LAPORAN LABA RUG
K. Transaksi dengan Pihak Lain yang Memiliki Hubungan Istimewa
Dalam kegiatan usaha normal, Perseroan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang terdiri dari:
Pendapatan Usaha
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004
PT Pertamina (Persero) 290.752 261.086 360.467 308.823 PT Patra Niaga 650 2.023 - 2.776 PT Patraindo Nusa Pertiwi 522 - 1.622 - PT Patra Logistik 36 110 10.047 6.556 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 392 3.563 - -
Jumlah 292.352 266.782 372.136 318.155
Pembelian
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004
PT Pertamina (Persero) 381,484 658,253 372,594 502,820
Koperasi Karyawan Elnusa 3,743 3,009 7,827 3,330
PT Patra Logistik 1,878 - 12,691 5,961
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 181 486 - -
Jumlah 387,286 661,748 393,112 512,111
Piutang Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Aktiva Tidak Lancar)
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004
PT Infomedia Nusantara 10,629 - - -
PT Perta Insana 4,605 4,408 4,651 5,673 PT Patra Telekomunikasi Indonesia 3,660 - - - PT Patra Logistik 3,250 3,233 5,061 - PT Patraindo Nusa Pertiwi 1,919 1,815 1,250 - PT Nusakontrindo Widyatama 786 786 786 786
PT Patra Niaga - - 21,020 30,642
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 juta) 242 513 1,069 20
Jumlah 25,091 10,755 33,837 37,121
Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu - - (21,020) (21,020)
Jumlah - bersih 25,091 10,755 12,817 16,101
Hutang Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Kewajiban Tidak Lancar)
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004
PT Pertamina (Persero) 38,173 11,888 2,518 - PT Tri Daya Esta 22,920 11,440 2,972 696 Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa (YHTE) 2,483 6,250 1,323 - Koperasi Karyawan Elnusa 108 500 1,093 1,703 PT Patra Logistik 6 6 - 1,503 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 juta) 1,085 238 697 831
Jumlah 64,775 30,322 8,603 4,733
No. Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Hubungan Jenis Transaksi Jangka Waktu
1. Pertamina Pemegang
saham
Pengadaan barang dan jasa Terdapat 3 kontrak terbesar dengan jangka waktu berkisar antara 1 sampai 20 tahun dan dapat diperpanjang kembali 2. Yayasan Tabungan Hari Tua
Karyawan Elnusa (YHTE) Pemegang saham Transaksi keuangan Tidak ada jangka waktu 3. Koperasi Karyawan Elnusa Pemegang
saham Sewa peralatan, pemasok dan fasilitas kantor Terdapat 2 kontrak dengan jangka waktu berkisar antara 1 tahun sampai 2 tahun dan dapat diperpanjang 4. Elnusa Bangkanai Energy Ltd. Anak
perusahaan
Pengadaan jasa Terdapat 2 kontrak dengan jangka waktu sekitar 1 tahun dan dapat diperpanjang kembali
5. PT Elnusa Petrofin Anak perusahaan
Distribusi BBM Terdapat 1 kontrak yang dimulai tanggal 1 Oktober 1998 sampai dengan berakhirnya Surat Perjanjian antara Perseroan dengan Pertamina sebagai distributor BBMK 6. PT Sigma Cipta Utama (eks PT
Elnusa Rentrakom)
Anak perusahaan
Pengadaan barang dan jasa Radio Trunking
Terdapat 3 kontrak terbesar dengan jangka waktu berkisar antara 4 sampai 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali 7. PT Sigma Cipta Utama (eks PT
Elnusa Telematika)
Anak perusahaan
Pengadaan sistem kalibrasi Terdapat 1 kontrak sejak 8 Desember 2006 sampai tahap penyelesaian dan dapat diperpanjang kembali
8. PT Purna Bina Nusa Anak
perusahaan Sewa tanah Terdapat 2 kontrak dengan jangka waktu berkisar antara 2 sampai 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali 9. PT Pertamina EP Afiliasi Pengadaan barang dan jasa Terdapat 3 kontrak terbesar dengan jangka waktu sekitar 3
tahun dan dapat diperpanjang kembali 10. JOB Pertamina-Petrochina
Salawati
Afiliasi Pengadaan jasa Tidak ada jangka waktu 11. Pertamina-Costa International
Group Limited
Afiliasi Pengadaan barang dan jasa Terdapat 1 kontrak dengan ketentuan bahwa Kontrak ini akan tetap berlaku sampai muatan terakhir dari peralatan Perseroan (eks-EWS) telah dimuat ke atas tongkang di Pangkalan Susu, Sumatera Utara.
12. PT Telkom Tbk. Afiliasi Pengadaan jasa Terdapat 3 kontrak terbesar dengan jangka waktu berkisar antara 3 sampai 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali 13. PT Telekomunikasi Selular
(Telkomsel)
Afiliasi Pengadaan jasa Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali setelah Telkomsel melakukan evaluasi komprehensif atas pelaksanaan perjanjian 3 bulan sebelum berakhirnya perjanjian.
14. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral
Afiliasi Kontrak kerja sama Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu sekitar 11 tahun dan dapat diperpanjang kembali
15. PT Patra Logistik Afiliasi Sewa gedung Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu sekitar 2 tahun dan dapat diperpanjang kembali
16. Badan Metereologi dan Geofisika
Afiliasi Pengadaan barang dan jasa Terdapat 1 kontrak yang berakhir paling lambat 10 Desember 2007 dan dalam proses perperpanjangan kembali
17. PT Patra Niaga Afiliasi Sewa ruangan Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu sekitar 2 tahun dan dapat diperpanjang kembali
18. Badan Pengelola Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)
Afiliasi Pengadaan barang dan jasa Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu sekitar 2 tahun dan dapat diperpanjang kembali
19. PT Perta Insana Afiliasi Transaksi keuangan Tidak ada jangka waktu 20. PT Patraindo Nusa Pertiwi Afiliasi Sewa ruangan dan transaksi
keuangan
Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu sekitar 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali
21. PT Infomedia Nusantara Asosiasi Pemasangan iklan Terdapat 1 kontrak tanpa ada jangka waktu 22. PT Patra Telekomunikasi
Indonesia
Asosiasi Sewa satelit Tidak ada jangka waktu 23. PT Nusakontrindo Widyatama Afiliasi Penjualan jasa Tidak ada jangka waktu 24. PT Patra Trading Afiliasi Sewa ruangan dan
fasilitasnya
Terdapat 1 kontrak dengan jangka waktu sekitar 2 tahun dan dapat diperpanjang kembali
26. PT Bank BNI Syariah Afiliasi Perjanjian kredit Terdapat 4 kontrak dengan jangka waktu berkisar antara 1 tahun sampai 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali 28. PT Mandiri Sekuritas Afiliasi Konsultansi Terdapat 1 kontrak yang berakhir sampai transaksi selesai
Salah satu pemegang saham utama Perseroan adalah Pertamina. Oleh karena Pertamina dimiliki 100% (seratus persen) oleh Negara Republik Indonesia, dengan demikian, secara tidak langsung Perseroan memiliki hubungan afiliasi dengan Negara Republik Indonesia, dan juga badan usaha dimana Negara Republik Indonesia memiliki penyertaan baik secara langsung maupun tidak langsung dan badan-badan pemerintahan lainnya, termasuk diantaranya BP Migas.
Perseroan pada dasarnya mempunyai kebijakan untuk tidak mengadakan transaksi dengan afiliasi, kecuali syarat- syarat yang diberikan oleh afiliasi tersebut sama dengan atau lebih baik dari yang dapat diperoleh Perseroan dari pihak ketiga yang tidak terafiliasi.
Menurut peraturan Bapepam dan LK, setelah saham-saham Perseroan tercatat di bursa efek di Indonesia, maka setiap transaksi dimana terdapat “benturan kepentingan” (sebagaimana didefinisikan dalam peraturan Bapepam No. IX.E.1) harus disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri dan disetujui oleh lebih dari 50% saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang tidak mempunyai “benturan kepentingan” dalam transaksi yang direncanakan (“Pemegang Saham Independen”), kecuali transaksi itu sudah ada sebelum saham Perseroan tercatat di Bursa Efek di Indonesia dan telah diungkapkan dalam dokumen Prospektus yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.
Transaksi antara Perseroan dengan Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”) lainnya atau perusahaan lainnya yang dikendalikan oleh negara dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan benturan kepentingan menurut Peraturan Bapepam dan LK, dan persetujuan dari pemegang saham yang tidak memiliki benturan kepentingan harus diperoleh bilamana transaksi dimaksud terjadi.
Namun demikian, Perseroan meyakini bahwa seluruh transaksi yang dilakukan oleh Perseroan dengan BUMN atau perusahaan lainnya yang dibawah kendali Pemerintah dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip dasar usaha mereka dan berdasarkan prinsip komersial usaha dan tidak memiliki unsur benturan kepentingan.
Transaksi-transaksi tersebut diantaranya meliputi:
= penjualan jasa penunjang minyak dan gas bumi oleh Perseroan kepada Pertamina atau perusahaan yang terafiliasi
dengan Pertamina dan/atau Negara Republik Indonesia;
= penandatanganan Kontrak Kerja Sama (Production Sharing Contract) dengan BP Migas;
= pengadaan jasa penyimpanan data-data penunjang minyak dan gas bumi dengan Pusat Data dan Informasi
Minyak dan Gas Bumi; serta
= pemberian fasilitas pembiayaan oleh bank dan/atau lembaga keuangan yang terafiliasi dengan Negara Republik
Indonesia.
Di masa akan datang, dengan perkembangan dan potensi pertumbuhan usaha Perseroan serta banyaknya BUMN atau perusahaan yang dikendalikan oleh Negara Republik Indonesia serta afiliasinya, diperkirakan Perseroan akan mengadakan usaha patungan atau perjanjian-perjanjian atau transaksi-transaksi lain dengan badan-badan usaha tersebut dari waktu ke waktu. Perseroan akan mengusahakan agar transaksi-transaksi tersebut dilakukan dengan memperhatikan prinsip komersial usaha dan mengutamakan kepentingan Perseroan.
Lebih jauh lagi, peraturan Bapepam dan LK tidak mengharuskan Perseroan untuk meminta persetujuan Pemegang Saham Independen atas setiap transaksi yang kriteria utamanya dijelaskan dalam Prospektus Penawaran Umum Perdana Perseroan. Perseroan dapat meminta pertimbangan Bapepam dan LK dalam menentukan apakah dalam suatu rencana kerja sama, pengaturan atau suatu transaksi perlu mendapat persetujuan Pemegang Saham Independen menurut peraturan Bapepam dan LK. Jika Bapepam dan LK menyatakan diperlukan persetujuan Pemegang Saham Independen, maka Perseroan akan meminta persetujuan Pemegang Saham Independen atau melakukan peninjauan kembali atas rencana pelaksanaan transaksi tersebut.