BAB IV. HASIL PENELITIAN
5. Struktur Organisasi PT Batan Teknologi (Persero)
Secara garis besarhubungan internal perusahaan PT Batan Teknologi (Persero) diatur sesuai struktur organisasi di bawah ini, Perusahaan membagi aktivitas usaha ke dalam tiga divisi besar yaitu :
1. Direktorat Produksi bertanggung jawab untuk mempersiapkan radioisotop dan radiofarmaka serta elemen bakar nuklir dan mempersiapkan produk jasa teknik
69
bersama dengan direktorat pemasaran dan jasa sesuai ketentuan yang berlaku di industri nuklir dengan spesifikasi yang disyaratkan pelanggan.
2. Direktorat Pemasaran dan Jasa bertanggung jawab untuk memasarkan, menjual produk mendistribusikan produk, serta menjaga hubungan yang berkaitan dengan pelanggan.
3. Direktorat Administrasi, Keuangan dan Personalia bertanggung jawab untuk mengelola aktivitas internal dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya.
Berikut struktur organisasi pada PT Batan Teknologi (Persero) digambarkan dalam bentuk sebagai berikut:
Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT Batan Teknologi (Persero)
Keputusan Menteri BUMN No. KEP -166/MBU/2007 tanggal 19 Juli 2007
RUPS
RUPS
DIREKTUR UTAMA MANAJER SPI
SATUAN JAMINAN KUALITAS
MANAJER JK
SATUAN PENGAWASAN INTERN KOMITE AUDIT DEWAN KOMISARIS
DIREKTUR PRODUKSI
DIREKTUR PEMASARAN DAN
JASA KEUANGAN DAN PERSONALIA DIREKTUR ADMINISTRASI,
MANAJER PRODUKSI RADIOISOTOP DAN
RADIOFARMAKA
MANAJER PRODUKSI ELEMEN BAKAR NUKLIR
MANAJER KENDALI KUALITAS
MANAJER KESELAMATAN DAN SAFEGUARDS
MANAJER PEMASARAN
MANAJER JASA DAN TEKNIK
MANAJER PERAWATAN DAN DUKUNGAN TEKNIS PRODUKSI
MANAJER LOGISTIK
MANAJER KEUANGAN
MANAJER ADMINISTRASI DAN PERSONALIA
71
B. Produk Radioisotop dan Radiofarmaka
Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan oleh penulis pada bab sebelumnya mengenai pengertian produk radioisotop dan radiofarmaka, berikut penulis sampaikan beberapa kegunaan dari produk radioisotop dan radiofarmaka yang dihasilkan oleh produksi PT Batan Teknologi (Persero) yang disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.2
Fungsi Produk Radioisotop dan Radiofarmaka
Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Luar Negeri dan Rumah Sakit Kedokteran Nuklir
a. 99Mo bulk : sebagai bahan baku pembuatan Generator Tc-99 m
b. 131Ibulk : sebagai bahan baku pembuatan senyawa bertanda I-
131
c. 99Mo/99mTc Generator : untuk diagnosa kelainan fungsi organ tubuh d. Larutan 131NaI oral : untuk terapi kelenjar gondok
e. Larutan 131NaI injeksi : untuk diagnosa fungsi kelenjar gondok f. Hippuran131I : untuk diagnosa fungsi ginjal
g. Kapsul 131I : untuk terapi kelenjar gondok
h. 32Phospor : untuk perunut di bidang pertanian dan memperbaiki jaringan kulit bekas luka
Radioisotop Untuk Kebutuhan Industri
i. Sumber tertutup 192Ir : untuk bahan pengujian tidak merusak pada pipa atau sambungan las (radiografi)
j. 65Zn Pip-Tag : perunut eksplorasi minyak
k. 60Cobalt Sumber tertutup : untuk bahan penguji gauging dan logging
l. 137Cesium Sumber tertutup : untuk bahan penguji gauging dan logging
m. 125 I : untuk perunut radioaktif
Dari sejumlah radioisotop dan radiofarmaka yang dimiliki oleh PT Batan Teknologi (Persero) diatas, penulis membatasi pada produk dengan permintaan tertinggi pada tahun 2010–2012 yang disajikan dalam tabel 4.3 dan grafik 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.3
Produk Unggulan (Champion Product) Radioisotop dan Radiofarmaka (Dalam Rupiah)
No Nama Produk Tahun
2010 2011 2012 1 Molybdenum-99 7.481.767.255 2.868.354.380 1.773.154.794 2 Iodium-131 Bulk 617.420.308 999.783.252 423.688.350 3 ST- Irridium-192 5.829.695.670 881.215.838 - 4 Generator Tc-99m 2.899.972.007 2.589.314.881 4.418.000.375 5 Iodium -131 Oral Solution 1.831.967.003 2.385.753.569 3.084.792.277 Total : 18.660.822.243 9.724.421.920 9.699.635.796 Sumber: Laporan Manajemen PT Batan Teknologi (Persero) Tahun 2010 -2012 (data dikelola )
Dari telaah dokumen tersebut ditemukan pendapatan tertinggi pada PT Batan Teknologi (Persero) terjadi pada tahun 2010 , namun pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 terjadinya penurunan pendapatan sebesar 50% dari tahun 2010.
Pendapatan dari penjualan tertinggi tersebut, dapat dilihat pada grafik realisasi pendapatan atas penjualan produk dibawah ini:
73
Grafik 4.2
Realisasi Penjualan Produk Unggulan (Champion Product) Radioisotop dan Radiofarmaka
Berdasarkan Tabel dan grafik yang disampaikan diatas, penulis menelaah lebih dalam dengan melakukan wawancara terhadap beberapa key informant yang merupakan sumber utama untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang informasi mengenai penurunan yang terjadi pada produk unggulan (champion product) radioisotop dan radiofarmaka PT Batan Teknologi (Persero) yang tertranskrip dalam wawancara sebagai berikut:
Dari beraneka ragamnya produk radioisotop dan radiofarmaka yang dimiliki oleh PT Batan Teknologi (Persero) penulis menemukan bahwa hanya lima produk yang menghasilkan penjualan tertinggi pada tahun 2010-2012 menurut key informant yaitu “Manajer Produksi dan Manajer Pemasaran mengungkapkan hal yang hampir serupa
0 1,000,000,000 2,000,000,000 3,000,000,000 4,000,000,000 5,000,000,000 6,000,000,000 7,000,000,000 8,000,000,000 2010 2011 2012 P e n d a p a ta n Tahun Molybdenum-99 Iodium-131 Bulk ST- Irridium-192 Generator Tc-99m Iodium -131 Oral Solution
bahwa produk tersebut merupakan produk yang paling banyak dipakai (existing) oleh rumah sakit atau industri dibandingkan dengan produk lain, selain itu kondisi ketidakstabilan produksi membuat kepercayaan (trust) konsumen menurun, fasilitas pendukung dari produk lainnya mengalami kerusakan ditambah lagi masalah perizinan produksi yang masih dibekukan (suspend) karena masih belum memenuhi persyaratan yang diatur oleh Bapeten dalam PP No.64 Tahun 2000 Tentang Perizinan Pemanfaatan Tenaga Nuklir, sehingga dengan terpaksa produk-produk tersebut dihentikan”.
Sedangkan kemungkinan produk radioisotop dan radiofarmaka lainnya bangkit kembali untuk memberikan kontribusi pendapatan bagi PT Batan Teknologi (Persero) menurut “Manajer Produksi masih sangat memungkinkan mengingat permintaan pasar masih sangat tinggi terutama untuk ST Ir-192, Co-60, dan Cs-137 yang digunakan untuk kegiatan industri yaitu gauging dan logging (digunakan untuk analisa tes kebocoran pipa beton atau mendapatkan informasi lubang bor dalam eksplorasi dan eksploitasi minyak, gas, dan panas bumi) dengan melakukan sejumlah perbaikan fasilitas produksi yang ada di gedung 10” .
Penulis juga menemukan peningkatan penjualan produk Generator Tc-99m dan Iodium-131 Oral Solution pada tahun 2012, berdasarkan informasi dari “Manajer Pemasaran bahwa kebutuhan pasar lokal tidak terlalu terpengaruh terhadap jadwal operasi reaktor, pemenuhan produk ini lebih stabil jika dibandingkan dengan kegiatan
75
penjualan luar negeri dan permintaan tersebut akan terus meningkat dengan semakin meningkatnya Rumah Sakit-Rumah Sakit kedokteran nuklir yang ada di Indonesia”.
Berdasarkan hasil grafik dan wawancara dengan key informant penulis dapat menemukan indikator untuk masuk ke dalam analisis SWOT guna mengetahui lebih spesifik kondisi perusahaan baik secara internal dan eksternal.
C. Analisis SWOT Produk Radioisotop dan Radiofarmaka PT Batan Teknologi