• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.3. Struktur Organisasi PT Pos Indonesia (Persero)

Organisasi PT Pos Indonesia (Persero) disusun dalam 3 (tiga) tingkat, yaitu :

1. Tingkat pusat 2. Tingkat wilayah.

3. Tingkat unit pelaksana teknis.

Organisasi tingkat pusat PT Pos Indonesia (Persero) disusun terdiri dari unsur :

1. Direktorat bisnis. 2. Direktorat pendukung.

PT Pos Indonesia (Persero) dipimpin oleh suatu direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Bisnis Komunikasi, Direktur

Bisnis Jasa Keuangan, Direktur Bisnis Kurir/Operasi, Direktur Keuangan, dan Direktur SDM. Direksi PT Pos Indonesia (Persero) adalah satu kesatuan yan utuh dimana segala sesuatu yang bersifat strategis diputuskan sebagai keputusan bersama secara musyawarah dan mufakat serta menjadi tanggung jawab bersama. Struktur organisasi PT. Pos Indonesia (Persero) secara keseluruhan dapat dilihat pada Lampiran 3.

Dalam menjalankan fungsinya, Direksi mempunyai tugas pokok dan wewenang sebagai berikut :

a) Memimpin, mengurus dan mengelola perusahaan sesuai tujuan perusahaan serta senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perusahaan.

b) Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan perusahaan. c) Mengoptimalkan pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak,

fasilitas sistem informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan serta fasilitas pemeliharaan/perbaikan.

d) Mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan.

e) Menyiapkan, menetapkan dan melaksanakan program transformasi bisnis.

f) Menyiapkan, menetapkan dan melaksanakan rencana jangka panjang serta rencana kerja dan anggaran tahunan perseroan.

g) Menyusun sistem akuntansi berdasarkan prinsip-prinsip pengendalian intern, dengan memperhatikan pemisahan fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan dan pengawasan kekayaan Perseroan.

h) Menyiapkan susunan organisasi Perseroan lengkap dengan rincian tugasnya.

i) Mengangkat dan memberhentikan pegawai Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi Perseroan.

j) Menetapkan gaji, pensiun/jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi para karyawan Perseroan serta mengatur semua hal

kepegawaian lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi Perseroan.

k) Memberikan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya Perseroan, baik dalam bentuk laporan tahunan, maupun laporan berkala menurut cara dan waktu yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan lain yang berlaku bagi serta setiap kali diminta oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

l) Menetapkan, membina dan mengembangkan aktivitas dewan mutu.

m) Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya berdasarkan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perusahaan dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dewan direksi PT Pos Indonesia (Persero) terdiri dari : 1. Direktur Utama yang bertugas :

a) Untuk dan atas nama direksi menjalankan dan bertanggungjawab atas segala ketetapan RUPS.

b) Bertindak atas nama direksi sebagai wakil perusahaan baik di dalam dan diluar pengadilan dan melakukan segala tindakan/perbuatan baik yang berkaitan dengan kepengurusan maupun kepemilikan serta mengikat kerjasama dengan pihak lain.

c) Mengendalikan pelaksanaan tugas direktur, Kepala Satuan Pengawasan Intern (KSPI), sekretaris perusahaan, kepala pusat perancanaan korporat dan tranformasi, serta mengusulkan dan memimpin rapat direksi.

d) Menerima pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pengawasan KSPI.

e) Mengendalikan kinerja kepala wilayah usaha pos.

f) Mengadakan hubungan dengan pihak luar terutama mengenai hal-hal yang menyangkut kebijakan pengembangan Perusahaan dan kebijakan lainnya yang bersifat umum.

g) Melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan direksi dalam kapasitas sebagai anggota direksi.

h) Direktur Utama bertanggungjawab kepada Direksi.

2. Direktur :

a) Bertindak atas nama direksi untuk bidangnya masing-masing. b) Memimpin keseluruhan kegiatan dalam lingkup tugas

Direktorat yang dipimpinnya.

c) Merencanakan, mengembangkan dan mengusulkan kebijakan sesuai bidang tugasnya.

d) Menyiapkan pada waktunya Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan sesuai bidang tugasnya.

e) Memberikan bahan masukan, pertimbangan dan saran kepada Direksi dalam menetapkan kebijakan Perusahaan.

f) Melakukan evaluasi dan tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu agar tujuan strategis dan operasional Perseroan dapat dicapai secara optimal ditinjau dari bidang tugasnya.

g) Memberikan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya Perseroan sesuai bidang tugasnya, baik dalam bentuk laporan tahunan maupun laporan berkala, menurut caradan waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta setiap kali diminta oleh Direktur Utama.

h) Bertanggungjawab kepada direksi atas pengelolaan sesuai dengan bidang tugasnya.

i) Melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan direksi dalam kapasitas sebagai anggota Direksi.

3. Direktorat Bisnis Kurir atau Operasi :

a) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pelaksanaan perencanaan bisnis Pos Regular, Pos Express, Ad-mail Pos,

penjualan dan pelayanan pelanggan korporat, dan manajemen jaringan.

b) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pencapaian target-target bisnis Pos Reguler, Pos Express, Ad-mail Pos, penjualan dan pelayanan pelanggan korporat.

c) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pencapaian target-target efektivitas dan efisiensi manajemen jaringan. d) Bertanggungjawab mengalokasikan target profit wilayah

untuk produk-produk bisnis Pos Reguler, Pos Express, Ad-mail Pos, penjualan dan pelayanan pelanggan korporat.

e) Bertanggungjawab dalam proses perencanaan dan perancangan maupun pengembangan produk di lingkungan direktoratnya.

f) Bertanggungjawab atas terimplementasikannya sistem bisnis, sistem operasi, sistem akuntansi dan sistem-sistem pendukung yang mengacu pada kebijakan korporat.

g) Bertanggungjawab mengendalikan kinerja di lingkungan direktoratnya.

h) Menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja melalui proses alokasi sumber daya perusahaan.

i) Bertanggungjawab menetapkan kebijakan tarif untuk produk Pos Reguler, Pos Express, Ad-mail Pos, penjualan dan pelanggan korporat.

4. Direktorat Bisnis Komunikasi :

a) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pelaksanaan perencanaan bisnis jasa logistik, e-business, dan real propert., b) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pencapaian

target-target bisnis jasa logistik, e-business, dan real property.

c) Menetapkan kebijakan teknologi (Information Technology Strategic Plan dan Postal Technology Strategic Plan) serta menjamin sistem teknologi yang dibangun.

d) Menetapkan dan mengendalikan pencapaian target-target profit bisnis jasa logistik, e-business, dan real property.

e) Bertanggungjawab terimplementasikannya sistem bisnis, sistem operasi, sistem akuntansi dan sistem-sistem pendukung yang mengacu pada kebijakan korporat.

f) Bertanggungjawab mengendalikan kinerja di lingkungan direktoratnya.

g) Menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja melalui proses alokasi sumber daya perusahaan.

5. Direktorat Bisnis Jasa Keuangan :

a) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pelaksanaan perencanaan binis jasa keuangan, ritel dan filateli.

b) Merumuskan, menetapkan dan mengendalikan pencapaian target-target bisnis jasa keuangan, ritel dan filateli.

c) Bertanggungjawab mengalokasikan target profit wilayah untuk produk-produk bisnis-bisnis jasa keuangan, ritel dan filateli.

d) Bertanggungjawab dalam proses perencanaan dan perancangan maupun pengembangan produk di lingkungan direktoratnya.

e) Bertanggungjawab terimplementasikannya sistem bisnis, sistem operasi, sistem akuntansi dan sistem-sistem pendukung yang mengacu pada kebijakan korporat.

f) Bertanggungjawab mengendalikan kinerja di lingkungan direktoratnya.

g) Menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja melalui proses alokasi sumber daya perusahaan.

h) Bertanggungjawab menetapkan kebijakan tarif untuk produk jasa keuangan, ritel dan filateli.

6. Direktorat Keuangan :

a) Menetapkan kebijakan dan pengendalian implementasi sistem akuntansi, internal control, dan pelaporan keuangan.

b) Menetapkan kebijakan dan pengendalian implementasi sistem akuntansi manajemen untuk pengambilan keputusan bisnis. c) Menetapkan kebijakan dan pengendalian likuiditas

perusahaan.

d) Menetapkan kebijakan dan pengendalian financing dan investasi perusahaan.

e) Menetapkan kebijakan dan pengendalian implementasi penyusunan dan pengendalian anggaran.

f) Menetapkan kebijakan dan pengendalian tax management perusahaan.

g) Menetapkan target-target efisiensi dan efektivitas PSO. h) Menetapkan dan mengevaluasi kinerja pembinaan kemitraan

dan bina lingkungan.

i) Merencanakan dan mengevaluasi kinerja anak perusahaan di lingkungan direktoratnya.

7. Direktorat Sumber Daya Manusia :

a) Menyusun HR Planning sesuai dengan rencana strategis perusahaan yang telah ditetapkan.

b) Menetapkan metode untuk mendapatkan best people dalam mengisi posisi yang lowong.

c) Menerapkan sistem karir perusahaan.

d) Merencanakan rencana training dan development sesuai dengan pola karier yang telah ditetapkan.

e) Menerapkan sistem performance appraisal untuk mengukur prestasi kerja SDM.

f) Menerapkan sistem kompensasi yang dapat menjamin produktivitas pegawai.

g) Menerapkan pola employee relation untuk menjamin keharmonisan hubungan perusahaan dengan karyawan.

h) Menerapkan perilaku kepemimpinan efektif dan budaya kerja perusahaan.

i) Menerapkan kebijakan pengelolaan asset dengan prinsip GCG.

4.1.4. Kesejahteraan

PT. Pos Indonesia (Persero) menyadari bahwa karyawan merupakan sumber daya yang penting untuk dipertahankan dalam menjalankan perusahaannya. Seorang karyawan akan bekerja sungguh-sungguh dan lebih setia terhadap perusahaan apabila keinginan dan kebutuhannya sudah terpenuhi.

Program kesejahteraan di PT. Pos Indonesia (Persero) ditujukan untuk memelihara dan menciptakan sikap kerja yang positif serta diharapkan dapat menciptakan gairah bekerja dalam diri karyawan. Dengan kondisi tersebut, maka diharapkan sasaran dan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.

Berbagai bentuk program kesejahteraan yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya antara lain berupa :

1. Program kesejahteraan yang bersifat ekonomis :

Program kesejahteraan ini diberikan sebagai balas jasa yang bersifat materi. Komponen balas jasa yang diterima oleh karyawan PT Pos Indonesia (Persero) terdiri dari :

A. Gaji adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan formulasi yang ditetapkan, yang terdiri dari : a) Gaji tetap yang terdiri dari :

1. Gaji Pokok (GP) adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan setiap bulan dan bersifat tetap yang dipakai sebagai dasar perhitungan dalam

menentukan besaran pokok pensiun dan kewajiban lainnya kepada pihak ketiga.

2. Tunjangan Kebutuhan Hidup (TKH) adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan setiap bulan dan bersifat tetap untuk membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang berbeda-beda di setiap daerah sesuai dengan indeks daerah.

3. Tunjangan Posisi (TP) adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan setiap bulan dan bersifat tetap sesuai dengan bobot tanggungjawab pada suatu posisi.

b) Gaji tidak tetap yang terdiri dari :

1. Insentif Kehadiran (IK) adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan setiap bulan dan bersifat tidak tetap sesuai dengan masa kehadiran karyawan. 2. Tunjangan Kinerja (TK) adalah sejumlah uang yang

dibayarkan kepada karyawan setiap triwulan dan bersifat tidak tetap, untuk menghargai kontribusi kinerja.

3. Tunjangan Penugasan (TPn) adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada karyawan yang menduduki posisi kerja tertentu.

4. Tunjangan Hari Raya (THR) adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan untuk membantu biaya yang berkaitan pelaksanaan peringatan hari raya keagamaan.

5. Bonus adalah penghargaan dalam bentuk uang yang dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan persyaratan tertentu sebagai bentuk apresiasi perusahaan atas prestasi kerja dan atau kontribusi kinerja unit yang bersangkutan terhadap kinerja perusahaan pada periode waktu tertentu dalam satu tahun.

B. Benefit adalah manfaat/fasilitas yang diberikan baik tunai maupun tidak tunai karena statusnya sebagai karyawan dan atau posisinya di perusahaan dan atau tuntutan pekerjaan dan atau kondisi geografis, yang terdiri dari :

a) Benefit berdasarkan status sebagai karyawan perusahaan, yang terdiri dari : (1) Jaminan kesehatan; (2) Fasilitas pinjaman 2 bulan gaji bagi karyawan yang dimutasi ABP; (3) Fasilitas pinjaman tahun pelajaran; (4) Fasiltas pinjaman dana kredit; (5) Program asuransi; (6) Sumbangan/uang perumahan atau fasilitas rumah dinas; (7) Uang cuti tahunan; (8) Sumbangan pendidikan; (9) Sumbangan pembinaan jasmani/rohani; (10) Sumbangan rekreasi; (11) Uang ganti rugi/kompensasi cuti besar; (12) Uang pakaian seragam; (13) Uang bingkisan penghargaan; (14) Sumbangan pindah; (15) Uang tunjangan duka; (16) Sumbangan duka; (17) Biaya pemakaman; (18) Cuti; (19) Piagam penghargaan.

b) Benefit berdasarkan posisi, yang terdiri dari : (1) Tunjangan representasi; (2) Sumbangan abonemen dan biaya pemakaian listrik; (3) Sumbangan abonemen dan biaya pulsa telepon (rumah dinas/jabatan/seluler); (4) Sumbangan abonemen dan biaya pemakaian air dari PAM; (5) Sumbangan abonemen dan biaya pemakaian gas; (6) Sumbangan Pajak Bumi dan Bangunan atas rumah jabatan; (7) Fasilitas kendaraan jabatan dan bahan bakar minyak kendaraan jabatan atau uang pengganti fasilitas kendaraan jabatan; (8) Fasilitas rumah jabatan; (9) Fasilitas telepon seluler jabatan; (10) Fasilitas bacaan media cetak.

c) Benefit berdasarkan tuntutan pekerjaan, yang terdiri dari : (1) Sumbangan penggantian biaya perpanjangan SIM; (2) Jaket dan helm pengantar; (3) Makanan tambahan (extra fooding); (4) Program asuransi kecelakaan.

d) Berdasarkan kondisi geografis, terdiri dari : (1) Sumbangan pembelian air bersih; (2) Sumbangan bencana alam.

2. Program kesejahteran yang bersifat fasilitas : A. Sarana kerohanian

Untuk menunjang pembinaan rohani para pekerja perusahaan melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

a) Menyediakan fasilitas ibadah yang memadai dalam lingkungan perusahaan, sehingga memungkinkan para karyawan dengan aman, tertib dan teratur menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

b) Perusahaan memberikan dana untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan oleh pekerja di lingkungan perusahaan atas persetujuan perusahaan.

B. Kafetaria

PT Pos Indonesia (Persero) memberikan kemungkinan bagi para karyawannya untuk memperoleh makanan dan minuman di kafetaria yang disediakan di dalam lingkungan perusahaan. C. Sarana olahraga

PT Pos Indonesia memberikan fasilitas-fasilitas untuk kegiatan olahraga para karyawan, antara lain :

a) Senam kesegaran jasmani. b) Badminton.

c) Lapangan tenis. D. Koperasi

PT Pos Indonesia menyediakan koperasi (simpan-pinjam). Dimana diharapkan dengan adanya koperasi ini dapat sedikit membantu karyawan apabila mereka sedang memiliki masalah keuangan.

E. Ijin

Perusahaan memberikan ijin tidak masuk kerja kepada karyawan dengan tetap mendapatkan gaji atau tanpa mengurangi hak-nya atas cuti tahunan.

F. Konseling

Perusahaan menyediakan ahli psikologi untuk membantu karyawan yang membutuhkan bantuan psikologis dalam menjalankan pekerjaannya. Sehingga diharapkan dengan adanya sarana ini karyawan dapat terhindar dari kegelisahan yang memberi dampak buruk pada pekerjaannya.

3. Program kesejahteraan yang bersifat pelayanan :

Perusahaan menyediakan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang pada hakekatnya memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruh penghasilan yang hilang. JAMSOSTEK tersebut terdiri dari :

• Jaminan kecelakaan kerja. • Jaminan kematian.

• Jaminan hari tua.

Dari ketiga program diatas, program jaminan kecelakaan kerja dan program jaminan kematian dalam hal ini perusahaan menanggung seluruh premi yang harus dibayarkan kepada PT TASPEN. Jadi untuk program hari tua pembiayaannya dilakukan atau ditanggung bersama-sama antara perusahaan dengan karyawannya.

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

Dokumen terkait