2007 2006 2005 2004 2003 2002 Jasa Penunjang & Berbasis Kompetens
E. Strategi Usaha
Sejalan dengan kondisi usaha yang kondusif pada saat ini, fokus strategi dari Perseroan adalah menjadi salah satu perusahaan nasional terbesar bertaraf internasional di bidang usaha jasa hulu Migas terintegrasi (integrated upstream services) dengan menitikberatkan pada keunggulan kualitas operasi (operation excellence).
Perseroan memiliki visi “Menjadi perusahaan kelas dunia kebanggaan nasional di bidang jasa hulu Migas secara solusi total untuk memberikan nilai tambah optimal bagi stakeholders”. Berdasarkan visi yang dimiliki oleh Perseroan, maka misi dari Perseroan adalah sebagai berikut:
= Memberikan jasa layanan bermutu tinggi secara terintegrasi (one stop service) untuk kepuasan dan loyalitas pelanggan, yang didukung oleh profesionalisme sumber daya manusia, ketersediaan peralatan, penguasaan teknologi, continuous improvement dan pengembangan inovasi produk.
= Melaksanakan seluruh kegiatan usaha berdasarkan kaidah good engineering practises dengan standard kelas dunia serta mewujudkan operation excellence melalui penerapan kaidah Quality, Health, Safety, Environmental
(QHSE) yang benar dan konsisten, sebagai realisasi keunggulan perusahaan
= Meningkatkan pertumbuhan skala usaha secara berkesinambungan yang disertai dengan peningkatan kinerja finansial maupun non finansial
= Meningkatkan nilai pemegang saham secara berkelanjutan, serta kesejahteraan maupun kesempatan untuk tumbuh kembang karyawan, membina hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan Pemerintah, mitra kerja maupun masyarakat dimana perusahaan beroperasi
Dalam perkembangannya di masa depan, Perseroan akan memperkuat kompetensi pada jasa hulu Migas terintegrasi yang meliputi operasi seismik, pemboran serta oilfield services baik di daratan (onland) maupun strategi baru ke arah proyek-proyek di lepas pantai (offshore) dan deep well yang saat ini belum optimal dikembangkan. Disamping itu, Perseroan akan lebih memfokuskan strategi pengembangan usaha untuk memperoleh proyek-proyek (secara selektif) di overseas yang sejak dahulu telah dirintis.
Untuk mendukung konsep operation excellence, maka beberapa strategi jangka pendek yang menjadi prioritas Perseroan adalah melakukan investasi untuk melengkapi peralatan-peralatan operasi serta mengaplikasikan dukungan teknologi terkini. Beberapa prioritas investasi adalah pengadaan perangkat pemboran (Rig) yang berkapasitas besar untuk menangkap peluang deep well, pengadaan peralatan seismik marine 2D dan 3D (Streamer), pengadaan well testing barge serta investasi lainnya.
Untuk menjamin adanya sustainable income, maka Perseroan terus berupaya untuk mendapatkan kontrak-kontrak jangka panjang di bidang jasa hulu Migas. Disamping itu, saat ini Perseroan sedang merintis untuk mendapatkan kontrak jangka panjang dalam pengelolaan ladang Migas yang produksinya sudah mulai menurun (brown fields) melalui suatu kontrak technical services baik milik Pertamina maupun kontraktor lainnya.
Untuk mendukung bisnis inti Perseroan di bidang jasa hulu Migas, Perseroan akan memperkuat usaha jasa pendukung industri hulu Migas (upstream supporting service) seperti pengadaan casing OCTG yang merupakan upaya backward integration sehingga dapat menjamin ketersediaan casing OCTG untuk meningkatkan keunggulan kompetensi. Perseroan juga mempertahankan strategi pengembangan usaha melalui jasa pendukung Migas maupun non Migas dari sektor telematika, di antaranya seperti pengelolaan data Migas (PND) dan manajemen data (SCU). Disamping itu Perseroan juga memiliki Perusahaan Asosiasi di luar bisnis inti Perseroan, seperti IMN dan PKM. Di masa mendatang, Perseroan akan tetap mempertahankan penyertaannya di kedua perusahaan tersebut karena kedua perusahaan tersebut berada dalam industri yang masih memiliki potensi untuk bertumbuh dengan dukungan mitra yang memiliki kompetensi (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.).
Strategi usaha yang ditempuh Perseroan untuk mengembangkan berbagai kelompok usaha Perseroan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Fokus pada ciri keunggulan penyediaan jasa hulu Migas Terintegrasi
Salah satu keunggulan strategi Perseroan dibanding kompetitornya adalah dengan memperkuat ciri Perseroan sebagai pemberi jasa secara total solution yang mengutamakan kualitas operasi (operation excellence) dengan harga yang bersaing. Pada saat ini, kontribusi pendapatan terbesar Perseroan berasal dari jasa hulu Migas (upstream services) yakni sebesar 52% dari total pendapatan Perseroan secara keseluruhan dan akan diupayakan kontribusinya akan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Adapun, jasa hilir Migas (downstream services) memberikan kontribusi sebesar 41% dari jumlah pendapatan Perseroan secara keseluruhan, dan sisanya berasal dari kelompok usaha Perseroan lainnya.
Untuk memberikan ciri pada kegiatan usaha Perseroan, maka Perseroan telah melakukan proses penggabungan empat Anak Perusahaan yang dimiliki oleh Perseroan yang bergerak di sektor jasa hulu Migas (GSC, EDS, SRD dan EWS). Melalui usaha ini maka akan didapat struktur permodalan (ekuitas) yang meningkat secara sangat signifikan sehingga menciptakan sinergi dan efisiensi dalam tubuh Perseroan.
