II TINJAUAN PUSTAKA
3. Koperasi yaitu badan usaha berbadan hukum yang selain membantu petani dalam permodalan juga membantu petani menyalurkan hasil panennnya
3.1.5. Stuktur Pasar
1. Pedagang pengumpul yaitu pedagang yang membeli atau mengumpulkan barang-barang hasil pertanian dari produsen kemudian memasarkan dalam partai besar kepada pedagang lain. Dalam hal ini pedagang pengumpul biasanya ada di setiap desa.
2. Pedagang besar yaitu pedagang yang membeli dari pedagang pengumpul dalam partai besar dan mendistribusikan ke setiap pedagang pengecer ataupun pasar.
3. Koperasi yaitu badan usaha berbadan hukum yang selain membantu petani dalam permodalan juga membantu petani menyalurkan hasil panennnya. 4. Pengecer yaitu pedagang yang membeli barang dari pedagang besar dan
mendistribusikan barang secara langsung ke konsumen akhir.
Pemilihan pola pemasaran yang tepat dapat menguntungkan produsen. Faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan seorang produsen dalam memilih pola pemasran (Limbong dan Sitorus, 1987) adalah:
1. Pertimbang pasar meliputi: siapa konsumennya (rumah tangga, industri, atau keduanya), berapa besar pembeli potensisl, bagaimana kebiasaan konsumen dalam membeli.
2. Pertimbanganm barang meliputi : berapa besar nilai per unit barang tersebut, besar dan beratnya barang, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana sifat teknisnya, apakah barang standar atau pesanan, dan bagaimana luas jangkauan produk perusahaan bersangkuatan.
3. Pertimbangan dari segi perisahaan meliputi :sumber permodalan, kemampuan dan ang diberikan oleh penjual.
4. Pertimbangan terhadap lembaga perantara meliputi : pelayanan yang dapat diberikan lembaga pemasaran, kegunaan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan dan pertimbagan biaya.
3.1.5. Stuktur Pasar
Firmansyah (1998) dalam Silalahi (2009), menyatakan penelitian mengenai struktur pasar secara deskriptif akan bermanfaat jika mampu menjelaskan sampai seberapa jauh “efektifitasnya” dalam kehidupan sehari – hari
yang diukur dengan variabel di atas baik untuk produsen, pedagang perantara, maupun konsumen. Hammond dan Dahl (1977) menjelaskan, ada empat faktor penentu karakteristik struktur pasar, yaitu jumlah atau ukuran pemasaran, kondisi atau keadaan produk, kondisi mudah tidaknya keluar masuk pasar,
Struktur pasar adalah suatu dimensi yang menjelaskan pengambilan keputusan oleh perusahaan maupun industri, jumlah perusahaan dalam suatu pasar, distribusi perusahaan menurut berbagai ukuran seperti ”size dan concentrasi”’ deskripsi ”product and product differentiation”, syarat-syarat entry dan sebagainya. Berdasarkan strukturnya, pasar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pasar bersaing sempurna dan pasar tidak bersaing sempurna (Limbong dan Sitorus, 1987). Suatu pasar dapat digolongkan dalam struktur pasar bersaing sempurna apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.Terdapat pembeli maupun penjual jumlahnya banyak,
2. Setiap pembeli maupun penjual hanya menguasai sebagian kecil dari barang atau jasa yang ada dipasar oleh karena itu seorang pembeli atau penjual tidak dapat mempengaruhi harga pasar.
3. Barang atau jasa yang dipasarkan homogen, dan 4.Pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar.
Empat karakteristik pasar yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan struktur pasar, yaitu : (1) jumlah penjualan dan pembeli; apakah jumlah relatif banyak sehingga tidak terdapat seorang penjual yang dapat mempengaruhi harga. Atau sebaliknya jumlah penjual sedikit sehingga dapat mempengaruhi harga pasar. (2) keadaan produk yang diperjual belikan; apakah produk tersebut himogen, berbeda corak atau produk tersebut unik sehingga tidak ada penjual lain yang dapat mensubstitusikan komoditi yang dijual penjual tersebut. (3) kemuddahan masuk dan kelluar pasar; apakah perusahaan mudah masuk dalam pasar jika terdapat keuntunga ekonomis atau perusahaan tersebut mudah keluar dari pasar seandainya tidak tercapai keuntungan normal. (4) pengetahuan konsumen terhadap harga dan struktur biaya produksi; apakah terhadap informasi harga yang wajar bagi konsumen atau tidak ada informasi harga yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk melakukan diskriminasi harga (Sudiyono, 2002).
Struktur pasar sangat di perlukan dalam analisis sistem pemasaran karena melalui analisis struktur pasar, secara otomatis akan dapat dijelaskan bagaimana perilaku partisipan (pembeli dan penjual) yang terlibat (market conduct) dan akan menunjukkan keragaan yang terjadi akibat dari struktur dan perilaku pasar yang ada dalam sistem pemasaran tersebut (market performance). Dahl dan Hammond (1977) mengemukakan lima jenis struktur dengan berbagai karakteristiknya.
Struktur pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri terdapat banyak penjual dan pembeli. Setiap pembeli maupun penjual menguasai sebagian kecil dari barang atau jasa yang ada di pasar. Oleh karena itu, pembeli dan penjual tidak dapat mempengaruhi harga pasar atau pembeli dan penjual sebaagai penerima harga (price taker) dan bebas keluar masuk pasar (freedom for entry and exit), barang atau jasa yang di pasarkan homogen (homogenous product).
Pasar monopolistik memiliki ciri-ciri terdapat banyak pembeli dan penjual yang melakukan transaksi pada berbagai macam harga dan bukan atas dasar satu harga pasar. Adanya beberapa macam hargaa disebabkan penjual dapat melakukan penawaran yang berbeda kepada pembeli. Produk yang di jual dalam pasar monopolistik ini tidak homogen. Produk dapat di menurut kualitas, ciri atau gaya, service atau pelayan yang berbeda, perbedaan pengepakan, warna bungkus dan harga. Penjual melakukan penawaran yang berbeda untuk segmen pembeli yang berbeda dan bebas menggunakan merek,periklanan dan personal sellng disamping harga untuk menunjukkan penawaran penjual.
Pasar oligopoli terdiri dari beberapa penjual yang sangat peka akan strategi pemasaran dan penetapan harga perusahaan lainnya. Produk dapat berupa produk homogen atau produk heterogen. Sedikitnya jumlah penjual ini di sebabkan oleh tingginya hambatan untuk memasuki industri yang bersangkutan. Hambatan ini seperti paten, kebutuhan modal yang besar, pengendalian bahan baku, pengetahuan dan sifatnya perorangan dam lokasi yang langka.
Pasar monopoli memiliki ciri-ciri tedapat satu penjual yang berbentuk perusahaan monopololi, perusahaan atau swasta menurut undang-undang dan dapat beruipa monopoli sawata murni. Produk satu dan tidak bersubstitusi dengan barang lain dan ada pengendalian harga dari penjual. Tindakan diskriminasi harga
dengan menjual produk yang sama pada tingkat harga yang berbeda-beda dan pada pasar yang berbeda.