• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III STANDAR KHUSUS PROGRAM STUDI SPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN

3.2 Standar Pola Ilmiah Pokok

Prodi harus memiliki ciri khas. Bila ciri khas dalam suatu Prodi dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, maka ciri khas itu diharapkan sebagai daya tarik bagi Prodi yang bersangkutan. Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD mengembangkan sesuai dengan ciri khas Universitas Udayana itu sendiri yaitu “selimut” Pola Ilmiah Pokok (PIP), yakni: Kebudayaan. Hal ini bermakna bahwa dengan mengembangkan: Kebudayaan sebagai ciri khas, maka Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD diharapkan menjadi universitas yang unggul dalam bidang tersebut, di tengah-tengah perkembangan berbagai Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia dan dunia.

Konsep PIP dikemukakan pertama kali oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada rapat kerja Rektor seluruh Indonesia, tanggal 17-19 Februari 1975. PIP kemudian dituangkan dalam kebijakan dasar pengembangan Pendidikan Tinggi. Kemudian dalam jangka waktu setahun, pihak Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD sudah mengadopsi konsep PIP sesuai dengan konsep PIP Universitas Udayana itu sendiri, dengan menetapkan bahwa PIP Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD adalah Kebudayaan.

Patut dicatat bahwa, PIP adalah warna keilmuan suatu Prodi yang menjadi ciri khas dari Prodi tersebut. Warna keilmuan suatu Prodi, harus sesuai dengan potensi lingkungan di mana Prodi itu berada. Karena kebudayaan telah ditetapkan sebagai PIP Universitas Udayana, maka warna keilmuan di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD adalah kebudayaan. Karena warna keilmuan harus sesuai dengan potensi daerah di lingkungan mana Prodi itu berada, maka PIP yang dikembangkan di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD adalah: Kebudayaan Bali. Dengan demikian Kebudayaan Bali harus menjadi ciri khas pengembangan dan penerapan ilmu di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD. Kalau hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka diharapkan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD dapat menjadi daya tarik bagi semua para pemangku kepentingan di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Kebudayaan Bali sebagai PIP Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD secara umum dapat dilihat dari dua dimensi, yakni: dimensi wujud dan dimensi isi.

Dalam dimensi wujud, kebudayaan dapat dilihat dari aspek nilai atau pola pikir, aspek sosial, dan aspek artefak/kebendaan. Selanjutnya dari dimensi isi, kebudayaan dapat dilihat dari aspek:

bahasa, teknologi, mata pencaharian, organisasi sosial, pengetahuan, religi, dan kesenian.

Kiranya, semua aspek-aspek dari Kebudayaan Bali tersebut, dapat digali dan dikembangkan dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD, sehingga Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD meraih keunggulannya.

3.2.2 Subyek/Pihak Yang Bertanggung Jawab untuk Mencapai/Memenuhi Isi Standar Semua unsur di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Universitas Udayana meliputi: Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD, Ketua Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD, Ketua UP3M, Ketua TPPM, Penanggung Jawab Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Divisi, Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa/peserta didik dan Unsur lain.

3.2.3 Definisi/Istilah

1. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD adalah unsur pengelola yang terdiri atas Koordinator Prodi yang ditunjuk dan diberhentikan oleh Rektor.

2. Ketua Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD adalah unsur pengelola yang terdiri atas Ketua Departemen yang ditunjuk dan diberhentikan oleh Rektor.

3. Ketua UP3M adalah Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Fakultas yang bertugas melakukan audit mutu internal di lingkungan FK UNUD.

4. Ketua TPPM adalah Ketua Tim Pelaksana Pengendali Mutu Prodi yang bertugas melakukan audit mutu internal di lingkungan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD

5. Penanggung Jawab Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama adalah penanggung jawab penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD

6. Divisi adalah unit penyelenggara proses pembelajaran di bawah Prodi yang terdiri dari 13 divisi.

7. Dosen adalah unsur yang terlibat dalam proses pembelajaran, sebagai pembimbing, pendidik dan penilai yang pengangkatan dan pengembangan serta pemberhentiannya diatur dalam standar dosen dan tenaga kependidikan.

