• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PROSPEKTUS ELNUSA FINAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BUKU PROSPEKTUS ELNUSA FINAL"

Copied!
334
0
0

Teks penuh

(1)

Graha Elnusa

Tanggal Efektif : 25 Januari 2008 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 5 Pebruari 2008 Masa Penawaran : 29 – 31 Januari 2008 Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 5 Pebruari 2008

Tanggal Penjatahan : 4 Pebruari 2008 Tanggal Pencatatan di BEI : 6 Pebruari 2008

BAPEPAM DAN LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI ATAS EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT ELNUSA Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

SAHAM–SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA

PT Elnusa Tbk.

Kegiatan Usaha:

Jasa Migas Terintegrasi dan Jasa Penunjang Migas

Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

Sejumlah 1.460.000.000 (satu miliar empat ratus enam puluh juta) saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp400 (empat ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham. Jumlah Penawaran Umum adalah sebesar Rp584.000.000.000 (lima ratus delapan puluh empat miliar Rupiah).

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana saham Perseroan.

PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK l PT Dhanawibawa Arthacemerlang l PT Dinamika Usahajaya l PT Equity Securities Indonesia l PT Indo Premier Securities l PT Investindo Nusantara Sekuritas l PT Lautandhana Securindo l PT Madani Securities l PT Mega Capital Indonesia l PT Minna Padi Investama l PT Nusadana Capital Indonesia l PT Optima Kharya Capital Securities l PT Panin Sekuritas Tbk. l PT Reliance Securities Tbk. l PT Semesta Indovest l PT Sinarmas Sekuritas l PT Victoria Sekuritas

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN YAITU RISIKO PERSAINGAN USAHA.

RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB V DI DALAM PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”).

(2)

Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 28 Januari 2008PT Elnusa Tbk. (selanjutnya disebut “Elnusa” atau “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum ini kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam dan LK”) di Jakarta dengan surat No. L4.000D.004D-2007.023 pada tanggal 28 Nopember 2007 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3608 (selanjutnya disebut ”Undang-Undang Pasar Modal”) dan peraturan pelaksanaannya.

Saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, direncanakan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan BEI pada tanggal 4 Januari 2008 apabila memenuhi persyaratan pencatatan efek yang ditetapkan oleh BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan saham di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum ini dibatalkan dan uang pemesanan yang telah diterima dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.

Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Efek serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya atas semua informasi atau fakta material serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini, sesuai dengan bidang tugas masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah Republik Indonesia dan kode etik serta norma dan standar profesi masing-masing.

Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, setiap pihak yang terafiliasi dilarang memberikan keterangan dan/atau membuat pernyataan apapun mengenai data yang tidak tercantum dalam Prospektus ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

PT Mandiri Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT BNI Securities, selaku Penjamin Emisi Efek, adalah terafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan melalui kepemilikan saham Negara Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya, sedangkan para Penjamin Emisi Efek yang lain bukan merupakan pihak terafiliasi.

PENAWARAN UMUM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN, ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT.

(3)
(4)
(5)

DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN

Anak Perusahaan : Suatu perusahaan dimana Perseroan memiliki secara langsung saham-saham yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut yang jumlah kepemilikan sahamnya lebih dari 50%, sehingga laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia

Bapepam dan LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya

Bbl : Barrel (sekitar 159 liter), satuan volume minyak bumi

BBM : Bahan Bakar Minyak

BEI : PT Bursa Efek Indonesia

Biro Administrasi Efek (BAE)

: Pihak yang melaksanakan administrasi saham dalam Penawaran Umum yang ditunjuk oleh Perseroan, yang dalam hal ini adalah PT Datindo Entrycom

BP Migas : Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi

Bursa Efek : Bursa Efek Indonesia (BEI)

Daftar Pemesanan Pembelian Saham (DPPS)

: Daftar yang memuat nama-nama pemesan Saham Yang Ditawarkan dan jumlah Saham Yang Ditawarkan yang dipesan dan disusun berdasarkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham yang dibuat oleh masing-masing Agen Penjualan dan/atau para Penjamin Emisi Efek

EDS : PT Elnusa Drilling Services, Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang Integrated Drilling Services yang telah menggabungkan diri ke dalam Perseroan

EPC&M : Engineering, Procurement, Construction & Maintenance

ETA : PT Elnusa Telematika, Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informatika terutama untuk menunjang kegiatan Migas dan telah menggabungkan diri ke dalam SCU

EWS : PT EWS Oilfield Services, Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa workover sumur minyak dan jasa penunjang workover yang telah menggabungkan diri ke dalam Perseroan

Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham (FKP)

: Formulir konfirmasi hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti pemilikan atas bagian dari Saham Yang Ditawarkan di Pasar Perdana

Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS)

: Formulir pemesanan saham asli untuk pembelian Saham Yang Akan Ditawarkan atau foto kopi Formulir Pemesanan Pembelian Saham yang didapat dari Prospektus Ringkas sebagaimana dimuat dalam iklan surat kabar dan harus dibuat dalam rangkap 5 (lima) yang masing-masing harus diisi lengkap, dibubuhi tanda tangan asli pemesan serta diajukan oleh pemesan Saham Yang Akan Ditawarkan kepada Agen Penjualan dan/atau Penjamin Emisi Efek pada waktu memesan Saham Yang Akan Ditawarkan

GSC : PT Elnusa Geosains, Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang Integrated Geophysics Service yang telah menggabungkan diri ke dalam Perseroan

Harga Penawaran : Harga setiap Saham Yang Ditawarkan sebesar melalui Penawaran Umum yaitu sebesar Rp400 (empat ratus Rupiah)

Hari Kalender : Setiap hari dalam satu tahun sesuai dengan kalender gregorian tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan Hari Kerja biasa

(6)

ICT : Information and Communication Technology

Konfirmasi Tertulis : Surat konfirmasi mengenai kepemilikan saham yang dikeluarkan oleh KSEI dan/atau Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek (yang dalam hal ini Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan) untuk kepentingan Pemegang Rekening di pasar sekunder

KSEI : PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta, yang dalam emisi saham bertugas melakukan pengadministrasian saham berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Saham pada Penitipan Kolektif

Manajer Penjatahan : PT Mandiri Sekuritas yang bertanggung jawab atas penjatahan Saham Yang Akan Ditawarkan menurut syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan Nomor IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan Dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-48/PM/1996, tanggal tujuh belas Januari seribu sembilan ratus sembilan puluh enam (17-1-1996) sebagaimana diubah dengan Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-45/PM/2000, tanggal dua puluh tujuh Oktober dua ribu (27-10-2000)

Masa Penawaran : Jangka waktu dalam mana pemesanan Saham Yang Ditawarkan dapat dilakukan dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham dapat diajukan oleh masyarakat kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Penjamin Emisi Efek dan Agen Penjualan sebagaimana ditentukan dalam Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham, kecuali jika masa penawaran itu ditutup lebih dini sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek

Migas : Minyak dan gas bumi

OCTG : Oil Country Tubular Goods, yaitu material berupa casing dan aksesorinya untuk keperluan pemboran

Pasar Perdana : Penawaran dan penjualan Saham Yang Ditawarkan Perseroan kepada masyarakat selama Masa Penawaran sebelum Saham Yang Ditawarkan tersebut dicatatkan pada BEI

Pemegang Rekening : Pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik rekening Efek di KSEI, yaitu Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek beserta nama pihak yang tercantum sebagai pemegang sub-rekening efek tersebut

Pemerintah : Pemerintah Negara Republik Indonesia

Pemesan Khusus : Mereka yang merupakan pegawai, Direksi ataupun Komisaris (kecuali Komisaris Independen) Perseroan dan Anak Perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan lebih dari 50%, yang pada Masa Penawaran mengajukan pemesanan Saham Yang Ditawarkan kepada Perseroan atau pihak yang ditunjuk berdasarkan ketentuan sebagaimana disebutkan dalam Prospektus, untuk jumlah yang tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan

Penawaran Umum Perdana

: Penawaran Saham Yang Ditawarkan oleh Perseroan yang dilakukan dalam wilayah Indonesia kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang Pasar Modal

Penggabungan Horizontal

: Penggabungan yang dilakukan antara Anak perusahaan Perseroan yaitu SCU, RKM dan ETA dimana RKM dan ETA menggabungkan diri ke dalam SCU

Penggabungan Vertikal : Penggabungan yang dilakukan antara Perseroan, GSC, EDS, EWS dan SRD dimana GSC, EDS, EWS dan SRD menggabungkan diri ke dalam Perseroan

Penitipan Kolektif : Penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh KSEI

(7)

Penjamin Pelaksana Emisi Efek

: Penjamin Emisi Efek yang melaksanakan pengelolaan dan penyelenggaraan Penawaran Umum yaitu PT Mandiri Sekuritas, berkedudukan di Jakarta

Perjanjian Penjaminan Emisi Efek

: Perjanjian Penjaminan Emisi Efek termasuk segala perubahan-perubahannya dan/ atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari

Pernyataan Efektif : Pernyataan Bapepam dan LK yang menyatakan bahwa Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif yang berarti pada hari ke 45 (empat puluh lima) sejak diterimanya Pernyataan Pendaftaran secara lengkap atau pada tanggal lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam dan LK sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal serta peraturan pelaksanaannya

Pernyataan Pendaftaran : Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum, yang terdiri dari dokumen-dokumen yang wajib diajukan berikut lampiran-lampirannya kepada Ketua Bapepam dan LK termasuk semua perubahan, tambahan serta pembetulannya yang dibuat di kemudian hari guna memenuhi persyaratan Bapepam dan LK

Perseroan : PT Elnusa Tbk., suatu Perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta

Pertamina : Perusahaan Migas yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT Permina kemudian setelah beberapa kali mengalami perubahan nama dan berubah status hukumnya pada tanggal 17 September 2003, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, menjadi PT Pertamina (Persero)

Pertamina EP : PT Pertamina EP, anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang hulu (eksplorasi dan produksi) Migas

Perusahaan Asosiasi : Suatu perusahaan dimana Perseroan memiliki secara langsung saham-saham yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut yang jumlah kepemilikan sahamnya antara 20% sampai 50%, sehingga penyertaan saham tersebut dicatat dengan menggunakan metode ekuitas

Pihak Terafiliasi : Seluruh pihak baik berbentuk Perseroan terbatas, kelompok, ataupun badan usaha, yang mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal

Prospektus : Dokumen tertulis final yang dipersiapkan oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Perseroan serta Saham Yang Akan Ditawarkan dalam Penawaran Umum sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya

PSC/KKKS : Production Sharing Contract/Kontraktor Kontrak Kerja Sama, suatu bentuk kerjasama dimana kontraktor dan BP Migas membagi total produksi untuk setiap periode berdasarkan rasio tertentu.

Rig : Perangkat pemboran yang terdiri dari menara bor dan perlengkapannya, yang dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan lokasi pemboran

RKM : PT Elnusa Rentrakom, Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi terutama untuk menunjang kegiatan Migas dan telah menggabungkan diri ke dalam SCU

Saham Yang Ditawarkan : Saham-saham biasa atas nama yang akan ditawarkan dan dijual kepada masyarakat melalui Penawaran Umum yang selanjutnya akan dicatatkan pada BEI

Seismic Data Acquisition (SDA)

: Merupakan bagian dari geodata acquisition yaitu pengukuran data seismik di lapangan dengan mengunakan alat-alat recording dan berbagai peralatan lainnya

Slickline : Suatu alat yang digunakan untuk mengambil peralatan atau material-material yang tertinggal dalam lubang bor atau sering diistilahkan dengan nama fishing tool

(8)

SPBU : Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum

SRD : PT Sinar Riau Drillindo, Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang pemboran Migas yang telah menggabungkan diri ke dalam Perseroan

Streamer : Alat untuk melakukan pengumpulan data seismik di marine/laut baik untuk 2D (dua dimensi) ataupun 3D (tiga dimensi)

Surat Kolektif Saham : Surat Saham atau Surat Kolektif Saham sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan

TAC : Technical Assistance Contract, suatu bentuk kerjasama dengan Pertamina di lapangan Migas milik Pertamina EP

Tanggal Pembayaran : Tanggal pembayaran hasil Penawaran Umum pada Pasar Perdana (tidak termasuk hasil Penawaran Umum yang dibayar langsung oleh para Pemesan Khusus melalui Perseroan) yang harus disetor oleh Penjamin Emisi Efek kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek termasuk pembayaran harga atas sisa Saham Yang Akan Ditawarkan yang dibeli sendiri oleh Penjamin Emisi Efek sesuai dengan Bagian Penjaminan, sebagaimana diatur dalam Pasal 16 Perjanjian Penjaminan Emisi Efek

Tanggal Pencatatan : Tanggal pencatatan Saham Yang Ditawarkan untuk diperdagangkan di BEI dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan

Tanggal Pengembalian : Tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan, dimana Tanggal Pengembalian tidak boleh lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi efek yang mengakibatkan batalnya Penawaran Umum

Tanggal Penjatahan : Tanggal terakhir dari masa penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer Penjatahan, yaitu selambat-lambatnya pada Hari Kerja kedua setelah tanggal penutupan Masa Penawaran, pada saat mana Manajer Penjatahan menetapkan penjatahan Saham Yang Ditawarkan bagi setiap pemesan

Transition Zone : Zona peralihan antara daratan dan pantai atau sering diistilahkan dengan daerah pesisir pantai

Trunking : Komunikasi dua arah yang memanfaatkan alokasi frekuensi tertentu Undang-Undang Pasar

Modal

: Undang-Undang No. 8 Tahun 1995, tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608 serta Peraturan Pelaksanaannya

VSAT : Very Small Aparatus Telecomunication, yakni salah satu alat komunikasi data dengan menggunakan satelit yang umumnya digunakan untuk daerah-daerah tertentu yang belum terjangkau oleh alat komunikasi lain ataupun untuk keperluan lainnya

YHTE : Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa

ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI

EBE : Elnusa Bangkanai Energy Ltd.

EPN : PT Elnusa Petrofin

EPR : PT Elnusa Patra Retail

ETR : Elnusa Tristar Ramba Ltd.

IMN : PT Infomedia Nusantara

JBE : PT Jabar Energi

JBT : PT Jabar Telematika

PBN : PT Purna Bina Nusa

PKM : PT Patra Telekomunikasi Indonesia

PND : PT Patra Nusa Data

(9)

RINGKASAN

Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih terinci dan laporan keuangan konsolidasi serta catatan-catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

1. Keterangan Singkat Mengenai Perseroan

Perseroan merupakan sebuah perusahaan induk (holding company) dengan bisnis inti (core business) dalam bidang penyediaan jasa hulu Migas terpadu (integrated upstream oil and gas services) dan jasa penunjang hulu Migas. Perseroan juga memiliki aktivitas dalam bidang jasa hilir Migas, jasa telekomunikasi dan teknologi informatika (telematika) terutama untuk menunjang kegiatan Migas. Perseroan juga memiliki aktivitas dalam bidang pengelolaan lapangan Migas yang pada saat ini masih dalam tahapan eksplorasi dan beberapa penyertaan saham di beberapa Perusahaan Asosiasi.

Pada tanggal 31 Oktober 2007, Perseroan melakukan penggabungan usaha dengan beberapa Anak Perusahaannya (“Penggabungan Vertikal”) yang bergerak dalam jasa hulu Migas, yaitu PT Elnusa Geosains, PT EWS Oilfield Services, PT Elnusa Drilling Services dan PT Sinar Riau Drillindo. Dalam penggabungan tersebut, Perseroan menjadi perusahaan penerima penggabungan.

Selain itu, pada tanggal 1 Nopember 2007, Anak Perusahaan Perseroan yang bergerak dalam bidang telematika, yaitu PT Elnusa Telematika dan PT Elnusa Rentrakom melakukan penggabungan usaha ke dalam PT Sigma Cipta Utama, yang juga merupakan Anak Perusahaan Perseroan (“Penggabungan Horizontal”).

