatasi coping dalam masalanya.
c. Perceived Support. ( Menerima Dukungan)
Aspek ini berkaitan pada perasaan merasa didikung yang menjadikan kepuasan pada induvidu (Barrera, 1986), tidak hanya keberadaan orang lain saja, namun juga ketepatan pada induvidu untuk memberikan dukungan sosialnya. Induivdu dapat memaknai dukungan
yang telah diterima. Hal ini dirasa tidak hanya berguna untuk saat ini namun juga akan berguna dimasa depan sebagai tingkat kepuasannya.
d. Proveided Support ( Memberikan dukungan)
Aspek ini berkaitan pada pemberian dukungan baik secara emosional, dukungan nyata dan dukungan informasi. Induvidu menjadi aktor dalam memberikan dukungan,hal ini dapat berkaitan pada kesehatan dan kesejahteraan psikologis. Memberikan dukungan kepada orang lain dapat memberikan arti dan tujuan makna hidup dan meningkatkan kepuasan diri (Taylor dalam Kumalasari et al., 2012), seseorang akan merasa bangga atau senang bilamana mendapat kesempatan untuk mempengaruhi orang lain, terlepas dari seberapa besar atau kecilnya tindakan tersebut.
e. Faktor yang mempengaruhi Social Support
Sesuai pendapat Myers (2012) bahwa-terdapat tiga faktor yang mempengaruhi seseorang-memberikan-dukungan sosial, diantaraanya sebagai berikut:
a. Empati, memberikan respon-afektif-dan-kognitif uuntuk meringkankan distress orang lain, mengantisipasi emosi yang dibantu dalam-mengurangi kesusahan-dan-meningkatkan kesehatan mental bagi orang lain.
b. Nilai-nilai dan norma sosial, pada fase perkembangan manusia tentunya induuvidu memiliki beberapa nilai dan norma yang telah diajarkan pada situasi lingkungan. Nilai-nilai dan norma mengarahkan induvidu dalam
bertingkah laku dan mengetahui tugas, kewajiban-kewajiban yang harus di lakukan pada situasi masyarakat.
c. Pertukaran sosial, adanya-hubungan-timbal balik mengarahkan-individu dalam-pelayanan, rasa cinta dan berbagai informasi.Terjadinya keseimbangan pada Pertukaran sosial akan menghadirkan hubungan interpersonal yang memusakan antar induvidu dengan induvidu lainnya.
Pendapat lain yang diungkapan oleh Standley (dalam Adawiyah &
Blikololong, 2018).
a. Kebutuhan fisik, ialah kebutuhan yang meliputi secara fisiologis, seperti sandang, -pangan dan-papan. Jika induvidu belum memiliki-kebutuhan yang cukup tertutama pada-fisiknya, maka induvidu tersebut-kurang menfapat dukungan secara sosial.
b. Kebutuhan sosial, ialah kebutuhan dengan mengaktualisasi diri untuk berhubungan timbal balik pada perorangan, kelompok dan masyarakat.
Bersosialisasi diri yang baik akan memiliki kecendrungan untuk mendapat pengakuan, kedudukan, harga diri dalam-masyarakat. Oleh karena-itu pengakuan sangat diperlukan dalam dukungan sosial.
c. Kebutuhan Psikis
Pada dasarnya, manusia merupakan-makhluk yang-tidak dapat hidup sendiri, kecendrungan induvidu meminta orang lain adalah hal yang lumrah terhadap masalah yang dihadapi baik itu kecil dan besar.
Membutuhkan rasa aman, rasa peduli dan merasa di hargai.
f. Manfaat Social Support
Social Support memberikan peningkatan dalam kreatifitas, meningkatkan kesejahteraan-psikologis dan-penyesuaian-diri-dengan adanya rasa memiliki, memperjelas identitas diri dan menambah harga diri serta mengurangi stress. Sesuai pendapat Zarafino(dalam Dluha et al., 2020) social support dapat meningkatkan dan memeliharan kondisi fisik serta menjadikan sumber-informasi-dan-umpan balik-yang diinginkan dalam menghadapi tekanan dan stress pada situasi sosial. Menurut pendapat Johnson (dalam Ermayanti & Abdullah, 2011) terdapat empat manfaat dalam social support, diantaranya:
a. Menghadirkan produktivitas dengan peningkatan motivasi, meningkatkan kuriositas diri, memiliki daya penalaran, puas terhadap pekerjaan dan mengurangi stress kerja
b. Kesejahteraan psikologi, mampu menyesuaikan diri terhadap perasaan yang di miliki, memiliki-kejelasan-identitas diri, -peningkatan harga-diri, dan mampu mencegah-psikopatologi-dan neurotisme
c. Sehat secara fisik, induvidu yang memiliki kelekatan pada orang lain jarang-terkena penyakit jika-dibandingkan dengan induvidu yang terisolasi
d. Mampu memanjemen diri terhadap stress dan mengelola perhatian, informasi dan-umpan balik-yang diperlukan.