8. Tenaga Kependidikan adalah unsur yang membantu proses pembelajaran terutama dalam bidang administratif, yang pengangkatan dan pengembangan serta pemberhentiannya diatur dalam standar dosen dan tenaga kependidikan.

9. Mahasiswa/peserta didik adalah orang yang belajar di lingkungan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD.

10. Unsur lain adalah unsur dari pihak luar yang membantu pembiayaan pembelajaran, misalnya dari alumni, sponsor pemberi hibah dan sumber dana lainnya yang sah.

3.2.4 Pernyataan Isi Standar

1. Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD menetapkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD adalah Kebudayaan.

2. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD mengintegrasikan PIP Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD ke dalam proses pembelajaran, dalam bentuk: (a) Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan (b) Rancangan Pembelajaran Semester (RPS). Dalam hal penerapan PIP dalam bentuk kurikulum tersembunyi, Pimpinan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD harus menyiapkan berbagai materi yang bisa dimanfaatkan oleh dosen dalam proses pembelajaran.

3. TPPM Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD wajib mengimplementasikan PIP Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD, dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

4. TPPM Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD wajib melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi PIP Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.

5. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD wajib menginformasikan tentang perkembangan implementasi PIP di Prodi Penyakit Dalam Universitas Udayana.

6. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif bekerja sama dengan TPPM melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi PIP Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif setiap 6 bulan.

3.2.5 Strategi Pencapaian Standar

1. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD melaksanakan berbagai strategi, dalam rangka menerapkan PIP Kebudayaan pada proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD mengimplementasikan PIP pada Prodi.

3. Koordinator Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD menginventarisasi bentuk penerapan PIP dalam Prodi-nya.

4. TPPM Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD, menyusun mekanisme penerapan PIP dalam proses pembelajaran, dan mekanisme pelaksanaan monev penerapan PIP tersebut.

5. TPPM menyusun mekanisme penerapan PIP dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan mekanisme pelaksanaan monev penerapan PIP dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

6. Materi PIP disosialisasikan kepada calon mahasiswa baru Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD secara berkelanjutan.

3.2.6 Indikator

1. Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD unggul dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dalam bidang kebudayaan.

2. PIP Kebudayaan diterapkan dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

3. Kebudayaan, tercermin dalam etika dan norma kehidupan kampus.

3.2.7 Dokumen Terkait

1. Pedoman tentang penerapan PIP di Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD.

2. Prosedur kerja proses monitoring dan evaluasi penerapan PIP dalam proses pembelajaran yang dikerjakan oleh TPPM, dan dalam proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang dikerjakan oleh Penanggung jawab penelitian dan pengabdian masyarakat.

3. Formulir monitoring dan evaluasi penerapan PIP dalam proses pembelajaran, yang dikerjakan oleh TPPM, dan dalam proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang dikerjakan oleh Penanggung jawab penelitian dan pengabdian masyarakat.

3.2.8 Referensi

1. UU RI No. 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi.

2. Permenristekdikti RI No. 44 Tahun 2015, tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

3. Universitas Udayana. 2005. Pedoman implementasi PIP Kebudayaan di Universitas Udayana, Denpasar.

4. Badan Penjaminan Mutu Univ. Udayana. 2010. Pedoman Penerapan PIP Kebudayaan di Universitas Udayana, Denpasar.

5. Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 30 Tahun 2016, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Udayana.

6. Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 34 Tahun 2017, tentang Statuta Universitas Udayana.

7. Buku Standar Universitas Udayana, 2020.

8. Buku Kebijakan SPMI Universitas Udayana, 2020.

3.3 Standar Identitas

Dokumen terkait