BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Strategi Kiai
1. Pengertian Strategi
Strategi adalah sejumlah keputusan dan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan dalam menyesuaikan sumber daya organisasi dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan
industrinya.1 2
Kata strategi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yakni:
a. Ilmu dan seni mengembangkan sumber daya untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai
b. Ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam kondisi perang atau kondisi yang menguntungkan.
c. Rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran
khusus.1 3
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi merupakan
rencana cermat tentang suatu kegiatan agar tercapai sasaran khusus.1 4
Strategi yakni suatu tindakan seseorang maupun kelompok baik dalam jangka waktu panjang maupun pendek untuk mencapai tujuan tertentu agar tepat pada sasarannya.
1 Mudrajad Kuncoro, Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif, (Jakarta: Erlangga, 2
2006), Hlm. 12
1 Siagian P. Sondang, Managemen Strategi, (Jakarta: Bumi Aksara: 2004). Hlm. 20 3 1 Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005) Hlm. 235 4
Secara umum strategi berarti garis besar haluan untuk bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Pada intinya, strategi merupakan langkah-langkah terencana yang dihasilkan dari pemikiran
yang mendalam berdasarkan pada pengalaman dan teori tertentu.1 5
Dari pendapat penulis menyimpulkan bahwa strategi adalah rencana atau suatu cara tertentu yang cermat tentang suatu kegiatan atau program untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan yang direncanakan.
2. Kiai
a. Pengertian Kiai
Kiai adalah orang yang terkenal di masyarakat dengan kealiman dan akhlak yang dimiliki. Syaiful Akhyar Lubis berpendapat bahwa kiai adalah tokoh sentral di suatu pondok pesantren yang memiliki wibawa dan charisma. Wibawa dan charisma tersebut penentu maju mundurnya suatu pondok pesantren. Tidak jarang, jika kiai dalam pondok tersebut wafat maka pamor pondok pesantren akan merosot karena kiai yang menggantikannya
tidak sepopuler kiai sebelumnya.1 6
Nurhayati Djamas juga menjelaskan bahwa kiai adalah sebutan untuk tokoh ulama atau tokoh pemimpin pondok pesantren.1 Kiai adalah elemen pesantren yang sangat berpengaruh 7
1 Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta:Kencana, 2011). Hlm. 5
295
1 Saiful Akhyar Lubis, Konseling Islami Kiai dan Pesantren, (Yogyakarta:elSAQ Press, 2007). 6
Hlm. 169
1 Nurhayati Djamas, Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia Pasca Kemerdekaan, (Jakarta: PT 7
untuk santri dan lingkungan pesantren. Kedudukan dan pengaruh kiai terletak pada keutamaan yang dimiliki kiai dalam sikap dan perilakunya sehari-hari serta mencerminkan nilai hidup yang yang menjadi ciri khas pesantren seperti ikhlas dan tawadlu’ yang berorientasi pada kehidupan ukhrowi.
Berdasarkan asal-usulnya, kata kiai dalam Bahasa jawa dipakai untuk sebutan gelar diantaranya yakni:
a. Sebagai gelar kehormatan untuk barang-barang yang dianggap keramat, ibarat seperti “Kiai Garuda Kencana” digunakan untuk julukan kereta emas yang ada di Karton Yogyakarta b. Gelar kehormatan untuk kalangan orang tua pada umumnya c. Gelar yang diberikan kepada masyarakat kepada seorang ahli
agama Islam yang menjadi sosok pemimpin pesantren dan mengajar kita-kitab klasik pada kalangan santri. Di samping gelar kiai, beliau njuga disebut sebagai orang alim (orang yang
memiliki pengetahuan Islam yang dalam).1 8
Seorang kiai memeliki kedudukan seperti orang tua dalam sikap kelemah lembutan terhadap muridnya dan kecintaan terhadap mereka serta ia memiliki tanggung jawab yang tinggi kepada muridnya. Sebagai Rasulullah SAW bersabda:
1 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, 8
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap `kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Muttafaq
‘Alaih).1 9
b. Tugas kiai
Hamdan Rasyid menjelaskan bahwa kiai memiliki beberapa tugas yakni :
1) Melaksanakan tabligh dan dakwah untuk membimbing umat. Kiai mempunyai kewajiban mengajar, mendidik dan membimbing umat manusia agar menjadi orang-orang yang beriman dan melakukan segala yang diajarkan dalam Islam. 2) Melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Kiai harus
melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar baik kepada rakyat, pejabat dan pemimpin. Karena sedikit banyak sikap mereka yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat.
3) Memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat. Kiai harus konsisten dalam menjalankan ajaran Islam untuk mereka sendiri, keluarga dan sebagainya. Salah satu penyebab keberhasilan Rasullah dalam berdakwah difirmankan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 21:
َسَح ٌة َو سُأ ِ هاللَّ ِلوُس َر يِف مُكَل َناَك دَقَل
َ هاللَّ وُج رَي َناَك نَمِل ٌةَن
لا َو
لأا( ا ريِثَِك َ هاللَّ َرَكَذ َو َر ِخَ لْآَا َم وَي
:بازح
21
)
1 Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shohih Muslim Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Azzam, 9
“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu”. (QS. Al-Ahzab:21)
4) Memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait berbagai macam ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Kiai harus menjelaskan ajaran tersebut untuk pedoman kehidupan sehari-hari agar tidak melenceng dari ajaran Al-Qur’an dan Hadits.
5) Memberikan solusi-solusi bagi permasalahan umat. Kiai harus mengambil keputusan secara bijaksana terkait masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.
6) Membentuk orientasi kehidupan masyarakat yang bermoral dan berbudi luhur. Maka dari itu, masayarakat mampu menanamkan nilai-nilai ajaran Islam dalam jiwa mereka dan akhirnya memiliki watak mandiri, karakter kuat dan terpuji, kegiatan dalam beragama, kedisiplinan dalam beribadah, dan menghormati sesama manusia. Dengan begitu, manusia tidak akan mudah tergerus oleh budaya asing yamenjadi rahmat bagi seluruh alam negatif terutama dalam hal ketidak adilan, bencana yang melanda manusia, pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), perampokan, pembunuhan, dan pencurian yang terjadi dimana-mana, sehingga masyarakat
merasa diayomi, tenang, tentram, bahagia dan sejahtera
dibawah bimbingannya.2 0
Dapat disimpulkan bahwa strategi Kiai adalah langkah-langkah terencana yang dilakukan Kiai dari pemikirannya secara mendalam untuk mencapai target tertentu melalui kegiatan-kegiatan positif yang telah diprogramkan.
3. Macam- Macam Strategi dan Metode Pembentukan Karakter Ah. Syamli dan Firdausi menjelaskan bahwa strategi yang digunakan kiai dalam mengimplementasikan pendidikan akhlak di pesantren, lebih cenderung pada strategi reinforcement, yakni strategi penguatan nilai-nilai positif dengan berbagai kegiatan keagamaan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Strategi ini juga tidak bisa lepas dari strategi tajribah dan pembiasaan diri dalam kebaikan (muhtasin al-‘adah). Tajribah yakni penempaan pengalaman. Artinya seorang santri
dengan potensi akal yang dimilikinya berusaha mempraktikkan nilai-nilai luhur sambal berlatih menghindari diri dari dorongan implusifnya, sehingga kebiasaan baik akan terbentuk dan tertanam menjadi kebiasaan. Sedangkan pembiasaan diri dibuktikan dengan bervariasinya kegiatan santri yang cukup padat sehingga melatih untuk efisiensi
waktu.2 1
Terdapat beragam strategi yang biasanya diimplementasikan di negara-negara barat pada pelaksanaan pendidikan karakter yakni
2 Hamdan Rasyid, Bimbingan Ulama: Kepada Umara dan Umat, (Jakarta: Pustaka Beta, 2007), 0
Hlm. 22
2 Ah. Syamli dan Firdausi, Strategi Kyai Dalam Pembinaan dan Pembentukan Moral Santri di 1
strategi pemanduan (cheerleading), pujian dan hadiah (praise and reward), definisikan dan latihkan (define and drill), penegakan disiplin
(forced formality), dan juga perangai bulan ini (traits of the month): a. Strategi pemanduan (cheerleading)
Dalam strategi cheerleading setiap bulan ditempel poster-poster, dipasang spanduk dan ditempel di papan khusus bulletin, papan pengumuman tentang nilai kebaikan yang selalu berganti. Penempelan spanduk, poster, dan baliho bisa pada acara kesenian, tontonan panggung terbuka yang bersponsor dipenuhi dengan slogan-slogan atau motto tentang karakter atau nilai.
b. Strategi pujian dan hadiah (praise and reward)
Strategi pujian dan hadiah berlandaskan pada pemikiran positif (positive thingking) dan menerapkan penguatan positif (positive reinforcement). Strategi ini justru ingin menunjukkan anak yang
sedang berbuat baik (catching student being good). c. Strategi definisikan dan latihkan (define and drill)
Strategi definisikan dan latihkan (define and drill) meminta para
siswa untuk mengingat sederet nilai kebaikan dan
mendefinisikannya. Setiap siswa mencsoba mengingat-ingat apa definisi atau makna nilai tersebut sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya dan moralnya.
d. Strategi penegakan disiplin (forced formality)
Strategi penegakan disiplin (forced formality), strategi ini pada prinsipnya ingin menegakkan disiplin dan melakukan pembiasaan
(habituasi) kepada siswa secara rutin melakuakn sesuatu yang bernilai moral seperti mengucapkan salam kepada guru dan sesame teman yang dijumpai. Di Indonesia ada slogan yang merupakan kewajiban siswa ketika bertemu dengan guru atau biasa disebut 4S yakni senyum, sapa, salam dan salim.
e. Strategi perangai bulan ini (traits of the month)
Strategi perangai bulan ini (traits of the month), strategi ini hampir sama dengan strategi cheerleading, tetapi tidak hanya mengandal spanduk dan poster namun juga segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Seperti pelatihan, introduksi oleh guru dalam kelas, sambutan kepala sekolah ketika upacara, dan lain-lai yang disepakati sebagai perangai tunggal. Strategi ini sangat dikritiki karena nilai karakter tidak bisa berdiri sendiri dan saling keterkaitan.
Sesuai dengan Desain Induk Pendidikan karakter yang dirancang Kementerian Pendidikan Nasional strategi pengembangan pendidikan karakter yang diterapkan di Indonesia adalah melalui transformasi budaya sekolah dan habituasi melalui kegiatan ekstra
kurikuler2 . 2
Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional dalam melaksanakan pengembangan budaya sekolah yang terkait dengan
pengembangan diri menyarankan untuk empat hal2 , yakni: 3
2 Kementerian Pendidikan Nasional, 2010 2
a. Kegiatan rutin
Kegiatan rutin adalah kegiatan yang dilaksanakan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Seperti upacara bendera setiap hari Senin, salam dan salim di depan gerbang pintu sekolah, sholat berjamaah, berdo’a sebelum dan sesuadah pembelajaran, berbaris saat masuk kelas, dan lain-lain.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan ini bersifat spontan pada waktu terjadi keadaan tertentu. Seperti mengumpulkan sumbangan bagi korban, mengunjungi teman yang sedang sakit atau sedang tettimpa musibah dan lain-lain.
c. Keteladanan
Timbulnya perilaku dan sikap peserta didik karena meniru guru atau siapapun yang berada di depan mata. Seperti guru BK, petugas kantin, satpam sekolah, terlambat masuk sekolah, merokok, peduli dan kasih saying, perilaku yang jujur, sopan, santun dan bekerja keras.
d. Pengondisian
Menciptakan suatu keadaan yang mendukung terlaksananya pendidikan karakter seperti kondisi meja guru dan kepala sekolah
yang rapi, kondisi toilet yang bersih dan lain sebagainya.2 4
B. Pembentukan karakter