Dengan pertimbangan untuk meraih peluang pasar yang sangat besar di bidang ini, maka Perseroan akan melakukan investasi peralatan untuk pengembangan kegiatan usaha pada kegiatan offshore market. Strategi ini akan membuka peluang usaha yang lebih luas karena hingga saat ini belum ada perusahaan nasional yang memiliki peralatan ini sehingga tingkat persaingannya masih rendah pada hal margin keuntungannya relatif lebih besar.
3. Melakukan penetrasi usaha pada deep well market untuk onshore dan offshore drilling
Tingginya permintaan pasar akan jasa pemboran sumur-sumur dalam (deep well drilling), maka Perseroan merencanakan untuk melakukan investasi pengadaan Rig berukuran besar. Data dari BP Migas menunjukkan bahwa beberapa program kerja tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan peralatan di dalam negeri, sebagai akibat tingginya permintaan pasar.
Disamping itu, peluang usaha di bidang offshore drilling menunjukkan peluang usaha yang lebih menarik. Data BP Migas menunjukkan bahwa dengan tingginya permintaan offshore Rig (jack up Rig), telah terjadi kenaikan tarif sewa Rig secara sangat signifikan. Salah satu strategi Perseroan di masa akan datang adalah mulai melakukan kajian aliansi strategis untuk menangkap peluang yang sangat terbuka saat ini
4. Perluasan pangsa pasar dan diversifikasi konsumen yang beragam
Saat ini, Perseroan didukung oleh posisinya sebagai anak perusahaan dari salah satu perusahaan minyak terbesar di Indonesia dan salah satu konsumen terbesar Perseroan adalah Pertamina. Dengan memanfaatkan Pertamina sebagai konsumen utama Perseroan, maka Pertamina akan mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi Perseroan. Namun, jika Perseroan hanya mengandalkan Pertamina sebagai konsumen utama, maka akan dapat mengurangi keunggulan kompetitif Perseroan.
Untuk mengurangi risiko kehilangan keunggulan kompetitif tersebut, maka Perseroan berusaha untuk memperluas pangsa pasar dan mencari target konsumen baru dalam jumlah besar sehingga Perseroan dapat meningkatkan daya saingnya di pasar, dan meningkatkan likuiditas dan siklus working capital Perseroan.
5. Akuisisi kontrak jangka panjang dengan sistem manajemen risiko yang terpadu
Untuk mempertahankan pencapaian pendapatan dan meningkatkan posisinya di pasar, maka Perseroan menargetkan untuk memperoleh kontrak-kontrak jangka panjang khususnya dari bidang pengembangan dan produksi well. Kontrak-kontrak jangka panjang tersebut diyakini mampu meningkatkan kinerja keuangan dan memperkuat struktur permodalan Perseroan.
Perseroan berupaya menerapkan pengendalian risiko dengan sistem manajemen risiko yang terpadu seperti kegiatan pembuatan kontrak perjanjian dengan pelanggan yang disusun dengan prinsip kehati-hatian.
6. Optimalisasi penggunaan aset operasional dan pengembangan aliansi strategis
Dengan berfokus pada jasa Migas maka Perseroan akan membutuhkan tingkat investasi yang cukup tinggi, sehingga sangat penting bagi Perseroan untuk melakukan kebijakan investasi yang agresif agar Perseroan dapat menangkap peluang pasar yang ada sekaligus meminimalkan risiko yang terdapat di dalamnya.
Secara singkat, kebijakan investasi dari Perseroan terdiri dari:
= Realisasi investasi apabila aset operasional yang tersedia dapat digunakan secara optimal
= Investasi dilakukan pada bidang kegiatan usaha yang memiliki kaitan dengan kompetensi yang dimiliki oleh Perseroan
= Investasi yang dilakukan oleh Perseroan diusahakan hanya akan dilakukan apabila kontrak telah diperoleh Sedangkan untuk portofolio dari investasi, Perseroan akan mengelola bisnis jasa hilir (downstream services) dan bisnis ICTdengan melakukan pengembangan sebagai berikut:
= EPN telah memiliki seluruh izin yang ada dan telah menjadi pemain utama dalam bisnis jasa hilir Migas (downstream services) bahkan EPN telah menjadi pemain utama sejak dari belum diberlakukannya liberalisasi pada bisnis ini. Ditinjau dari perkembangannya, diharapkan EPN memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi di masa depan
= Unit bisnis telematika seperti IMN dan PKM merupakan bisnis yang sedang berkembang dengan prospek usaha yang baik, dimana bisnis ini sangat diuntungkan dengan semakin berkembangnya penggunaan telepon seluler.
7. Memastikan implementasi dari corporate governance practices
Sejalan dengan falsafah dalam menjalankan perusahaan yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai integritas maka
core values Perseroan telah ditetapkan yaitu clean, respectful dan synergy. Dengan ditetapkannya falsafah dan
core value Perseroan, maka dalam menjalankan usaha berpedoman kepada kaidah-kaidah Good Corporate Governance.
8. Secara konsisten melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
Salah satu ciri keunggulan perusahaan jasa adalah kekuatan pada dukungan tenaga ahli (expertise). Untuk memberikan jaminan kepuasan pelanggan, maka Perseroan selalu melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan yang terstruktur. Pembinaan sumber daya manusia ini menjadi prioritas utama karena Perseroan menganggap sumber daya manusia sebagai aset terpenting dalam melaksanakan seluruh aktivitas Perseroan.
Disamping itu, Perseroan juga selalu melakukan perbaikan pada sisi operasional dan terus menerus melakukan penyempurnaan usaha (continuous improvement). Melalui upaya ini, Perseroan berusaha untuk melakukan efisiensi di berbagai sektor terutama pada sisi keuangan, dan berharap mendapatkan peningkatan keuntungan dan memberi nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham.