• Tidak ada hasil yang ditemukan

BA III METODE PENELITIAN

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.2 Sumber Daya

Implementasi kebijakan perlu dukungan sumberdaya baik sumberdaya manusia (human resources) maupun sumberdaya non-manusia (non-human resources). Maka dari itu Sumberdaya sangat berperan penting dalam pelaksanaan suatu kebijakan, Manusia merupakan sumberdaya yang terpenting dalam menentukan suatu keberhasilan proses implementasi karena sebagai implementor suatu kebijakan tersebut. Tahap-tahap tertentu dari keseluruhan proses implementasi menuntut adanya sumberdaya manusia yang berkualitas sesuai dengan pekerjaan yang diisyaratkan oleh kebijakan yang telah ditetapkan. Tetapi ketika kompetensi dan kapabilitas dari sumber-sumberdaya itu nihil, maka kinerja kebijakan publik sangat sulit untuk diharapkan.

Akan tetapi selain sumberdaya manusia, sumber-sumber daya lain yang perlu diperhitungkan juga seperti sumberdaya financial. Karena, mau tidak mau, ketika sumberdaya manusia yang kompeten dan kapabel telah tersedia sedangkan kucuran dana melalui anggaran tidak tersedia, maka memang menjadi persoalan pelik untuk merealisasikan apa yang hendak dituju oleh tujuan kebijakan publik. Karena itu sumberdaya yang diminta dan dimaksud oleh Metter dan Horn adalah kedua bentuk sumberdaya tersebut. Maka bila dilihat dari sumberdaya yang dimaksud tersebut, dalam pelaksanaan Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang No. 06 Tahun 2003 Tentang Pembinaan Koperasi dan UMKM kedua bentuk sumberdaya tersebut sangat berpengaruh.

Pertama adalah sumberdaya manusia, dalam proses pelaksanaan Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang No. 06 Tahun 2003 Tentang Pembinaan Koperasi dan UMKM, unsur pertama sumberdaya manusia yang paling berperan adalah pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dan Sumberdaya yang ada pada Koperaasi itu sendiri, dalam hal ini Pemerintah Dinas Koperasai dan UMKM berperan dalam membina seluruh SDM Koperasi yang ada di Kabupaten Pandeglang hal ini disampakan oleh informan H. Khaerudin,SE.Kepala Seksi Kelembagaan Koperasi, bahwa Sumberdaya Manusia aparatur Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang yang kami miliki masih terbatas dalam

pengetahuan tentang perkoperasian dan manajemen kewirausahaan dan itu menjadi kendala dalam melakukan pembinaan Koperasi khsususnya Koperasi Pertanian.

Dengan cara mengikuti pelatihan – pelatihan agar lebih handal dan

memahami tentang koperasi menurut informan H. Koko. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Pandeglang bahwa sumber daya yang ada di Dinas Koprasi sekarang itu berbeda dengan sumber daya koperasi pada masa orde baru, pegawai dinas koperasi atau orang-orang yang menangani masalah perkoperasian adalah mereka yang telah mendapatkan pendidikan perkoperasian sebelum mereka diterjunkan membina masalah perkoperasian adalah mereka yang telah mendapatkan pendidikan perkoperasian mereka minimal 2 bulan itu ada di meja pendidikan, pelatihan yang diajarkan mulai dari tentang perkoperasian kemudian dari management dan termasuk tekhnis yang lainnya

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan pembinaan dalam peningkatan kualitas sumberdaya pegawainya mengenai perkoperasian melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, seperti yang dinyatakan oleh informan Diana Luthfia, SE.Staf Seksi Pemberdayaan Koperasi. Meskipun Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang setiap tahunnya ada saja undangan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi untuk meningkatkan SDM dengan

mengadakan pelatihan mengenai pemahaman perkoperasian dari menagemennya, organisasinya, bagai mana pembinanaya dan itu dirasa masih sangat kurang hal ini seperti yang disampaikan oleh informan H. Koko.Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Pandeglang.

Saat ini pelatihan yang diberikan hanya bersifat umum dan instan cara pelatihan dan pembekalan pada jaman orde baru lebih baik dibanding sekarang, SDM hanya dilatih satu tahun satu kali tergantung Anggaran yang dimiliki itupun tidak sampai dua bulan paling lama 2 sampai tigahari itupun dipadatkan jadwalnya, biasanya untuk memahami akuntansi butuh waktu 2 minggu tidak cukup hanya 2 sampai 3 hari saja, keadaan SDM yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM sangat berbeda dengan SDM dimasa ordelama dimana pemahaman tentang perkoperasian saat ini masih kurang terbukti jika ada perpindahan pegawai yang sudah mengerti tentang akuntansi maka ketika ada koperasi yang membutuhkan bantuan untuk membuat pembukuan pegawai tersebutlah yang mengerjakan walaupun pegawai tersebut sudah tidak lagi bekerja di Dinas Koperasi dan UMKM.