Setelah terjadinya Penggabungan Vertikal dan Penggabungan Horizontal, Perseroan memiliki 6 (enam) Anak Perusahaan dengan kepemilikan lebih dari 50% dan 5 (lima) Perusahaan Asosiasi dimana Perseroan memiliki penyertaan saham secara langsung antara 20% sampai dengan 50%.

Keterangan mengenai Penggabungan Vertikal dan Penggabungan Horizontal dapat dilihat dalam Bab IX Prospektus ini.

Berikut adalah Anak Perusahaan Perseroan dengan kepemilikan lebih dari 50%:

No. Nama Perusahaan Domisili Kegiatan Pokok Tahun

Pendirian

Kepemilikan Efektif 1. PT Elnusa Petrofin Jakarta Jasa pengelolaan SPBU, depot, transportasi

dan perdagangan, BBM dan bahan kimia

1996 99,80%

2. PT Elnusa Patra Retail Jakarta Jasa pengelolaan SPBU, depot, transportasi dan perdagangan, BBM dan bahan kimia (saat ini sedang tidak aktif)

1996 98,00%

3. PT Patra Nusa Data Jakarta Pengolahan dan penyimpanan data eksplorasi dan produksi Migas

1997 82,00%

4. PT Sigma Cipta Utama Jakarta Jasa pengelolaan dan penyimpanan data Migas serta jasa bidang telematika

1980 99,93%

5. PT Purna Bina Nusa Jakarta Jasa penguliran dan perdagangan pipa casing untuk pemboran Migas

1982 53,45%

6. Elnusa Bangkanai Energy Ltd. British Virgin Islands

Pengelolaan lapangan eksplorasi di Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah

(10)

Berikut adalah beberapa Perusahaan Asosiasi Perseroan dengan kepemilikan antara 20% sampai dengan 50% pada tiap perusahaan tersebut:

No Nama Perusahaan Domisili Kegiatan Pokok PendirianTahun Kepemilikan Efektif

1. PT Infomedia Nusantara Jakarta Layanan direktori telepon, contact center dan content

1984 49,00%

2. PT Patra Telekomunikasi Indonesia

Jakarta Sistem komunikasi VSAT 1995 40,00%

3. Elnusa Tristar Ramba Ltd. British Virgin Islands

Pengelolaan lapangan produksi minyak di Blok Ramba, Sumatera Selatan

2007 25,00%

4. PT Jabar Energi Bandung Di bidang keenergian khususnya di Propinsi Jawa Barat

2006 49,00%

5. PT Jabar Telematika Bandung Di bidang telematika khususnya di Propinsi Jawa Barat

2006 49,00%

2. Penawaran Umum Perdana

Jumlah saham yang ditawarkan : 1.460.000.000 (satu miliar empat ratus enam puluh juta)

Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah)

Harga Penawaran : Rp400 (empat ratus Rupiah)

Tanggal Penawaran Umum : 29 – 31 Januari 2008

Tanggal Pencatatan di BEI : 6 Pebruari 2008

Saham-saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan, dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen dan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Keterangan selengkapnya mengenai Penawaran Umum Perdana dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini.

3. Rencana Penggunaan Dana

Dana hasil dari Penawaran Umum Perdana ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan sebagai berikut:

1. Sekitar 25% akan dialokasikan sebagai modal kerja Perseroan yang sebagian besar untuk biaya overhead, pembelian bahan baku langsung, biaya tenaga kerja dan pembayaran kepada pemasok.

2. Sekitar 15% akan dialokasikan untuk Anak Perusahaan dengan kepemilikan lebih dari 99% untuk membiayai pengembangan dan perluasan aktivitas usaha Anak Perusahaan.

3. Sekitar 7% akan digunakan untuk membayar sebagian hutang.

4. Sekitar 53% akan dialokasikan untuk membiayai pembelian barang modal yang mendukung bisnis utama Perseroan.

Pinjaman diatas setelah dipergunakan dan dikembalikan kepada Perseroan akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Rincian mengenai Rencana Penggunaan Dana dari hasil Penawaran Umum Perdana dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.

4. Risiko Usaha

Risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan adalah risiko persaingan usaha dimana hal ini dapat mempengaruhi kinerja keuangan dari Perseroan. Secara garis besar, risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:

Risiko–risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan: 1. Risiko Persaingan Usaha

2. Risiko Operasional 3. Risiko Pemutusan Kontrak 4. Risiko Perkembangan Teknologi 5. Risiko Eksplorasi dan Produksi 6. Risiko Gugatan Hukum

(11)

Risiko–risiko umum:

1. Risiko Ekonomi, Politik,dan Keamanan 2. Risiko Peraturan Pemerintah

3. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang Asing 4. Risiko Peningkatan Suku Bunga

5. Risiko Pencemaran Lingkungan 6. Risiko Bencana Alam

Risiko usaha Perseroan selengkapnya dicantumkan pada Bab V dalam Prospektus ini.

5. Ikhtisar Data Keuangan

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007, dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006, 2005, 2004, 2003 dan 2002.

Neraca Konsolidasi

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Juli 31 Desember

2007 2006* 2005* 2004* 2003** 2002** AKTIVA Hak Minoritas atas Aktiva Bersih

Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi 20.041 20.298 15.935 12.455 6.968 5.348 Ekuitas 898.811 873.493 809.063 762.695 609.812 557.390 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 1.983.229 1.808.610 1.548.293 1.316.264 1.418.327 1.315.005 Laporan Laba Rugi

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Juli 31 Desember

2007 2006* 2005* 2004* 2003** 2002** Pendapatan usaha 1.150.906 1.877.981 1.296.372 1.175.025 1.108.254 965.858 Beban pokok pendapatan usaha 940.997 1.529.344 1.018.476 991.489 921.691 846.263 Laba kotor 209.909 348.637 277.896 183.536 186.563 119.595 Beban usaha 144.553 233.306 200.349 163.984 158.347 131.518 Laba (rugi) usaha 65.356 115.331 77.547 19.552 28.216 (11.923) Penghasilan (beban) lain-lain - bersih (24.941) (37.308) (37.268) 43.132 52.147 33.321 Bagian atas laba bersih Perusahaan Asosiasi - bersih 31.060 39.873 43.543 37.734 21.758 20.414 Laba sebelum beban pajak penghasilan 71.475 117.896 83.822 100.418 102.121 41.812 Beban pajak penghasilan - bersih (19.727) (29.617) (22.496) (12.494) (25.687) (8.807) Laba sebelum pos luar biasa 51.748 88.279 61.326 87.924 76.434 33.004

Pos luar biasa - - - 63.754 - -

Laba sebelum hak minoritas atas (rugi) laba

bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi 51.748 88.279 61.326 151.678 76.434 33.004 Hak minoritas atas rugi (laba) bersih Anak

Perusahaan yang dikonsolidasi (1.696) (5.246) (2.711) 1.028 (2.301) (959)

Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma 50.052 83.033 58.615 152.706 74.133 32.045

Efek penyesuaian pro forma - - - (303) - -

Laba bersih*** 50.052 83.033 58.615 152.403 74.133 32.045

*) Disajikan kembali

**) Tidak mempertimbangkan dampak dari penerapan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan No. 38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

***) Untuk tahun 2004, laba bersih merupakan laba bersih sebelum efek penyesuaian proforma

(12)

6. Kebijakan Dividen

Manajemen Perseroan merencanakan pembayaran dividen kas sekitar 20% dari laba bersih setelah pajak pada tahun buku bersangkutan. Keterangan mengenai Kebijakan Dividen dapat dilihat pada Bab XIII.

7. Program Alokasi Saham kepada Karyawan atau Employee Stock Allocation (ESA)

Perseroan akan melakukan Program Alokasi Saham kepada Karyawan (ESA). Keterangan mengenai Employee Stock Allocation (ESA) dapat dilihat pada Bab I.

Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum ini, dan dengan diimplementasikannya seluruh rencana Program Alokasi Saham kepada Karyawan dan Manajemen (Employee and Management Stock Allocation/ESA), maka susunan modal saham dan pemegang saham Perseroan sesudah Penawaran Umum ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham

Jumlah Saham Nominal (Rp) %

Modal Dasar 22.500.000.000 2.250.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Pemegang saham:

1. PT Pertamina (Persero) 3.000.000.000 300.000.000.000 41,10

2. PT Tri Daya Esta 2.711.565.890 271.156.589.000 37,15

3. PT Danareksa Daiwa NIF Ventures* 85.075.580 8.507.558.000 1,17

4. PT Danareksa (Persero) 28.358.530 2.835.853.000 0,39

5. Karyawan Elnusa 8.987.500 898.750.000 0,12

6. Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa 4.012.500 401.250.000 0,05

7. Koperasi Karyawan Elnusa 500.000 50.000.000 0,01

8. Masyarakat 1.314.000.000 131.400.000.000 18,00

9. Karyawan dan Manajemen (ESA) 146.000.000 14.600.000.000 2,00

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 7.298.500.000 729.850.000.000 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 15.201.500.000 1.520.150.000.000

(13)

I.

PENAWARAN UMUM

Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 1.460.000.000 (satu miliar empat ratus enam puluh juta) saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp400 (empat ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham. Jumlah Penawaran Umum adalah sebesar Rp584.000.000.000 (lima ratus delapan puluh empat miliar Rupiah).

Saham-saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan, dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen dan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

PT Elnusa Tbk.

Kegiatan Usaha:

Jasa Migas Terintegrasi dan Jasa Penunjang Migas Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

Kantor Pusat Graha Elnusa Jl. TB Simatupang Kav. 1B

Jakarta 12560 Telepon: (021) 788-30850 Faksimili: (021) 788-30883 e-mail : [email protected]

Website : www.elnusa.co.id

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO PERSAINGAN USAHA

(14)

Perseroan didirikan di Jakarta dengan nama PT Electronika Nusantara dengan Akta No. 18 tanggal 25 Januari 1969 sebagaimana diubah dengan Akta perubahan Anggaran Dasar No. 10 tanggal 13 Pebruari 1969, keduanya dibuat di hadapan Tan Thong Kie, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui surat keputusan No. J.A.5/18/24 tanggal 19 Pebruari 1969 dan telah didaftarkan dalam buku register kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 485 tanggal 22 Pebruari 1969 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 35, Tambahan No. 58 tanggal 2 Mei 1969.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan Anggaran Dasar terakhir kali dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 86 tanggal 18 Januari 2008, dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., pengganti Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di bawah No. AHU-AH.01.10-1662 tanggal 22 Januari 2008.

Struktur permodalan Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham

Jumlah Saham Nominal (Rp) %

Modal Dasar 22.500.000.000 2.250.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Pemegang saham:

1. PT Pertamina (Persero) 3.000.000.000 300.000.000.000 51,38

2. PT Tri Daya Esta 2.711.565.890 271.156.589.000 46,44

3. PT Danareksa Daiwa NIF Ventures* 85.075.580 8.507.558.000 1,46

4. PT Danareksa (Persero) 28.358.530 2.835.853.000 0,49

5. Karyawan Elnusa 8.987.500 898.750.000 0,15

6. Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa 4.012.500 401.250.000 0,07

7. Koperasi Karyawan Elnusa 500.000 50.000.000 0,01

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.838.500.000 583.850.000.000 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 16.661.500.000 1.666.150.000.000

*) dalam proses likuidasi

Dengan surat Bapepam dan LK No.S-531/BL/2008 tanggal 25 Januari 2008, Pernyataan Pendaftaran Perseroan dalam rangka melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 1.460.000.000 (satu miliar empat ratus enam puluh juta) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham telah menjadi efektif.

Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan pada Penawaran Umum Perdana ini, maka susunan modal saham Perseroan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:

Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham

Jumlah Saham Nominal (Rp) %

Modal Dasar 22.500.000.000 2.250.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Pemegang saham:

1. PT Pertamina (Persero) 3.000.000.000 300.000.000.000 41,10

2. PT Tri Daya Esta 2.711.565.890 271.156.589.000 37,15

3. PT Danareksa Daiwa NIF Ventures* 85.075.580 8.507.558.000 1,17

4. PT Danareksa (Persero) 28.358.530 2.835.853.000 0,39

5. Karyawan Elnusa 8.987.500 898.750.000 0,12

6. Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa 4.012.500 401.250.000 0,05

7. Koperasi Karyawan Elnusa 500.000 50.000.000 0,01

8. Masyarakat 1.314.000.000 131.400.000.000 18,00

9. Karyawan dan Manajemen (ESA) 146.000.000 14.600.000.000 2,00

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 7.298.500.000 729.850.000.000 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 15.201.500.000 1.520.150.000.000

*) dalam proses likuidasi

(15)

Dari jumlah saham yang akan ditawarkan, sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) akan dijatahkan secara khusus untuk Program ESA Perseroan.

Saham-saham yang dimiliki oleh Pertamina dan TDE tidak akan dialihkan oleh para pemiliknya ke pihak lain sampai dengan 8 (delapan) bulan setelah Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana ini menjadi efektif.

Perseroan tidak akan mengeluarkan atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain yang dapat dikonversi menjadi saham dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal Penawaran Umum Perdana ini menjadi efektif. Apabila di kemudian hari Perseroan bermaksud melakukan hal tersebut, maka Perseroan akan mengikuti semua ketentuan dan/atau peraturan yang berlaku.

Program Alokasi Saham Karyawan dan Manajemen (Employee Stock Allocation Program / ESA)

Perseroan, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 9 Oktober 2007, telah memutuskan untuk melaksanakan Program ESA (Employee Stock Allocation Program) kepada seluruh karyawan tetap dan pengurus Perseroan dan Anak Perusahaan, kecuali Komisaris Independen.

Program ESA adalah penjualan saham Perseroan kepada peserta program ESA melalui penjatahan pasti pada saat Penawaran Umum Perdana dilaksanakan.

Jumlah saham dalam Program ESA sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana atau sebanyak-banyaknya 146.000.000 (seratus empat puluh enam juta) lembar saham.

Peserta Program ESA mempunyai hak untuk membeli saham dengan alternatif pilihan sebagai berikut :

= Program A : Pembelian saham dengan diskon sebesar 10% (sepuluh persen) dari harga Penawaran Umum Perdana dan saham tersebut tidak dapat dijual (dikenakan lock-up) selama 2 (dua) tahun sejak Tanggal Pencatatan. Biaya untuk diskon tersebut akan menjadi beban Perseroan.

= Program B : Pembelian saham tanpa diskon dari harga Penawaran Umum Perdana dan saham tersebut dapat dijual (tanpa dikenakan lock-up) sejak Tanggal Pencatatan.

Pembayaran atas jumlah pembelian saham tersebut harus dilakukan secara penuh oleh peserta program ESA pada saat melakukan pemesanan saham yang ditawarkan.

(16)

II.

RENCANA PENGGUNAAN DANA

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana ini setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan digunakan sebagai berikut:

1. Sekitar 25% akan dialokasikan sebagai modal kerja Perseroan yang sebagian besar untuk biaya overhead, pembelian bahan baku langsung, biaya tenaga kerja dan pembayaran kepada pemasok.

2. Sekitar 15% akan dialokasikan untuk membiayai pengembangan dan perluasan aktivitas usaha Anak Perusahaan dengan kepemilikan Perseroan lebih dari 99%, melalui pinjaman dengan tingkat bunga wajar, yaitu kepada:

(1) EBE – sekitar 35% dari alokasi pembiayaan tersebut yang selanjutnya digunakan untuk biaya eksplorasi dan eksploitasi di ladang gas Bangkanai, Kalimantan Tengah.

(2) EPN – sekitar 28% dari alokasi pembiayaan tersebut untuk modal kerja yang mendukung operasi SPBU dan bisnis transportasi BBM.

(3) SCU – sekitar 25% dari alokasi pembiayaan tersebut untuk perluasan storage yang mendukung bisnis SCU.

(4) SCU – sekitar 12% dari alokasi pembiayaan tersebut digunakan untuk investasi peralatan radio Trunking.

Pinjaman diatas setelah dipergunakan dan dikembalikan kepada Perseroan akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

3. Sekitar 7% akan dialokasikan untuk membayar sebagian hutang kepada:

Nama pemberi pinjaman : Sercel Nantes, France

Saldo pinjaman per 31 Desember 2007 : USD2.387.566,10 atau ekuivalen Rp22 miliar

Saldo awal : USD2.865.079,32 atau ekuivalen Rp26,4 miliar

Tingkat bunga : 9,75% efektif per tahun

Jangka waktu : 3 tahun

Pembayaran cicilan pokok : Triwulanan (3 bulanan)

Jatuh tempo : 31 Agustus 2010

Hubungan afiliasi : tidak ada

Kemungkinan pelunasan dini : dimungkinkan

Nama pemberi pinjaman : PT Hewlett Packard Finance Indonesia

Saldo pinjaman per 31 Desember 2007 : USD2.814.214,78 juta atau ekuivalen Rp25,9 miliar

Pagu kredit : USD3.942.779,76 juta atau ekuivalen Rp36,3 miliar

Tingkat bunga : 8,25% per tahun

Jangka waktu : 3 tahun

Pembayaran cicilan pokok : Bulanan

Jatuh tempo : 1 Juli 2009, 1 Agustus 2009, 1 Maret 2010 dan 1 Mei 2010

Hubungan afiliasi : tidak ada

Kemungkinan pelunasan dini : dimungkinkan

4. Sekitar 53% akan dialokasikan untuk membiayai pembelian barang modal yang mendukung bisnis utama Perseroan diantaranya adalah :

(1) Peralatan survei seismik (geoscience services) sekitar 30% dari alokasi pembiayaan tersebut; (2) Peralatan pemboran (drilling services) sekitar 50% dari alokasi pembiayaan tersebut;

(3) Peralatan oilfield services sekitar 20% dari alokasi pembiayaan tersebut.

Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, jumlah biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sekitar 3,03% dari jumlah dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana ini, yang meliputi :

1. Biaya jasa untuk Penjamin Emisi Efek sebesar 1,49%, yang terdiri dari biaya jasa penyelenggaraan (management fee) 1,00%; biaya jasa penjaminan (underwriting fee) 0,29%; biaya jasa penjualan (selling fee) 0,20%;

(17)

3. Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal sebesar 0,02% yang terdiri dari biaya jasa Biro Administrasi Efek; 4. Biaya lain-lain sebesar 0,86%, termasuk biaya penyelenggaraan Public Expose sebesar 0,04%, biaya percetakan

prospektus, formulir, biaya iklan Koran Prospektus Ringkas dan biaya-biaya yang berhubungan dengan hal-hal tersebut sebesar 0,11%

Sesuai dengan Peraturan Bapepam No. X.K.4 Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana ini secara berkala kepada Bapepam dan LK dan akan mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut kepada para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

(18)

III.

PERNYATAAN HUTANG

Sesuai dengan laporan keuangan konsolidasi per tanggal 31 Juli 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, Perseroan dan Anak Perusahaan mempunyai jumlah kewajiban sejumlah Rp1,06 triliun yang terdiri dari kewajiban lancar Rp763,3 miliar dan kewajiban tidak lancar Rp301,1 miliar.

Perincian lebih lanjut mengenai kewajiban tersebut adalah sebagai berikut :

(dalam jutaan Rupiah)

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 14.466

Hutang lain-lain – pihak ketiga 54.982

Hutang pajak 46.933

Uang muka pelanggan 62.637

Biaya masih harus dibayar 108.061

Pendapatan ditangguhkan 5.188

Kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

Hutang bank 54.802

Hutang sewa guna usaha 26.935

Jumlah Kewajiban Lancar 763.261

Kewajiban Tidak Lancar

Hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa 64.775

Kewajiban jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun

Hutang bank 140.106

Hutang sewa guna usaha 52.209

Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan 44.026

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 301.116

Jumlah Kewajiban 1.064.377

Penjelasan lebih lanjut mengenai kewajiban tersebut adalah sebagai berikut:

1. KEWAJIBAN LANCAR

PINJAMAN JANGKA PENDEK

Saldo Pinjaman Jangka Pendek Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp180,6 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Debitur Jumlah

Kredit modal kerja Pinjaman sindikasi

- Dalam Rupiah Perseroan (eks-EWS) dan SCU 10.500

- Dalam USD Perseroan ( Elnusa, eks-GSC, eks-EDS dan eks-EWS) 148.447

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. – dalam Rupiah EPN 21.620

Jumlah 180.567

Pinjaman sindikasi merupakan fasilitas kredit modal kerja yang diperoleh Perseroan (Elnusa, eks-GSC, eks-EDS dan eks-EWS) dan Anak Perusahaan, yaitu SCU (SCU dan eks-ETA) pada bulan Oktober 2006 dengan BCA sebagai agen fasilitas.

(19)

HUTANG USAHA

Saldo Hutang Usaha pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp223,2 miliar yang terdiri dari hutang usaha dari pihak ketiga sebesar Rp208,7 miliar dan hutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp14,5 miliar. Hutang usaha ini merupakan kewajiban Perseroan dan Anak Perusahaan atas pembelian bahan baku dan/atau jasa yang digunakan dalam usaha dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5.000 juta) 132.926

Sub Jumlah 208.690

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Koperasi Karyawan Elnusa 10.625

PT Patra Logistik 2.122

PT Patra Telekomunikasi Indonesia 858

PT Pertamina (Persero) 61

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp500 juta) 800

Sub Jumlah 14.466

Jumlah 223.156

HUTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA

Saldo Hutang Lain-lain - pihak ketiga pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp55,0 miliar dengan rincian sebagai berikut:

Marubeni-Itochu Tubulars Asia Pte., Singapura 1.659

Input – Output 1.393

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.000 juta) 10.459

Jumlah 54.982

Hutang kepada Sercel Nantes, France akan dilunasi dengan dana hasil Penawaran Umum.

HUTANG PAJAK

Saldo Hutang Pajak pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp46,9 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

Taksiran hutang pajak penghasilan Pasal 29

(setelah dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka)

(20)

UANG MUKA PELANGGAN

Saldo Uang Muka Pelanggan pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp62,6 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

PT Pertamina (Persero) 20.408

Transworld Seruway Exploration Ltd. Amerika Serikat 9.799

BP Indonesia 5.882

Bontang Exploration Company 5.514

PT Light Instrumenindo 4.156

South Madura Exploration Pte. Ltd. 2.572

Chevron 1.937

JOB PTM-COSTA International 1.837

PetroChina International Ltd. China 1.709

Korea National Oil Corporation, Korea Selatan 1.121

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.000 juta) 7.702

Jumlah 62.637

BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

Saldo Biaya Masih Harus Dibayar pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp108,1 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

Sewa 38.422

Beban proyek 22.554

Gaji, bonus dan kesejahteraan karyawan 19.484

Jasa sub-kontrak 8.812

Jasa profesional 2.550

Cadangan biaya sosial 1.486

Bunga 408

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp500 juta) 14.345

Jumlah 108.061

PENDAPATAN DITANGGUHKAN

Saldo Pendapatan Ditangguhkan pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp5,2 miliar.

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO DALAM SATU TAHUN

Saldo Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp81,7 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

Hutang bank 54.802

Hutang sewa guna usaha 26.935

Jumlah 81.737

(21)

2. KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

HUTANG PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp64,8 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

PT Pertamina (Persero) 38.173

PT Tri Daya Esta 22.920

Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa (YHTE) 2.483

Koperasi Karyawan Elnusa 108

PT Patra Logistik 6

Lain-lain (masing-masing di bawah Rp500 juta) 1.085

Jumlah 64.775

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG – SETELAH DIKURANGI BAGIAN YANG JATUH TEMPO DALAM SATU TAHUN

Saldo Kewajiban Jangka Panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp192,3 miliar yang terdiri dari hutang bank sebesar Rp140,1 miliar dan hutang sewa guna usaha sebesar Rp52,2 miliar dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

Hutang bank - Dalam USD

Pinjaman Sindikasi 169.590

PT Bank Chinatrust Indonesia 2.425

- Dalam Rupiah

Pinjaman Sindikasi 16.421

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. 3.972

PT Bank Bukopin Tbk. 1.250

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 1.250

Jumlah hutang bank 194.908

Hutang sewa guna usaha 79.144

Jumlah hutang bank dan hutang sewa guna usaha 274.052

Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:

Hutang bank 54.802

Hutang sewa guna usaha 26.935

Jumlah bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 81.737 Bagian jangka panjang

Bagian jangka panjang - Hutang bank 140.106

Hutang sewa guna usaha 52.209

Jumlah 192.315

HUTANG BANK

Saldo Hutang Bank sebelum dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp194,9 miliar.

Pinjaman Sindikasi

(22)

= Mengambil alih (take over) atas pinjaman Debitur,

= Pembiayaan kembali pinjaman Anak perusahaan kepada pemegang saham (shareholder loan), = Pembiayaan investasi baru, dan

= Pembiayaan kebutuhan modal kerja.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Debitur memperoleh fasilitas kredit Cash loan sebesar Rp394,0 miliar, kredit modal kerja baru dengan jumlah yang dapat ditarik maksimum sebesar Rp56,0 miliar dan pinjaman non-kas sebesar Rp200,0 miliar dalam bentuk Letter of Credit (L/C), Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), Bank Garansi (BG) dan Standby Letter of Credit (SBLC). Fasilitas pinjaman tersebut juga dapat digunakan oleh Anak Perusahaan. Penarikan pinjaman dapat dilakukan dalam Dolar AS dengan perhitungan pagu pinjaman menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal penarikan.

Rincian dari penggunaan fasilitas kredit Cash loan yang diperoleh dari BCA adalah sebagai berikut:

Perusahaan Jenis Fasilitas Jumlah Maksimum yang Dapat Ditarik Tingkat Bunga Penggunaan Fasilitas Kredit

Perseroan Pinjaman berjangka USD2.500.000 SIBOR + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari BRI dan BNI

Kredit modal kerja baru Rp56.000.000.000 atau ekuivalen USD

Pinjaman berjangka USD6.000.000 SIBOR + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari BII Pinjaman dengan

pembayaran bertahap

USD2.200.000 SIBOR + 2,75% Pembiayaan kembali pinjaman dari Bank Lippo

Perseroan (eks-EWS)

Kredit lokal Rp5.000.000.000 SBI + 3,00% Mengambil alih pinjaman dari Bank Bukopin

Kredit investasi USD6.226.000 SIBOR + 3,00% Mengambil alih pinjaman dari Bank Bukopin dan BII

Pinjaman berjangka USD1.600.000 SIBOR + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari Bank Bukopin dan BII

Pinjaman berjangka baru USD1.200.000 SIBOR + 2,75% Pembiayaan hutang kepada pemegang saham Perseroan (eks-EWS)

Perseroan (eks-EDS)

Kredit lokal USD2.425.000 SIBOR + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari Bank Niaga

Kredit investasi USD15.000.000 SIBOR + 3,00% Pembelian peralatan dan uang muka sewa Rig

Pinjaman berjangka baru USD3.200.000 SIBOR + 2,75% Kebutuhan modal kerja SCU

(eks-ETA)

Kredit lokal Rp4.000.000.000 SBI + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari Bank Bukopin

Kredit investasi Rp650.000.000 SBI + 3,00% Mengambil alih pinjaman dari Bank Bukopin

Pinjaman dengan pembayaran bertahap

Rp6.000.000.000 SBI + 3,00% Pembiayaan hutang SCU (eks-ETA kepada pemegang saham) SCU Kredit lokal Rp2.500.000.000 SBI + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari Bank

Bukopin

Kredit investasi Rp6.000.000.000 SBI + 3,00% Mengambil alih pinjaman dari Bank Permata

Pinjaman berjangka Rp3.000.000.000 SBI + 2,75% Mengambil alih pinjaman dari Bank Permata

(23)

Perjanjian tersebut mensyaratkan antara lain untuk:

(1) Mempertahankan rasio keuangan yaitu :

a. Account Receivables Period tidak lebih dari 180 hari kalender kecuali untuk Perseroan (eks-EWS) tidak lebih dari 150 hari kalender;

b. Inventory Period tidak lebih dari 90 hari;

c. Interest Bearing Debt to EBITDA Ratio maksimum 3 x (tiga kali) dan khusus untuk Perseroan (eks-EDS) adalah maksimum 4,5 x (empat koma lima kali) dan mulai tahun 2008 adalah maksimum 3 x (tiga kali); d. Interest Service Coverage Ratio minimum 1 x (satu kali);

e. Dividend Pay Out Ratio maksimal adalah 30% (tiga puluh persen) dari laba bersih dan khusus untuk Perseroan, pembagian dividen baru dapat dilakukan jika syarat-syarat berikut ini terpenuhi:

(i) Utang Perseroan ataupun masing-masing Anak-anak Perusahaan kepada para kreditor tetap dalam posisi “lancar”/”current” (kolektibilitas 1) sesuai ketentuan/kriteria yang ditetapkan Bank Indonesia; (ii) Interest Bearing Debt to EBITDA Ratio maksimum 3 x (tiga kali);

(iii) Interest Service Coverage Ratio minimum 1 x (satu kali);

(iv) Account Receivables Period pada setiap posisi pelaporan maksimum adalah 180 hari.

(2) Dengan kondisi sebelum terjadi Penggabungan Vertikal dan Penggabungan Horizontal, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas (minimal 51%) di EWS, GSC, EDS, SCU dan ETA,

(3) Membuka Rekening Penampungan (Escrow Account) untuk menampung pembayaran pelanggan atas penggunaan jasa Debitur atas kontrak-kontrak, serta

(4) Mewajibkan Debitur untuk menyetorkan terlebih dahulu ke dalam rekening penampungan setiap dan semua hasil pendapatan penjualan yang berasal dari kegiatan operasional. Perjanjian tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa apabila salah satu Debitur berada dalam keadaan gagal (default), akan dengan sendirinya mengakibatkan Debitur lainnya berada dalam keadaan gagal (cross default).

Terdapat beberapa rasio keuangan yang dipersyaratkan yang tidak terpenuhi, namun tidak signifikan dan tidak mempengaruhi secara material posisi keuangan Perseroan.

Keseluruhan fasilitas kredit yang diperoleh dari BCA dijamin oleh tanah dan bangunan milik Perseroan (termasuk tanah eks-GSC) dan SCU, peralatan seismik milik Perseroan (eks-GSC), peralatan drilling dan wireline logging milik Perseroan (eks-EDS dan eks-SRD), peralatan komputer milik SCU (eks-ETA) di gedung Kwarnas dan di Kantor Besar Pertamina UP V, Balikpapan, serta peralatan Perseroan (eks-EWS) berupa Workover Rigs No. 8, 10, 16, 17 dan 38 serta Drilling Rig No. 55, 66, 77 dan 99 milik Perseroan (eks-SRD).

Berdasarkan Akta No. 4 dan 5 dari Notaris Drs. Soegeng Santosa, S.H., M.H., tanggal 3 Mei 2007, sebagian fasilitas pinjaman dari BCA tersebut dialihkan ke PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (“BII”) sebesar Rp29,96 miliar dan USD12,92 juta dan PT Bank Bukopin Tbk. sebesar Rp17,12 miliar dan USD7,38 juta. Berdasarkan Akta tersebut, BCA ditetapkan sebagai agen fasilitas.

PT Bank Bukopin Tbk. (“Bank Bukopin”)

Merupakan fasilitas kredit yang diperoleh oleh Anak Perusahaan, yaitu SCU (eks-RKM) pada bulan Juli 2007 dari Bank Bukopin untuk pembiayaan pembelian peralatan AHTS Navigation Positioning Services berdasarkan proyek dari Kodeco Energy Co., Ltd., Korea (“Kodeco”). Pinjaman ini berjangka waktu 20 (dua puluh) bulan dan akan jatuh tempo pada bulan Maret 2009. Pinjaman ini dijamin dengan peralatan yang dibiayai lengkap dengan dokumen aslinya dengan tagihan kepada Kodeco.

Pada tanggal 31 Juli 2007, saldo pinjaman tersebut sebesar Rp1,3 miliar dimana bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun adalah sebesar Rp720,7 juta.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)

Pada bulan Juni 2007, EPN mengadakan Akad Pengalihan Hutang dengan prinsip Murabahah dengan BNI Divisi Usaha Syariah mengenai pembiayaan 3 (tiga) unit truk tangki dengan harga sebesar Rp1,2 miliar. Pinjaman tersebut dibayar secara cicilan selama 36 (tiga puluh enam) bulan dan berakhir pada bulan Juni 2010.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (“Bank Muamalat”)

Merupakan fasilitas kredit yang diperoleh oleh Perseroan (eks-EDS) pada bulan Maret 2005 dari Bank Muamalat yang terdiri dari:

= Fasilitas Pembiayaan Al-Murabahah dengan plafond sebesar Rp7,0 miliar untuk investasi pembelian 2 (dua) buah Mud Logging beserta peralatannya dan investasi pembelian 2 (dua) unit perangkat H2S safety beserta peralatannya.

(24)

Fasilitas Pembiayaan Al Murabahah berjangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan, waktu tenggang 3 (tiga) bulan, yang mana Perseroan (eks-EDS) wajib membayar pinjaman tersebut ke Bank Muamalat sebesar Rp9,8 miliar. Pinjaman ini dijamin dengan 11 (sebelas) unit Mud Logging beserta perlengkapannya (existing), 2 (dua) unit (baru) Mud Logging dan H2S beserta perlengkapannya. Fasilitas baru Pembiayaan Al-Murabahah berjangka waktu 24 (dua puluh) bulan dengan tenggang waktu 12 (dua belas) bulan, yang mana Perseroan (eks-EDS) wajib membayar pinjaman tersebut ke Bank Muamalat sebesar Rp11,8 miliar. Pinjaman ini dijamin dengan cessie atas tagihan kontrak atas proyek Mud Logging dan H2S safety.

Pada tanggal 31 Juli 2007 saldo hutang Perseroan (eks-EDS) ke Bank Muamalat berjumlah Rp4,0 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2,0 miliar merupakan bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

PT Bank Chinatrust Indonesia (“Bank Chinatrust”)

Merupakan fasilitas kredit yang diperoleh oleh Anak Perusahaan Perseroan yaitu PBN pada bulan Juni 2007 dari Bank Chinatrust dengan pagu sebesar USD1,47 juta dan fasilitas pinjaman sebagai berikut:

= Fasilitas kredit sight letter of credit (L/C) sebesar USD1,36 juta untuk pembiayaan pembelian mesin-mesin baru; = Fasilitas kredit General Term Loan I sebesar USD1,19 juta dengan bunga sebesar 8,50% per tahun yang digunakan

untuk melunasi L/C pembiayaan pembelian mesin-mesin baru tersebut;

= Fasilitas kredit General Term Loan II sebesar USD282,8 ribu dengan bunga sebesar 8,50% per tahun untuk mengambil alih (take over) pinjaman PBN dari PT Bank International Indonesia Tbk.

Fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Chinatrust dijamin oleh tanah dan bangunan milik PBN, mesin-mesin yang dibiayai dengan fasilitas kredit tersebut dan deposito berjangka sebesar 12,50% dari setiap pembukaan L/C. Lebih lanjut, perjanjian pinjaman tersebut membatasi PBN dalam hal mengubah susunan manajemen dan/atau pemegang saham dan lalai melakukan kewajiban keuangan kepada Bank Chinatrust.

HUTANG SEWA GUNA USAHA

Saldo Hutang Sewa Guna Usaha setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp52,2 miliar.

Hutang sewa guna usaha tersebut merupakan hutang Perseroan dan Anak Perusahaan untuk pembelian komputer, kendaraan serta pembelian mesin dan peralatan diantaranya kepada PT Hewlett-Packard Indonesia (HP Finance) dan PT Orix Indonesia Finance. Jangka waktu sewa guna usaha adalah 2 (dua) tahun dan 4 (empat) tahun.

Pada tanggal 31 Juli 2007, jadwal pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa guna usaha adalah sebagai berikut:

Tahun Setara dengan Rupiah

2007 15.478

2008 28.257

2009 24.001

2010 16.483

2011 6.382

Jumlah 90.601

Dikurangi bunga yang belum jatuh tempo (11.457)

Nilai sekarang dari pembayaran minimum 79.144

Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (26.935)

Jumlah Hutang Sewa Guna Usaha - bagian jangka panjang 52.209 Hutang sewa guna usaha kepada HP Finance akan dilunasi dengan dana hasil Penawaran Umum.

KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

Saldo Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp44,0 miliar dengan rincian sebagai berikut:

Keterangan Jumlah

Nilai kini kewajiban 95.506

Nilai wajar aktiva program (25.185)

Status pendanaan 70.321

Kerugian aktuarial yang belum diakui (21.519)

Biaya jasa lalu (non-vested) yang belum diakui (4.776)

(25)

Keterangan Jumlah

Kewajiban awal periode 39.047

Beban imbalan kerja karyawan periode berjalan 8.677

Realisasi pembayaran manfaat pesangon periodeberjalan (657)

Kontribusi iuran yang telah disetorkan periode berjalan (3.041)

Kewajiban bersih akhir periode 44.026

Perhitungan aktuarial atas beban manfaat hari tua untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dilakukan oleh PT Padma Radya Aktuaria, aktuaris independen. Perhitungan aktuarial tersebut dilakukan dengan menggunakan metode “Projected-Unit-Credit” dan dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:

- Tingkat diskonto : 9,50%

- Tingkat kenaikan gaji : 10,00%

- Tingkat kematian : Tabel kematian Indonesia II

- Umur pensiun : 56 tahun

- Tingkat pensiun dipercepat : 1,00% per tahun untuk karyawan dengan klasifikasi usia 46-55 tahun - Tingkat pengunduran diri : 5,00% per tahun untuk karyawan yang berusia 25 tahun dan berkurang

secara linier menjadi 0,00% pada usia 45 tahun

Kewajiban baru (selain hutang usaha) yang diperoleh setelah tanggal laporan keuangan sampai dengan tanggal laporan auditor independen dan setelah tanggal laporan auditor independen sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran diantaranya berasal dari:

- Fasilitas pinjaman dalam bentuk kredit investasi dan modal kerja yang diperoleh Perseroan (eks-EWS) dari PT Bank Central Asia Tbk. (”BCA”) dengan fasilitas maksimum sebesar USD7,5 juta. Pinjaman ini dikenakan bunga SIBOR + 3% pertahun untuk kredit investasi dan SIBOR + 2,75% untuk kredit modal kerja, dijamin diantaranya dengan peralatan yang didanai dari kredit tersebut (testing barge), persediaan dan piutang usaha dengan jangka waktu pengembalian selama 5 tahun untuk kredit investasi.

- Perseroan menerbitkan surat hutang berupa MTN pada tanggal 15 Nopember 2007 sebesar Rp90 miliar dengan kupon sebesar 10,25% per tahun. Untuk instrumen MTN ini, Perseroan mendapatkan peringkat idA3 dari Pefindo, lembaga pemeringkat, tertanggal 8 Oktober 2007. MTN ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 Nopember 2008. Sehubungan dengan penerbitan MTN ini, Perseroan juga menandatangani perjanjian Agen Pembayaran dengan KSEI dan Perjanjian Perwaliamanatan dengan PT Bank Mandiri Tbk. Perseroan telah melakukan pembayaran bunga pertama kepada pemegang MTN melalui KSEI sebesar Rp768.750.000 pada tanggal 16 Desember 2007.

Sejak tanggal laporan auditor independen sampai dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan tidak memiliki kewajiban-kewajiban lain selain yang telah dinyatakan di atas dan yang telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi yang disajikan dalam Bab XVIII (Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan, Anak Perusahaan, dan Perusahaan Asosiasi) dalam Prospektus ini, kecuali hutang usaha yang muncul dari kegiatan operasional Perseroan.

(26)

IV.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Keterangan yang ada dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan beserta catatan-catatan di dalamnya, yang terdapat pada Bab XVIII Prospektus ini.

A. Umum

Perseroan merupakan anak perusahaan Pertamina yang didirikan di Jakarta pada tahun 1969. Saat ini, Perseroan berfokus pada usaha di bidang jasa hulu Migas. Disamping itu, Perseroan juga memiliki usaha (melalui Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi) di bidang jasa penunjang hulu Migas, jasa hilir Migas, pengelolaan aset lapangan Migas dan jasa penunjang Migas di bidang telematika.

Usaha Perseroan di bidang jasa hulu Migas meliputi: jasa terintegrasi mulai dari pengukuran data seismik di lapangan (Seismik 2D dan 3D di darat maupun marine), pemrosesan data seismik serta studi geologi bawah permukaan; jasa pemboran terintegrasi (integrated drillingservices), penyediaan peralatan pemboran (Rig), pengadaan material pemboran serta seluruh jasa penunjangnya; jasa produksi Migas berupa workover services, pengelolaan fasilitas produksi di permukaan maupun bawah permukaan.

Kelompok jasa hilir Migas dilakukan oleh Anak Perusahaan yaitu EPN, yang meliputi jasa perdagangan dan transportasi BBM, pelumas dan bahan kimia khusus.

Kelompok jasa penunjang hulu Migas dilakukan oleh Anak Perusahaan yaitu PBN, yang bergerak di bidang jasa penguliran dan perdagangan pipa casing OCTG untuk pemboran Migas. Selain itu kelompok jasa penunjang Migas dilakukan oleh Anak Perusahaan PND dan SCU. PND bergerak di bidang jasa pengolahan data Migas dan SCU bergerak di bidang manajemen data dan jasa solusi telematika.

Pengelolaan aset Migas meliputi pengelolaan lapangan minyak eksplorasi dan produksi Migas.

Penyertaan saham dalam Perusahaan Asosiasi dilakukan pada JBE, JTE, PKM dan IMN. PKM bergerak di bidang jasa penyediaan jaringan dan jasa telekomunikasi via satelit sedangkan IMN bergerak di bidang jasa layanan direktori telepon, contact center dan content.

B. Keuangan

Analisis dan pembahasan berikut disajikan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007, dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004.

Laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan tanggal 31 Juli 2007 dan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, serta tanggal 31 Desember 2006 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

Laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Ghazali Sahat & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

Laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Jimmy Budhi & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Ringkasan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Juli 31 Desember

2007 2006* 2005* 2004*

Aktiva 1.983.229 1.808.610 1.548.293 1.316.264

Kewajiban 1.064.377 914.819 723.295 541.114

Ekuitas 898.811 873.493 809.063 762.695

Pendapatan usaha 1.150.906 1.877.981 1.296.372 1.175.025

Laba kotor 209.909 348.637 277.896 183.536

Laba usaha 65.356 115.331 77.547 19.552

Laba sebelum beban pajak penghasilan 71.475 117.896 83.822 100.418

Laba bersih** 50.052 83.033 58.615 152.403

*) disajikan kembali

(27)

Berikut adalah pembahasan dan analisis atas laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan:

1. Pendapatan Usaha

Pendapatan usaha Perseroan dan Anak Perusahaan berasal dari pilar bisnis yang terdiri dari:

a. Jasa Migas yang terdiri dari jasa hulu Migas dengan aktivitas jasa pengukuran/survei data seismik secara terintegrasi (integrated seismic services) jasa pemboran terintegrasi (integrated drillingservices) dan jasa produksi Migas terintegrasi (integrated oilfield production services), jasa penunjang hulu Migas dengan aktivitas penguliran dan perdagangan pipa casing OCTG untukpemboran Migas dan jasa hilir Migas dengan aktivitas perdagangan dan distribusi BBM, pelumas dan bahan kimia khusus.

b. Jasa Penunjang yang terdiri dari manajemen data, teknologi informasi dan telekomunikasi.

Berikut adalah rincian pendapatan usaha berdasarkan kelompok usaha dan kontribusinya terhadap pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004:

(dalam jutaan Rupiah kecuali persentase)

Uraian 31 Juli 31 Desember

2007 2006 2005 2004

Pendapatan Usaha Jasa Migas

Jasa hulu migas 598.214 50,4% 920.713 45,8% 709.903 52,8% 499.244 41,9% Jasa penunjang hulu migas 32.033 2,7% 80.510 4,0% 46.240 3,4% 40.427 3,4% Jasa hilir migas 461.626 38,9% 765.708 38,1% 417.308 31,0% 542.601 45,5% Jumlah 1.091.873 91,9% 1.766.931 87,9% 1.173.451 87,2% 1.082.272 90,8% Jasa Penunjang

Manajemen data 71.804 6,0% 147.449 7,3% 121.880 9,1% 71.320 6,0% Teknologi informasi 21.517 1,8% 85.944 4,3% 39.820 3,0% 32.522 2,7% Telekomunikasi 2.768 0,2% 10.853 0,5% 10.316 0,8% 5.934 0,5% Jumlah 96.089 8,1% 244.246 12,1% 172.016 12,8% 109.776 9,2% Jumlah Pendapatan Usaha 1.187.962 100,0% 2.011.177 100,0% 1.345.467 100,0% 1.192.048 100,0%

Eliminasi (37.056) (133.196) (49.095) (17.024)

Jumlah Pendapatan Usaha - bersih 1.150.906 1.877.981 1.296.372 1.175.024

Periode 7 (tujuh) bulan tahun 2007

Pendapatan usaha – bersih Perseroan dan Anak Perusahaan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp1.150,9 miliar. Pendapatan usaha ini sebagian besar diperoleh dari pendapatan jasa Migas sebesar Rp1.091,9 miliar atau 91,9% dari jumlah pendapatan usaha.

Tahun 2006 dibandingkan dengan tahun 2005

Pendapatan usaha – bersih Perseroan dan Anak Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 44,9% dari Rp1.296,4 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp1.878,0 miliar pada tahun 2006 terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan jasa hilir Migas sebesar 83,5% dari Rp417,3 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp765,7 miliar pada tahun 2006.

Peningkatan pendapatan jasa hilir Migas ini terutama dikontribusikan oleh pendapatan Anak Perusahaan Perseroan, EPN dari penjualan BBM di ritel SPBU sebagai dampak kenaikan harga BBM bulan Oktober 2005 dan penambahan unit SPBU.

Tahun 2005 dibandingkan dengan tahun 2004

Pendapatan usaha – bersih Perseroan dan Anak Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 10,3% dari Rp1.175,0 miliar pada tahun 2004 menjadi Rp1.296,4 miliar di tahun 2005 terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan jasa hulu Migas sebesar 42,2% dari Rp499,2 miliar pada tahun 2004 menjadi Rp709,9 miliar pada tahun 2005.

Peningkatan pendapatan jasa hulu Migas terutama dikontribusikan oleh pendapatan Perseroan dan Anak Perusahaan dari kelompok usaha jasa pemboran (drilling services) dan jasa seismik(seismic services).

Gambar

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal  31 Juli 2007, dan tahun yang berak
Tabel kematian Indonesia II
Tabel berikut menyajikan ikhtisar data keuangan penting EPN untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir
Tabel berikut menyajikan ikhtisar data keuangan penting PND untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir
+7

Referensi

Dokumen terkait

Data dan informasi yang kami peroleh, kami gunakan sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Nama Jelas &

c. Manajemen memerlukan informasi keuangan yang teliti dan andal untuk menjalankan kegiatan usahanya. Banyak informasi yang digunakan oleh mnajemen untuk dasar pengambilan

Sebagai konsekuensi dari tugas dan tanggungjawab tersebut, maka apabila pengurus menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan ketentuan anggaran dasar dan mengakibatkan kerugian Yayasan

Data dan informasi yang kami peroleh, kami gunakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Nama Jelas &

Tugas utama dari Perusahaan Penilai dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi pemeriksaan secara

c. Manajemen memerlukan informasi keuangan yang teliti dan andal untuk menjalankan kegiatan usahanya. Banyak informasi yang digunakan oleh mnajemen untuk dasar pengambilan

Email; Data dan informasi yang kami peroleh, kami gunakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.. • Lampirkan Foto Copy KTP Nama Jelas & Tanda

Sebagai upaya terus menjalankan roda organisasi dan hidmat di Nahdlatul Ulama setelah dari kami menyelesaikan tahap reorganisasi dengan melaksanakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran