KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP NASIONAL
C. Strategi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup nasional 2017 –
1. Strategi pengendalian dampak lingkungan hidup;
a. Harmonisasi perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
1) Penerapan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup dalam pemanfaatan dan pencadangan sumber daya alam
Arahan Prioritas :
a) Memantapkan konsep dan perangkat pengukuran Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup;
b) Mempercepat penyusunan RPPLH berbasis Daya Dukung Lingkungan Hidup di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota; dan
c) Menerapkan perangkat DDDTLH dalam seluruh perencanaan pembangunan nasional.
2) Sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah dengan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di tingkat nasional, provinsi, dan Kabupaten/Kota
Arahan Prioritas :
a) Sinkronisasi pola ruang RTRW dengan zonasi RPPLH; dan
b) Meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang pada zona-zona rentan penurunan kualitas lingkungan hidup.
3) Melindungi dan membatasi pemanfaatan wilayah yang memiliki Daya Dukung tinggi.
Arahan Prioritas :
a) Mencadangkan kawasan yang secara kumulatif memiliki Daya Dukung Lingkungan tinggi sebagai kawasan penyangga kehidupan; dan
b) Mengarahkan pembangunan infrastruktur, terutama akibat pengembangan perkotaan dan pengembangan kawasan industri, ke daerah-daerah dengan Daya Dukung Sedang sampai rendah.
4). Membatasi alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian dan membatasi pengembangan non pangan pada wilayah dengan jasa lingkungan penyedia pangan tinggi.
Arahan Prioritas :
a) Memperketat mekanisme alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian;
b) Melindungi penggunaan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan kawasan industri; dan
c) Menggunakan teknologi ramah lingkungan dalam pembangunan infrastruktur strategis yang melewati lahan-lahan pertanian produktif.
1) Meningkatkan efisiensi pemanfaatan air dan mengembangkan infrastruktur sistem penampung dan distribusi air
Arahan Prioritas :
a) Membangun, meningkatkan, dan atau memperbaiki infrastruktur penampung dan pengendali air skala besar di daerah rawan kelangkaan air dan daerah-daerah lumbung pangan;
b) Meningkatkan dan atau memperbaiki infrastruktur distribusi air untuk keperluan industri, rumah tangga, dan pertanian; dan
c) Meningkatkan upaya-upaya pemanenan dan
pemanfaatan air hujan dalam skala rumah tangga.
2) Mengendalikan tata ruang kawasan perkotaan secara komprehensif.
Arahan Prioritas :
a) Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau wilayah perkotaan minimal 30%, terutama pada wilayah perkotaan di Jawa dan Sumatera;
b) Rancang ulang dan perbaikan infrastruktur yang berpengaruh terhadap berkurangnya pengendalian atas kelancaran aliran air permukaan;
c) Mengembangkan sistem pengelolaan sampah dan
limbah dalam skala komunal dan rumah tangga;
d) Menerapkan sistem transportasi masal yang hemat energi dan hemat lahan; dan
e) Membatasi kawasan industri di perkotaan.
3) Mengembangkan sistem transportasi masal yang ramah lingkungan
Arahan Prioritas :
a) Mengembangkan transportasi masal ramah lingkungan antar daerah; dan
b) Menerapkan bahan bakar nabati ramah lingkungan dalam moda transportasi umum.
c) Penerapan insentif pajak moda transportasi umum,
serta penerapan disinsentif pajak untuk kendaraan bermotor pribadi
4) Mengembangkan sumber non fosil sebagai energi baru dan terbarukan
Arahan Prioritas :
a) Meneliti dan mengembangkan bahan bakar nabati sebagai substistusi bahan bakar fosil;
b) Menerapkan insentif pemanfaatan bahan bakar non fosil; dan
c) Mengembangkan listrik tenaga matahari dan mikrohidro.
5) Mengembangkan green cities untuk perkotaan dan kota
tangguh untuk kota-kota yang rentan terhadap bencana Arahan Prioritas :
a) Menyusun Master Plan Kota Hijau yang memuat target
pencapaian 8 atribut kota hijau (green planning & design,
green open space, green waste, green transportation, green energy, green water, green building, and green community) ;
b) Meningkatkan alokasi lahan peruntukan ruang terbuka hijau;
c) merevitalisasi setiap ruang terbuka yang ada untuk
dijadikan ruang terbuka hijau public (greening) baik pada
lahan swasta maupun pemerintah; dan
d) Meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya green
cities.
6) Pembatasan reklamasi daerah pesisir dengan
mempertimbangkan secara ketat aspek lingkungan Arahan Prioritas :
a) Membatasi reklamasi hanya untuk tujuan strategi yang berdampak besar bagi kepentingan nasional; dan
b) Melarang reklamasi pada daerah yang rentan secara ekologis dan atau pada ekosistem yang secara alami sangat penting dalam menyokong ekosistem lainnya 7) Pembangunan Infrastruktur hijau sesuai kerentanan daerah
a) Mengembangkan teknologi infrastruktur ramah lingkungan;
b) Mengembangkan konsep pembangunan dengan
konservasi (development conservation) pada
kabupaten/kota yang masih didominasi oleh jasa lingkungan tinggi; dan
c) Menyusun sistem rekayasa infrastruktur yang memperhatikan siklus harmonis dengan alam.
8) Meningkatkan pengetahuan bencana terhadap masyarakat yang berada didaerah rawan bencana
Arahan Prioritas :
a) Integrasi muatan tanggap bencana dalam kurikulum di sekolah-sekolah
b) Simulasi tanggap bencana di daerah-daerah rawan bencana secara berkala
c) Menyusun peta rawan bencana di seluruh jenjang pemerintahan
d) Menyebarluaskan informasi tanggap bencana kepada masyarakat
9) Perlindungan daerah pesisir dari abrasi dan intrusi air laut Arahan Prioritas :
a) Membuat tanggul penahan gelombang di daerah pesisir padat penduduk;
b) Membatasi penggunaan lahan pesisir sebagai untuk kawasan pemukiman, perkantoran, dan atau industri; dan
c) Menerapkan konsep wisata ramah lingkungan dalam pembangunan infrastruktur wisata di kawasan pesisir. 10) Pengurangan eksploitasi air tanah
Arahan Prioritas :
a) Membatasi penggunaan air tanah dalam untuk industri dan perhotelan;
b) Membatasi penggunaan air tanah dalam di wilayah perkotaan pesisir; dan
c) Mengembangkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle beserta instrumen dan teknologinya dalam efisiensi pemanfaatan air.
11) Meningkatkan diversifikasi pangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional
Arahan Prioritas :
a) Mengembangkan sumber pangan lokal non beras sebagai pangan pokok; dan
b) Mengembangkan dan meningkatkan promosi
penggunaan bahan pangan lokal non beras sebagai bahan substitusi produk makanan.
12) Rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai pelindung daratan dari abrasi
Arahan Prioritas :
a) Memutakhirkan data dan informasi mangrove nasional; b) Mengembangkan teknik-teknik rehabilitasi mangrove; c) Mengembangkan ekowisata untuk mendukung
eksistensi kawasan mangrove;
d) Rehabilitasi ekosistem mangrove di daerah rawan abrasi; dan
e) Meningkatkan seluruh hutan mangrove tersisa dan mangrove yang dipulihkan sebagai kawasan lindung.
c. Penguatan tata kelola pemerintahan dan kelembagaan dalam pengendalian pembangunan, serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
1) Mengembangkan sistem pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup Nasional yang terintegrasi antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota
Arahan Prioritas :
a) Membangun sistem dan infrastruktur pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup di seluruh provinsi dan Kabupaten/Kota; dan
b) Mengembangkan metode pengukuran kualitas
lingkungan hidup yang komprehensif, terstandar, dan terpercaya.
2) Memperbaiki sistem penganggaran lingkungan hidup Arahan Prioritas :
a) Meningkatkan alokasi dan distribusi penganggaran pengelolaan Lingkungan Hidup secara bertahap di pemerintah pusat dan daerah minimal 5% dari APBN/APBD pada tahun 2047; dan
b) Meningkatkan koordinasi, transparansi, dan efisiensi pengelolaan dana-dana lingkungan hidup non APBN. 3) Memperbaiki peraturan dan sistem perijinan lingkungan
hidup
Arahan Prioritas :
a) Memperbaiki aturan-aturan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berpotensi saling melemahkan; dan
b) Mengendalikan dan mengawasi penerapan aturan secara konsisten di seluruh jenjang dan tahapan.
4) Memantapkan koordinasi antar pemerintah daerah dalam perencanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
Arahan Prioritas :
a) Meningkatkan koordinasi perencanaan dan pengelolaan Lingkungan Hidup secara berkala di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota; dan
b) Koordinasi penerapan instrumen ekonomi lingkungan antar daerah.
5) Meningkatkan peran masyarakat dan swasta dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
Arahan Prioritas :
a) Membentuk dan membina komunitas pencinta lingkungan;
b) Meningkatkan dan mengembangkan sistem ”penghargaan” atas peran serta masyarakat dalam perlindungan lingkungan;
c) Mengembangkan pola perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berbasis kearifan local; dan
d) Meningkatkan penyebaran luasan informasi
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
6) Penerapan instrumen insentif dan disinsentif dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Arahan Prioritas :
a) Mempercepat penetapan peraturan tentang instrumen ekonomi Lingkungan Hidup dan seluruh ketentuan turunannya;
b) menginisiasi penerapan instrumen ekonomi lingkungan dalam beberapa kegiatan berdampak besar, seperti kehutanan, pertanian, perkebunan, dan pertambangan; dan
c) Menerapkan instrumen ekonomi dalam proses kerjasama perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup antar daerah.
7) Penerapan dan pengembangan kabupaten konservasi. Arahan Prioritas :
a) Mengembangkan perangkat pendukung penerapan konsep kabupaten konservasi; dan
b) menginisiasi penerapan konsep kabupaten konservasi melalui pengembangan model kabupaten konservasi.