Tabel 4.7

Sumber Daya Manusia Aparatur Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Bidang Koperasi

No Nama Jenis kelamin (L/P) Pendidikan terakhir Jabatan

1 Hj. Iis Djunaingsih, SE. P S.E Kepala Bidang Koperasi 2 H. Khaerudin, SE. L S.E Kepala Seksi Kelembagaa

Koperasi

3 Eni Mulyani P SMA Kepala Seksi Pemberdayaan Koperasi

4 Rully Fr L

SMA

Staf Seksi Kelembagaan Koperasi

5 Rustian L S.IP

Staf Seksi Kelembagaan Koperasi

6

Diana Luthfia, SE P S.E Staf Seksi Pemberdayaan Koperasi

7 Linda P S.E Staf Pengawasan Koperasi

8 Edi L SMA Staf Fasilitasi Penilaian

Koperasi

(Sumber :Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang,Tahun 2017)

Dari wawancara yang peneliti lakukan dapat ditemukan dan dipertegas kembali bahwa keterampilan dan pemahaman pegawai sangat penting untuk menjalankan pembinaan Koperasi, terlihat pada tabel 4.1 yang mengambarkan

sumber daya aparatur Dinas Koperasi dan UMKM dalam hal kualitas dan jumlah sangat kurang hal tersebut berdampak pada pembianan koperasi dan program-program yang sudah dibuat tidak dapat dilakukan dengan optimal. Kemampuan dalam membina yang dapat dikatakan kurang, hal tersebut akan mempengaruhi pencapaian tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dalam hal ini membina koperasi khususnya Koperasi Pertanian sesuai dengan visi misi Dinas Koperasi dan UMKM dalam hal pengembangan Agrobisnis.

Kurangnya pemahaman Sumberdaya Manusia yang dimiliki mengenai perkoperasian di perparah dengan jumlah Sumber Daya Manusianya yang sedikit, padahal Pandeglang memiliki banyak Koperasi yang tersebar diseluruh wilayah di Kabupaten Pandeglang, ini menjadi masalah bagaimana keterbatasan Dinas untuk melakukan Pembinaan Koperasi-koperasi yang tersebar diseluruh wilayah Pandeglang, hal ini disampaikan oleh informan H. Khaerudin, SE. Kepala Seksi Kelembagaan Koperasi Senada dengan apa yang diutarakan oleh informan H. Koko. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Pandeglang.

Meskipun Keterbatasan jumlah SDM tidak sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Pandeglang seharusnya SDM yang dimiliki Dinas Koperasi dan UMKM bisa memaksimalkan potensi yang ada, dalam pelatihan seharusnya fokus kepada ilmu-ilmu yang berhubungan tentang

interpranership setelah ilmu itu dipelajari oleh SDM yanga ada di Dinas kemudian akan di transfer kepada para pengurus dan anggota Koperasi dan hasilnya diharapkan agar Koperasi yang sudah diberikan pembinaan tersebut menjadi lebih berkembang.

Untuk memacu berkembangnya Koperasi Khususnya Koperasi Pertanian tidak terlepas dari Modal yang dimiliki Koperasi, Peran Dinas Koperasi dan UMKM disini hanya sebagai fasilitator saja tidak memberikan modal langsung kepada Koperasi, jika ada program bantuan dari Provinsi Atau dari Kementrian Dinas Koperasi dan UMKM peran Dinas mengusahakan bantuan permodalan untuk Koperasi – Koperasi yang ada di

Kabupaten Pandeglang, menurut informan H. Khaerudin, SEKepala Seksi Kelembagaan Koperasi, untuk tahun 2016 dengan adanya Peraturan Mentri Dalam Negri No. 14 Tahun 2016 Pemerintah dalam hal ini Pemrintah pusat, Provinsi maupun Kabupaten sudah tidak memberikan bantuan permodalan lagi, adapun permodalan yang diberikan dari Kementrian, Provinsi dan Kabupaten biasanya tidak berbentuk modal uang bantuan tersebut berbentuk barang atau peralatan misalnya mesin dan alat-alat pertaninan.

Peran Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten saat ini sudah dibatasi dengan adanya Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Bantuan hibah kepada Koperasi, sebelum adanya permen tersebut Dinas Provinsi memberikan bantuan dari mulai Pembinaan, peralatan dan

lain-lain. hal ini juga diutarakan oleh informan Wendi Nurwendi, ST.Kepala Program Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, dengan adanya Peraturan Mentri Dalam Negri No 14 Tahun 2016 Kewenangan Pemerintah sudah dibatasi hal ini pasti berdampak pada Koperasi – Koperasi yang ada,

Koperasi yang masih berjalan harus bisa mandiri tanpa mengharapkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten.

Peran Pemerintah dalam membina Koperasi masih terus berjalan Hal ini juga di utarakan oleh Informan H. Koko. Ketua Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Pandeglang, Sebelum adanya Peraturan Mentri Dalam Negri No 14 Tahun 2016 mengajuakan permohonan bantuan permodalan kepada pemerintah sangat sulit apalagi dengan adanya Permendagri tersebut Koperasi tidak dapat mengharapkan bantuan permodalan dari Pemerintah, peran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalalui Koperasi masih akan terus berjalan dengan melakukan pembinaan–pembinaan Koperasi yang ada.

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang telah melakukan usaha untuk memajukan Koperasi yang ada di Kabupaten Pandeglang walaupun belum maksimal, menrut informan Diana Luthfia, SE.Staf Seksi Pemberdayaan Koperasi, Perhatian pemerintah saat ini lebih kepada Koperasi Wanita yang banyak diberikan pembinaan serta bantuan untuk mendorong

Koperasi tersebut maju dan berkembang, Koperasi tersebut diberikan bantuan peralatan-peralatan yang dibutuhkan anggota Koperasi.

Peran Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten telah melakukan Tugasnya ikut berperan dalam membina Koperasi tetapi tidak semua koperasi khususnya koperasi pertanian di Kabupaten Pandeglang, Pembinaan itu berdasarkan atas Rekomendasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang karena Dinas Koperasi di daerah lebih mengetahui Kebutuhan Koperasi-koperasi yang masih berjalan.Dalam pembinaan Sumberdaya Manusia untuk Koperasi menurut informan Ade Jein Saipudin.Ketua Koperasi Sinar Desa, pembinaan Koperasi secara umum ataupun Koperasi secara khusus belum ada, belum ada pembinaan yang dilakukan secara Priodik pembinaan tersebut paling dioptimalkan melalui Pra Koperasi dimana sebelum mendirikan Koperasi Koperasi tersebut harus sudah berjalan minimal satu sampai dua bulan, disini ada pembinaan yang dilakukan oleh Dinas pembinaan tentang Perkoperasian yang baik dan benar.

Dilihat dari Sumber Daya yang ada pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM khususnya Koperasi Pertanian dilakukan hanya awal berdiri Koperasi saja diluar itu tidak adalagi pembinaan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM, tidak konsistennya Pembinaan yang dilakukan oleh dinas seperti tidak ada perhatian dan kontrol Dinas kepada Koperasi, Dinas tidak mengetahui secara cepat Permasalahan atau Kendala

yang dihadapi oleh Koperasi akhirnya Koperasi tersebut bubar atau tidak bisa berjalan lagi.Dinas Koperasi dan UMKM tidak hanya menjadi fasilitator dengan mengupyakan program-program bantuan yang ada di pusat maupun provinsi tetapi dengan keterbatasan anggaran Dinas Koperasi dan UMKM memiliki tugas membina Koperasi- Koperasi yang ada di Kabupaten Pandeglang melalaui pelatihan Perkoperasian, memberikan bantuan permodalan , permodalan yang diberikan biasanya tidak berbentuk dana atau uang melainkan berbentuk barang saja itupun masih jauh dari kata mencukupi.

Bantuan yang diberikan oleh Dinas kepada Koperasi memang ada tetapi bukan Koperasi Pertanian melainkan Koperasi Wanita, kurangnya perhatian terhadap Koperasi Pertanian berimbas pada banyaknya Koperasi yang tidak aktif walaupun ada Koperasi tersebut masih dapat dikatakan belum berkembang, bantuan yang diberikan oleh pemerintah wlaupun tidak banyak tetapi itu sangat membantu untuk keperluan Koperasi dan menambah aset Koperasi. Di tahun sebelumnya Dinas Koperasi dan UMKM walaupun memiliki Anggaran yang terbatas masih bisa memberikan bantuan permodalan dalam bentuk barang, Koperasi yang diberkan bantuan ialah Koperasi yang berjalan dan selalu melakukan Rapat Anggota itu menjadi penilaian kepada Koperasi sehingga ketika ada program atau bantuan Koperasi itulah yang diprioritaskan untuk menerima Bantuan atau Hibah.

Dengan banyaknya keterbatasan pemerintah terus berusaha agar masyarakat ikut berpartisipasi melalui koperasi, menurut informan Rully Fr.Seksi Kelembagaan Koperasi pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan setiap tahunnya ada saja masyarakat yang hendak mendirikan Koperasi, syarat-syarat untuk mendirikan Koperasinya sangat mudah serta izin operasionalnyapun tidak lama , pemerintah akan membantu serta membina Koperasi dengan adanya Prakoperasi agar sebelum Koperasi diakui oleh pemerintah diharapkan para pengurus dan anggotanya paham akan perkoperasian.

Pemerintah sangat mendukung ketika masyarakat sadar akan pentingnya Koperasi sebagai wadah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri, dukungan pemerintah tersebut dapat dilihat dari peran pemerintah memudahkan masyarakat ketika masyarakat berkeinginan untuk mendirikan koperasi, pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM terus melakukan usaha-usaha agar Koperasi yang ada terus berjalan dan berkembang.

Pemerintah pusat sudah membuat Program-program yang pro rakyat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pada umumnya, Program tersebut seperti Kredit usaha rakyat (KUR) kemudian Jaminan Kredit Daerah (JAMKRIDA). Dinas Koperasi dan UMKM selain memberikan pembinaan

Koperasi Dinas juga menjadi pembuat rekomendasi dari hasil penilaian-penilaian laporan Koperasi yang diterima oleh Dinas, Rekomendasi itu dikeluarkan bagi Koperasi ketika akan mengajukan permodalan kepada lembaga lain hal ini disampaikan oleh informan Diana Luthfia, SE.Staf Seksi Pemberdayaan Koperasi.

Dinas Koperasi dan UMKM memfasilitasi Koperasi-koperasi pada saat Koperasi akan mengajukan Permodalan Kepada Lembaga lain dengan mengeluarkan surat rekomendasi yang didasarkan dari penilaian Dinas melalui Laporan kesehata Koperasi, Koperasi tidak akan bisa mengurus pinjaman permodalan kepada lembagalain jika surat rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UMKM belum dikeluarkan. Untuk Kopersi Pertanian yang berjalan kurang dari 3 tahun tidak dapat mengajukan permodalan tersebut dikarenakan Koperasi tersebut dirasa masih belum bisa dinilai oleh Dinas Koperasi dan UMKM, jika dilihat dari segi usaha dan lembaganya untuk jangka 2 tahun rata-rata koperasi belum bisa dikatakan berkembang masih rawan koperasi itu menjadi tidak aktif atau tidak berjalan.

Berdasarkan hasil wawancara informan Ade Jein Saipudin.Ketua Koperasi Sinar Desa,H. Efendi Hidayat.Ketua Koperasi Sumber Tunas Jaya dan Ade Irma Suryana.Ketua Koperasi Serbausaha Bina Lingkungan,dapat disipulkan bahwa masalah klasik yang dialami oleh Koperasi ialah permodalan, Permodalan yang didapatkan dari iuran wajib anggota masih

belum mencukupi untuk kebutuhan para anggotanya dampaknya sulit untuk mengembangkan usaha Koperasi itu sendiri. Kopeasi Pertanian yang masih berjalan membutuhkan suntikan permodalan dari permodalan dana atau peralatan yang mendukung kegiatan pertanian.Dengan keterbatasan permodalan yang dimiliki Koperasi berdampak pada perekembangan Koperasi itu sendiri, dimana ketika para anggota Koperasi membutuhkan Modal untuk keperluaan menggarap lahan pertanian modal yang diberikan Koperasi tidak mencukupi.Degan keadaan Koperasi belum dapat melayani kebutuhan para anggotanya dengan optimal maka koperasi itu masih dikatakan belum berkembang.

Dinas Koperasi dan UMKM memiliki keterbatasan Sumber daya manusia dan sumberdaya finansial sehingga dalam melakukan pembinaan Koperasi-koperasi yang aktif khususnya Koperasi pertanian tidak dapat berjalan dengan optimal, dengan keterbatasan SDM jika dilihat dari banyaknya jenis koperasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang yang cukup luas maka sangat masuk akal jika Dinas Koperasi dan UMKM tidak melakukan pembinaan kepada seluruh koperasi yang ada.Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten serta stake holder lainnya telah melakukan upaya dalam memberdayakan masyarakat melalui Koperasi khususnya Koperasi Pertanian, dengan keterbatasan finansial yang di miliki tidak semua koperasi diberikan

bantuan dan pembinaan ada beberapa koperasi yang sudah memenuhi kriteria penilaian khususnya koperasi pertanian diberikan bantuan berupa peralatan pertanian untuk digunakan oleh anggota koperasi.

Untuk sekarang ini melalui kebijakan baru Permendagri No 14 Tahun 2016 bahwa Koperasi tidak bisa lagi atau tidak boleh lagi menerima hibah karena Koperasi dalam Peremendagri ini bukan badan usaha yang Nirlaba badan usaha yang tidak mengutamakan keuntungan sementara koperasi mimiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan.Meski demikian Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandegalng dan Provinsi serta para stake holder yang terlibat akan terus berkomitmen memberdayakan masyarakatnya melalui Koperasi Pertanian di Kabupaten Pandeglang melalui pembinaan dan penyusunan rencana kerja kedepannya yang fokus kepada pengembangan Koperasi Pertanian sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki