• Tidak ada hasil yang ditemukan

Leverage of Attributes

C. Status Keberlanjutan Dimensi Ekonomi

Nilai indeks keberlanjutan pada dimensi ekonomi di Kabupaten Klungkung, Gresik, dan Bangka menunjukkan bahwa aspek ekonomi kurang berkelanjutan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Hal berbeda terjadi di Kabupaten Raja Ampat yang menunjukkan bahwa dukungan ekonomi cukup berkelanjutan. Dan berkelanjutan di Kabupaten Flores Timur. Status keberlanjutan dimensi politik pada pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian dilihat pada Tabel 4.46.

Tabel 4.46. Nilai Indeks Keberlanjutan Dimensi Politik Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Lokasi Penelitian

No. Kabupaten Nilai Indeks Keberlanjutan Status Keberlanjutan

1. Raja Ampat 54.05 Cukup berkelanjutan

2. Nusa Penida, Klungkung 39.87 Kurang berkelanjutan

3. Bawean, Gresik 39.87 Kurang berkelanjutan

4. Bangka 46.01 Kurang berkelanjutan

5. Flores Timur 82.61 Berkelanjutan

Sumber: Data Primer Diolah (2013)

Secara detil nilai indeks status keberlanjutan dimensi ekonomi pengembangan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian disajikan pada Gambar 4.40.

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kebijakan pemerintah pusat terkait EBT Sikap investor terhadap EBT Kepedulian politisi lokal terhadap EBT Kebijakan pemerintah daerah terkait EBT Persepsi LSM terhadap EBT

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 101 Gambar 4.40. Nilai Indeks dan Status Keberlanjutan Dimensi Ekonomi Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan

Atribut yang berpengaruh dalam dimensi ekonomi ada 7 (tujuh) atribut, yaitu: 1) Penyerapan tenaga kerja; 2) Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat; 3) Peningkatan pendapatan asli daerah; 4) Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi energi; 5) Nilai pembebasan lahan dari perusahaan; 6) Penghasilan penduduk dari adanya energi listrik; dan 7) Tersedianya lembaga keuangan. Berdasarkan analisis leverage terhadap 7 atribut tersebut diperoleh atribut- atribut dalam dimensi ekonomi yang sensitif pada pengembangan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian disajikan pada Tabel 4.47 dan Gambar 4.41 sampai Gambar 4.45.

Tabel 4.47. Atribut Sensitif Pada Dimensi Ekonomi Keberlanjutan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Lokasi Penelitian

Kabupaten Faktor Sensitif (Leverage Factor) RMS

Raja Ampat 1 Nilai pembebasan lahan dari perusahaan 9,03

2 Peningkatan pendapatan asli daerah 8,19

Nusa Penida,

Klungkung 1 Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi energi 2 Nilai pembebasan lahan dari perusahaan 5,78 5,16 Bawean, Gresik 1 Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi energi 5,78 2 Nilai pembebasan lahan dari perusahaan 5,16 Bangka 1 Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi energi 4,54 2 Nilai pembebasan lahan dari perusahaan 1,23

3 Peningkatan pendapatan asli daerah 1,23

Flores Timur 1 Nilai pembebasan lahan dari perusahaan 10,58

2 Tersedianya lembaga keuangan 6,63

Sumber: Data Primer Diolah (2013)

Good Bad Up Down -60 -40 -20 0 20 40 60 0 50 100 150 Oth e r D isti n gi sh in g Feat u re s Fisheries Status

RAPFISH Ordination

Real Fisheries Reference anchors Anchors

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 102 Atribut “Nilai pembebasan lahan dari perusahaan” dan “Peningkatan pendapatan asli daerah” merupakan atribut sensitif pada dimensi ekonomi terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Kabupaten Raja Ampat.

Selanjutnya, atribut sensitif terhadap pengembangan energi laut pada dimensi ekonomi di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan Bawean, Kabupaten Gresik adalah atribut “Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi energi” dan “Nilai pembebasan lahan dari perusahaan”.

Kemudian atribut “Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi energi”” dan “Nilai pembebasan lahan dari perusahaan” serta “Peningkatan pendapatan asli daerah” merupakan atribut sensitif terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Teluk Klabat, Kabupaten Bangka.

Atribut “Nilai pembebasan lahan dari perusahaan” dan “Tersedianya lembaga keuangan” merupakan atribut sensitif pada dimensi ekonomi terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Gambar 4.41. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Ekonomi Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Raja Ampat

0 2 4 6 8 10

Penyerapan tenaga kerja Dampak terhadap kesejahteraan… Peningkatan pendapatan asli daerah

Nilai ekonomi sumberdaya di dekat… Nilai pembebasan lahan dari perusahaan Penghasilan penduduk dari adanya energi…

Tersedianya lembaga keuangan

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 103 Gambar 4.42. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Ekonomi Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung

Gambar 4.43. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Ekonomi Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Bawean, Kabupaten Gresik

0 1 2 3 4 5 6 7

Penyerapan tenaga kerja Dampak terhadap kesejahteraan… Peningkatan pendapatan asli daerah Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi…

Nilai pembebasan lahan dari perusahaan Penghasilan penduduk dari adanya energi…

Tersedianya lembaga keuangan

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

0 1 2 3 4 5 6 7

Penyerapan tenaga kerja Dampak terhadap kesejahteraan… Peningkatan pendapatan asli daerah Nilai ekonomi sumberdaya di dekat potensi…

Nilai pembebasan lahan dari perusahaan Penghasilan penduduk dari adanya energi…

Tersedianya lembaga keuangan

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 104 Gambar 4.44. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Ekonomi Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Teluk Klabat, Kabupaten Bangka

Gambar 4.45. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Ekonomi Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur

0 1 2 3 4 5

Penyerapan tenaga kerja Dampak terhadap kesejahteraan… Peningkatan pendapatan asli daerah

Nilai ekonomi sumberdaya di dekat… Nilai pembebasan lahan dari perusahaan Penghasilan penduduk dari adanya energi…

Tersedianya lembaga keuangan

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

0 2 4 6 8 10 12

Penyerapan tenaga kerja Dampak terhadap kesejahteraan… Peningkatan pendapatan asli daerah

Nilai ekonomi sumberdaya di dekat… Nilai pembebasan lahan dari perusahaan Penghasilan penduduk dari adanya energi…

Tersedianya lembaga keuangan

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 105 D. Status Keberlanjutan Dimensi Sosial

Nilai indeks keberlanjutan pada dimensi sosial di Kabupaten Raja Ampat, Klungkung, dan Flores Timur) menunjukkan bahwa kondisi sosial cukup berkelanjutan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Nilai indeks keberlanjutan pada dimensi sosial di Kabupaten Gresik dan Bangka menunjukan kurang berkelanjutan. Status keberlanjutan dimensi sosial pada pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian dilihat pada Tabel 4.48.

Tabel 4.48. Nilai Indeks Keberlanjutan Dimensi Sosial Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Lokasi Penelitian

No. Kabupaten Nilai Indeks Keberlanjutan Status Keberlanjutan

1. Raja Ampat 56.69 Cukup berkelanjutan

2. Nusa Penida, Klungkung 57.05 Cukup berkelanjutan

3. Bawean, Gresik 47.51 Kurang berkelanjutan

4. Bangka 49.11 Kurang berkelanjutan

5. Flores Timur 52.94 Cukup berkelanjutan

Sumber: Data Primer Diolah (2013)

Secara detail nilai indeks status keberlanjutan dimensi sosial pengembangan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian disajikan pada Gambar 4.46.

Gambar 4.46. Nilai Indeks dan Status Keberlanjutan Dimensi Sosial Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan

Good Bad Up Down -60 -40 -20 0 20 40 60 0 20 40 60 80 100 120 Oth e r D isti n gi sh in g Feat u re s Fisheries Status

RAPFISH Ordination

Real Fisheries Reference anchors Anchors 55,93

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 106 Atribut yang berpengaruh dalam dimensi sosial ada 8 (delapan) atribut, yaitu: 1) Peran peneliti dan akademisi terhadap EBT; 2) Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT terhadap nilai nilai sosial-budaya; 3) Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sumberdaya EBT; 4) Peran LSM terhadap teknologi EBT; 5) Kesadaran masyarakat tentang manfaat EBT; 6) Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan; 7) Interaksi masyarakat dengan lingkungan lokasi sumber EBT; dan 8) Jarak lokasi sumber EBT dengan komunitas masyarakat yang ada. Berdasarkan analisis leverage terhadap 8 atribut tersebut diperoleh atribut- atribut dalam dimensi sosial yang paling sensitif pada pengembangan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian disajikan pada Tabel 4.49 dan Gambar 4.47 sampai Gambar 4.51.

Tabel 4.49. Atribut Sensitif Pada Dimensi Sosial Keberlanjutan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Lokasi Penelitian

Kabupaten Faktor Sensitif (Leverage Factor) RMS

Raja Ampat 1 Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar

sumberdaya EBT 6,45

2 Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar SD

EBT 6,21

3 Interaksi masyarakat dengan lingkungan lokasi sumber

EBT 4,33

Nusa Penida,

Klungkung 1 Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar SD EBT 3,81 2 Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT terhadap

nilai nilai sosial-budaya 2,55

Bawean, Gresik 1 Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar

sumberdaya EBT 4,43

2 Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT terhadap

nilai nilai sosial-budaya 3,22

Bangka 1 Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar

sumberdaya EBT 3,61

2 Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT terhadap

nilai nilai sosial-budaya 2,10

Flores Timur 1 Peran LSM terhadap teknologi EBT 5,27

2 Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar

sumberdaya EBT 4,51

Sumber: Data Primer Diolah (2013)

Atribut “Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sumberdaya EBT”; “Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar SD EBT” dan “Interaksi masyarakat dengan lingkungan lokasi sumber EBT” merupakan atribut sensitif pada dimensi sosial terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Kabupaten Raja Ampat.

Selanjutnya, atribut sensitif terhadap pengembangan energi laut pada dimensi sosial di Kabupaten Klungkung adalah atribut “Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar SD EBT” dan “Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT terhadap nilai nilai sosial-budaya”.

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 107 Kemudian atribut “Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sumberdaya EBT” dan “Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT terhadap nilai nilai sosial-budaya” merupakan atribut sensitif pada dimensi sosial terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Bawean, Kabupaten Gresik dan Teluk Bangka, Kabupaten Bangka.

Atribut “Peran LSM terhadap teknologi EBT” dan “Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sumberdaya EBT” merupakan atribut sensitif pada dimensi sosial terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Gambar 4.47. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Sosial Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Raja Ampat

0 1 2 3 4 5 6 7

Peran peneliti dan akademisi terhadap EBT Pengaruh keberadaan sumber listrik dari EBT

terhadap nilai nilai sosial-budaya Pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sumberdaya EBT Peran LSM terhadap teknologi EBT Kesadaran masyarakat tentang manfaat EBT Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan Interaksi masyarakat dengan lingkungan

lokasi sumber EBT

Jarak lokasi sumber EBT dengan komunitas masyarakat yang ada

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 108 Gambar 4.48. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Sosial Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung

Gambar 4.49. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Sosial Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Bawean, Kabupaten Gresik

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4

Peran peneliti dan akademisi terhadap… Pengaruh keberadaan sumber listrik… Pengetahuan masyarakat terhadap… Peran LSM terhadap teknologi EBT Kesadaran masyarakat tentang manfaat…

Kesadaran masyarakat terhadap… Interaksi masyarakat dengan lingkungan… Jarak lokasi sumber EBT dengan…

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri but e

Leverage of Attributes

0 1 2 3 4 5

Peran peneliti dan akademisi terhadap EBT Pengaruh keberadaan sumber listrik dari…

Pengetahuan masyarakat terhadap… Peran LSM terhadap teknologi EBT Kesadaran masyarakat tentang manfaat EBT Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan Interaksi masyarakat dengan lingkungan… Jarak lokasi sumber EBT dengan komunitas…

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 109 Gambar 4.50. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Sosial Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Teluk Klabat, Kabupaten Bangka

Gambar 4.51. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Sosial Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4

Peran peneliti dan akademisi terhadap EBT Pengaruh keberadaan sumber listrik dari…

Pengetahuan masyarakat terhadap… Peran LSM terhadap teknologi EBT Kesadaran masyarakat tentang manfaat EBT Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan Interaksi masyarakat dengan lingkungan…

Jarak lokasi sumber EBT dengan…

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

0 1 2 3 4 5 6

Peran peneliti dan akademisi terhadap EBT Pengaruh keberadaan sumber listrik dari…

Pengetahuan masyarakat terhadap… Peran LSM terhadap teknologi EBT Kesadaran masyarakat tentang manfaat…

Kesadaran masyarakat terhadap… Interaksi masyarakat dengan lingkungan… Jarak lokasi sumber EBT dengan…

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 110 E. Status Keberlanjutan Dimensi Teknologi

Nilai indeks keberlanjutan pada dimensi teknologi di Kabupaten Raja Ampat, Klungkung, Gresik, dan Bangka menunjukkan bahwa dukungan aspek teknologi kurang berkelanjutan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Hal berbeda terjadi di Kabupaten Flores Timur dimana dimensi teknologi menunjukan sudah cukup berkelanjutan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan meskipun nilai indeks keberlanjutannya mendekati kurang berkelanjutan. Sehingga jika tidak dikelola dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap keberlanjutan dimensi lainnya. Status keberlanjutan dimensi teknologi pada pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian dilihat pada Tabel 4.50.

Tabel 4.50. Nilai Indeks Keberlanjutan Dimensi Teknologi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Lokasi Penelitian

No. Kabupaten Nilai Indeks Keberlanjutan Status Keberlanjutan

1. Raja Ampat 44.52 Kurang berkelanjutan

2. Nusa Penida, Klungkung 41.34 Kurang berkelanjutan

3. Bawean, Gresik 37.04 Kurang berkelanjutan

4. Bangka 41.68 Kurang berkelanjutan

5. Flores Timur 51.10 Cukup berkelanjutan

Sumber: Data Primer Diolah (2013)

Secara detail nilai indeks status keberlanjutan dimensi teknologi pengembangan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian disajikan pada Gambar 4.52.

Gambar 4.52. Nilai Indeks dan Status Keberlanjutan Dimensi Teknologi Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan

Good Bad Up Down -60 -40 -20 0 20 40 60 0 50 100 150 Oth e r D isti n gi sh in g Feat u re s Fisheries Status

RAPFISH Ordination

Real Fisheries Reference anchors Anchors

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 111 Atribut yang berpengaruh dalam dimensi teknologi ada 6 (enam) atribut, yaitu: 1) Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik; 2) Teknologi pembangkitan energi listrik; 3) Teknologi penyaluran energi listrik; 4) Teknologi pengelolaan energi listrik perikanan; 5) Teknologi pemanfaatan energi listrik; dan 6) Keterjangkauan lokasi potensi EBT. Berdasarkan analisis leverage terhadap 6 atribut tersebut diperoleh atribut-atribut dalam dimensi teknologi yang sensitif pada pengembangan energi baru dan terbarukan di lokasi penelitian yang disajikan pada Tabel 4.51 dan Gambar 4.53 sampai Gambar 4.57.

Tabel 4.51. Atribut Sensitif Pada Dimensi Teknologi Keberlanjutan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Lokasi Penelitian

Kabupaten Faktor Sensitif (Leverage Factor) RMS

Raja Ampat 1 Teknologi penyaluran energi listrik 5.40 2 Teknologi pengelolaan energi listrik 1.69 Nusa Penida,

Klungkung 1 Teknologi penyaluran energi listrik 2 Teknologi pengelolaan energi listrik 6.62 3.65 Bawean, Gresik 1 Teknologi penyaluran energi listrik 7.68 2 Teknologi pengelolaan energi listrik 6.57

Bangka 1 Teknologi penyaluran energi listrik 8.18

2 Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik 5.55 Flores Timur 1 Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik 1.62

2 Keterjangkauan lokasi potensi EBT 1.55

Sumber: Data Primer Diolah (2013)

Atribut “Teknologi penyaluran energi listrik” dan “Teknologi pengelolaan energi listrik” merupakan atribut sensitif pada dimensi teknologi terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Kabupaten Raja Ampat, Klungkung, dan Gresik. Selanjutnya, atribut sensitif terhadap pengembangan energi laut pada dimensi teknologi di Kabupaten Bangka adalah atribut “Teknologi penyaluran energi listrik” dan “Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik”. Kemudian atribut “Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik” dan “Keterjangkauan lokasi potensi EBT” merupakan atribut sensitif pada dimensi teknologi terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan di Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 112 Gambar 4.53. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Teknologi Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Kabupaten Raja Ampat

Gambar 4.54. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Teknologi Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung

0 1 2 3 4 5 6

Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik

Teknologi pembangkitan energi listrik Teknologi penyaluran energi listrik

Teknologi pengelolaan energi listrikperikanan Teknologi pemanfaatan energi listrik

Keterjangkauan lokasi potensi EBT

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

0 1 2 3 4 5 6 7

Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik

Teknologi pembangkitan energi listrik Teknologi penyaluran energi listrik

Teknologi pengelolaan energi listrikperikanan Teknologi pemanfaatan energi listrik

Keterjangkauan lokasi potensi EBT

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 113 Gambar 4.55. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Teknologi Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Bawean, Kabupaten Gresik

Gambar 4.56. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Teknologi Pada Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Teluk Klabat, Kabupaten Bangka

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik Teknologi pembangkitan energi listrik Teknologi penyaluran energi listrik Teknologi pengelolaan energi listrikperikanan Teknologi pemanfaatan energi listrik Keterjangkauan lokasi potensi EBT

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Teknologi konversi EBT menjadi energi listrik Teknologi pembangkitan energi listrik Teknologi penyaluran energi listrik Teknologi pengelolaan energi listrikperikanan Teknologi pemanfaatan energi listrik Keterjangkauan lokasi potensi EBT

Root Mean Square Change % in Ordination when Selected Attribute Removed (on Status scale 0 to 100)

A tt ri bu te

Leverage of Attributes

Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Sektor KP 114 Gambar 4.57. Peran Masing-masing Atribut Dalam Dimensi Teknologi Pada Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur